cr hernia.docx

Download CR Hernia.docx

Post on 25-Dec-2015

217 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

Laporan Kasus

HERNIA INGUINALIS MEDIALIS REPONIBLE

Disusun OlehACHMAD PERWIRA KEVINH1A010023

Pembimbingdr. JULIAN FAMIL, Sp.B, FICS,FINACS

SMF BEDAH RSUD BAYANGKARA BENGKULUPROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS BENGKULU2014KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan sari pustaka tentang Hernia. Referat ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan kepaniteraan klinik pada bagian Bedah di Rumah Sakit Umum Bayangkara Bengkulu.Terimakasih banyak kepada dr. Julian Famil, Sp.B, FICS,FINACS selaku pembimbing dalam penyusunan makalah ini yang telah sabar dalam memberikan arahan dan masukan kepada penulis dalam menyusun makalah ini, kepada kedua orang tua penulis yang telah memberikan curahan kasih sayang dan segala dukunganya serta kepada rekan-rekan kepaniteraan klinik Bedah yang telah membantu penyelesaian referat ini sehingga dapat selesai tepat waktu.Penulis menyadari masih kurangnya pengetahuan, pemahaman dan pengalaman penulis dalam penyusunan referat ini sehingga sari pustaka ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran kepada semua pihak agar penulis dapat menyusun sari pustaka lebih baik lagi di lain waktu.Semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca.

Bengkulu, Desember 2014

Achmad Perwira KevinBAB IPENDAHULUANHernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari bagian muskulo-aponeurotik dinding perut, yang dicetuskan oleh peningkatan tekanan intraabdomen yang berulang atau berkelanjutan.1 Hernia inguinalis medialis terjadi sekitar 15% dari semua hernia inguinalis. Hernia inguinalis medialis jarang terjadi pada perempuan dan sebagian besar bersifat bilateral. Hernia ini merupakan penyakit pada laki-laki tua dengan kelemahan dinding abdomen.1Hernia inguinalis lateralis kira-kira 20 kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan dan hampir sepertiganya bersifat bilateral. Hernia ini lebih sering dijumpai pada sisi kanan (normalnya processus vaginalis dextra mengalami obliterasi setelah processus vaginalis sinistra; testis dextra turun setelah testis sinistra turun). Juga lebih sering dijumpai pada anak-anak dan dewasa muda.1Insidens hernia meningkat dengan bertambahnya umur mungkin karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan intraabdomen dan berkurangnya kekuatan jaringan penunjang.2Diagnosis hernia dapat ditegakkan atas dasar benjolan yang dapat direposisi, atau, jika tidak dapat direposisi, atas dasar tidak adanya pembatasan jelas disebelah cranial dan adanya hubungan ke cranial melalui annulus eksternus.2

BAB IILAPORAN KASUS

2.1 IDENTITAS PASIEN Nama: Tn. MUmur: 70 tahun Jenis kelamin: Laki-lakiPekerjaan: PetaniAlamat: Jl. Panca Multi, Bengkulu Tengah Agama: Islam Tanggal masuk RS: 9 Desember 2014Tanggal Operasi: 9 Desember 2014Tanggal Keluar RS: 10 Desember 2014

2.2 DATA SUBJEKTIF2.2.1 Anamnesis: Telah dilakukan Autoanamnesa pada tanggal 8 Desember 2014. Pukul 15.00 WIB.2.2.2 Keluhan Utama:Benjolan pada pangkal paha kanan yang hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu. 2.2.3 Riwayat Penyakit Sekarang (RPS): Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluhkan adanya benjolan yang hilang timbul pada paha atas kanan. Benjolan berbentuk bulat, sebesar kelereng, tidak semakin membesar. Benjolan timbul ketika berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring, tidak ada nyeri.

2.2.4 Riwayat Penyakit Dahulu (RPD): Pasien menyatakan belum pernah mengalami gejala yang sama sebelumnya. Penyakit asma disangkal, Alergi obat dan makanan juga disangkal dan pasien tidak pernah operasi sebelumnya.2.2.5 Riwayat Penyakit Keluarga (RPK): Pasien menyatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama. 2.2.5 Riwayat Sosial Ekonomi: Pasien seorang petani, sehari-hari biasa bekerja berat dan mengangkat beban, berobat dengan BPJS.2.3 Pemeriksaan Fisik2.3.1 Status generalis: 9 Desember 2014 Keadaan umum: Baik Kesadaran: Compos mentis Tekanan darah: 130/80 mmHg Nadi: 82 x/ menit Pernafasan: 20 x/menit2.3.2 Kepala: Normocephali Rambut berwarna hitam Tidak ada deformitas2.3.3 Mata: Conjungtiva tidak anemis Sklera tidak ikterik Pupil: isokor Palpebra tidak edema2.3.4 Telinga: Daun telinga: Normal Tidak ada secret/ pendarahan

