study kelayakan

Post on 20-Jul-2015

120 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Study Kelayakan

Bab 1 Pendahuluan 1.1.Latar Belakang Seperti yang dapat kita lihat, di negara maju ini, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras dan memanfaatkan setiap waktu yang ada. Bahkan bagi seorang pekerja jika perlu waktu makan siang dan jam pulang kantor pun dapat digunakan untuk berbisnis guna meningkatkan profit perusahaan dan menjadi lebih produktif. Hal seperti ini biasanya akan membuat seorang pekerja berada di bawah tekanan yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan stress, dan kinerja pun dapat menurun. Begitu pula dengan mahasiswa yang dituntut untuk belajar lebih keras sehingga tidak ada waktu untuk bersantai, karena persaingan kerja yang semakin ketat menuntut para mahasiswa untuk bersaing memperebutkan nilai terbaik guna mendapatkan posisi kerja yang terbaik. Dengan memperhatikan kebiasaan masyarakat yang seperti ini, kami melihat sebuah peluang investasi yang cukup menjanjikan dari bidang usaha yang kami pilih, sehingga kami memutuskan untuk mendirikan sebuah coffee shop yang kami namakan Turgo Coffee Shop. Mengapa dinamakan Turgo Coffee Shop? Turgo, yang artinya pangeran, disini melambangkan setiap service yang kami sediakan oleh manajemen coffee shop adalah dengan memberikan kehangatan dan ketulusan hati terhadap pelanggan layaknya melayani seorang pangeran, sehingga kami selalu berusaha untuk mengerti dan memahami keadaan psikologi setiap individu, dengan menempatkan diri dalam posisi setiap individu yang menjadi target pasar kami. Selain itu, kami berusaha mencari dan mencoba memenuhi apa yang dapat meringankan beban mereka, apa yang mereka butuhkan agar di sela-sela kesibukan mereka pun tetap dapat menikmati indahnya hidup ini, kami melakukan semuanya dengan ketulusan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tetapi tercermin secara nyata dalam setiap service yang kami sediakan, dalam keharuman setiap cangkir kopi yang kami sajikan, dalam suasan coffee shop yang membawa kedamaian dan ketenangan, kami menyediakan semua yang terbaik untuk customer, dan yang berasal dari hati kami yang terdalam yang bisa kami berikan. Turgo Coffee Shop, sebuah coffee shop yang dapat memberikan suasana baru yang dapat menenangkan pikiran dan jiwa, dengan rasa kopi yang beraneka ragam, keharuman kopi yang menggiurkan, disertai dengan menu pelengkap yang menggoda selera, serta didukung dengan suasan nyaman yang tercipta dari interior coffee shop yang kami tata sedemikian rupa sehingga memancarkan ketenangan dan kenyamanan serta berada dalam alam terbuka, diiringi dengan musik lembut yang dapat menciptakan suasana tenang bagi peminat yang berada di dalamnya. Coffee shop ini juga kami rancang sedemikian rupa hingga bisa dijadikan tempat untuk berbicara masalah bisnis karena dilengkapi dengan akses free hot spot untuk internet, sekedar duduk sambil menikmati suasana, perkumpulan mahasiswa, acara keluarga, ataupun sebagai tempat sarapan dan bersantai di sore hari. Selain itu, Turgo Coffee shop juga menyediakan service guna memenuhi kebutuhan masyarakat di jamjam sibuk dengan disediakannya beberapa Mobile Coffee Shop. Sebuah kendaraan yang membawa seluruh kehangatan coffee shop dan dapat ditemui di beberapa titik tempat keramaian yang banyak dikunjungi orang terutama dalam jam-jam sibuk seperti di daerah perkantoran dan perkuliahan.

