kerangka acuan kerja amdal

Download Kerangka Acuan Kerja Amdal

Post on 12-Dec-2014

540 views

Category:

Documents

108 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)PENDAHULUAN 1.1. Umum Sektor pariwisata pada umumnya dijadikan unggulan bagi Penerimaan Asli Daerah pemerintah daerah. Sektor ini diandalkan karena dapat memacu sektor lainnya, seperti peningkatan bisnis transportasi, hotel, restoran, hiburan, per-bank-an, dan peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian, peternakan, serta perikanan. Namun demikian, seiring dengan tingginya tingkat persaingan antar daerah, pengembangan objek dan kawasan wisata tidak mengenal istilah daya dukung dan daya lenting lingkungan hidup sehingga keadaannya menjadi rusak dan secara perlahan tidak lagi diminati wisatawan. Salah satu solusi untuk memantau dan meningkatkan motivasi dalam pengelola objek dan kawasan wisata, dipandang perlu adanya sistem sertifikasi kawasan wisata sebagai bentuk jaminan pelayanan kepada konsumen. 1.2. Latar Belakang 1.2.1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Detail Engineering Design (DED) Dan Amdal Pembangunan Pusat Bimbingan/Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Kota Bandung. 1.2.2. Pengguna Anggaran adalah Kepala Dinas Pariwisata Bandung, kegiatan Pembanguan pusat bimbingan / konseling bagi eks penyandang penyakit sosial. Pekerjaan Belanja Jasa Penyedia jasa Perencanaan Kode Rekening: 1.13.1.13.01.20.02.5.2.2.21.02. Pengesahan DPA Tanggal 8 Pebruari 2010. 1.2.3. Untuk penyelenggaraan Kegiatan dimaksud, dibentuk Pengelola Kegiatan sebagai berikut : a. Pemberi Tugas Pemberi Tugas adalah Kepala Dinas Sosial Kota Bandung selaku Pengguna Anggaran. b. Pengelola Administrasi Kegiatan (Pelaksana Administrasi) 1. Pelaksana Administrasi Kegiatan berfungsi membantu Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung dalam pelaksanaan pengelolaan administrasi Perencanaan Penyedia jasaDetail Engineering Design (DED). 2. Pelaksana Administrasi Kegiatan adalah Staf Kegiatan yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung.

3. Pelaksana Administrasi Kegiatan bertanggung jawab secara operasional kepada Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung. c. Pengelola Keuangan Kegiatan Bendaharawan Kegiatan berfungsi membantu Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung dalam melaksanakan pengelolaan keuangan penyelenggaraan Kegiatan Detail Engineering Design (DED) Dinas Sosial Kota Bandung pada setiap tahap penyelenggaraan, baik di tingkat program maupun di tingkat operasional. Bendaharawan Kegiatan ditetapkan oleh Surat Keputusan Walikota Bandung. Bendaharawan Kegiatan bertanggung jawab secara operasional kepada Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung. d. Pelaksana Teknis Kegiatan 1. Pelaksana Teknis Kegiatan berfungsi membantu Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung dalam melaksanakan pengelolaan teknis pada setiap tahap penyelenggaraan, baik tingkat program maupun di tingkat operasional termasuk pengesahan Berita Acara Kemajuan PekerjaanPengelola Teknis Kegiatan adalah unsur dari Dinas Sosial Kota Bandung. 2. Pelaksana Teknis Kegiatan bertanggung jawab secara fungsional kepada Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dan secara operasional kepada Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung. 1.2.4. Panitia Seleksi Pengadaan Jasa Penyedia jasa Dalam penyelenggaraan Pengadaan Jasa Penyedia jasaPerencana, Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung membentuk Panitia Pengadaan Barang dan Jasa sebagai Panitia Seleksi. Tugas dan wewenang Panitia Seleksi Penyedia jasa sebagaimana tercantum dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 dan perubahan perubahnnya 1.3. Maksud dan Tujuan Maksud dari Kegiatan ini adalah untuk menjamin suatu usaha dan kegiatan pembangunan atau proyek agar dapat berjalan secara sinambung tanpa merusak lingkungan dan memberikan kerangka arah pembangunan fisik Obyek wisata, serta dengan Rencana pembangunan ini selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Boalemo sebagai kota Idaman yang Produktif dan mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun kajian Amdal bagi pembangunan konstruksi fisik Obyek wisata bahari bolihutuo di Kabupaten Boalemo sebagai sarana yang dapat mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Dengan Hasil Kegiatan ini diharapkan dapat memberi gambaran yang jelas dalam pembangunan Obyek wisata nanti.

