cr ginekomastia

Download Cr Ginekomastia

Post on 19-Jan-2016

76 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gineko

TRANSCRIPT

STATUS PASIEN BEDAH

A. IDENTITAS PASIENNama : Tn. ARJenis Kelamin : Laki-laki Umur : 17 tahun Pekerjaan : MahasiswaStatus: Belum MenikahAlamat : CibolerangMRS : 23 Mei 2014No. CM : 474354

B. ANAMNESAAutoanamnesa pada tanggal 23 Mei 2014Keluhan Utama : Payudara sebelah kiri dirasakan ada benjolanRiwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan ke poliklinik bedah pada tanggal 23 Mei 2014 dengan keluhan dirasakan adanya benjolan pada payudara kiri, benjolan dirasakan ada sejak lebih kurang 1 tahun yang lalu. Pada awalnya benjolan kecil, dirasakan adanya pembesaran sekitar 10x lipat dari ukuran awal. Benjolan pada awalnya tidak terasa nyeri, namun sekarang dirasakan adanya nyeri. Pasien baru pertama kalinya mengalami hal seperti ini.

Riwayat Penyakit Dahulu : tidak adaRiwayat Penyakit Keluarga : tidak ada

C. PEMERIKSAAN FISIKI. Status Generalis1. Kondisi Umum: sakit ringan2. Kesadaran: Compos mentis3. Status Gizi: Baik4. Vital Sign: TD: 130/80 mmHg N : 80 x/menit, R : 22 x/menit, S : 36,5 C.5. Kepala: Conjungtiva Anemis (-)/(-), Sklera Ikterik (-)/(-), turgor kulit baik, bibir sianosis (-), lidah kotor (-). 6. Leher: Tidak ada deviasi, tidak ada massa, tidak ada pembesaran KGB7. Thorax: Inspeksi : Pergerakan dada ka=ki simetris, retraksi intercostalis (-) Palpasi: Fremitus taktil & vokal ka=ki simetris Perkusi: Pulmo : Sonor di kedua hemitoraks Cor : Atas : ICS 2 linea parasternalis sinistra Kanan : ICS 4 linea parasternalis dextra Kiri: ICS 4 linea midklavikula sinistra Auskultasi: Pulmo : VBS kanan=kiri, Ronkhi (-), Wheezing (-)Cor : BJ I-II murni reguler, Murmur (-), Gallop (-) 8. Abdomen Inspeksi: Tampak datar, sikatriks (-) Auskultasi: BU (+) normal Perkusi: Timpani di seluruh kuadran abdomen Palpasi: Hepar & Lien tidak teraba pembesaran Nyeri tekan (-)9. Extremitas Superior dextra dan sinistra : tonus otot: baikgerakan: aktifoedem: (-)massa: (-) Inferior dextra :tonus otot: baikgerakan: aktifoedem: (-)massa: (-) Inferior sinistra :tonus otot: baikgerakan:aktifoedem: (-)massa : (-)

II. Status Lokalis Inspeksi: benjolan tidak terlihat pada palpasi, dan tidak terlihat perbedaan antara kedua mamaePalpasi: ditemukan adanya benjolan berbatas tegas, permukaannya berbenjol-benjol, mobile, konsistensi keras

D. DIAGNOSIS BANDINGGinekomastia, pseudoginekomastia, ca mamae

E. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Ultrasonografi mamae Mamae kiri terlihat lebih menonjol dibandingkan kanan. Scanning dengan USG tampak jaringan fibroglandular mamae kiri menebal, tidak tampak massa.

Kesan : menyokong ginekomastia sinistra.

