kerangka acuan isi

Download Kerangka Acuan Isi

Post on 17-Nov-2015

69 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

amdal

TRANSCRIPT

KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN(KA-ANDAL)TERMINAL TERPADU GEDEBAGE

Oleh:Ahmad Mulyasir15311029Aghnia Qinthari15311049Faldi Ahmad15311051Annisa Athifah15311053Fadya Syifa15311055Desi Wulandhari15311057

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGANFAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGANINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG2015

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangBandung merupakan salah satu pusat kota metropolitan yang ada di Indonesia yang mengalami perkembangan sangat pesat. Perkembangan tersebut diikuti dengan pertumbuhan penduduk, perkembangan kota dan bertambahnya aktivitas kota. Pada sisi lain, perkembangan kota ini ternyata hanya terjadi pada Bandung bagian Barat saja. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya kesenjangan antar wilayah terutama dengan Bandung Bagian Timur. Di sisi lain, beban Bandung Bagian Barat semakin berlebih dan mengakibatkan penataan kota kurang terpelihara baik (RTRW kota Bandung, 2004). Atas dasar tesebut, pemerintah kota Bandung merencanakan pengembangan pusat primer kedua di Gedebage. Pengembangan Pusat Primer Gedebage adalah salah satu prioritas kebijakan pengembangan Pemerintah Kota Bandung yang dituangkan dalam RTRW Kota Bandung 2004-2013. Pengembangan Kawasan Gedebage harus juga diiringi dengan suatu moda transportasi massal yang dapat memudahkan akses warga dalam melakukan aktivitas ekonomi di Gedebage. Saat ini warga kota Bandung dilayani oleh dua terminal utama yaitu terminal bus Cicaheum yang melayani kedatangan dari arah timur Kota Bandung dan Terminal bus Leuwi Panjang yang melayani kedatangan dari arah Barat Kota Bandung.Lokasi terminal yang ada di pusat perkotaan ternyata menimbulkan kemacetan, idealnya terminal bus antar kota dan provinsi berada agak jauh dari pusat kota untuk menghindari kepadatan. Oleh karena itu pembangunan terminal terpadu di Kawasan Gedebage merupakan solusi untuk mengatasi kesenjangan di Bandung Timur dan untuk mengurangi beban lalu lintas di Bandung Barat. Hal tersebut mengingat Gedebage memiliki luas 2.809 ha, baru termanfaatkan sebanyak 41.74%. Rencana pengembangan terminal terpadu Gedebage telah ditetapkan didalam SK Walikota Bandung No. 593/Kep.298-Bag Huk /2001, tanggal 12 juni 2001 yang terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Penetapan rencana ini pun merupakan amanat PERDA No.2 tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung 2013.Rencana kegiatan pembangunan terminal terpadu Gedebage diperkirakan dapat menimbulkan perubahan yang mendasar terhadap lingkungan hidup seperti pencemaran udara yang berasal dari emisi kendaraan, kebisingan, limbah dari aktivitas domestik,operasional dan pemeliharaan kendaraan, sehingga sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya PERMENLH NO. 15 Tahun 2012tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, kegiatan pembangunan terminal terpadu Gedebage ini wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL).Adapun pendekatan studi AMDAL terminal terpadu Gedebage yang sesuai PP 27 tahun 2012 adalah Pendekatan studi kawasan dimana pemrakarsa merencanakan untuk melakukan lebih dari 1 (satu) Usaha dan/atau Kegiatan yang perencanaan dan pengelolaannya saling terkait, terletak dalam satu kesatuan zona rencana pengembangan kawasan, yang pengelolaannya dilakukan oleh pengelola kawasan.

1.2 Maksud dan Tujuan Rencana Kegiatan Mengembangkan kawasan Gedebage melalui pembangunan terminal terpadu Mengurangi beban Lalu lintas di Bandung Barat Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan terminal terpadu Gedebage Meratakan kesenjangan sosial dan pusat kegiatan di Bandung Barat dan Timur Pemerataan beban wilayah Bandung Barat dan Timur Menyediakan sarana transportasi yang aman dan nyaman. Memperkecil kemacetan kendaraan yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor milik pribadi yang sudah berlebihan. Melayani keberangkatan dan kepergian penumpang antar regional, kota dan provinsi

1.3 Pelaksanaan Studi a. Pemrakarsa dan Penanggung JawabPemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.Nama Perusahaan: PT. Wija Podomoro Alamat: Jln. Jaluran No. 63 BandungTelepon: 022-15311053

b. Pelaksana Studi AmdalSusunan pelaksana studi Amdal adalah sebagai berikut:

