evapro finish

Download Evapro Finish

Post on 08-Aug-2015

128 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS STASE 6 PROGRAM POKOK PUSKESMAS PENINGKATAN PROGRAM KIA DI PUSKESMAS JATILAWANG

Disusun Oleh: Ferra Nurul Hidayani G1A211035 Novie Nuridasari G1A211044

Pembimbing: dr. Suripto

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN KOMUNITASILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2011

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KASUS STASE 6 PROGRAM POKOK PUSKESMAS PERMASALAHAN PADA PROGRAM KIA DI PUSKESMAS JATILAWANG

Disusun Oleh: Ferra Nurul Hidayani G1A211035 Novie Nuridasari G1A211044

Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti program pendidikan profesi dokter Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran KomunitasIlmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Telah dipresentasikan dan disetujui Tanggal .

Pembimbing Fakultas

Pembimbing Lapangan

Dr. Joko Mulyanto, M. Sc NIP. 19790512.200412.1.001

dr. Suripto NIP. 19681017.200604.1.006

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan i Daftar Isi.. ii I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang....... 1 1. Gambaran Umum Puskesmas Jatilawang........ 4 2. Pencapaian Program Kesehatan... 6 3. Permasalahan Program Puskesmas.... 15 B. Tujuan Penulisan. 17 C. Manfaat Penulisan... 18 II. ANALISIS POTENSI DAN IDENTIFIKASI ISU STRATEGIS A. Input 19 B. Proses.. 20 C. Output. 21 D. Effect... 21 E. Outcome (Impact)... 21 III. IDENTIFIKASI ISU STRATEGIS DARI HASIL ANALISIS SWOT Analisis SWOT... 22 IV. PEMBAHASAN ISU STRATEGIS DAN ALTERNATIF

PEMECAHAN MASALAH A. Pembahasan Isu. 25 B. Alternatif Pemecahan Masalah. 44 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan.. 46 B. Saran.... 46 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah keadaan baik fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat juga dapat diukur dari produktivitas dalam arti mempunyai pekerjaan atau secara ekonomi. Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang RI No. 23 1992 tentang Batasan Kesehatan dan Keadaan Sejahtera Badan, Jiwa, dan Sosial yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup produktif secara sosial dan ekonomi (Notoatmodjo, 2007). Pembangunan kesehatan merupakan penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Pembangunan kesehatan berkembang dengan cepat dan menyentuh seluruh segi kehidupan sehingga perlu disusun tatanan upaya kesehatan (Departemen Kesehatan RI, 2001) Upaya kesehatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelayanan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), peran serta masyarakat dan

rujukan kesehatan. Upaya kesehatan melalui Puskesmas merupakan upaya menyeluruh dan terpadu yang meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan. Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga telah merumuskan tatanan tersebut yang dilaksanakan dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk masyarakat secara rutin setiap bulannya (Departemen Kesehatan RI, 2001). Berdasarkan Kepmenkes No. 128 tahun 2004 Puskesmas adalah penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat pertama. Puskesmas merupakan unit oraganisasi pelayanan kesehatan terdepan yang mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan

terpadu untuk masyarakat yang tinggal di suatu wilayah kerja tertentu. Wilayah kerja puskesmas pada mulanya ditetapkan satu kecamatan, kemudian dengan semakin berkembangnya kemampuan dana yang dimiliki oleh pemerintah untuk membangun puskesmas, wilayah kerja puskesmas ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk di satu kecamatan, kepadatan dan mobilitasnya. Visi Puskesmas Jatilawang yang ditetapkan sejak tahun 2010 adalah Terwujudnya Pelayanan Prima dan Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan Menuju Kecamatan Sehat Tahun 2015. Untuk mewujudkan visi tersebut maka ditetapkan misi yang antara lain : Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar paripurna yang bermutu, merata, terjangkau, dan berkeadilan kepada seluruh lapisan masyarakat. 1. Meningkatkan kinerja dan kompetensi sumber daya manusia. 2. Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. 3. Mendorong peran serta dan kemandirian perorangan, keluarga, dan masyarakat untuk hidup sehat. 4. Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat kepada seluruh lapisan masyarakat. 5. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak terkait dengan kesehatan. 6. Meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawan puskesmas Menuju terlaksananya visi dan misi tersebut perlu dilakukan analisis situasi kesehatan khususnya di Puskesmas Jatilawang sebagai puskesmas rawat inap satu-satunya di wilayah Jatilawang dan sekitarnya. Disamping letaknya sangat strategis, dukungan lintas sektoral dan dukungan wilayah sekitar Jatilawang menjadikan pengembangan Puskesmas Jatilawang

diharapkan mampu melaksanakan misi tersebut dan menjadi kebangggaan bagi masyarakat Jatilawang dan sekitarnya dibidang kesehatan. Penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Indonesia berpedoman pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang ditetapkan pada tahun 1992. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) menggambarkan keadaan dan masalah kesehatan. Di Indonesia dalam dua dekade terakhir sampai menjelang tahun 2000 secara menyeluruh dan mencakup berbagai segi yang sangat luas dan kompleks.

Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat, dalam pelaksanaan kegiatannya dijalankan dalam bentuk 6 program pokok puskesmas. Namun, pada umumnya program pokok Puskesmas ini belum dapat dilaksanakan secara optimal. Adanya keterbatasan dan hambatan baik di puskesmas maupun masyarakat dalam pelaksanaan program pokok puskesmas maka untuk mengatasinya harus berdasarkan skala prioritas sesuai permasalahan yang ada, dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Dalam tatanan Otonomi Daerah di bidang Kesehatan, Sistem Informasi Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting artinya bagi suatu wilayah itu sendiri misalnya di Kecamatan Jatilawang, yaitu sebagai sarana penyedia indikator-indikator yang menunjukkan tercapai atau tidaknya kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan. Permasalahan yang muncul pada bagian KIA di Puskesmas Jatilawang tahun 2010 yaitu pemberian tablet besi atau Fe-3. Permasalahan yang

dihadapi pada pemberian ini adalah ibu hamil trimester terakhir menolak untuk diberikan tablet Fe ini karena berbagai macam alasan diantaranya bau yang menyengat, ketidaknyaman setelah minum tablet tersebut diantaranya muntah dan mual setelah minum ini, sehingga diperlukan edukasi dan pemberian info yang jelas agar tablet ini dapat dikonsumsi dengan baik. Berdasarkan masalah diatas maka perlu dianalisis ulang mengenai kekurangan dalam pelaksanaan program-program puskesmas terutama program KIA mengenai pemberian tablet besi atau Fe-3 di Puskesmas Jatilawang. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Mengetahui, menganalisis, dan memberi metode pemecahan prioritas masalah dari 6 program pokok Puskesmas Jatilawang. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui gambaran umum keadaan kesehatan di wilayah

Kecamatan Jatilawang. b. Mengenal dan mengetahui gambaran umum Puskesmas Jatilawang sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.

c. Mengetahui secara umum program dan cakupan program Puskesmas Jatilawang. d. Mengetahui pelaksanaan dan keberhasilan program-program kesehatan di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas. e. Menganalisis kekurangan dan kelebihan pelaksanaan program-program Puskesmas Jatilawang. f. Menentukan alternatif pemecahan masalah dari prioritas masalah pada program-program kesehatan di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas.

C. MANFAAT a. Sebagai bahan wacana bagi Puskesmas untuk memperbaiki kekurangan yang mungkin masih ada dalam 6 program pokok Puskesmas Jatilawang. b. Sebagai bahan pertimbangan bagi Puskesmas untuk melakukan evaluasi dalam kinerja Puskesmas. c. Sebagai bahan untuk perbaikan Puskesmas kearah yang lebih baik guna mengoptimalkan mutu pelayanan kepada masyarakat pada umumnya dan individu pada khususnya.

BAB II ANALISIS POTENSI DAN IDENTIFIKASI ISU STRATEGIS

A. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS JATILAWANG 1. Keadaan Geografis Kecamatan Jatilawang merupakan salah satu bagian wilayah kabupaten Banyumas dengan luas wilayah kurang lebih 43,23 km2 dan berada pada ketinggian 18 21 m dari permukaan laut dengan curah hujan 2.272 mm/tahun dengan batas wilayah sebagai berikut: a. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Purwojati b. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wangon c. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Cilacap d. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Rawalo Kecamatan Jatilawang terdiri dari 11 desa, 46 dukuh, 56 RW dan 323 RT. Desa terluas adalah Desa Tunjung yaitu 8,32 km2 dan desa tersempit adalah Margasana dengan luas 1,82 km2. Bila dilihat dari jaraknya maka Desa Gunungwetan adalah desa terjauh dengan jarak 5 km dari pusat Kota Jatilawang dan Desa Tunjung merupakan desa terdekat dengan jarak 0,15 km. 2. Keadaan Demografi Jumlah penduduk di kecamatan Jatilawang pada tahun 2010 adalah 57.485 jiwa yang terdiri dari laki-laki 28.546 jiwa (49,66%) dan perempuan 28.938 jiwa (50,34%) dengan jumlah kepala keluarga 17.437 KK dan sex ratio sebesar 1080,99. Jumlah penduduk terbanyak ada di Desa Tinggarjaya yaitu sebesar 9294 jiwa atau sebesar 16,17% dari keseluruhan jumlah penduduk Kecamatan Jatilawang, sedangkan Desa Margasana merupakan desa dengan jumlah penduduk terkecil yaitu 2100 (3,82%). Jumlah penduduk menurut golongan umur di Kecamatan Jatilawang dibagi menjadi 16 kelompok umur dengan variasi yang tidak begitu besar. Penduduk terbany