study kelayakan apotek

Download study  kelayakan Apotek

Post on 15-Nov-2015

20 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

farmasi

TRANSCRIPT

STUDI KELAYAKAN APOTEK BARUAPOTEK B.J. FARMA

Alamat : Jl. Kadilangon Gondangmanis Bae kudus, 59352

Disusun Oleh

Asih Setiyo Riwayati S.Farm.,Apt

STUDI KELAYAKAN APOTEK BARU

APOTEK B.J. FARMAAlamat : Jl. Kadilangon Gondangmanis Bae kudus, 59352

I. Latar Belakang Pendirian Apotek

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003, maka definisi apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini seorang apoteker bertanggungjawab atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis (profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotik adalah menyediakan obatobatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga tidak sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.Melalui apotek perbekalan farmasi seperti obat dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara resmi , dewasa ini dengan berubahnya fungsi apotek yang awalnya hanya tempat meracik obat menjadi pelayanan produk kepada masyarakat.

II. Visi Misi Apotek 1. Visi

Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu, berkualitas dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen dan karyawan.

2. Misi

Misi dari apotek adalah:

a) menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan kefarmasian lainnya yang bermutu, berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat,

b) Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, ramah, informatif dengan memerapkan konsep Pharmaceutical care secara profesional,

c) Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup seluruh karyawan dan pemilik modal.

3. Strategi

Strategi dari apotek adalah :

a) Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat yang diberikan merupakan terapi obat yang tepat, efektif, nyaman dan aman bagi pasien, b) Mengatasi masalah baru yang timbul dalam terapi obat dan mencegah timbulnya masalah lain di masa yang akan datang,

c) Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin melakukan pegobatan mandiri,

d) Melakukan efisiensi biaya kesehatan masyarakat,

e) Memberikan informasi dan konsultasi obat,

f) Melakukan monitoring obat dan evaluasi penggunaan obat,

g) Merancang SOP (standart operating procedure) dan standar organisasi kerja,

h) Memberlakukan sistam reward dan punishment bagi seluruh karyawan.III. Tujuan Pendirian Apotek

1. sebagai tempat pengabdian profesi apoteker.

2. melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masyrakat dengan berorientasi kepada kepentingan dan kepuasan pasien sebagai implementasi kompetensi profesi farmasis.

3. memberikan dan menyediakan informasi, edukasi dan konsultasi kesehatan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, khususnya obat dan cara pengobatan yang tepat.IV. Nama Apotek

Nama Apotek yang didirikan Adalah B.J. Farma yang terleta di jl. Kadilango Gondangmanis Bae Kudus, Jawa Tengah.

Apoteker Pengelola Apotek (APA) yang juga bertindak sebagai pemilik sarana Apotek ( PSA )Nama : Asih Setiyo Riwayati. S.Farm.,Apt.

Alamat : Jl. Kadilangon Gondangmanis Bae Kudus,

V. Slogan Pelayanan

Slogan Pelayanan yang sekaligus menjadi Ungulan Apotek BJ Farma adalah Pelayanan yang nyaman, cepat dan tepat adalah tanggung jawab kami .VI. Analisa SWOTBerdasarkan datadata yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap posisi strategis daerah/ peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat diterangkan beberapa hal yang penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap apotek baru yang akan didirikan (SWOT ANALISIS).

A. Kekuatan/StrengthYang menjadi kekuatan kompetitif apotek baru yang akan didirikan adalah sebagai berikut :

1. Apotek dengan konsep layanan patient oriented yang berbasis layanan kefarmasian pharmaceutical care.2. Letak/lokasi apotek berada di Jl. Kadilangon Gondangmanis yang cukup ramai dilalui arus kendaraan .3. Lokasi dekat dengan praktek dokter.4. Petugas apotek yang handal dan loyal, terdiri dari tenaga yang sudah berpengalaman dan tenagatenaga muda yang penuh semangat dan kreatif.

5. Apoteker yang selalu standby di apotek, siap memberikan layanan dan konsultasi seputar obat.B. Kelemahan/Weakness1. Merupakan apotek baru, belum dikenal oleh masyarakat, dan belum mempunyai langganan yang loyal.