Membagikan kenyamanan, kehangatan serta kesegaran yang dibutuhkan masyarakat di saat jam-jam sibuk mereka. Kendaraan yang didesain sedemikian menarik yang mencerminkan arti terdalam dari Turgo Coffee Shop itu sendiri. Dengan segala cintanya yang dibawa bersama dan dibagikan kepada setiap individu yang ditemui, Mobile Coffee shop ini menyediakan berbagai macam minuman kopi baik hangat maupun dingin. 1.2.Tujuan Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa secara jelas dan detail semua aspek dari segala bidang guna mencari tahu kelayakan dan manfaat bagi masyarakat dalam usaha pendirian sebuah usaha bisnis coffee shop, dan mengetahui apakah bisnis ini merupakan investasi yang menguntungkan atau tidak. Tujuan dari studi kelayakan ini adalah untuk menghindari terjadinya risiko kegagalan atau mengurangi kemungkinan keterlanjutan investasi yang merugikan. Dan tujuannya dibuat usaha coffee shop ini adalah untuk menyediakan service yang menyediakan tempat kumpul sambil menikmati harumnya dan kehangatan kopi guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sela-sela kesibukan mereka. 4 Turgo Coffee Shop | 10/3/2007 Bab 2 Aspek pasar dan pemasaran 2.1. Permintaan, Proyeksi Permintaan dan Penawaran Berdasarkan dari hasil pengamatan data lapangan, didapatkan gambaran pasar total dan pasar potensial yang ada saat ini (lihat Gambar 2.1) yaitu sebesar 10%, sehingga masih sangat memungkinkan sekali untuk terjun di bisnis coffee shop. Pada Gambar 2.2, dapat dilihat dari 100% pasar potensial yang ada ternyata pasar yang sudah dikuasai masih sekitar 5%, pasar yang dilayani sebanyak 10%, ketersediaan pangsa pasar yang memenuhi syarat sebanyak 20%, dan pasar yang tersedia masih ada sekitar 40%. Gambar 2.1. Gambaran Pasar Total dan Pasar Potensial yang ada saat ini Hasil estimasi pasar potensial sesuai dengan kondisi yang ada, bahwa dari 100% pasar potensial yang ada, Diperkirakan saat kondisi bagus (bulan Maret-Mei, Agustus-Oktober) dapat diraih 60% dari jumlah target pasar yang diasumsikan adalah mahasiswa di kampus terdekat dengan gerai coffee shop. Diperkirakan saat kondisi biasa (bulan Januari-Februari) dapat diraih 30% dari jumlah target pasar yang diasumsikan adalah mahasiswa di kampus terdekat dengan gerai coffee shop. Diperkirakan saat kondisi buruk (bulan Juni-Juli, November-Desember) dapat diraih 10% dari jumlah target pasar yang diasumsikan adalah mahasiswa di kampus terdekat dengan gerai coffee shop. Indonesia adalah negara penghasil kopi ketiga di dunia setelah Brazil dan Columbia. Produksi kopi Indonesia pada Tahun 1998 tercatat sebesar 39 ribu ton dan masih di bawah Brazil dan Columbia yang berturut-turut memproduksi 146 ribu ton dan 63 ribu ton biji kopi. Ekspor kopi Indonesia bekontribusi terhadap devisa negara sebesar USD 605 juta, merupakan pangsa kedua terbesar komoditi perkebunan

setelah karet alam. Komoditi kopi jelas sangat prospektif sebagai salah satu motor pembangunan agribisnis dan agriindustri Indonesai, asalkan ditangani secara baik dan professional. Pada Tabel 2.1 dapat dilihat jumlah produksi kopi per bualan di Indonesia. Tabel 2.1. Produksi Kopi per Bulan di Indonesia, 1999 (Ton)

