arep finish

Download Arep Finish

Post on 20-Jul-2015

59 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah SalahsatucarauntukmeningkatkankualitasSumberDayaManusia (SDM)adalahmelaluipendidikan.DalamUndang-UndangNomor20tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardanproses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehinggamemilikikekuatanspiritualkeagamaan,pengendaliandiri, kepribadian,kecerdasan,akhlakmulia,sertaketerampilanyangdiperlukan olehdirinya,masyarakat,bangsadannegara.Untukmewujudkantujuan pendidikantersebut,makapendidikanharusmelaksanakanprosesbalajar mengajaryangmampumenghasilkananakdidikyangberprestasisecara maksimal dalam belajarnya. Prestasi belajar merupakan tolak ukur utama keberhasilan suatu proses pembelajaran.MenurutTuu(2004:75)prestasibelajardapatdiartikan sebagaitingkatkeberhasilanmuriddalammempelajarimateripelajarandi sekolahyangdinyatakandalambentukangkaatauskoryangdiperolehdari hasiltesmengenaisejumlahmateripelajarantertentu.Untukmencapai prestasibelajaryangmaksimaladabeberapafaktoryangmempengaruhinya yaitufaktorinterndanekstern.Faktorinternadalahfaktoryangberasaldari dalamdirisiswadanfaktoreksternadalahfaktoryangberasaldariluar. 2 Slameto(2003:54)berpendapatbahwafaktorinternterdiridarifaktor jasmaniah,faktorpsikologis,danfaktorkelelahansedangkanfaktorekstern terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Belajar merupakan suatu proses usahayang dilakukan seseorang untuk memperolehsuatuperubahantingkahlaku,sebagaihasilpengalamannya sendiridalamberinteraksidenganlingkungannya.Keberhasilanseseorang dalambelajardapatdiukurdariprestasibelajarsetelahpembelajaran.Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa atau keefektifan kegiatan belajar siswa adalah motivasi belajar. Motivasi belajar adalah kekuatan mental yangberupakeinginan,perhatian,kemauanataucita-cita(Dimyatidan Mudjiono,1994:99).Motivasiberprestasiadalahdoronganuntukberhasil atausuksesdalambelaajarpadaumumnya(Prayitno,1989:67).Motivasilah yangmendorongsiswainginmelakukankegiatanbelajar.MenurutSlavin, Motivasi sebagai proses di dalam individu yang aktif, mendorong, memberikan arah,danmenjagaperilakusetiapsaat(BaharuddindanEsa,2010:22). Seseorang yang memiliki motivasi belajar akan berusaha mencurahkan segenap perhatiandankemampuannyauntukmenguasaiilmuyangdipelajarinyaagar mencapaihasilbelajaryangoptimal.Motivasibukansajamenjadifaktor penyebab belajar, namun motivasi juga memperlancar belajar dan hasil belajar (Anni,2006:157).Menurut(IbtesanHalawah,2007:91)dalamjurnalnya mengatakan bahwa, Higher-achieving students are likely to have the following characteristics;attributetheirsuccessinhighschooltosuchthingsashard work, self-discipline, organization, ability, and high motivation; tend to watch 3 relativelylittletelevisionduringtheschoolweek;tendtoassociatewith studentshwoalsoweresuccessfulinschool(siswaberprestasilebihtinggi cenderungmemilikikarakteristik,yaitu:kerjakeras,disiplindiri,organisasi, kemampuan,danmotivasiyangtinggi,cenderungrelatifsedikitmenonton televisi selama sekolah seminggu, cenderung untuk bergaul dengan siswa yang jugaberhasildisekolah).Dalamjurnalnya(IbtesamHalawah,2007:92) mengatakanGottfriedfoundpositivecorrelationsbetweenmotivationand achievement(Gottfriedmenemukankorelasipositifantaramotivasidan