kolitis winda

Download Kolitis Winda

Post on 30-Jan-2016

224 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kolitis

TRANSCRIPT

Referat Kolitis

KOLITISDisusun Oleh :Winda Nurmalasari (406148026)Pembimbing :dr. Wigati, Sp PD

DefinisiKolitis : suatu peradangan akut maupun kronik pada kolon.Berdasarkan penyebab diklasifikasikan menjadi :1. KOLITIS INFEKSI :ShigelosisKolitis tuberkulosaKolitis amebikKolitis pseudomembranKolitis karena virus, bakteri atau parasit lain2. KOLITIS NON-INFEKSIKolitis ulseratifPenyakit crohnsKolitis radiasiKolitis iskemikKolitis non-spesifikKolitis amebik (Amebiasis kolon)Peradangan kolon disebabkan Entamoeba histolytica

Penularan melalui kontaminasi tinja ke makanan atau minuman, dengan perantara lalat, kecoa, kontak interpersonal.

Pasien yang asimptomatik tanpa ada invasi jaringan hanya mengeluarkan kista pada tinjanya tinja tersebut dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia.

Pada pasien yang invasif, selain kista juga mengeluarkan tropozoit, namun bentuk tropozoit tidak dapat bertahan lama diluar tubuh manusia

Beberapa klinis pasien amebiasisCarrier : tidak menginvasi dinding usus, tanpa gejala atau hanya keluhan ringan (kembung, flatulensi, obstipasi)Disentri amuba ringan : kembung, nyeri perut ringan, demam ringan, diare ringan dengan tinja berbau busuk bercampur darah dan lendir, KU ps baikDisentri amuba sedang : kram perut, demam, lemas, hepatomegali dengan nyeri spontanDisentri amuba berat : diare disertai banyak darah, anemia, mual, demam tinggiDisentri amuba kronik : menyerupai disentri amuba ringan, diselingi periode normal tanpa gejala, berlangsung berbulan-bulan sampai bertahun-tahun

E. histolytica memiliki bentuk pseudopod, merupakan parasit protozoa tidak berflagel yang dapat menyebabkan proteolisis dan lisis jaringan, juga menginduksi apoptosis sel host-nya. Manusia dan primata non-manusia merupakan satu-satunya host bagi E. histolytica. Menelan kista E. histolytica yang berasal dari lingkungan akan diikuti dengan eksistasi pada ileum terminal atau kolon, dan berubah bentuknya menjadi trofozoit yang sangat motil. Saat kolonisasi di mukosa kolon, trofozoit dapat menghasilkan kista yang kemudian dieksresikan melalui feces atau dapat pula menembus barrier mukosa usus sehingga dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke hati, paru, serta bagian tubuh lainnya. Kista yang dieksresikan akan mencapai lingkungan dan melengkapi siklus ini.

Berdasarkan pola isoenzimnya, E. histolytica dibagi menjadi golongan zymodeme patogenik dan zymogene nonpatogenik. Walaupun mekanismenya belum seluruhnya jelas, diperkirakan trofozoit menginvasi dinding usus dengan cara mengeluarkan enzim proteolitik. Pasien dalam keadaan imunosupresi seperti pemakan steroid memudahkan invasi parasit ini. Penglepasan bahan toksik menyebabkan reaksi inflamasi yang menyebabkan destruksi mukosa timbul ulkus yang bentuknya seperti botol undetermined, kedalaman ulkus mencapai submukosa atau lapisan submuskularis. Tepi ulkus menebal dengan sedikit reaksi radang. Mukosa di antara ulkus terlihat normal. Ulkus dapat terjadi di semua bagian kolon, tersering di sekum, kemudian kolon asenden dan sigmoid, kadang-kadang apendiks dan ileum terminalis.Akibat invasi amuba ke dinding usus, timbul reaksi imunitas humoral dan imunitas cell-mediated amibisidal berupa makrofag lymphokine-activated setra limfosit sitotoksik CD8. Invasi yang mencapai lapisan muskularis dinding kolon dapat menimbulkan jaringan granulasi dan membentuk massa yang disebut ameboma, sering terjadi di sekum atau kolon asenden.

