2-konvensi basel-1989

Download 2-KONVENSI BASEL-1989

Post on 11-Jul-2015

1.147 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KONVENSI BASEL TAHUN 1989 TENTANG PENGAWASAN PERPINDAHAN LALU LINTAS LIMBAH BERBAHAYA DAN PEMBUANGANNYA MUKADIMAH

Pihak- pihak yang terkait pada konvensi, Menyadari risiko kerusakan tehadap kesehatan manusia dan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah berbahaya dan perpindahan lintas batasnya, Menyadari meningkatnya ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya produksi dan kompleksitasnya, dan terjadinya perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lain, Menyadari juga bahwa cara yang paling efektif guna melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari bahaya akibat limbah tersebut adalah dengan mengurangi produksi sampai tingkat minimum kuantitas dan/ atau potensial bencananya, Meyakini bahwa Negara- negara sebaikmya mengmbil tindakan yang diperlukan guna menjamin bahwa pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya termasuk pepindahan lintas batasnya dan pembuangannya tetap konsisten dengan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungannya ditempat pembuangan manapun, Memperhatikan bahwa negara- negara akan menjamin, pihak penghasil melaksanakan kewajibannya dengan memperhatikan transportasi dan pembuangan limbah berbahaya dan limbah lainnya dengan cara yang konsisten dengan perlindungan terhadap lingkungan, dimanapun tempat pembuangannya, Secara penuh mengakui bahwa negara manpun mempunyai kekuasaan penuh untuk melarang masuknya atau dibuang limbah bahaya danlimbah lainnya dari luar negeri didaerah teritorialnya, Juga mengakui adanya peningkatan keinginan untuk melarang perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan pembuanganya di Negaranya, terutama dinegara berkembang. Meyakini bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya, sejauh sesuai dengan cara yang berwawasan lingkungan dan pengelolaan yang efisien, sebaiknya dibuang di negara dimana dihasilkan, Menyadari juga bahwa perpindahan lintas batas limbah berbahaya tersebut yang berasal dari Negara tempat yang dihasilkannya ke Negara lain, sebaiknya hanya diperbolehkan bila dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, dan dalam kondisi yang sesuai dengan ketentuanketentuan konvensi,

Mengingat bahwa peningkatan pengawasan perpindahan litas batas limbah berbahaya dan limbah lainnyaakan menjadi insentif bagi pengelolaan yang berwawasan lingkunaan dan bagi pengurangan volume perpindahan lintas batas tersebut, Memperhatikan, bahwa beberapa persetujuan internasional dan regional telah menyampaikan isu tentang perlindungan dan pelestarian lingkungan dengan perhatian tehadap transit barang berbahaya, Berdasarkan Deklarasi Konferensi PBB tentang Hak- hak Manusia ( Stockholm, 1972), Paduan dan Prinsip Kairo bagi pengelolaan yang berwawasan lingkungan tentang limbah berbahaya yang disetujui oleh Dewan Pemerintahan Program Lingkungan PBB (UNEP) dengan keputusan 14/ 30 pada tanggal 17 Juni1987, Rekomendasi Komite PBB bagi Ahli Transportasi Barang Berbahaya (dirumuskan pada tahun 1957 dan diperbaiki setiap dua tahun), rekomendasi yang relevan, deklarasi, perangkat dan peraturan yang disetujui didalam sistem PBB, juga kerja dan studi yang telah dilaksanakan oleh organisasiorganisasi internasional dan regional, Menyadari semangat, prinsip- prinsip, sasaran dan fungsi Piagam Dunia untuk Alam yang disetujui Majelis Umum PBB pada sidang ketiga puluh tujuh (1982) sebagai peraturan etika dalam menghormati perlindungan lingkungan hidup manusia dan konservasi sumber daya alam, Menegaskan bahwa, Negara- negara bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban internasionalnya terhadap perlindungan bagi kesehatan manusia, dan perlindungan dan pelestarian lingkungan yang dikenakan sesuai dengan hukum intenasional, Mengakui, bahwa dalam kasus pelangaran materi ketentuan- ketentuan konvensi ini, atau protokol yang mengarah pada ralevan hukum intenasional akan diterapkan perjanjianperjanjian, Menyadari kebutuhan untuk melanjutkan pembangunan dan penerapan teknologi rendah- limbah yang berwawasan lingkungan; pilihan untuk mendaur ulang; sistem pemeliharaan dan pengelolaan yang baik dengan sasaran mengurangi produk limbah berbahaya dan limbah lainnya hingga tingkat minimum. Juga menyadari meningkatnya keprihatinan internasional tehadap kebutuhan untuk memperketat pengawasan perpindahan ;imtas batas limbah lainnya, dan kebutuhan untuk mengurangi sejauh mungkin perpindahan tersebut sampai tingkat minimum, Prihatin tentang masalah lalu lintas, lintas batas ilegal limbah berbahaya dan limbah lainnya, Juga berdasarkan keterbatasan kemampuan negara berkembang untuk mengelola limbah berbahaya dan limbah lainnya, Mengakui adanya kebutuhan untuk memperkenelkan alih teknologi bagi pengelolaan produksi lokal, limbah berbahaya dan limbah yang lainnya, terutama dinegara berkembang sesuai dengan semangat Panduan Kairo dan keputusan 14/ 16 Dewan Pemerintahan UNEP tentang pengenalan alih teknologi perlindungan lingkungan, Mengakui juga bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya seharusnya menggunakan cara transportasi sesuai dengan konvensi dan rekomendasi internasional yang relevan,