Perdagangan dunia didominasi oleh jenis kopi Arabica (70%) dan Robusta (30%), dan pada kenyataan yang ada, kopi yang ditanam di Indonesia adalah jenis Arabica (10%) dan Robusta (90%). Di Indonesia sendiri, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah sentra produksi kopi dengan luas rea pertanaman mencapai 62.285 hektar. Berdasarkan Disbun Sulsel, rata-rata produksi kopi Sulawesi selatan mencapai 18 ribu ton setiap tahunnya. Disini dapat kita lihat bahwa bisnis coffe shop yang kami buka dapat membuka peluang yang sangat besar guna mendorong pembangunan agribisnis dan agriindustri di Indonesia. Konsumsi rata-rata kopi dunia dalam kurun waktu satu decade terakhir telah mencapai 92,93 juta karung, dan untuk lima tahun terakhir telah mencapai 95,78 juta karung. Pada Tahun 1986, konsumsi dunia baru mencapai 86,09 juta karung, Tahun 1991 sebesar 94,26 juta karung dan pada Tahun 1997 telah mencapai 96,1 juta karung. Secara umum, Indonesia termasuk salah satu konsumen kopi utama dengan pangsa konsumsi sebesar 1,93% atau 1,85 juta karung dari konsumsi total dunia pada Tahun 1997. Konsumsi kopi Indonesia dalam periode Tahun 1986-1997 mengalami kemajuan yang cukup pesat dengan laju sebesar 7,7% per tahum, bahkan untuk periode 5 tahun terakhir laju pertumbuhannya sudah mencapai angka 10,3% per tahun. Pada Tahun 1986, konsumsi kopi di Indonesia baru mencapai 0,95 juta karung, dan pada Tahun 1991 naik sebesar 0,4 juta karung menjadi 1,35 juta karung, serta pada Tahun 1995 sudah mencapai 1,85 juta karung. Namun demikian, konsumsi kopi per kapita Indonesia relatif rendah dibanding negara lain. Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi kopi Indonesia hanya meningkat 6% yaitu 0,33 menjadi 0,56 kg per kapita per tahun. Dengan konsumsi sebesar 560 gram per kapita per tahun, Indonesia termasuk dalam kategori tingkat konsumsi yang amat rendah di dunia, dibawah 1 kg per kapita per tahun. Rendahnya konsumsi kopi Indonesia dipengaruhi oleh aspek psikologi dan aspek ekonomi. Aspek psikologi menyangkut pandangan yang kabur akan efek negatif dari minum kopi, seperti menganggu kesehatan, tidak baik untuk anak-anak dan wanita, serta sisa pengaruh budaya kolonial yang menekan asyarakt Indonesia untuk tidak mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang cukup besar. Aspek ekonomi berkaitan dengan rendahnya pendapat per kapita sebagian besar penduduk Indonesia. Kenaikan produksi yang cukup signifikan diharapkan akan terjadi di kawasan Asia dan Ocenia,khususnya Indonesia dan Vietnam. Pada periode 1970-an dan 1980-an, produksi kopi Indonesia meningkat tajam dengan laju sekitar 6% per tahun. Pada periode 1995-2005, produksi kopi Indonesia diperkirakan Meningkat degan laju sekitar 2,4% per tahun. Nainggolan (1997) memperkirakan bahwa areal dan produksi kopi Indonesia akan meningkat masing-masing dengan laju 2,53% dan 2,76% per tahun. Kenaikan produksi yang demikian konsisten disebabkan oleh biaya produksi yang relative rendah. Ketersediaan lahan, dan nilai tukar mata uang yang kompetitif (FAO 1994 dan World Bank 1993). Pada Tahun 2005, produksi kopi Indonesia diperkirakan mencapai 0,586 juta ton.

Guna mencari lebih detail dan mengenal lebih dekat keinginan masyarakt saat ini, kami mengadakan survai langsung ke lapangan. Dari hasi survai yang kami lakukan terhadap 100 orang, yang terdri dari 30 orang pekerja pria, 20 orang mahasiswa dan murid SMU pria, 20 orang wanita karier, 20 orang ibu rumah tangga (suka Shopping), 10 orang mahasiswa dan murid SMU wanita. Dengan isi pertanyaan adalah sebagai berikut: 1. Apa