konvensi-konvensi ilo tentang kesetaraan asia/@ro-bangkok/@ilo-jakarta/... · pdf filedan...

Click here to load reader

Post on 06-Feb-2018

222 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    KONVENSI-KONVENSI ILOTENTANG KESETARAAN

    GENDER DI DUNIA KERJA

    Kantor Perburuhan Internasional

  • ii Konvensi-konvensi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

  • iii

    Kaum perempuan menghadapi beragam masalah dalammengakses pendidikan dan pelatihan, dalam mendapatkanpekerjaan, dan dalam memperoleh perlakuan yang sama di tempatkerja. Kendala-kendala ini dapat menimbulkan pelanggaran akanhak-hak dasar serta menghambat kesempatan kaum perempuan dan pada gilirannya akan merugikan masyarakat dan perekonomianIndonesia mengingat hilangnya kontribusi besar yang dapatdiberikan kaum perempuan melalui tempat kerja.

    Kita perlu mengidentifikasikan langkah-langkah yang efektifdalam menyikapi masalah gender serta memperomosikankesetaraan gender di Indonesia dan dunia kerja merupakan tempatyang tepat untuk melakukan kegiatan-kegiatan terkait dengan upayamempromosikan kesetaraan gender.

    ILO di Indonesia telah mengembangkan beragam programuntuk menyikapi permasalahan gender di dunia kerja. Ini termasukprakarsa ketenagakerjaan muda, kegiatan menyangkut masalahpekerja anak dan pekerja migran, serta perekonomian formal,hubungan industrial dan pelatihan perundingan bersama yangmendorong perwakilan dan partisipasi yang sensitif gender dalampertemuan dan pelatihan, mempromosikan prinsip dan pelaksanaanKonvensi-konvensi yang sudah diratifikasi, dan membantupemerintah, pengusaha dan serikat pekerja melangkah maju denganprogram-program gender.

    Gender merupakan isu yang terkait erat dengan isu-isu lainnyadalam Rencana Aksi Tripartit tentang Pekerjaan yang Layak 2002 2005. Strategi Pengarustutamaan Gender ILO Jakarta berupayamembangun komitmen yang lebih besar lagi dalammempromosikan kesetaraan gender di seluruh bidang kegiatan ILOdan para mitra sosialnya.

    Publikasi ini disusun untuk membantu upaya mempromosikankesetaraan gender di tempat kerja. Ini mencakup informasi danpemaparan dasar mengenai Konvensi-konvensi dan Rekomendasi-rekomendasi pokok ILO serta tindakan-tindakan yang sudah diambilIndonesia setelah meratifikasi Konvensi-konvensi tersebut.

    Pengantar

  • iv Konvensi-konvensi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

    Kami berharap bahwa buku saku mengenai Konvensi danRekomendasi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja inidapat membantu memberikan informasi yang lebih mendalam bagiseluruh masyarakat Indonesia yang berminat mempromosikankesetaraan gender di dunia kerja.

    September 2006

    Alan BoultonAlan BoultonAlan BoultonAlan BoultonAlan BoultonDirektur, Kantor ILO Jakarta

  • v

    Kata Pengantar iii

    Isu-isu Gender dan Standar Perburuhan Internasional 1

    C100 Konvensi Kesetaraan Upah, 1951 11R90 Rekomendasi Kesetaraan Upah, 1951 17Undang-undang No. 80 21Presentasi No. 100 25

    C111 Konvensi Diskriminasi(Pekerjaan dan Jabatan), 1958 29

    R111 Rekomendasi Diskriminasi(Pekerjaan dan Jabatan), 1958 35

    Undang-undang No. 21 41Presentasi No. 111 49

    C156 Konvensi Pekerja denganTanggung Jawab Keluarga, 1981 55

    R165 Rekomendasi Pekerja denganTanggung Jawab Keluarga, 1981 63

    Presentasi No. 156 73

    C183 Konvensi Perlindungan Kehamilan, 2000 83R191 Rekomendasi Perlindungan Kehamilan, 2000 93Presentasi No. 183 99

    Daftar Isi

  • vi Konvensi-konvensi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

  • 1

    Isu-isu Gender dan StandarPerburuhan Internasional

    Standarisasi adalah salah satu cara utama ILO untukmeningkatkan kondisi kerja dan kehidupan di seluruh dunia. StandarILO adalah kumpulan konvensi dan Rekomendasi yang diadopsioleh Konferensi Perburuhan Internasional. Saat ini telah ada 185Konvensi and 195 Rekomendasi yang diadopsi. Jumlah keseluruhanratifikasi konvensi yang telah dilakukan oleh negara-negara anggotaILO sebanyak 7,246 buah.

    Setiap Konvensi merupakan instrumen sah yang mengaturaspek-aspek administrasi perburuhan, kesejahteraan sosial atau hakasasi manusia. Bagi negara anggota yang meratifikasi konvensimengemban dua tugas sekaligus, yakni komitmen resmi untukmenerapkan aturan-aturan Konvensi, dan kemauan untuk menerimaukuran-ukuran penerapan yang diawasi secara internasional.

    Rekomendasi Perburuhan Internasional tidak selalu harusdiratifikasi tetapi panduan-panduan turunan yang bersifat umumatau tehnis diterapkan di tingkat nasional. Rekomendasi tersebutseringkali berisikan panduan yang terinci untuk memperjelas prinsip-prinsip yang telah ada dalam Konvensi, atau rekomendasi tersebutmemberikan panduan tentang sesuatu yang tidak tercakup dalamKonvensi.

    Baik Konvensi maupun Rekomendasi menetapkan standard danmemberikan suatu model dan merangsang adanya peraturanperundangan tingkat nasional dan praktik-praktiknya di negara-negara anggota.