Juga yakin bahwa, perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya hanya diperbolehkan bila transportasi dan pembuangan akhirnya berwawasan lingkungan, dan Memutuskan untuk melindungi, dengan pengawas ketat, kesehatan manusia dan lingkungan terhadap pengaruh yang merugikan yang dihasilkan oleh penghasil limbah, penggelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya, TELAH MENYETUJUI SEBAGAI BERIKUT : PASAL 1 WAWASAN KONVENSI 1. Limbah yang dimaksud dalam perpindahan lintas batas selanjutnya disebut limbah berbahaya bagi kegunaan Konvensi ini: (a) Limbah yang termasuk dalam kategori manapun yang tercantum dalam Lampiran I; kecuali bila tidak memiliki karakteristik yang tercantum pada lampiran III; dan Limbah yang tidak termasuk didalam ayat (a); tetapi didefinisikan sebagai, atau yang dianggap sebagai, limbah berbahaya menurut undang- undang setempat Pihak yang mengekspor, mengimpor atau transit,

(b)

2.

Limbah yang termasuk kategori manapun yang tercantum dalam Lampiran II; yang dimaksud sebagai perpindahan lintas batas selanjutnya disebut limbah lainnya bagi kegunaan Konvensi ini. Limbah dimana, sebagai akibat sifat radioaktifnya, dimasukkan dalam sistem pengawasan internasional lain, termasuk perangkat internasional, yang khusus diterapkan bagi bahan radio aktif, tidak termasuk dalam wawasan Konvensi ini. Limbah yang berasal dari operasi normal suatu kapal, dimana tindakan terhadapnya dilakukan oleh perangkat internasional lain, tidak termasuk dalam wawasan Konvensi ini. PASAL2 DEFINISI

3.

4.

Bagi kepentingan konvensi ini : 1. 2. 3. Limbah adalah bahan atau objek yang dibuang atau direncanakan akan dibuang atau diminta untuk dibuang menurut ketentuan- ketentuan hukum nasional; Pengelolaan berarti pengumpulan, transportasi dan pembuangan limbah berbahaya atau limbah lainnya, termasuk pemeliharaan lokasi pembuangan selanjutnya; Perpindahan lintas batas berarti setiap perpindahan limbah berbahaya atau limbah lainnya dari suatu daerah dibawah jurisdiksi nasional suatu Negara ke atau melalui daerah dibawah jurisdiksi nasional Negara lain, ke atau melalui daerah tidak dibawah

jurisdiksi nasional Negara manapun, dimana perpindahan tersebut paling sedikit melibatkan dua Negara. 4. 5. Pembuangan berarti setiap operasi yang ditetapkan dalam Lampiran IV Konvensi ini. Lokasi atau fasilitas yang disetujui berarti suatu lokasi atau fasilitas bagi pembuangan limbah berbahaya atau limbah lainnya yang mendapat kuasa atau izin untuk dioperasikan dengan tujuan tersebut oleh penguasa yang relevan dari Negara dimana lokasi dan fasilitas itu berada; Penguasa yang berwenang berarti penguasa pemerintah yang ditugaskan oleh pihak terkait untuk bertanggung jawab, didalam daerah geografis tertentu yang dianggap sesuai oleh pihak terkait tersebut, atau yang menerima pemberitahuan tentang adanya suatu perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya, dan informasi lain yang berhubungan, dan yang memberi jawaban terhadap pemberitahuan tersebut, seperti yang terdapat pada Pasal 6; Titik Fokus berarti keberadaan suatun pihak mangacu pada Pasal 5; yang bertanggung jawab untuk menerima dan memberikan informasi yang disediakan dalam Pasal 13 dan 16; Pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan berarti pengambilan semua langkah praktis untuk menjamin bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya dikelola dengan cara memperhatikan perlindungan bagi kesehatan manusia dan lingkungan terhadap pengaruh merugikan yang mungkin ditimbulkan limbah tersebut; Daerah dibawah jurisdiksi nasional suatu Negara berarti setiap daratan, laut atau udara didalam, dimana suatu Negara melaksanakan tindakan- tindakan pengaturan administrasi dan tanggung jawab sesuai dengan hukum internasional dengan memperhatikan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan; Negara pengekspor berarti suatu pihak dimana perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya direncanakan untuk dimulai atau telah dimulai; Negara pengimpor berarti suatu pihak dimana perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya direncanakan atau mengambil tempat dengan tujuan pembuangan ditempat tersebut atau dengan tujuan pemuatan sebelum pembuangan kedaerah manapun yang tidak berda dibawah jurisdiksi nasional Negara manapun; Negara transit berarti suatu Negara, selain negara pengekspor atau pengimpor, dimana melalui perpindahan lintas batas berbahaya atau limbah lainnya direncanakan atau mengambil tempat; Negara yang terkait berati pihak yaitu Negara pengekspor atau pengimpor, atau Negara transit, baik termasuk atau tidak dalam Pihak- pihak yang terkait; Perorangan berarti setiap individu atau individu yang sah secara hukum; Pengekspor berarti setiap individu dibawah jurisdiksi Negara pengekspor yang menyiapkan limbah berbahay atau limbah lainnya untuk diekspor;