prestasi). Lingkunganpendidikanadalahlingkunganyangmelingkupiterjadinya prosespendidikan.Secaraumumfungsilingkunganpendidikanadalah membantupesertadidikdalamberinteraksidenganberbagailingkungan sekitarnya(fisik,socialdanbudaya),utamanyaberbagaisumberdaya pendidikanyangtersedia,agardapatdicapaitujuanpendidikanyangoptimal (Tirtarahardja,1994:169).Salahsatumacamlingkunganpendidikanadalah lingkungankeluarga.Keluargamerupakanlingkunganpendidikanyang pertamadanutama(Suwarno,2009:40).Keluargamemilikipengaruhyang sangatkuatterhadapperkembangankepribadiananak,karenasebagianbesar kehidupananakberadaditengah-tengahkeluarganya.Dalamjurnalnya (IbtesamHalawah,2007:91)mengatakanthefamilyistheprimarysocial systemforchildren(keluargaadalahsystemsosialutamaanak-anak).Orang tuadangurumemilikiperanpentinguntukmemastikanbahwaanakmenjadi berprestasi.Pengaruhorangtuatelahteridentifikasisebagaisuatufaktor 4 pentingyangmempengaruhisiswaberprestasi.Untukmengoptimalkan kemampuaandankepribadiananak,orangtuaharusmenumbuhkansuasana edukatifdilingkungankeluarganyasedinimungkin.Suasanaedukatifyang dimaksudadalahorangtuayangmampumenciptakanpolahidupdantata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anak dalam kandungan (Suwarno, 2009:40).Orangtuaseyogianyabersikapdemokratisterhadapanak.Artinya, orangtuamampumenciptakansuasanadialogisdengananak,sehinggadapat menumbuhkanhubungankeluargayangharmonis,salingmenghormati, disiplin,dantahutanggungjawabmasing-masing.Suasanademikianakan sangat mendukung kepribadian anak, sehingga anak akan terbiasa dengan sikap yangbaikdilingkungannya,baikdilingkungankeluarga,sekolah,maupundi masyarakat.Kondisilingkungankeluargayangbaikdanharmonismerupakan kondisiyangsangatdiperlukanuntukmembantutercapainyapembinaananak dalamlingkungankeluargasehinggamenjadikananakberhasildalam belajarnya. Kegiatanbelajarbagisetiapindividutidakselamanyadapat berlangsungsecarawajar,lancardanberhasil.Adasiswayangdapatdengan cepatmenangkapapayangdipelajari,namunadajugayanglambat mempelajarisuatumateripelajaran(Sardiman,2006:12).Dalamsuatuproses pendidikanseorangsiswadikatakanberhasilapabiladapatmenyelesaikan programpendidikantepatwaktudenganhasilbelajaryangbaik.Prestasi belajaryangbaikmerupakanhalyangpalingdidambakanolehsetiapsiswa yangsedangbelajar,prestasibelajardapatdijadikanindikatorkeberhasilan 5 seseorangdalamkegiatanbelajar(Sardiman,2006:49).Denganprestasiyang baik,siswadapatmemperolehkesempatanyanglebihluasketikamereka dihadapkan pada pilihan untuk bekerja atau melanjutkan kejenjang pendidikan yanglebihtinggi.Lebihlanjut,fungsiprestasibelajartidakhanyasebagai indikatorkeberhasilandalambidangtertentu,tetapijugasebagaiindikator kualitas sekolah. Salahsatuupayauntukmeningkatkanprestasibelajarsiswayaitu strategibelajar.Strategibelajaradalahtaktikuntukberlatihatauberusaha mendapatkanpengetahuan(KamuslengkapBahasaIndonesia,1997:40). MenurutWeinsteindanMayerdalamjurnalnya(ManuchehrIrandoustdan Niklas Karlsson, 2002: 41) Learning strategies are defined as the behaviours andthoughtsthastudentsusetoselect,organize,andintegratenew informationwiththeirexistingknowledge(strategibelajardidefinisikan sebagaiperilakudanpikiranyangdigunakansiswauntukmemilih,mengatur, danmengintegrasikansesuatuinformasibarudenganpengetahuanyangada). Strategibelajardalampenerapannyapadasiswamemilikitujuanuntuk