hemoroid finish

Download Hemoroid Finish

Post on 15-Jan-2016

40 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

Hemorrhoid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari plexus hemorrhoidalis. Jaringan hemoroid merupakan struktur anatomis normal pada kanalis anal yang berfungsi untuk membedakan cairan, feses, dan udara, serta mencegah inkontinensia ani. Hemoroid dikatakan suatu kondisi medis hanya jika muncul gejala. Hemoroid sering terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan-depan (jam 7), kanan-belakang (jam 11), dan kiri lateral (jam 3). 1Hemoroid yang lebih dikenal sebagai ambien atau wasir merupakan penyakit yang sering ditemukan pada masyarakat Indonesia. Sekitar 5% dari populasi umum, 35% dari penduduk yang berusia lebih dari 25 tahun dan 50% dari penduduk yang berusia 50 tahun mengalami penyakit hemoroid. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman. 2Tingginya prevalensi hemorrhoid disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: kurangnya konsumsi makanan berserat, konstipasi, usia, keturunan, kebiasaan duduk terlalu lama, peningkatan tekanan abdominal karena tumor, pola buang air besar yang salah, hubungan seks peranal, kurangnya intake cairan, kurang olah raga dan kehamilan. 3Sebuah penelitian di Amerika Utara pada tahun 2008 menunjukkan bahwa 14,8% orang dewasa mengalami konstipasi. Angka ini lebih tinggi daripada penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes melitus, sementara konstipasi merupakan salah satu faktor risiko dari kejadian hemorrhoid. Penatalaksanaan hemoroid dibagi atas penatalaksanaan secara medik dan secara bedah tergantung dari derajatnya. 3

BAB IIPEMBAHASAN

2.1Anatomi Kanalis AnalKanalis anal memiliki panjang sekitar 4 cm, yang dikelilingi oleh spingter anus. Setengah bagian atas dari kanalis anal dilapisi oleh mukosa glandular rektal. Mukosa bagian teratas dari kanalis anal berkembang sampai 6-10 lipatan longitudinal, yang disebut columns of Morgagni, yang masing masing memiliki cabang terminal dari arteri rektal superior dan vena. Lipatan-lipatan ini paling menonjol di bagian lateral kiri, posterior kanan dan kuadran anterior kanan, dimana vena membentuk pleksus vena yang menonjol. Mukosa glandular relatif tidak sensitif, berbeda dengan kulit kanalis, kulit terbawahnya lebih sensitive. 3,4Bantalan hemoroid adalah jaringan normal dalam saluran anus dan rectum distal yang dapat berfungsi sebagai fungsi kontinens yaitu menahan pasase abnormalgas, feses cair dan feses padat. Fungsi lainnya adalah efektif sebagai katup kenyal yang watertight. Bantalan vaskuler arterio-venous, matriks jaringan ikat dan otot polos. Bantalan hemoroid normal terfiksasi pada jaringan fibroelastik dan ototpolos dibawahnya. 3,4

Gambar 2.1 Bantalan hemoroidMekanisme spinter anal memiliki tiga unsur pembentuk, spinter internal, spinter eksternal dan puborektalis. Spinter internal merupakan kontinuasi yang semakin menebal dari muskular dinding ginjal. Spinter eksternal dan puborektalis sling (yang merupakan bagian dari levator ani) muncul dari dasar pelvis. 3,4 Vaskularisasi rektum dan kanalis anal sebagian besar diperoleh melalui arteri hemoroidalis superior, media, dan inferior. Arteri hemoroidalis superior merupakan kelanjutan akhir arteri mesentrika inferior. Arteri hemoroidalis media merupakan cabang ke anterior dari arteri hipogastrika. Arteri hemoroidalis inferior dicabangkan oleh arteri pubenda interna yang merupakan cabang dari arteri iliaca interna, ketika arteri tersebut melewati bagian atas spina ischiadica. 3,4 Sedangkan vena-vena dari kanalis anal dan rektum mengikuti perjalanan yang sesuai dengan perjalanan arteri. Vena-vena ini berasal dari 2 pleksus yaitu pleksus hemoroidalis superior (interna) yang terletak di submukosa atas anorectal junction dan pleksus hemoroidalis inferior (eksterna) yang terletak di bawah anorectal junction dan di luar lapisan otot. 3,4

Gambar 2.2 Vaskularisasi vena-vena kanalis analPersarafan rektum terdiri atas sistem saraf simpatik dan parsimpatik. Serabut saraf simpatik berasal dari pleksus mesentrikus inferior dan dari sistem parasakral yang terbentuk dari ganglion simpatis lumbal ruas kedua, ketiga, dan keempat. Persarafan parasimpatik (nervi erigentes) berasal dari saraf sakral kedua, ketiga, dan keempat. 3,4Fungsi utama dari rektum dan kanalis anal ialah untuk mengeluarkan massa feses yang terbentuk di tempat yang lebih tinggi dan melakukan hal tersebut dengan cara yang terkontrol. Rektum dan kanalis anal tidak begitu berperan dalam proses pencernaan, selain hanya menyerap sedikit cairan. Selain itu sel-sel Goblet mukosa mengeluarkan mukus yang berfungsi sebagai pelicin untuk keluarnya massa feses. 3,4Pada hampir setiap waktu rektum tidak berisi feses. Hal ini sebagian diakibatkan adanya otot sfingter yang tidak begitu kuat yang terdapat pada rectosimoid junction, kira-kira 20 cm dari anus. Terdapatnya lekukan tajam dari tempat ini juga memberi tambahan penghalang masuknya feses ke rektum. Akan tetapi, bila suatu gerakan usus mendorong feses ke arah rektum, secara normal hasrat defekasi akan timbul, yang ditimbulkan oleh refleks kontraksi dari rektum dan relaksasi dari otot sfingter. Feses tidak keluar secara terus-menerus dan sedikit demi sedikit dari anus berkat adanya kontraksi tonik otot sfingter ani interna dan eksterna. 3,4

