konvensi montreal

Click here to load reader

Post on 09-Jul-2015

1.341 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 5/10/2018 Konvensi Montreal

    1/24

    P E R K E M B A N G A N J U M L A H B E S A R A N K O M P E N S A S I K E R U G IA N Y A N GD I S E B A B K A N O L E H J A T U H N Y A P E S A W A T T E R B A N G A S I N G T E R H A D A P

    P I H A K K E T I G A D IA T A S P E R M U K A A N BUM[( B A G IA N K E D U A )

    M u hanunad Y usu f * )Ros id in Samsud in * * )

    ABSTRAKB esam ya kom pensasi ierhadap kerug ian yang dideriia oleh p i h a k ketiga diaias perm ukaan bum i,m aksim um m encapai 10 .500 .000 F ranc d itam bah 100 Franc p e r kg kelebihan dia ias 50 .000 K guntuk sem ua pesaaat terbang yang berbobot lebih dan 50 .000 K g s e p e r t i A-330, A -340 , A -350 , A -380 , B -747-100, B -747-200, B -747-300 , B -747-400 , B -777-100, B -777-200 , B -777-300 , B -787dan pesaw at udara lainnya yang berbadan lebar. B esaran kom pensasi tersebut dikeluarkan olehopera tor penerbangan yang negaranya eudalt m era tifikasi K onvensi Rama 1952. Adapun lim ittanggung jaw ab opera tor penerbangan terhadap pilu ik ketiga berdasarkan K onvensi Rom a 1952berkisar an tara 500.000 sam pai dengan 10 .500 .000 F ranc yang dibedakan berdasarkan bera tmaks imum pesatoai dengan bera t dianiara 500 sam pai dengan 500 .000 Kg.A pabila m eru juk pada K onvensi M ontrea l 2009 , m a k a lim it ta ng gu ng ja wa b o pe ra to r p erte rb an ga nterhadap p i h a k ketiga berkisar an tara 750.000 sam pai dengan 700 .000 .000 SD R yang dibedakanberdasarkan bera t m aksim um pesauat dengan bera t dian tara 500 sam pai. dengan 500.000 kg .K onvensi M ontrea l 2009 in i akan m enggeser K onvensi Rom a 1952 yang s u d a h mu la i d it in gga lk anoleh para anggota negara [C AD yang p e r n a h mera tifika sin ya . T eta pi u ntu k m era tifika si K am en s;M ontreal 2009 , N egara anggota lC AO terlebih dalm lu harus m era tiftkasi K nnvensi M ontreal 1999te nta ng U n ifik asi B eb era pa K ete ntu an P en ga ng ku ta n U d ara ln te rn asio na l, k are na keieniuan umumdan K anvensi M ontreal 2009 , m engadopsi langsung dar i ketentuan um um Konvensi M ontrea l1999.Kata kun ci : K onvensi M ontrea l 2009, K onvensi M ontreal 1999, T an gg un g ja wa b o perato r.PENDAHULUANSidang ICAO Legal Commitee ke 33 diselenggarakan oleh Organisasi Penerbangan SipilInternasional lCAO el i kantor pusat ICAO, Montrea1-Canada dari tangga121 April sampaidengan 2 Mei 2008. Pertemuan tersebut diselenggarakan berdasarkan Keputusan DewanlCAO (lCAO Council) pada pertemuan ke-12 dari sesi ke-182 tanggal 7 Desember 2007.Sesuai dengan konstitusi, Komite Hukum terdiri dari pakar-pakar hukurn yang ditunjukoleh dan sebagai wakil negara anggota lCAO.Agenda sidang telah berhasil membahas topik "Compensation far damage caused by air-craft to third parties arising from act of unlawful interference or from general risks. Topik inite1ah menjadi program kerja Komite Hukum sejak tahun 2000 dan pada tangga12 Mei 2009diterbitkan 2 (d ua) Konvensi yaitu :

    Volume 21, Nomor 5, Tahun 2009 717

  • 5/10/2018 Konvensi Montreal

    2/24

    1. Convention an Compensation for Damage Caused by Aircraft to Third Parties, Result-ing from Acts of Anlawful Interference Involving Aircraft.2. Convention an Compensation for Damage Caused by Aircraft to Third Parties (The

    General Risks Convention).KonvensiMontreal2009 ini banyakmengambilketentuan-ketentuan umnmyangterdapatdalam Konvensi Montrea11999 tentang Unifikasi Beberapa Ketentuan PengangkutanUdara Internasionai.

