Mampang Finish

Download Mampang Finish

Post on 19-Jul-2015

80 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>NAMA : SEPTIAN TRI MUHARI NIM : 030.05.204</p> <p>BAB 3 USULAN PENELITIAN</p> <p>Perlu dibuat rancangan penelitian terlebih dahulu . Rancangan penelitian yang tertulis dan bersifat formal disebut usulan penelitian. Biasanya diperlukan oleh peneliti untuk Memenuhi persyaratan pendidikan, untuk memperoleh persetujuan dari institut tempat penelitian akan dilakukan atau untuk permintaan dana pendidikan. Usulan penelitian yang baik akan mempermudah peneliti dalam melaksanakan seluruh proses penelitian. Nilai usulan penelitian terutama terletak dalam bab Pendahuluan khususnya pada Latar belakang masalah karena merupakan dasar utama suatu usulan. Judul usulan penelitian Beberapa persyaratan yang diperlukan : 1. Harus menggambarkan keseluruhan isi rencana penelitian. 2. Ditulis dalam kalimat atau frase yang sederhana dan tidak terlalu panjang, meski tidak dapat ditentukan batas jumlah kata. Bila perlu dapat disertakan sub judul. 3. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang baku. 4. Judul seringkali buka berupa kalimat-kalimat lengkap namun hanya merupakan label. Judul dalam kalimat interogatif Dalam jurnal ilmiah tidak jarang ditemukan judul dalam kalimat tanya seperti benarkah fenobarbital kurang efektif dibanding obat anti-kejang yang lebih baru ? kendatipun hal tersebut tidak mutlak salah, tapi disarankan untuk tidak menulis dalam kalimat tanya. Demikian pula tidak</p> <p>jarang kita baca judul penelitian yang memberi kesan bahwa penelitian tersebut telah selesai misalnya pemberian antibiotik rutin pada diare akut pada anak tidak memperpendek lama sakit. Judul seperti ini tidak sesuai untuk judul usulan penelitian.</p> <p>Nama tempat dan waktu penelitian Hal lain yang sering ditanyakan adalah apakah nama tempat serta waktu penelitian harus disertakan dalam judul penelitian, hal tersebut tergantung pada tujuan penelitian.</p> <p>I.</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>A. LATAR BELAKANG MASALAH Merupakan bagian yang paling penting setiap usulan penelitian dan agar mudah dipahami pembaca, uraian dalam latar belakang masalah hendaknya mencakup 4 hal yaitu: 1. Pernyataan tentang masalah penelitian serta besaran masalah. 2. Apa yang sudah diketahui 3. Apa yang belum diketahui 4. Apa yang dapat diharap dari penelitian yang direncanakan untuk menutup knowledge gap tersebut.</p> <p>Masalah dan besaran masalah FINER</p> <p>1. Feasible. Tersedia subjek penelitian, dana, waktu, alat dan keahlian.</p> <p>Kendala ketidaktersediaan diatasi dengan modifikasi desain, penyesuaian besar sampel, dan mengurangi jenis pemeriksaan asalkan tidak mengurangi nilai penelitian.</p> <p>2. Interesting. Masalahnya menarik. Peneliti harus tertarik pada substansi yang ditelitinya agar tidak cepat menyerah apabila menghadapi berbagai kendala dan tetap taat asas pada penelitian yang dirancangnya.</p> <p>3. Novel. Mengemukakan sesuatu yang baru, membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu, melengkapi atau mengembangkan hasil penelitian terdahulu. Nilai baru dalam penelitian disebut orisinalitas penelitian, penelitian yang mengulang penelitian terdahulu disebut penelitian replikatif. Penelitian replikatif dapat dilakukan untuk menguji konsistensi hasil penelitian terdahulu pada populasi yang berbeda, dapat juga bila peneliti melihat adanya kekurangan pada metodologi, pelaksanaan, analisis, atau simpulan penelitian sejenis yang dipublikasikan sebelumnya.