2. Pemeriksaan Laboratorium gonadotropin korionik serum (hCG) testosteron, estradiol dan LH. E. DIAGNOSIS KERJA Ginekomastia sinistraF. PENATALAKSANAAN ObservasiMedikamentosa : anti estrogen, testosterone sintetik, inhibitor aromatisasiOperatif: a. Surgical Resection (Subkutaneus Mastektomi)b. Liposuctio-assisted mastectomyG. PROGNOSISQua ad vitam : ad bonamQua ad functionam : ad malam

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangJaringan payudara pada kedua jenis kelamin pria dan wanita secara histologi sama saat lahir dan cenderung untuk pasif selama masa anak-anak sampaipada saat pubertas. Pada kebanyakan pria, proliferasi sementara duktus dan jaringan mesenkim sekitar terjadi saat masa pematangan seksual, yang kemudian diikuti involusi dan atrofi duktus. Sebaliknya, duktus payudara dan jaringan periduktal pada wanita terus membesar dan membentuk terminal acini, yang memerlukan estrogen danprogesteron karena stimulasi estrogen terhadap jaringan payudara dilawan dengan efekandrogen, ginekomastia dipertimbangkan sejak dulu akibat ketidakseimbangan antarahormon tersebut.Ginekomastia merupakan kelainan bentuk jinak yang terjadi sekitar 60% dari seluruh kelainan payudara pada laki-laki dan sekitar 85% dari kelainan benjolan padapayudara laki-laki. Berbagai studi populasi banyak menemukan ginekomastia. Ada tiga distribusi periode usia tersering terjadinya ginekomastia atau perubahan payudara yang pada umumnya dipengaruhi hormon. Periode pertama ditemukan saat neonatus yang terjadi sekitar 60-90% dari seluruh kelahiran akibat penyaluran estrogen melalui plasenta. Periode kedua terjadi saat pubertas, yaitu dimulai saat umur10 tahun dan puncaknya antara usia 13-14 tahun. Periode ketiga ditemukan pada orang dewasa yang terjadi antara usia 50-80 tahun. Faktor ras tidak berpengaruh terhadap kejadian ginekomastia.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi PayudaraPada pria dan wanita payudara adalah sama sampai masa pubertas, sampai estrogen dan hormon-hormon lainnya mempengaruhi perkembangan payudara pada wanita dan pria.Payudara terdiri dari jaringan kelenjar fibrosa dan lemak. Jaringan-jaringan ini terpisah dari otot-otot dinding dada, otot pektoralis dan seratus anterior oleh jaringan ikat. Sedikit di bawah pusat payudara dewasa terdapat puting (papila mamaria), tonjolan yang berpigmen dikelilingi oleh areola, puting mempunyai perforasi pada ujungnya dengan beberapa lubang kecil-kecil, apertura duktus laktiferosa. Tuberkel-tuberkel montgomery adalah kelenjar lemak pada permukaan areola.