1. Tim Penyusun AmdalTim penyusun Amdal terdiri atas:Ketua Tim: Ahmad Mulyasir, ST, MT.Anggota Tim: Fadya Syifa Hani, ST, MT. Aghnia Qintari Nabilah, ST, MT. Desi Wulan Dhari, SE, M.Si.2. Tenaga Ahli Adapun teanga ahli untuk menyiapkan, mengkaji, dan menjalankan proyek ini disusun dengan para ahli pada bidang masing-masing dan bekerja sinergis satu sama lain untuk membentuk proyek yang baik secara menyeluruh pada tiap aspeknya. Tenaga ahli dalam pembangunan terminal terpadu Gedebage terdiri dari: Ahli sosiologi Ahli yang berperan dalam mempelajari serta memberikan informasi ke pelaksana proyek mengenai dampak yang ditimbulkan proyek terhadap masyarakat dan kegiatan yang berada di sekitar wilayah proyekNama: Annisa Athifah, SH, S.Sos. Ahli hukumUntuk membantu masalah perizinan dan segala bentuk permasalahan hukum yang dapat terjadi selama proses perencanaan dan pelaksanaan proyekNama: Annisa Athifah, SH, S.Sos. Ahli geodesiAhli yang berperan dalam menganalisis kontur tanah yang berada di sekitar wilayah proyekNama: Ahmad Mulyasir, ST, MT. Ahli mekanika tanah Ahli dalam mengenali struktur tanah wilayah proyek serta memberikan pertimbangan beban, baik dari bangunan hingga ke volume kendaraan, yang sesuai dengan sifat tanahNama: Ahmad Mulyasir, ST, MT. Ahli konstruksi sipil Ahli yang berperan dalam pembangunan konstruksi gedung stasiun dan bangunan pendukung sesuai analisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembangunan tersebutNama: Ahmad Mulyasir, ST.MT. Ahli transportasi Ahli yang berperan dalam penataan dan perencanaan sistem transportasi serta menganalisis dampak terhadap transportasi lain akibat pembangunan proyek ini Nama: Faldi Ahmad Nugraha, ST. MT. Ahli manajemenAhli yang berperan dalam mengatur sistem manajerial keselurahan proyek dari awal hingga akhir Nama: Desi Wulan Dhari, SE, M.Si. Ahli lingkungan Ahli yang berperan dalam menganalisis dampak hipotetik lingkungan akibat berlangsungnya proyek Nama: Fadya Syifa Hani, ST, MT. Ahli arsitektur Ahli yang berperan dalam mendesain suatu bangunan yang memiliki estetika tinggiNama: Aghnia Qintari Nabilah, ST, MT. Ahli BiologiAhli yang berperan dalam menganalisis dampak lingkungan terhadap biodiversitas flora dan fauna.Nama: Fadya Syifa Hani, ST, MT.

3. Asisten Penyusun AmdalAsisten penyusun Amdal yaitu orang yang dapat menjadi asisten penyusun amdal adalah setiap orang yang telah mengikuti dan lulus pelatihan penyusunan amdal di LPK yang telah teregistrasi/terakreditasi di KLH, antara lain:Faldi Ahmad Nugraha, ST, MT.Annisa Athifah, SH, S.Sos.

BAB 2PELINGKUPAN2.1. Deskripsi Rencana Kegiatan2.1.1. Lokasi KegiatanTerminal Terpadu Gedebage akan didirikan di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung diatas tanah seluas 15 ha. Batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut : Sebelah utara: Jalan Soekarno Hatta Sebelah barat: Jalan Gedebage Sebelah selatan: Tol Padaleunyi Sebelah timur: Jalan Cimencrang

2.1.2. Uraian KegiatanKegiatan ini merupakan proyek pengembangan terminal baru di kawasan Bandung. Terminal Terpadu Gedebage menjadi pertimbangan lokasi pembangunan terminal karena baru sebesar 41,74% yang digunakan di kawasan tersebut. Terminal Terpadu Gedebage merupakan terminal provinsi sehingga bus yang keluar-masuk adalah bus antar kota. Dikatakan terpadu dikarenakan terminal ini akan diintegrasikan dengan Tol Padaleunyi sebagai akses jalannya. Adapun fasilitas terminal yang terdiri dari dua lantai antara lain: Lantai 1Area yang melayani kegiatan kendaraan di dalam terminal yang meliputi area kedatangan, area keberangkatan, parkir kendaraan pribadi, umum dan penunjang (seperti toilet umum), serta ruang tunggu penumpang di area keberangkatan. Lantai 2Area yang melayani jalur sirkulasi yang menghubungkan antara area parkir kendaraan pribadi, area kedatangan dan keberangkatan, serta pusat perbelanjaan.Mengenai kebutuhan listrik, Terminal Terpadu Gedebage akan mengonsumsi listrik sebagai berikut:1. Areal terminal (meliputi toilet umum): 15000 KVA2. Pusat perbelanjaan: 15000 KVATotal: 30000 KVAMengenai pengelolaan limbah, air buangan (grey water) yang dihasilkan dari Terminal Terpadu Gedebage akan dibuang langsung ke Sungai Cinambo dan air buangan black water akan dialirkan ke IPAL Kota Bandung. diolah di kawasan kondominium yang memiliki bangunan pengolah air buangan terpadu. Sedangkan limbah B3 yang dihasilkan dari tumpahan minyak atau oli bekas akan dikelola oleh PT. PPLI.

2.1.3. Rencana KegiatanKegiatan pembangunan Terminal Terpadu Gedebage secara garis besar dapat dipilah dalam tahapan kegiatan yang meliputi tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, dan tahap operasi, dan tahap pasca-operasi.

2.2. Deskripsi Rona Lingkungan HidupRona lingkungan hidup menggambarkan komponen-komponen lingkungan hidup yang berpotensi terkena dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan di wilayah studi rencana usaha dan/atau kegiatan. Rona lingkungan awal juga merupakan langkah awal pada studi AMDAL. Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah fisik, kimia, biologi, budaya, sosial-ekonomi, dan masyarakat. Tidak semua rona lingkungan awal perlu dicari datanya, hanya yang berhubungan dengan proyek yang akan dicari datanya. Pengumpulan data dapat berupa data primer dan sekunder dengan mempertimbangkan waktu, tenaga dan biaya. Tujuan dari rona awal sendiri adalah untuk Mengidentifikasi faktor lingkungan penting, membuat suatu daftar tentang perubahan lingkungan kritis, prediksi dan penilaian. Rona lingkungan yang dibahas mencakup komponen-komponen lingkungan hidup yang berkait