</p> <p>Penelitian orisinal : A. Melakukan penelitian yang belum pernah dilakukan. B. Meneruskan hasil penelitian orisinal yang sudah ada. C. Mengembangkan ide orisinal milik orang lain dan kemudian melaksanakannya. D. Menggunakan teknik baru untuk memperoleh data empiris. E. Merancang penelitian orisinal untuk dilaksanakan orang lain. F. Menguji ide orang lain dengan metode yang belum pernah digunakan G. Menemukan data empiris yang belum pernah dilaporkan</p> <p>H. Melakukan penelitian serupa dengan yang dilakukan di luar negeri I. Menggunakan teknik lama untuk area baru J. Memberi evidence baru untuk masalah lama K. Melakukan studi lintas disiplin baru untuk masalah lama L. Menerapkan hasil studi orang lain pada populasi yang berbeda</p> <p>4. Ethical. Tidak bertentangan dengan etika. Penelitian yang menggunakan manusia tidak boleh bertentangan dengan etika. Setiap penelitian harus memperoleh persetujuan komisi etika independen setempat.</p> <p>5. Relevant. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan, meningkatkan tatalaksana pasien atau kebijakan kesehatan, sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Peneliti haruis dapat memprediksi hasil penelitian yang akan diperoleh apakah relevan dengan kemajuan ilmu, tatalaksana pasien, kebijakan kesehatan, atau sebagai dasar penelitian selanjutnya.</p> <p>Sumber masalah penelitian</p> <p>1. Kepustakaan</p> <p>Tinjauan pustaka yang baik sering diakhiri denngan saran tentang hal atau aspek yang perlu diteliti lebih lanjut. Setiap calon peneliti harus mencari publikasi ilmiah terbaru dan teristimewa dengan menggunakan internet.</p> <p>2. Bahan diskusi Pada konferensi, seminar, simposium resmi dapat menimbulkan ide-ide atapun hal terobosan baru yang dapat dijadikan bahan penelitian.</p> <p>3. Pengalaman sehari-hari Pengalaman sehari-hari sering dikembangkan menjadi masalah penelitian meskipun seringkali terdapat kontroversi antara pengalaman dengan yang tertulis dalam buku, namun cara terbaik untuk menjadi peneliti mandiri adalah mencari masalah penelitian yang bersumber dari praktek seharihari.</p> <p>4. Pendapat pakar yang bersifak spekulatif seringkali dicari landasan teorinya untuk dikembangkan menjadi masalah penelitian</p> <p>5. Sumber non ilmiah dapat pula menjadi sumber nmasalah penelitian seperti berita surat kabar tentang suatu penyakit aneh di daerah tertent yang telah menelan banyak korban jiwa dapat dijadikan masalah penelitian</p> <p>II. Apa yang sudah diketahui Setiap masalah kedokteran hampir sudah ada upaya pemecahan baik berdasarkan evidence based maupun yang langsung dilaksanakan oleh praktisi. Uraian tentang apa yang sudah diketahui ini harus ringkas, lengkap dan kritis.</p> <p>III. Apa yang belum diketahui Hal yang belum diketahui dalam pemecahan masalah merupakan kesenjangan pengetahuan (knowledge gap) yang seharusnya ditutup dengan penelitian. Banyak hal yang dalam praktek lazim dilakukan namun belum ada evidence yang kuat, hal ini juga menjadi area yang perlu untuk diverifikasi dengan penelitian.</p> <p>IV. Apa yang diharap dari penelitian Apabila disusun dengan baik, maka latar belakang masalah akan mengawali benang merah yang kemudian dilanjutkan dengan rumusan masalah, pertanyaan penelitian, hipotesis, tujuan, serta manfaat penelitian.</p> <p>B. IDENTIFIKASI DAN RUMUSAN MASALAH Identifikasi masalah merupakan suatu ringkasan latar belakang secara padat, tajam, spesifik. Sehingga masalah penelitian jelas dan terlokalisasi untuk dasar bagi Rumusan Masalah atau Pertanyaan penelitian. Tiga syarat Rumusan Masalah Penelitian : 1. Disusun dalam kalimat tanya (interrogative) agar lebih bersifat khas, terfokus, dan tajam, karena itu disebut juga sebagai pertanyaan penelitian (research question). 2. Substansi bersifat khas, tidak bermakna ganda. 3. Bila banyak pertanyaan penelitian, maka setiap pertanyaan diformulasikan terpisah, sehingga tiap pertanyaan dapat dijawab dengan uji hipotesis yang sesuai secara terpisah.