PKM GT " Pembanunan kota di atas kota "

Download PKM GT

Post on 18-Nov-2014

515 views

Category:

Engineering

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perencanaan suatu pembangunan di atas kota

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. i i PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RUMAH JAMUR DI ATAS KOTA SEBAGAI SOLUSI LAHAN PERMUKIMAN PENDUDUK YANG MINIM DENGAN MONOREL UNTUK MENGATASI KEPADATAN LALU LINTAS DAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA DENGAN KONSEP GO-GREEN DI KOTA SURABAYA BIDANG KEGIATAN : PKM-GAGASAN TERTULIS Diusulkan oleh : Ismi Baroroh (3113030132) Angkatan 2013 Lia Anggraini (3113030128) Angkatan 2013 Erma Damayanti (3113030146) Angkatan 2013 Eka Nur Diana Saputry(3113030015) Angkatan 2013 Fathirul Rachman (3112030030) Angkatan 2012 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014 </li> <li> 2. 2 PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RUMAH JAMUR DI ATAS KOTA SEBAGAI SOLUSI LAHAN PERMUKIMAN PENDUDUK YANG MINIM DENGAN MONOREL UNTUK MENGATASI KEPADATAN LALU LINTAS DAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA DENGAN KONSEP GO-GREEN DI KOTA SURABAYA BIDANG KEGIATAN : PKM-GAGASAN TERTULIS Diusulkan oleh : Ismi Baroroh (3113030132) Angkatan 2013 Lia Anggraini (3113030128) Angkatan 2013 Erma Damayanti (3113030146) Angkatan 2013 EkaNur Diana Saputry(3113030015) Angkatan 2013 Fathirul Rachman (3112030030) Angkatan 2012 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014 </li> <li> 3. 3 PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS 1. Judul Kegiatan :Rumah Jamur Di Atas Kota Sebagai Solusi Lahan Permukiman Penduduk yang Minim dengan Monorel untuk Mengatasi Kepadatan Lalu Lintas dan Pemanfaatan Energi Surya dengan Konsep Go-Green Di Kota Surabaya 2. Bidang Kegiatan : PKM-GAGASAN TERTULIS 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Ismi Baroroh b. NIM : 3113030132 c. Jurusan : D3 Teknik Sipil d. Universitas/Institut/Politeknik : ITS Surabaya e. Alamat Rumah dan No Telp/HP :Jln Menur Pumpungan Gang 1/ 089677383386 f. Alamat email : ismibaroroh13@yahoo.com 4. Anggota PelaksanaKegiatan :3 orang 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Tatas , ST., MT. b. NIP : 198006212005011002 c. Alamat Rumah dan HP : Mentari Bumi Sejahtera AU 37 Candi, Sidoarjo. 081330531580 Surabaya, 06 Maret 2014 Menyetujui, Ketua Jurusan Diploma Teknik Sipil ITS Ketua Pelaksana Kegiatan (Ir. M. Sigit Darmawan. MengSC.,Ph.D) (Ismi Baroroh) NIP. 196307261989031003 NIM. 3113030132 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Dosen Pembimbing (Prof.Dr.Ing.Herman Sasongko) ( Tatas, ST., MT ) NIP. NIP. 198006212005101002 </li> <li> 4. 4 DAFTAR ISI PENGESAHANPKM-GAGASAN TERTULIS................................................................ iii DAFTAR ISI.......................................................................................................................iv DAFTAR GAMBAR..........................................................................................................iv RINGKASAN..................................................................................................................... v PENDAHULUAN .............................................................................................................vii Latar Belakang...............................................................................................................vii Tujuan Penulisan...........................................................................................................viii Manfaat Penelitian ........................................................................................................viii GAGASAN.........................................................................................................................ix Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ..............................................................................ix Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Surabaya .............................................................ix Kepadatan Lalu Lintas Kota Surabaya........................................................................ x Masalah Lahan Pemukiman Penduduk....................................................................... x Solusi yang Pernah di tawarkan dan Kekurangan.......................................................xi Gagasan baru yang di tawarkan .................................................................................xii Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Konsep Rumah jamur..............................xv Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan....................................................xvii KESIMPULAN...............................................................................................................xviii Konsep Rumah Jamur.................................................................................................xviii Prediksi keberhasilan Gagasan Rumah Jamur ............................................................xviii DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................xix DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Rumah Jamur Table 1 Jumlah Kendaraan Bermotor Pribadi di Surabaya................................................. x Table 2 Jumlah Kendaraan Bermotor Umum di Surabaya ................................................. x Table 3 Rumah Jamur Tampak Depan..............................................................................xiii Table 4 Potongan Rumah Jamur.......................................................................................xiii Table 5 Gambar Jalur Monorel yang menghubungkan Rumah Jamur .............................xiv </li> <li> 5. 5 RINGKASAN Laju pertumbuhan penduduk kota Surabaya semakin meningkat disertai penggunaan lahan untuk pemukiman penduduk dan fasilitas umum serta industri yang terus meningkat di wilayah Kota Surabaya. Hal itu menimbulkan masalah, baik di saat sekarang dan di masa yang akan datang. Tingginya tingkat kelahiran dan migrasi penduduk yang terbentur pada kenyataan bahwa lahan di perkotaan semakin terbatas sehingga tidak seimbang antara jumlah penduduk dan kebutuhan tempat tinggal sehingga muncul adanya permukiman-permukiman padat, selain itu berbanding lurus dengan semakin padatnya jalur lalu lintas hampir di seluruh fasilitas transportasi yang ada. Alternatif pembangunan yang dianggap paling sesuai dengan kondisi di atas yaitu pembangunan kearah vertikal, dalam hal ini adalah Rumah Susun. Di Surabaya sendiri terlihat bahwa keterbatasan lahan bagi permukiman semakin terbatas. Disinilah peranan rumah susun menjadi vital, dengan efisiensi lahan yang ada dan semakin bertambahnya jumlah penduduk tiap tahunnya, maka pengalihan lahan kota menjadi pemukiman memang benar benar harus dicermati dan di cari solusinya. Juga menanggapi masalah kepadatan lalu lintas yang menimbulkan kemacetan . Sehingga perlu adanya solusi yang tepat, dimana tidak merugikan pihak manapun dan mampu menyelesaikan masalah yang ada. Rumah Jamur Di Atas Kota Sebagai Solusi Lahan Permukiman Penduduk yang Minim Dengan Monorel Untuk Mengatasi Kepadatan Lalu Lintas Dan Pemanfaatan Energi Surya Dengan Konsep Go-Green ini merupakan inovasi baru pembentukan rumah susun yang di peruntukkan bagi masyarakat khususnya masyarakat kota Surabaya, rumah jamur ini di bangun di lima titik strategis di lima wilayah bagian Surabaya yang merupakan perumahan padat, tapi bangunan ini tidak perlu menggusur perumahan atau mengganggu wilayah yang ada, karenabangunan ini berada di atas pemukiman penduduk yang kira-kira setinggi 40 meter dari muka tanah. Sehingga perumahan di bawah bangunan rumah jamur </li> <li> 6. 6 masih bisa terkena sinar matahari sehingga tidak lembab dan tanaman pun masih bisa tumbuh. Kelima titik ini akan di hubungkan dengan beberapa pusat pembelanjaan atau fasilitas umum dengan menggunakan lorong kereta api dua arah, sehingga menggunakan transportasi kereta api, jadi di setiap rumah jamur tersebut terdapat adanya stasiun kereta api. Rumah Jamur ini di konsepkan dengan bentuk silinder untuk lebih banyak menghasilkan ruangan sebagai hunian dan atap yang di desain seperti payung jamur, karena akan di pasang panel surya hanya di beberapa bagiandan bagian yang lain di menggunakan kaca sehingga daerah di bawah bangunan tetap terkena sinar matahari. Daerah di bawah atap payungnya di manfaatkan untuk pembentukan taman, sehingga meskipun bangunan rumah jamur ini menggunakan teknologi monorel diatas bangunan tapi tetap masih peduli pada pemanasan global. Dengan adanya pembangunan rumah jamur ini dapat menjawab kebutuhan pemukiman bagi penduduk di kota Surabaya yang lahannya sudah minim dan sebagai alternatif sistem transportasi untuk memecahkan masalah kepadatan lalu lintas. </li> <li> 7. 7 PENDAHULUAN Latar Belakang Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kota Surabaya memiliki penduduk hingga akhir tahun 2010 sebanyak 2.929.528 orang dengan luas wilayah yang seluas 33.048 Ha maka tingkat kepadatan Kota Surabaya sebesar 8.864 jiwa / km2. Jumlah bangunan rumah (vertikal dan horisontal) yang ada di Kota Surabaya saat ini adalah 678.058 unit rumah. Jumlah penduduk sebesar 2.947.003 jiwa. Dengan asumsi rata-rata anggota KK adalah 4 jiwa, maka seharusnya jumlah rumah yang ada di kota Surabaya adalah 736.751 unit. Berdasarkan kondisi tersebut, maka selisih antara kebutuhan akan rumah dengan jumlah rumah yang ada/ tersedia, menjadi nilai kekurangan kuantitas rumah di Kota Surabaya saatini, yaitu sebesar 58.693 unit. Hal ini membawa permasalahan yang cukup kompleks di bidang perencanaan di bidang pengelolaan sumber daya lahan. Pada bulan Desember 2011 jumlah kendaraan di Surabaya, dengan rincian kendaraan bermotor roda