2.2DefinisiHemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal. Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena hemoroidalis, tetapi bersifat lebih kompleks yakni melibatkan beberapa unsur berupa pembuluh darah, jaringan lunak dan otot di sekitar anorektal (kanalis anus). Di dalam kanalis anal terdapat bantalan vaskular khusus yang membentuk massa dan dilapisi sub mukosa tebal yang tersusun atas pembuluh darah, otot polos serta jaringan ikat dan elastis. Bantalan ini berada di kuadran lateral kiri, anterior kanan dan posterior kanan dan kanalis untuk membantu kontinensi anal, maka sering terjadi hemoroid pada daerah tersebut. 4

Gambar 2.3 Lokasi tersering hemoroid internaHemoroid juga dapat dikatakan sebagai dilatasi, pembengkakan, atau inflamasi vena hemoroidalis yang disebabkan oleh berbagai macam pencetus. Faktor- faktor seperti mengejan saat buang air besar dapat menghambat aliran balik darah vena hemoroidalis, menyebabkan dilatasi vaskuler, dan kerusakan jaringan penyangga, juga disebutkan bahwa mengejan mengakibatkan kontraksi lapisan otot dinding rectum selama defekasi. Semua hal yang menyebabkan susahnya buang air besar juga dapat digolongkan sebagai faktor predisposisi seperti makanan yang kurang serat yang dapat mengakibatkan feses keras sehingga sulit dikeluarkan. 3

2.3Faktor RisikoFaktor risiko hemoroid banyak sekali, sehingga sukar bagi kita untuk menentukkan penyebab yang tepat bagi tiap kasus. Faktor risiko hemoroid yaitu: 2a) Primer 21) Keturunan, karena dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis.2) Anatomik dan fisiologi. Vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan otot dan vasa sekitarnya sehingga memudahkan timbulnya timbunan darah.3) Kelemahan dari tonus sphincter anib) Sekunder 21) Pekerjaan. Orang yang harus berdiri atau duduk lama, atau harus mengangkat barang berat, mempunyai predisposisi untuk hemoroid.2) Umur. Pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis.3) Endokrin, misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus (sekresi hormon relaksin) yang dapat melemahkan dinding vena di bagian anus.4) Mekanis. Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut, misalnya penderita hipertrofi prostat.5) Pola makan. Diet tinggi serat, seperti buah dan sayur, cukup minum air putih, hindari makanan pedas akan menurunkan angka kejadian hemoroid.6) Pola defekasi. Kebiasaan mengejan saat defekasi, kebiasaan defekasi dengan berlama lama sambil membaca, sering diare, sering konstipasi akan meningkatkan angka kejadian hemoroid.7) Kehamilan merupakan salah satiu faktor pencetus hemoroid karena terjadi peningkatan vaskuler daerah pelvis, peningkatan tekanan intra abdominal, sering kostipasi, dorongan pada bantalan anus saat persalinan.8) Obstruksi vena. Pembendungan dapat terjadi karena dorongan massa faces yang keras pada vena, atau pada penderita hipertensi portal, dekompensasio kordis, sirosis hepatis, tromosis, BPH dan tumor rectum.9) Peningkatan tekanan intra abdominal, seperti pada saat mengejan akan mendorong banmtalan hemoroid menjadi prolaps dan juga dapat menjepit vena intra muscular kanalis ani sehingga terjadi obstruksi.

2.4PatofisiologiPenelitian terbaru menekankan pada besarnya faktor bantalan anus, yang biasanya terletak diatas linea dentate pada kanalis ani. Bantalan ini tersusun dari tiga lapisan tebal dari kumpulan vena submukosa yang selalu terletak pada sisi lateral kiri, postero lateral kanan dan atero lateral kanan. Fungsi bantalan ini belum jelas, namun diketahui bahwa bantalan ini selalu membesar terisi oleh darah selama defekasi, diduga untuk melindungi kanalis ani dari abrasi. 4Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluh darah hemoroidalis. Jika mengejan terus menerus, pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal di bawahnya, yang menyebabkan prolapsus hemoroid yang klasik dan berdarah. 4Taweevisit dkk (2008) menyimpulkan bahwa sel mast memiliki peran multidimensional terhadap patogenesis hemoroid, melalui mediator dan sitokin yang dikeluarkan oleh granul sel mast. Pada tahap awal vasokonstriksi terjadi bersamaan dengan peningkatan vasopermeabilitas dan kontraksi otot polos yang diinduksi oleh histamin dan leukotrin. Ketika vena submukosal meregang akibat dinding pembuluh darah pada hemoroid melema