</p> <p>Terkadang pertanyaan penelitian sangat banyak maka, penggabungan dapat dibenarkan asal dalam definisi operasional dijelaskan semua yang dimaksud. Rumusan masalah diawali dengan pengantar : Contoh : Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagi berikut :</p> <p>C. HIPOTESIS Hipotesis adalah pernyataan sebagi jawaban sementara atas pertanyaan penelitian, yang harus diuji validitasnya secara empiris. Hipotesis penelitian dirumuskan setelah masalah penelitian. Hipotesis tidak dinilai benar atau salah, malainkan diuji dengan data empiris apakah sahih (valid) atau tidak. Penelitian yang bersifat deskriptif tidak memerlukan hipotesis. Perlu tidaknya hipotesis dilihat dari pertanyaan penelitian; apabila terdapat kata kata : lebih besar, lebih kecil, berhubungan dengan, dibandingkan, menyebabkan, terdapat korelasi, dan sejenisnya, maka butuh hipotesis. Dalam konteks ini, hipotesis penelitian harus dibedakan dengan hipotesis dalam uji kemaknaan yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternative. Syarat hipotesis yang baik : 1. Dinyatakan dalam kalimat dekralatif yang jelas dan sederhana, tidak bermakna ganda. 2. Mempunyai landasan teori, pengalaman, serta sumber ilmiah yang sahih. 3. Menyatakan hubungan antara satu variable tergantung dengan satu atau lebih variable bebas. Namun dalam satu hipotesis hanya boleh terdapat satu variable tergantung. Hipotesis yang enyebutkan lebih dari satu variable tergantung (disebut sebagai hipotesis yang kompleks) harus dipecah menjadi dua atau lebih hipotesis sederhana.</p> <p>4. Hipotesis memungkinkan diuji secara empiris. Meski mempunyai dasar yang kuat. 5. Rumusan hipotesis harus bersifat khas dan menggambarkan variable variable yang diukur. Rumusan harus cukup longgar untuk generalisasi. Rumusan yang bersifat terlalu umum atau yang bermakna ganda, harus dihindari. Kesulitan timbul karena dalam latar belakang masalah belum diuraikan secara rinci hal hal yang dikemukakan dalam hipotesis, untuk itu maka variable yang diperlukan untuk perumusan hipotesis harus dijelaskan dalam latar belakang masalah. Untuk keperluan skripsi, tesis, atau disertasi, hal hal tersebut diuraikan dalam tinjauan pustaka. Hipotesis yang terlalu rinci sulit untuk digeneralisasi ke populasi karena tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam praktik sehari hari. 6. Dikemukakan a priori. Hipotesis dikemukakan sebelum penelitian dimulai, sebelum data terkumpul. Studi dengan banyak pertanyaan penelitian dapat memerlukan banyak hipotesis yang mempersulit desain. Bila memang diperlukan banyak hipotesis, lebih baik ditentukan hipotesis utama dan lainya hipotesis minor. Dalam rencana penelitian, perhatian utama penelitian harus terarah pada hipotesis utama.</p> <p>D. Tujuan Penelitian Dibagi 2, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum ( ultimate objective ) menyatakan tujuan akhir penelitian, mengacu pada aspek yang lebih luas atau tujuan jangka panjang penelitian, tidak terbatas pada hal-hal yang langsung diteliti atau diukur. Tujuan khusus ( spesific objective ) menyebutkan secara jelas dan tajam hal-hal yang akan langsung diukur, dinilai atau diperoleh dari penelitian. Tujuan umum dan khusus yang hanya terdiri dari satu atau dua butir saja mungkin cukup ditulis secara naratif dalam satu kalimat, tetapi bila terdapat banyak butir dan subutir maka tujuan umum dan khusus perlu dipisahkan agar lebih jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca. E. Manfaat Penelitian</p> <p>Penjelasan mengenai manfaat apa yang diharapkan dari penelitian yang akan dilakukan, biasanya disebutkan dalam bidang akademik atau ilmiah, bidang pelayanan masyarakat serta pengembangan penelitian itu sendiri. Penelitian dapat bersifat quick yielding yaitu hasil penelitian dapat langsung diterapkan dan non quick yielding di mana hasilnya tidak segera diterapkan. II. Tinjauan Pustaka Dengan menggunakan teknik statistika yang mulai berkembang sekarang ini, yaitu metaanalisis, dengan teknik tersebut dapat dibuat simpulan yang sahih tentang berbagai hasil