empat ada 439.330 unit dan kendaraan roda dua 1.740.649 unit, sedangkan pada bulan September 2012 jumlah kendaraan roda dua mencapai 2.041.705 unit dan kendaraan roda empat mencapai 517.329 unit (sumber Direktorat Lalulintas POLDA JATIM). Hal itu seiring dengan pertumbuhan laju penduduk yang mengakibatkan permasalahan kepadatan lalu lintas yang terus menuntut adanya fasilitas dan sistem transportasi yang mampu memecahkan masalah yang menimbulkan kepadatan lalu lintas yang mengganggu berbagai jalannya aktivitas, perdagangan dan lain sebagainya. Dari permasalahan yang ada tersebut maka kami menggagas ide yang berusaha mampu untuk memecahkan masalah tersebut dan masih peduli terhadap lingkungan, kami mengusulkanRumah Jamur Di Atas Kota Sebagai Solusi Lahan Permukiman Penduduk yang Minim dengan Monorel untuk Mengatasi Kepadatan Lalu Lintas dan Pemanfaatan Energi Surya Dengan Konsep Go-Green. </li> <li> 8. 8 Tujuan Penulisan Karya tulis ini bertujuan sebagai berikut : 1. Menciptakan bangunan baru yang efektif untuk dapat memecahkan masalah penggunaan lahan di kota Surabaya yang minim. 2. Menciptakan alternative sistem monorel di atas gedung untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. 3. Untuk mengetahui rekayasa-rekayasa sipil yang dapat diterapkan dalam upaya menyokong lahirnya Rumah Jamur dengan di bangunnya sistem monorel di atas gedung juga berdasarkan konsep go green. 4. Menciptakan konsep pembangunan rumah susun yang terintegrasi secara modern, mandiri dan bersinergi dengan pembangunan taman dan sistem monorel di atas gedung. Manfaat Penelitian Manfaat dari karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Sebagai alernatif solusi atas minimnya lahan untuk pemukiman penduduk. 2. Menciptakan inovasi bangunan mandiri dan efisien serta mendukung adanya taman kota untuk mengurangi pemanasan global. 3. Menciptakan alternative sIstem monorel di atas gedung untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. 4. Menciptakan ikon baru dalam dunia arsitektur dan rekayasa sipil. </li> <li> 9. 9 GAGASAN Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Surabaya Laju pertumbuhan penduduk kota Surabaya semakin meningkat. Data menunjukan dalam enam bulan pertama pada tahun 2011, penduduk Surabaya bertambah 36.577 jiwa. Artinya, per bulan pertambahan Kota Pahlawan mencapai 6.096 jiwa. Jika di rata-rata, per hari jumlahnya mencapai 203 jiwa. Jumlah itu meningkat cukup drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada enam bulan pertama tahun 2010. saat itu pertambahan penduduk selama enambulan mencapai 26.832 jiwa. Tingginya pertambahan penduduk selama semester pertama 2011 tidak lepas dari banyaknya penduduk luar Surabaya yang masuk ke kota Pahlawan. Angka pindah masuk di Surabaya hingga enam bulan ini mencapai 9.438 jiwa. Sebaliknya, jumlah kematian berada di angka 3.032 jiwa. Berikut ini tabel laju pertambahan penduduk Surabaya berdasarkan data yang telah dihimpun oleh pemerintah kota Surabaya. (http://lh.surabaya.go.id/profile) </li> <li> 10. 10 Kepadatan Lalu Lintas Kota Surabaya Peningkatan jumlah penduduk juga mempengaruhi aktivitas kota yang meningkat hingga akhirnya meningkatkan permintaan transportasi di Kota Surabaya. Permintaan transportasi yang meningkat ini dipenuhi oleh sebagian besar penduduk Surabaya dengan membeli kendaraan bermotor pribadi seperti motor atau mobil. Pertambahan angkutan pribadi ini tidak hanya dipicu oleh kebutuhan bergerak tetapi sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat perkotaan pada umumnya. Sedangkan pemenuhan kebutuhan akan pergerakan dari pemerintah kota berupa angkutan umum semakin menurun menurut data statistik dinas perhubungan. Jumlah angkutan umum yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan angkutan pribadi memaksa penduduk Surabaya menggunakan angkutan pribadi untuk melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat yang lain. Jumlah angkutan pribadi yang mencapai 1.205.533 buah menjadikan Kota Surabaya menjadi lautan kendaraan pada jam-jam sibuk di ruas-ruas jalan protokol. Table 1 Jumlah Kendaraan Bermotor Pribadi di Surabaya No Jenis Kendaraan Tahun 2004 2005 2006 2007 1 Motor 800.008 833.838 928.686 972.645 2 Mobil 204.313 135.592 228.195 232.888 Jumlah 1.004.321 969.330 1.156.881 1.205.533 Sumber: Dishub Pemkot Surabaya Table 2 Jumlah Kendaraan Bermotor Umum di Surabaya No Jenis Kendaraan Tahun 2004 2005 2006 2007 1 Mobil Bus 1.060 1.353 1.074 804 2 MPU 11.931 59.684 12.010 9.822 Jumlah 12.991 61.073 13.084 10.626 Masalah Lahan Pemukiman Penduduk Perumahan dan pemukiman merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian bangsa. Perumahan dan pemukiman tidak dapat hanya dilihat sebagai sarana kebutuhan hidup, tetapi lebih </li> <li> 11. 11 dari itu merupakan proses bermukim manusia dalam menciptakan tatanan hidup untuk masyarakat dan dirinya dalam menampakkan jati diri. Pentingnya kebutuhan a...</li></ul>