1.4. Lingkup Kegiatan dan Pekerjaan Lingkup Kegiatan dan pekerjaan yang akan dilakukan obyek wisata ini yaitu : dalam Penyusunan Amdal

adalah merencanakan pedoman teknis, sarana dan prasarana, melaksanakan Kajian Amdal, bagi Perencanaan Fisik gedung . Dimana rencana Lokasinya di daerah Rancacili, Kel. Derwati, Kec. Rancasari Kota Bandung 1.4.3. Lingkup pekerjaan Detail Engineering Design (DED) 1) Survey atas lokasi yang diperuntukan bagi panti,pengukuran, pemetaan dan penelitian atas struktur tanah yang meliputi kepadatan tanah, sumber air dan kelayakan lokasi untuk dijadi kan Pusat Bimbingan/Konseling. 2) Penyusunan DED, yang meliputi pembuatan rancangan Pra design, rancangan Arsitektur, rancangan Mekanikal Elektrik, penyusunan RAB dan DOKUMEN SELEKSI, penyusunan gambar prespektif animasi dan pembuatan maket dengan memperhatikan aspek-aspek legalitas, peruntukan bangunan dan tingkat pertumbuhan social budaya masyarakat. 3) Pembuatan Gambar Prespektif dan animasi, sebagaibahan presentasi kepada pemerintah pusat dan walikota. 4) Pembuatan Maket, untuk dapat memberikan gambaranbentuk fisik dari Pusat Bimbingan/Konseling yang dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas dan kepada para pemangku kepentingan (steakholder). 5) Penyusunan laporan akhir 1.4.4. Lingkup pekerjaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) a) Sosialisasi dengan masyarakat sekitar berkenaan dengan akan dibangunnya Pusat Bimbingan/konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial. b) Kajian Amdal, yang berkaitan dengan potensi pengaruh dari berdirinya Pusat Bimbingan/Konseling bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. c) Perencanaan yang selaras dengan potensi kota Bandung sebagai pusat pariwisata, pusat pendidikan, pusat budaya dan pusat pemerintahan; d) Perencanaan yang akan mewujudkan berdirinya Pusat Bimbingan/ Konseling Bagi Eks Penyandang penyakit Sosial sebagai Panti Terpadu Pertama di Indonesia.; e) Melaksanakan public hearingdengan masyarakat setempat, muspida, aparat kewilayahan, maupun pemangku kepentingan. f) Melaksanakan pembahasan amdal dengan komisi amda l sampai mendapatkan surat rekomendasi pengesahan amdal.

1.5. Dasar Hukum: 1. Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Persaingan Usaha Tidak Sehat; Praktek Monopoli dan

2. Undang-undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 3. Undang-undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; 4. Undang-undang No. 28 Tahun 2002 tentang BangunanGedung; 5. Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; 6. Undang-undang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial; 7. Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 8. Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi; 9. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi; 10. Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi; 11. Keputusan Presiden R.I. Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Pemerintah dan Perubahan-perubahannya. 12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi. 13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 14. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 26 Tahun 2009 Tentang Aksesibilitas Penyandang Cacat. 15. Peraturan Walikota Bandung No. 543 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Walikota Bandung Nomor 1859 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Jasa Pemerintah KotaBandung. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh penyediajasa perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum

Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara lingkup tugasnya yaitu: A. Perencanaan DED 1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data-data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana dan pengujia n struktur bangunan), membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK dan konsultasi dengan unsur Pemerintahan setempat. 2. Penyusunan Pra-Rencana seperti rencana tapak, prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang, perkiraan biaya dan mengurus perijinan sampai mendapat keterangan rencana kota, keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Kota . 3. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat : a.Rencana arsitektur beserta uraian konsep yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas; b.Rencana struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya; c.Perkiraan biaya Pelaksanaan Konstruksi. 4. Penyusun Rencana Detail antara lain membuat : a.Gambar-gambar detail struktur yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui; b.Rencana Kerja dan Syarat-syarat; c.Rincian volume pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi ; d.Laporan akhir perencanaan. 5. Mengadakan persiapan pelelangan, yaitu membantu Pengguna Anggaran Dinas Sosial Kota Bandung dan Panitia lelang dalam menyusun dokumen lelang serta pelaksanaan pelelangan fisik konstruksi. 6. Membantu panitia lelang pada waktu penjelasan pekerjaan, menyusun dokumen lelang yang sama apabila terjadi lelang ulang 7. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaankonstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a.Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan;

b.Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalanyang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi; c.Memberikan saran-saran, pertimbangan, rekomendasi bahan; d.Melakukan pengawasan berkala B. KAJIAN AMDAL Untuk menyusun Dokumen AMDAL penyedia jasa harus mengikut

Recommended

View more >