isi laporan study kelayakan

Download Isi Laporan Study Kelayakan

Post on 02-Jan-2016

623 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

Studi Kelayakan Penambangan Bijih Besi

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bijih Besi mulai dikenal sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1843 oleh Van Wrede. Bijih Besi merupakan salah satu komoditas utama dalam perdagangan internasional. Hingga saat ini, dalam peradaban manusia yang sudah jauh lebih maju, kebutuhan akan Bijih Besi semakin meningkat untuk menunjang industri-industri dunia.

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan sumber daya mineral yang melimpah. Diantaranya adalah Batubara, Nickel, Emas, Perak, Timah, Bijih Besi, dsb. Salah satu pulau di Indonesia yang memiliki cadangan mineral cukup banyak adalah Pulau Sulawesi.

Kabupaten Polewali Mandar (Polman) adalah salah satu kabupaten yang terletak di Pulau Sulawesi, tepatnya berada di provinsi Sulawesi Barat dengan luas wilayah 2.022,30km2. Kabupaten Polewali Mandar juga termasuk memiliki kekayaan sumber daya mineral yang cukup, termasuk Bijih Besi. Bijih Besi di Kabupaten Polman tersebar di beberapa daerah, salah satu diantaranya adalah di Desa Tapango, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Berdasarkan SK Bupati No. 126 Tahun 2007 tentang Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi PT. ISCO Polman Resources, perusahaan kami melakukan penelitian keterdapatan Bijih Besi di Kecamatan Tapango dan sekitarnya.

Keterdapatan Bijih Besi di Kecamatan Tapango dinilai cukup ekonomis, dengan kadar Bijih Besi yang memenuhi standar industri serta cadangan Bijih Besi yang cukup. Perusahaan kami menilai bahwa kegiatan pertambangan di Kabupaten Polewali Mandar khususnya Kecamatan Tapango dapat dilaksanakan.

Untuk mendukung pelaksanaan pertambangan menuju tahap eksploitasi, perusahaan telah melakukan studi kelayakan tambang. Studi kelayakan ini mengkaji keadaan umum, morfologi, geologi, geoteknik dan hidrogeologi, cadangan dan kualitas mineral Bijih Besi, desain tambang, transportasi, lingkungan, K-3, organisasi kerja, pemasaran dan investasi, serta analisis ekonomi.

1.2 Maksud dan Tujuan

Tujuan kajian adalah untuk mengkaji nilai ekonomis serta layak atau tidaknya rencana kegiatan penambangan mineral, baik dipandang dari aspek kualitas dan kuantitas, metode penambangan, peralatan yang digunakan, penimbunan, transportasi, fasilitas pengolahan, pemasaran, lingkungan dan K-3, tenaga kerja, sarana dan prasarana penunjang yang diperlukan maupun biaya investasi. Hasil studi kelayakan dapat digunakan sebagai acuan dan pertimbangan untuk menyusun program-program dan prioritas kegiatan yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan. Di samping itu, hasil studi ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu alat dan panduan bagi pemerintah untuk menilai dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan.

1.3 Ruang Lingkup dan Metode Studi

Kajian kelayakan yang dilakukan akan meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan usaha peningkatan produksi mineral Bijih Besi pada wilayah penambangan yang akan beroperasi. Adapun studi ini antara lain terdiri dari hal-hal sebagai berikut:1.3.1 Penilaian dan Pengkajian Data Yang Tersedia

Ada beberapa hal yang akan diteliti pada kajian ini, yaitu:1. Kondisi geologi, topografi, kondisi daerah lokasi, keadaan lingkungan, sarana transportasi dan tenaga kerja 2. Cara atau metode penyelidikan dan peralatan yang digunakan3. Kondisi endapan mineral Bijih Besi yang meliputi kedudukan dan penyebarannya, kuantitas dan kualitasnya

1.3.2 Pengkajian Data Yang Diperoleh Dari Lapangan

Dalam rangka penambangan mineral Bijih Besi ini, maka diperlukan data tambahan untuk mendukung teknis penambangan. Adapun data tambahan yang diperlukan adalah data pengamatan lapangan secara langsung dan data yang berkaitan dengan geologi teknik. Data ini beserta pengolahannya diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi hidrologi, hidrogeologi dan kestabilan lereng. Untuk kegiatan penyelidikan geologi teknik (geoteknik), pihak perusahaan telah melakukan pemboran dengan kedalaman 130m. Dari data sekunder yang telah tersedia dan tambahan data lapangan beserta data geoteknik dan hidrogeologi, maka lingkup kajian akan meliputi:a. Aspek penambangan yang mencakup tambang, metode, dan tahapan penambangan, penimbunan mineral Bijih Besi, jumlah dan jenis peralatan yang diperlukan, rencana dan jadwal produksi. b. Aspek pengangkutan dan penimbunan mineral Bijih Besi atau tanah buangan yang meliputi jarak angkut, kondisi jalan, serta lokasi dan kapasitas tempat penimbunan. c. Aspek pengolahan mineral Bijih Besi, kapasitas pengolahan, jumlah dan jenis peralatan yang digunakan, pengangkutan lewat darat dan laut untuk tujuan pemasaran, dan kondisi dermaga/pelabuhan untuk sarana pemuatan mineral Bijih Besi.