    Secara otomatis bagi negara lCAO yang ingin meratifikasi Konvensi Montrea12009 terlebihdahulu harusmeratifikasi Konvensi Montreal 1999.Oleh karena itu, penul is akan mencobamengemukakan tu1isan dari teI jemahan bebas Konvensi Montrea11999 yang sifatnya tidakmengikatKonvensi Montrea11999 berisi 7 (tujuh) Bab dan 57 (limapuluh tujuh) pasal. Untuk lebihjelasnya dapat dilihat isi Konvensi Montrea11999 sebagai berikutTERJEMAHAN BEBASKONVENSI MONTREAL 1999KONVENSITentangUNIFIKASI BEBERAPA KETENTUAN PENGANGKUTAN UDARAINTERNASIONALNEGARA - NEGARA PESERTA PADA KONVENSI INI :MENGAKUI kontribusi penting dari konvensi untuk Unifikasi beberapa ketentuanPengangkutan Udara Internasional yang ditandatangani di Warsawa pada tang gal 12Oktober 1929, se1anjutnya dikenal sebagai "Konvensi Warsawa", dan ketentuan-ketentuanterkait Iairmya untuk harmonisasi hukum udara perdata Intemasional;MENGAKUI kebutuhan dalam rangka modemisasi dan konsolidasi Konvensi Warsawadan ketentuan-ketentuan lainnya;MENGAKUI pentingnya jaminan perlindungan kepentingan konsumen dalampengangkutan udara internasional dan kebutuhan untuk ganti rugi yang adil berdasarkanprinsip restitusi;i \ 1ENEGASKAN hasrat akan perkembangan yang terarah alas kegiatan pengangkutanudara internasional danke1ancaranarus penumpang. bagasi dankargo sesuai dengan prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan Konvensi Penerbangan Sipil Intemasional yang ditandatanganidiChicago pada tanggal 7 D esem ber 1944;BERKEfETAPAN bahwa tindakan Negara secara bersama-sama demi harmonisasi dankodifikasi beberapa ketentuan yang mengatur pengangkutan udara intemasional dengansuatuKonvensibaruyangmerupakansaranapalingmemadaiuntukmencapaikeseimbangankepentingan yang adil;

    718 .Volume 21. Nomor 5, Tahun 2009

  • 5/10/2018 Konvensi Montreal

    3/24

    MENYETUJUlHAL-HALSEBAG~BERIKUT :BAHlKE1ENfUAN UMUMPasallUngkup Penerapan1. Konvensi ini diterapkan terhadap pengangkut intemasional untuk orang,. bagasi atau

    kargo yang cliselenggarakan oleh pesawat udara dengan irnbalan. Hal ini diterapkan. juga terhadap pengangkutan cuma-cuma dengan pesawat udara yang cliselenggarakanoleh satu perusahaan angkutan udara.

    2. Dalam Konvensi ini, yang dimaksud dengan pengangku tan int erna siona l adalah setiappengangkutan yang sesuai perjaniian antara para pihak, tempat keberangkatan dan tempattujuan, baik dengan atau tanpa terputus dalam pengangkutan atau pengiriman, baikyang terletak di da1am wilayah dna Negara Peserta atau dalam wilayah satu NegaraPeserta jika ada salu tempat perhentian yang teIah clisepakati dalam wi1ayah Negara lain,sekalipun negara tersebut bukan Negera Peserta. Pengangkutan antara dna tempat dalamsatu Wiliyah satu Negara Peserta tanpa satu tempat perhentian yang disepakati da1amWilayah Negara lain, tidak sebagai pengangkutan intenasional menurut Konvensi ini

    3. Pengankutan yang diselenggarakan oleh beberapa perusahaan angkutan secara berturut-turut, dianggap, menurut Konvensi ini, menjadi satu pengangkutan yang tidakterpisahkan apabila hal itu disepakati oleh para pihak sebagai salu kegiatan tersendiri,baik yang telah disepakati berdasarkansatu kontrak tersendiri alaupunrangkaiankontrak,tanpa kehilangan sifat internasionalnya hanya karena satu kontrak atau rangkaiankontrak yang seluruhnya dilaksanakan dalam wilayah Negara yang sama,

    4. Konvensi ini juga diterapkan pada pengangkutan sebagaimana t e 1 a h diatur da1am BabV , sesuai dengan syarat-syarat yang termuat di dalamnya.