  • 2 Konvensi-konvensi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

    Indonesia meratifikasi17 Konvensi ILO

    (per 6 April 2004)

    C19 Konvensi tentangKesetaraan Perlakuan(KonpensasiKecelakaan)

    C27 Konvensi tentangPencatatan Beban(Paket yang di kirimdengan Kapal Besar)

    C29 Konvensi tentangKerja Paksa

    C45 Konvensi tentangKerja Bawah Tanah(bagi Perempuan)

    C69 Konvensi tentangSertifikasi Juru MasakKapal

    C81 Konvensi tentangPengawasanPerburuhan

    C87 Konvensi tentangKebebasan Berserikatdan Perlindungan HakBerorganisasi

    C88 Konvensi tentangPelayananKetenagakerjaan

    C98 Konvensi tentang HakBerorganisasi danPerjanjian KerjaBersama

    12:06:1950

    12:06:1950

    12:06:1950

    12:06:1950

    30:03:1992

    29:01:2004

    09:06:1998

    08:08:2002

    15:07:1957

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    KonvensiKonvensiKonvensiKonvensiKonvensi TTTTTanggal diratifikasianggal diratifikasianggal diratifikasianggal diratifikasianggal diratifikasi StatusStatusStatusStatusStatus

  • 3

    C100 Konvensi tentang Upahyang Sama untuk JenisPekerjaan yang sama

    C105 Konvensi tentangPenghapusan KerjaPaksa

    C106 Konvensi tentangIstirahat Akhir Pekan(Komersial danPerkantoran)

    C111 Konvensi tentangDiskriminasi (Pekerjaandan Jabatan)

    C120 Konvensi tentangKebersihan (Komersialdan Perkantoran)

    C138 Konvensi tentang UpahMinimum

    C144 Konvensi tentangKonsultasi Tripartit(Standar PerburuhanInternasional)

    C182 Konvensi tentangBentuk-Bentuk PekerjaanTerburuk Anak-Anak

    ConventionConventionConventionConventionConvention RatificationdateRatificationdateRatificationdateRatificationdateRatificationdate StatusStatusStatusStatusStatus

    11:08:1958

    07:06:1999

    23:08:1972

    07:06:1999

    13:06:1969

    07:06:1999

    17:10:1990

    28:03:2000

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    ratifikasi

    (Sumber: ILOLEX http://www.ilo.org/ilolex/english/index.htm)

  • 4 Konvensi-konvensi ILO tentang Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

    Standar ILO mencakup secara luas permasalahan perburuhandan sosial termasuk isu-isu tentang hak asasi yang mendasar sepertikebebasan berserikat, penghapusan kerja paksa, pekerja anak danpenghapusan diskriminasi di dunia kerja.

    Sebagian besar Konvensi dan Rekomendasi menerapkankesetaraan bagi laki-laki dan perempuan. Namun demikian beberapaKonvensi secara khusus memberi perhatian pada masalah yangdialami oleh pekerja perempuan. Standar ILO menjadi katalisastorbagi tata ekonomi yang baru dan norma-norma hukum yangberdampak kepada pekerja perempuan sebagai berikut:

    kesetaraan upahdiskriminasi dalam pekerjaan dan jabatanperlindungan kehamilanpekerja dengan tanggung jawab keluargaaturan-aturan tertentu terkait dengan kerja malam, bawahtanah dan paruh waktu serta isu-isu kesehatan lainnya

    Pada prinsipnya standar-standar internasional yang diadopsi olehILO di awal berdirinya bertujuan untuk melindungi perempuan darikondisi berat yang diakibatkanoleh pekerjaan dan untuk melindungifungsi reproduksi. Kesadaran bahwa perempuan membutuhkanperlindungan dari kerugian yang diakibatkan karena jeniskelaminnya adalah hasil adopsi perangkat yang memberi perhatiankhusus dengan cara menghapus diskriminasi antara laki-laki danperempuan sepanjang tahun 1950an.

    Sejak pertengahan tahun 1960an, perhatian ditujukan untukmempromosikan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuanmelalui adopsi praktik-praktik yang memungkinkan perempuanmencapai potensi penuh dalam pembangunan sosial dan ekonomi.Hal penting dari standar-standar tersebut adalah bertujuanmengharmoniskan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga,yang mengakui adanya tanggung jawab bersama antara laki-lakidan perempuan dalam keluarga.

    Ini adalah bukti contoh-contoh standar internasional ILO yangdiadopsi yang mencakup penerapan prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan telah berlanjut dengan kesadaran bahwakeadilan di satu bidang hanya dapat terjadi melalui pencapaiankeadilan, harga diri dan penghargaan terhadap semua aspekkehidupan.

    Terlebih lagi untuk menjadi perangkat hukum, standarperburuhan internasional perlu dilihat sebagai alat pendukung untukmenjaga hak-hak perempuan atas kesetaraan kesempatan danperlakuan dalam pekerjaan dan kehidupan sosial. Pemerintah,organisasi pengusaha dan pekerja dan organisasi kemasyarakatan

  • 5

    lainnya didorong untuk memastikan meningkatnya keterlibatanperempuan dalam perencanaan pembangunan nasional dan pro-gram-program, agar supaya prinsip-prinsip yang ada di dalam standar-standar ILO di implementasikan lebih lanjut.

    Standar-Standar Perburuhan ILO yang Relevan denganKesetaraan Kesempatan dan Perlakuan

    Kerangka kerja standar ILO di bidang ini didasarkan pada duaperhatian utama:1. Menjamin kesetaraan kesempatan dan perlakuan dikesetaraan kesem

View more