1.3.3 Deskripsi KegiatanDari uraian tersebut di atas, maka kegiatan pekerjaan kajian akan berbagai kondisi kegiatan penambangan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

A. Geologi Tambang1. Tujuan Kajian geologi tambang bertujuan mengevaluasi data geologi yang tersedia baik yang lama maupun yang baru termasuk data bor sehingga dapat digunakan untuk desain tambang. 2. Lingkup Pekerjaan a. Kajian topografi/morfologib. Stratigrafi c. Struktur geologi d. Pemetaan penyebaran mineral Bijih Besie. Pemetaan ketebalan lapisan penutup di daerah tambang terbuka f. Kondisi pit g. Cadangan mineral Bijih Besi

B. Geoteknik 1. Tujuan Pengujian geoteknik bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan mekanik baik batuan yang menyusun overburden, interburden dan batuan dasar maupun lapisan mineral Bijih Besi. Hasil pengujian diperlukan untuk lanjutan perancangan tambang terbuka terutama dalam penentuan geometri lereng. 2. Lingkup Pekerjaan a. Pengujian geoteknik Pengujian sifat fisik Pengujian ultrasonik Pengujian kuat tekan uniaxial Pengujian geser langsung b. Analisis kestabilan lereng C. Hidrologi dan Hidrogeologi 1. Tujuan Kajian hidrologi dan hidrogeologi bertujuan untuk menganalisis pengaruh air tanah terhadap tambang, mempelajari fluktuasi muka air tanah dan mempelajari karakteristik aquifer. Data ini dipergunakan sebagai masukan untuk lanjutan perancangan sistem pengaliran tambang. 2. Lingkup Pekerjaan a. Analisis data hidrologi dan hidrogeologib. Perancangan sistem pengaliran tambang yang sesuai dengan strategi dan sistem penambangan yang direncanakanD. Analisis Kualitas Mineral Bijih Besi1. TujuanAnalisis kualitas mineral Bijih Besi bertujuan untuk menentukan kualitas lapisan-lapisan mineral Bijih Besi yang potensial untuk pengeboran. Data ini sangat berguna untuk mengantisipasi permintaan pihak konsumen. 2. Lingkup Pekerjaan a. Nilai kadar Feb. Kandungan Sulfur c. Kandungan Aluminium d. Kandungan Silica

E. Perencanaan Tambang1. TujuanPerencanaan tambang terbuka bertujuan untuk melakukan penambangan mineral Bijih Besi di batas elevasi yang masih menguntungkan.2. Lingkup Pekerjaana. Evaluasi geometri lerengb. Penentuan batas tambang baik ke arah lateral maupun vertikal c. Perhitungan nisbah pengupasand. Perencanaan jadwal produksie. Perencanaan pembuangan tanah penutupf. Perencanaan peralatang. Perencanaan peledakan

F. Transportasi1.TujuanKajian transportasi bertujuan untuk mengevaluasi pengangkutan tanah buangan (overburden) dan mineral Bijih Besi masing-masing ke waste dump area (WDA) dan stockpile pabrik pengolahan (crushing plant) beserta pengangkutan mineral Bijih Besi dan pengolahan ke tujuan akhir atau pelabuhan/shipment.2. Lingkup Pekerjaana. Evaluasi kelayakan teknis jalur pengangkutanb. Jadwal waktu pengangkutanc. Evaluasi daya tampung waste dump aread. Evaluasi daya angkut dump trucke. Kajian finansial dan ekonomi setiap alternatif f. Penentuan dan rancangan alternatif terpilih

G. Pengolahan Mineral Bijih Besi1. TujuanKajian pengolahan mineral Bijih Besi bertujuan untuk memisahkan mineral berharga (Bijih Besi) dari pengotor (impurities) sebagai produk siap jual. 2. Lingkup Pekerjaana. Evaluasi kapasitas crushing plant b. Jumlah crushing plant yang diperlukanc. Kapasitas stockpile di crushing plantd. Kapasitas stockpile siap jual di tujuan akhir atau pelabuhan

H. Kelayakan Ekonomi1. TujuanKajian kelayakan ekonomi bertujuan untuk menilai kelayakan endapan mineral Bijih Besi di daerah PT. ISCO Polman Resources secara ekonomi.

2. Lingkup Pekerjaana. Perencanaan organisasi dan tenaga kerjab. Analisis pasar mineral Bijih Besic. Analisis ekonomid. Analisis finansiale. Analisis ekonomi pasca penambangan dan reklamasi

1.3.4 Metode Studi

Metode studi yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut:a. Pengamatan dan pengukuran lapangan Morfologi lapangan dan singkapan mineral Bijih Besi Jalur transportasi dan lain-lainb. Penggunaan data primer Percontohan geoteknik Percontohan mineral Bijih Besic. Penggunaan data sekunder Curah hujan Data peralatan tambang Data geologi dan eksplorasid. Asumsi Bunga bank Ekskalasi pendapatan dan biaya Data peralatan tambang

1.4 Pelaksana Studi1.4.1 Pemrakarsa KegiatanNama Perusahaan :PT. ISCO Polman ResourcesAlamat Perusahaan : Jl. Budi Utomo No. 77 Polewali Kelurahan Darma - Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat 91313Penanggung Jawab :Taufik Surya HidayatJabatan : Direktur OperasiLokasi Proyek : Desa Tapango - Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali MandarProvinsi Sulawesi Barat. Bidang Usaha :Penambangan Mineral Bijih Besi

1.4.2 Penyusun LaporanNama Perusahaan :PT. ISCO Polman ResourcesAlamat Perusahaan :Jl. Budi Utomo No. 77 PolewaliPenanggung Jawab :Ir. Yopie Lumoindong, DES, M.Si.Jabatan :Ketua TimLokasi Proyek :Desa Tapango - Kecamatan Tapango Kabupaten PolewaliProvinsi Sulawesi Barat. Bidang Usaha :Penambangan Mineral Bijih BesiTelah membentuk tim penyusun/pelaksana untuk pekerjaan ini, dengan susunan sebagai berikut:

Koordinator Tim: Ir. Yopie Lumoindong, DES, M.Si. Tenaga Ahli Ek