membentuksiswamandiridandiharapkansiswamemilikikesadaranyang timbul dari dalam, mau dan mampu belajar. BerdasarkanhasilobservasidiSMKTamanSiswaKuduskhususnya kelasXIjurusanAdministrasiPerkantoranbahwaprestasibelajarsiswapada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan kurang memuaskan, masih banyak siswayangmemperolehnilaidibawahKriteriaKetuntasanMinimal(KKM) 6 yaitu72.ApabiladilihatdarihasilulangantengahSemesteradalahsebagai berikut : 7 8 Tabel 1.2 Kriteria Hasil Ulangan Tengah Semester KelasJumlah Siswa KKM% Tuntas% Belum Tuntas XI AP1 467286,96%13,04% XI AP2 427228,57%71,43% Sumber : Data Sekolah yang sudah diolah Terlihat pada tabel 1.2 diatas hasil ulangan tengah semester siswa kelas XI AP1 dari 46 siswa, sebesar 86,96% atau 40 siswa sudah tuntas dan 13,04% atau 6 siswa belum tuntas, dan siswa kelas XI AP2 dari 42 siswa28,57%atau12siswasudahtuntasdan71,43%atau30siswa belumtuntas.Padahalharapangurusemuasiswaharustuntasdalam belajarnya.Halinimembuatguruharusmelakukanpengajaran remedial. DarihasilwawancaradengansejumlahsiswakelasXIAP, diperoleh informasi bahwa siswa menyenangi mata pelajaran mengelola sistem kearsipan, sehingga pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikanpenjelasanguru.Darilingkungankeluargasebagian besarsiswaberasaldarikondisikeluargamenengahkebawah,namun perhatiandanpengawasanorangtuaterhadapanaknyamengenai 9 pendidikansertatersedianyadanayangcukupuntukbiayapendidikan dapat mendorong anak untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. BerdasarkanObservasiyangpenelitilakukandiSMATamanSiswa Kudusstrategibelajarsiswadidugasudahbaik,terlihatdariaktivitas siswadidalamkelasbaikdalammengikutikegiatanbelajarmengajar dengandilihatsituasisiswayangtenangketikapadasaatguru memberikanmeteripelajaran,tetapiprestasisiswayangdihasilkan belum optimal. Berdasarkan hal diatas, motivasi belajar, lingkungan keluarga dan strategibelajarsiswapadamatapelajaranmengelolasistemkearsipan sangatlahpentingdalammenentukankeberhasilansiswauntuk mencapaiprestasibelajar.Melihatkeadaanyangdemikian,peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian PengaruhMotivasiBelajar,LingkunganKeluarga,DanStrategi BelajarTerhadapPrestasiBelajarMataPelajaranMengelola SistemKearsipanKelasXIJurusanAdministrasiPerkantoran SMK Taman Siswa Kudus 1.2.Rumusan Masalah Berdasarkanuraiandiataspenulisdapatmerumuskanmasalahadalm penelitian ini sebagai berikut : 10 1.Adakahpengaruhmotivasibelajarterhadapprestasibelajarmata pelajaranmengelolasistemkearsipankelasXIjurusanadminintrasi perkantoran SMK Taman Siswa Kudus? 2.Adakahpengaruhlingkungankeluargaterhadapprestasibelajarmata pelajaranmengelolasistemkearsipankelasXIjurusanadministrasi perkantoran SMK Taman Siswa Kudus? 3.Adakahpengaruhstrategibelajarterhadapprestasibelajarmata pelajaranmengelolasistemkearsipankelasXIjurusanadministrasi perkantoran SMK Taman Siswa Kudus? 4.Adakahpengaruhmotivasibelajar,lingkungankeluarga,danstrategi belajarterhadapprestasibelajarmatapelajaranmengelolasystem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Taman Siswa Kudus? 1.3.Tujuan Penelitian Sesuaidengantopikpermasalahanyangdikemukakandiatas,maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah : 1.Untukmengetahuidanmenganalisispengaruhmotivasibelajar terhadap prestasi