Gambar 1. Anatomi Payudara Wanita (kiri) dan Anatomi Payudara Pria (kanan)Jaringan kelenjar membentuk 15-25 lobus yang tersusun radier di sekitar puting dan dipisahkan oleh jaringan lemak yang bervariasi jumlahnya, yang mengelilingi jaringan ikat (stroma) di antara lobus-lobus. Setiap lobus berbeda, sehingga penyakit yang menyerang satu lobus tidak menyerang lobus lainnya. Drainase atau lobus menuju ke dalam sinus laktiferosa, yang kemudian bermuara ke puting. Di banyak tempat jaringan ikat akan memadat membentuk pita fibrosa yang tegak lurus terhadap substansi lemak, mengikat lapisan dalam dari fasia subkutan payudara pada kulit. Pita ini yaitu ligamentum cooper, merupakan ligamentum suspensorium dari payudara.2.2. Ginekomastia2.2.1. DefinisiGinekomastia merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu gyvec yang berarti perempuan dan mastos yang berarti payudara, yang dapat diartikan sebagai payudara seperti perempuan. Ginekomastia adalah pembesaran jinak dari payudara laki-laki yang dapat terjadi akibat perubahan hormal pada laki-laki, bayi, remaja, ataupun tua. Pertumbuhan payudara juga bisa disebabkan oleh obat-obatan, perubahan fisiologis dan kondisi medis yang mengubah keseimbangan dari androgen dan estrogen. Kelainan ini juga dapat dikaitkan dengan kelainan kromosom Klinefelter syndrome. Pada pasien HIV tertentu yang menerima terapi anti-retroviral juga mungkin hadir dengan condition.Ginekomastia berhubungan dengan beberapa kondisi yang menyebabkan pembesaran abnormal dari jaringan payudara pada pria. Ginekomastia merupakan pembesaran jinak payudara laki-laki yang diakibatkan proliferasi komponen kelenjar. Ginekomastia biasanya ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan kesehatan rutin atau dapat dalam bentuk benjolan yang terletak dibawah regio areola baik unilateral maupun bilateral yang nyeri saat ditekan atau pembesaran payudara yang progresif yang tidak menimbulkan rasa sakit.Klasifikasi berdasarkan American Society of Plastic Surgeon :Grade I: pembesaran payudara kecil dengan pembesaran kecil (sebesar kancing) jaringan sekitar areola Grade II: pembesaran payudara sedang, melebihi batas areola dengan tepi yang tidak jelas pada dada Grade III: pembesaran payudara sedang melebihi batas areola dengan tepi yang berbeda dari dada dengan redundansi kulit Grade IV : pembesaran payudara besar dengan kulit redundansi (kelebihan) dan adanya feminisasi payudara2.2.2. EtiologiGinekomastia dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologinya. Ginekomastia idiopatik terjadi sekitar 75% dari kasus. Keadaan fisiologis terjadi pada bayi baru lahir dan usia dewasa saat memasuki pubertas. Pada bayi baru lahir, jaringanpayudara yang membesar berasal dari interaksi estrogen ibu melalui transplasenta. Ginekomastia pada orang dewasa sering ditemukan saat pubertas dan sering bersifatbilateral. Ginekomastia pada masa remaja terjadi pada 2/3 remaja. Dan bertahan sampai beberapa bulan. Jika ginekomastia selama masa puber ini menetap maka disebut ginekomastia esensial.Kondisi patologik diakibatkan oleh defisiensi testosteron, peningkatanproduksi estrogen atau peningkatan konversi androgen ke estrogen. Kondisi patologikjuga didapatkan pada anorchia kongenital, klinefelter sindrom, karsinoma adrenal, kelainan hati dan malnutrisi.Penggunaan obat-obatan juga dapat menyebabkan ginekomastia. Obat-obatpenyebab ginekomastia dapat dikategorikan berdasarkan mekanisme kerjanya. Tipe pertama adalah yang bekerja seperti estrogen, seperti diethylstilbestrol, digitalis danjuga kosmetik yang mengandung estrogen. Tipe kedua adalah obat-obat yang meningkatkan pembentukan estrogen endogen, seperti gonadotropin. Tipe ketiga adalah obat yang menghambat sintesis dan kerja testosteron, seperti ketokonazole, metronidazole dan cimetidine. Tipe terakhir adalah obat yang tidakdiketahui mekanismenya seperti captopril, antidepresan trisiklik, diazepam dan heroin.

Etiologi Ginekomastia2.2.3. PatogenesisJaringan payudara pada kedua jenis kelamin pria dan wanita secara histologi sama saat lahir dan cenderung untuk pasif selama masa anak-anak sampaipada saat pubertas. Pada kebanyakan pria, proliferasi sementara duktus dan jaringan mesenkim sekitar terjadi saat masa pematangan seksual, yang kemudian diikuti involusi dan atrofi duktus. Sebaliknya, duktus payudara dan jaringan periduktal pada wanita terus membesar dan membentuk terminal acini, yang memerlukan estrogen danprogesteron karena stimulasi estrogen terhadap jaringan payudara dilawan dengan efekandrogen, ginekomastia dipertimbangkan sejak dulu akibat ketidakseimbangan antarahormon tersebut.Masa transisi dari prepuber ke postpuber diikuti oleh peningkatan 30 kali lipat hormon testosteron dan 3 kali lipat hormon estrogen. Ket