2. Merupakan apotek swasta yang berdiri sendiri dan bukan suatu apotek jaringan atau waralaba,

3. Lokasi terletak di area jalan raya pedesaan sehingga hanya warga sekitar yang melewati jalan saja yang mengetahui keberadaan Apotek.Untuk menutupi kelemahan tersebut maka:

1. Nama apotek harus dibuat besar begitu juga dengan tulisan pada papan nama tersebut dan neon box, tanda/marka apotik di tepi jalan,

2. Disediakan ruang tunggu yang nyaman.

3. Disediakan parkir yang luas dan gratis.

C. Peluang/Opportunity1. Potensi Daerah

a. Jumlah Penduduk, terutama daerah Gondangmanis (sekitar lokasi apotek), cukup padat, sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial,

b. Penduduk dengan latar belakang sosial yang beragam, sangat memungkinkan untuk menjadi pelanggan. Masyarakat golongan ini mempunyai daya beli lebih tinggi, karena itu apotek harus dikonsep sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi keinginan pelanggan seperti mereka. Sebagai contoh apotek ditata agar bersih, nyaman, elegan, tanpa menimbulkan konsep mahal, sehingga tetap dapat menarik pelanggan dari kelas sosial menengah ke bawah.

c. Penduduk dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Golongan masyarakat ini lebih kritis, lebih bisa menerima pikiran logis, dan mungkin lebih peduli dengan pola hidup sehat. Untuk menarik pelanggan dari golongan ini, salah satu kegiatan apotek bisa mengarah pada mereka (khususnya), contohya melalui progam konsultasi obat melalui telepon, penerbitan buletin kesehatan secara berkala, dll.

d. Penduduk golongan geriatri cukup banyak. Kaum geriatri banyak mengalami masalah kesehatan, terutama penyakitpenyakit degeneratif. Apotek dapat menerbitkan brosur, melakukan komunikasi telepon/telefarma untuk menarik simpati mereka.

2. Jumlah dokter yang membuka praktek di sekitar lokasi apotek ada 1 dokter dan 1 mantri sehingga dirasa cukup dan diharapkan pasien yang datang ke apotek juga banyak.

3. Karena merupakan satu-satunya Apotek yang ada di desa tersebut dan jauh dari lokasi apotek lainnya.D. Ancaman/Threaths

Ancaman terutama datang dari kompetitor/pesaing, yaitu apotek lain meski lumayan jauh dari sekitar lokasi. Berikut diuraikan fasilitas masingmasing apotek pesaing.

1. Apotek Wijaya FarmaAreal parkir luas lokasi strategis, dekat dengan jalan raya, Sekolah.2. Apotek .Areal parkir luas dan gratis, lokasi strategis di area penduduk, ruang tunggu nyaman dekat dengan lokasi prakter dokter.VII. Pengelolaan Sumber Daya ManusiaUntuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan tenag kerja yang sesuai bidangnya, oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang efektif dan efisian sehingga tujuan organisasi tercapai. Apotek B.J. Farma merekrut 5 karyawan

dengan susunan sebagai berikut :

- Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang

- Apoteker Pendamping : 1 orang

- Asisten Apoteker : 2 orang

- Administrasi: 1 orangDasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah :

1. jam kerja :08.0022.00, dibagi menjasi 2 shift (masingmasing 7 jam), yaitu jam 08.0015.00 dan jam 15.0022.00 (hari minggu dan hari libur tutup)

2. volume pekerjaanjumlah pasien setiap hari : 15 pasiensetiap pasien membutuhkan waktu : 20 menit3. dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya)

4. sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.

Kerjasama antar karyawan harus dijaga sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada pasien. Karenanya diperlukan adanya pembagian tugas, wewenang, hak dan kewajiban serta rasa memiliki terhadap apotek dari para karyawan. Untuk itu kemampuan manajerial dari apoteker sangat diperlukan.1) Job Description

A. Apoteker Pengelola Apotek

Tugas dan kewajiban pengelola apotek antara lain :

1. memimpin seluruh kegiatan apotek

2. berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk mengelola apotek yang meliputi beberapa bidang antara lain :

a) Pelayanan Kefarmasian

b) Adsministrasi dan Keuangan

c) Ketenangan atau Personalia

d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungs apotek

e) Melakukan langkahlangkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas apotekTanggungjawab pengelola apotek yaitu :

APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dalam apotek serta bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup apotek yang dipimpinnya.B. Apoteker Pendamping

Tugas dan kewajiban :

Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana APA berhalangan selam jam kerja apotek.

D