penelitian, khususnya uji klinis yang hasilnya kontroversial atau tidak konklusif ( jumlah subjek yang tidak memadai ). Dalam tinjauan pustaka yang diperlukan adalah tinjauan komprehensif terhadap aspek yang diteliti, dengan penekanan utama pada hubungan antar variabel yang diteliti dengan variabel lain yang mungkin berperan. Sumber pustaka sebaiknya cukup baru yaitu 3-5 tahun terakhir agar informasi yang disampaikan tidak kadaluwarsa, sumber informasi terkini bisa didapat dari online databases melalui internet. Mkalah atau ceramah ilmiah juga sering memberikan informasi terkini tentang aspek yang relevan dengan penelitian. Kerangka konseptual Lazimnya,kerangka ini dibuat dalam bentuk diagram yang menunjukkan jenis serta hubungan antar variabel yang diteliti dan variabel lainnya yang terkait. Diagram kerangka konseptual harus menunjukkan keterkaitan antar variabel. III. Metodologi Bab ini harus dibuat sangat rinci yang bermanfaat untuk menuntun peneliti dalam pelaksanaan,analisis, interpretasi hasil penelitian. Bab ini mencakup : Desain Tempat dan waktu penelitian Populasi target, populasi terjangkau dan sampel Cara pemilihan sampel</p> <p>Estimasi besar sampel Kriteria pemilihan ( inklusi,eksklusi ) Prosedur kerja ( pengukuran, intervensi, randomisasi atau penyamaran pada uji klinis, kriteria penghentian penelitian dan lainnya )</p> <p>Identifikasi variabel ( variabel independen, dependen, perancu dll dengan skala variabel masing-masing )</p> <p>Definisi operasional Rencana manajemen dan analisis data, termasuk program komputer yang akan digunakan. Berikut hal-hal yang harus disertakan dalam bab ini :</p> <p>A. Desain Penelitian Merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan penelitian atau untuk menguji kesahihan hipotesis. Desain penelitian klinis diklasifikasi berdasarkan pada ada atau tidak adanya intervensi, menjadi penelitian observasional ( termasuk studi kohort, studi kasus kontrol dan cross sectional ). Dalam usulan penelitian perlu dituliskan secara eksplisit dengan satu kalimat. Contoh : Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol untuk menilai peran pajanan hormon wanita pada wanita hamil muda terhadap terjadinya kelainan kongenital ekstremitas pada bayi yang dilahirkan. Desain uji klinis acak tersamar ganda digunakan dalam studi ini untuk mengetahui manfaat penambahan obat X pada terapi standar Y dalam pengobatan sindrom Alice in Wonderland. Tempat dan waktu penelitian</p> <p> rencana</p> <p> waktu</p> <p>Populasi penelitian</p> <p> sekelompok subjek dengan karakteristik tertentu dibagi menjadi dua : -populasi target karakteristik klinis dan demografis - populasi terjangkau bagian dari populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktu praktik pembuatan usulan penelitian populasi terjangkau</p> <p>Sampel dan cara pemilihan sampel</p> <p> subset populasi yang diteliti cara : misalnya random atau acak, sistematik, berurutan(consecutive sampling), cluster, convenience dan sterusnya usulan penelitian - pemilihan subjek ditegakkan secara eksplisit dan rinci</p> <p>Estimasi besar sampel</p> <p> Memuat perkiraan besar sampel yang diperlukan perlu dengan maksud : - simpulan penelitian mempunyai tingkat kepercayaan yang dikehendaki - uji hipotesis kemaknaan statistik berarti kemaknaan klinis</p> <p> rumus besar disertakan, &gt; dari 2 kali tidak perlu diulang, perhitungan matematika disertakan</p> <p>Kriteria inklusi dan eksklusi</p> <p>-kriteria inklusi karakteristik umum subyek penelitian pada populasi target dan pada populasi terjangkau relevan dengan masalah penelitian kendala biasanya bersangkut logistik - kriteria eksklusi sebagian subyek yang memenuhi kriteria inklusi harus dikeluarkan dari studi oleh karena pelbagai sebab keadaan yang biasanya menjadi kriteria eksklusi : terdapat keadaan atau penyakit lainyang dapat mengganggu pe...</p>