    Pasa12Pengangkutan yang Diselenggarakanoleh Negara dan Pengangkutan Benda-benda Pos1. Konvensi ini diterapkan pada pengangkutan yang diselenggarakanoleh Negara atau

    oleh badan-badan umum resmi yang menye1enggarakan termasuk syarat-syarat yangditerapkan da1am Pasal1.

    2. Dalam pengangkutan benda-benda pOSt perusahaan pengangkutan hanya akanbertanggung jawab terhadap administrasi yang berhubungan dengan itu sesuai denganketentuan yang dapat diterapkan pada hubungan antara perusahaan pengangkutandan adrninistrasi pos.

    Volume 21, Nomor 5, Tahun 2009 719

  • 5/10/2018 Konvensi Montreal

    4/24

    3. Kecuali sebagaimana ditetapkan da1am ayat 2 Pasal ini, ketentuan-ketentuan Konvensiini tidak diberlakukan pada pengangkutan benda-benda pos.BABITDOKUMENTASI DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK PADA PENGANGKUTPENUMPANG, BAGASI DAN KARGOPasal3Penumpang dan Bagasi1. Menyangkutpengangkutan penumpang, dokumen pengangkutansecara sendiri-sendiri

    atau bersama-sama, barns diserahkan dengan memuat;a. Suatu petunjuk tempat-tempat keberangkatan dan tempat tujuan;b. Apabila tempat keberangkatan dan tempat tujuan berada da1am wilayah satu Negara

    Peserta, satu ataulebih tempatpemberhentian yangdisepakati. yang beradadi wilayahNegara lain, suatu petunjuk sekurang-kurangnya satu tempat pemberhentian.2. Cara lain untuk menjaga informasi sebagaimana ditunjukan pada ayat I, dapat

    diigantikan untuk penyerahan dokumen sesuai dengan ketentuan ayat dimaksud. [ikaada cara lain seperti itu digunakan, perusahaan angkutan wajib menawarkan untukmenyerahkan kepada penumpang satu pemyataan tertulis mengenai inforrnasi yangdilindungi tersebut-

    3. Perusahaan angkutan wajtb menyerahkan kepada penumpang tanda bukti identifikas!(claim tag ) untuk masing-masing bagasi yang tercatat (checked baggage) .

    4. Penumpang hams diberitahukan secara tertulis atas pemberlakuan climaksud dimanaKonvensiinidapatditerapkan untukmengatur danmungkinmembatasi tanggungjawabperusahaan angkutan atas kematian atau luka, dan untuk kerusakan atau kehilangan,kerugian atau keterlambatan bagasi.

    5. Tidak dipenuhinya ketentuan ayat terdahulu tidak mempengaruhi keberadaan ataukeabsahan kontrak pengangkutan, namun demikian hams tunduk pada ketentuanKonvensi ini, termasuk ketentuan-ketentuan yang ada hubungan nya denganpembatasan tanggung jawab.

    Pasal4Kargo1. Sehubungan dengan pengangkutan kargo, Surat Muatan Udara (air waljbill) harns

    diserahkan.2. Cara-cara~i untuk melindungi dokumenpencatatan pengangkutan yang akandilaksanakarf dapat diserahkan sebagai pengganti Surat Muatan Udara (air wffijbill).

    Apabila cara sepert i itu digunakan, pengangkutwajib, jika diminta oleh pengirimbarang.

    720 Volume 21, Nomor 5, Tahun 2009

  • 5/10/2018 Konvensi Montreal

    5/24

    menyerahkan satu tanda terima kargo kepada pengirim barang yang rnengijinkanidentifikasi pengiriman dan akses terhadap informasi yang termuat dalam dokume

View more