Diagnosis Pada pasien yang dicurigai mengidap amebiasis kolon, pertama kali diperiksa adanya eritrosit dalam tinja, bila positif, pemeriksaan dilanjutkan.Pemeriksaan tinja segar yang diberi larutan garam fisiologis, dilakukan minimal 3 spesimen tinja yang terpisah untuk mencari adanya bentuk trofozoit. Untuk identifikasi kista dilakukan pemeriksaan tinja dengan pengecatan trichrome, bila perlu dengan teknik konsentrasi tinja.Pemeriksaan serologi untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap ameba, positif pada 85-95% pasien dengan infeksi ameba yang invasif.Pemeriksaan endoskopi bermanfaat untuk menegakkan diagnosis pada pasien amebiasis akut. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dini sebelum dilakukan terapi. Ulkus yang terjadi bentuknya khas, berupa ulkus kecil, berbatas jelas, dengan dasar yang melebar (undermined), dan dilapisi dengan eksudat putih kekuningan. Mukosa di sekitar ulkus biasanya normal. Bentuk trofozoit biasanya dapat ditemukan pada dasar ulkus dengan cara mengerok atau aspirasi kemudian diperiksa dengan mikroskop setelah diberi larutan garam fisiologis.Pemeriksaan radiologi tidak banyak membantu, karena gambaranya sangat bervariasi dan tidak spesifik. Bila terbentuk ameboma tampak sebagai filling defect.

DDinfeksi ShigellaSalmonellaCampylobacterYerseniaE. coli patogenkolitis pseudomembran.

Komplikasi :Berupa perdarahan kolon, perforasi, peritonitis, ameboma, intususepsi, dan striktur.

Penatalaksanaan Karier asimtomatikDiberi obat yang bekerja, di lumen usus (luminal agents) antara lain : Iodoquinol (diiodohidroxyquin) 650 mg 3 kali sehari selama 20 hari atau Paromomycine 500 mg 3 kali sehari selama 10 hari.Kolitis ameba akutMetronidazol 750 mg 3 kali sehari selama 5-10 hari, ditambah dengan obat luminal tersebut diatas.Amebiasis ekstra-intestinal (misalnya: abses hati ameba)Metronidazol 750 mg 3 kali sehari selama 5-10 hari ditambah dengan obat luminal tersebut diatas. Penggunaan 2 macam atau lebih amebisidal ekstra intestinal tidak terbukti lebih efektif dari satu macam obat.DISENTRI BASILER (SHIGELLOSIS)Infeksi akut ileum terminalis dan kolon yang disebabkan oleh bakteri genus Shigella.

Infeksi Shigella mudah terjadi di tempat pemukiman padat, sanitasi jelek, kurang air, dan tingkat kebersihan perorangan yang rendah. Di daerah endemik, infeksi Shigella merupakan 10-15% penyebab diare pada anak. Sumber kuman Shigella yang alamiah adalah manusia walaupun kera dan simpanse yang telah dipelihara dapat juga tertular. Jumlah kuman untuk menimbulkan penyakit relatif sedikit, yaitu berkisar antara 10-100 kuman. Oleh karena itu sangat mudah terjadi penularan secara fekal oral, baik secara kontak langsung maupun akibat makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Shigella termasuk kelompok enterobacteriaceaeBersifat gram negatif, anaerob fakultatifSangat mirip dengan Eschericia coli. Beberapa sifat yang membedakan kuman ini dengan E. coli adalah kuman ini tidak bergerak aktif, tidak memproduksi gas dalam media glukosa dan pada umumnya laktosa negatif.

Kolon merupakan tempat utama yang diserang Shigella namun ileum terminalis dapat juga terserang.Setelah melewati lambung dan usus halus, kuman ini menginvasi sel epitel mukosa kolon dan berkembang biak di dalamnya. Perluasan invasi kuman ke sel di sekitarnya melalui mekanisme cell to cell transfer. Walaupun lesi awal terjadi di lapisan epitel, respon inflamasi lokal yang menyertainya cukup berat, melibatkan leukosit PMN dan makrofag edema, mikroabses, hilangnya sel goblet, kerusakan arsitektur jaringan, dan ulserasi mukosa. Bila penyakit berlanjut terjadi penumpukan sel inflamasi pada lamina propia, dengan abses pada kripta merupakan gambaran yang utama.S. dysentriae, S. flexneri, dan S. sonnei menghasilkan eksotoksin antara lain ShET1, ShET2, toksin Shiga, yang mempunyai sifat enterotoksik, sitotoksik, dan neurotoksik. Enterotoksin tersebut merupakan salah satu faktor virulen sehingga kuman lebih mampu menginvasi sel mukosa kolon dan memperberat gejala klinis. Kuman Shigella jarang melakukan penetrasi ke jaringan di bawah mukosa sehingga jarang menyebabkan bakteriemia. Walaupun demikian pada keadaan malnutrisi dan pasien immuno-compromized dapat terjadi bakteriemia. Selain itu dapat pula terjadi kolitis hemoragik.

Masa tunas berkisar antara 7 jam sampai 7 hari. Pada dasarnya gejala klinis Shigellosis bervariasi. Lama gejala rata-rata 7 hari pada orang dewasa, namun dapat berlangsung sampai 4 minggu. Disentri basiler yang tidak diobati dengan baik dan berlangsung lama gejalanya menyerupai kolitis ulserosa.

Populasi yang memiliki resiko tinggi terhadap shigellosis meliputi:Anak-anak di pusat-pusat penitipan anak (