2.3.5 Hidung: Septum: Terletak ditengah dan simetris Mukosa hidung: Tidak hiperemis Tidak terdapat deformitas Tidak terdapat sekret/ perdarahan2.3.6 Leher: Dalam batas normal, kelenjar tiroid tidak teraba membesar, trakea letak ditengah2.3.7 Kelenjar Gatah Bening: Leher: Tidak teraba membesar Axilla: Tidak teraba mebesar Inguinal: Tidak teraba membesar2.3.8 Thorax:Cor I: Ictus cordis tidak terlihat P: Ictus cordis teraba 1 jari linea midklavikularis, ICS 5 P: Batas atas ICS 2 garis parasternal kiri Batas kanan ICS 3-4 garis sternalis kanan Batas Kiri ICS 5, 1 cm lateral garis midklavikularis kiri A: S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)Pulmo I: Pergerakan nafas simetris saat statis dan dinamis P: Vocal fremitus sama pada kedua paru P: Sonor pada seluruh lapangan paru A: Suara nafas vesikuler di kedua paru, Rh -/-, Wh -/-2.3.9 Abdomen: I: tampak tidak cembung, tidak terdapat pelebaran vena, dam steifung tidak ada, dam contour tidak ada P: Supel, nyeri tekan (-), Nyeri lepas (-), benjolan (-) P: Timpani, nyeri ketok (-), Shifting dullness (-) A: Bising usus (+) normal 6x/menit2.3.10 Punggung: Tidak terdapat kelainan bentuk tulang pada punggung pasien Tidak terdapat skoliosis, lordosis, kifosis Tidak terdapat nyeri pada perabaan vertebra

2.3.11 Ekstermitas: Akral biasa ++++

Edema---+2.3.12 Status Lokalis:Regio femur dekstra Inspeksi Dengan mengedan atau batuk tampak ada massa yang keluar pada pangkal paha kanan bentuk bulat seperti kelereng, warna kulit sama seperti kulit di sekitarnya dan tidak terdapat tanda-tanda radang. Palpasi Teraba massa di regio femur dextra superior, permukaan rata, kenyal, masih dapat dimasukkan, batas atas tidak jelas, transluminasi (-), mobile dan tidak nyeri. Auskultasi Bising usus: (+)

2.4 Pemeriksaan Tambahan2.4.1 Laboratorium: Hb: 12,6 g/dl Waktu Pendarahan: 200 (1-6 menit) Waktu Pembekuan: 315 (2-6 menit) GDS: 98,5

2.4.2 Finger test : Teraba tekanan pada sisi medial pada jari telunjuk2.5 Diagnosa Kerja Hernia Inguinalis Medialis Dextra Reponible2.6 Resume Pasien laki-laki berusia 70 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan merasa ada benjolan yang hilang timbul. Pasien mengaku sejak 2 bulan yang lalu merasakan ada benjolan di pangkal paha kanan yang timbul saat beraktivitas, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Benjolan tidak menimbulkan rasa nyeri. Pasien tidak ada riwayat asma, alergi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dan status generalis dalam batas normal. Pada status lokalis di regio femur dextra terlihat ada benjolan berbentuk bulat, namun tidak ditemukan tanda-tanda peradangan. Pada palpasi teraba benjolan / massa yang kenyal timbul apabila pasien disuruh mengedan. Pada auskultasi tidak didapatkan bising usus.2.7 Rencana Terapi1. Rencana Diagnosis : Pembedahan elektif2. Rencana Terapia) Informed consentb)Terapi cairan infus RL gtt XX/mntc)Pencegahan infeksi, cefotaxime Vial 2 x1 gram (IV)f)Konsul Bedahg)Konsul Anastesi3.Initial Plan Edukasia.Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai penyakit yang diderita dan komplikasi yang mungkin terjadi.b. Menjelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan dan resikonya2.8 Penatalaksanaan1. Operatif : Hernioplasty Operasi selesai pukul 20.00 WIB

2. Laporan operasi :a. Posisi supineb. Asepsis dan antiseptik prosedurc. Insisi sesuai garis kulit di inguinal kirid. Buka fascia, identifikasi funikulus spermatikuse. Cari kantong herniaf. Buka kantong herniag. Lakukan herniotomyh. Lakukan hernioplastyi. Rawat pendarahanj. Jahit luka operasi lapis demi lapisk. Operasi selesai3. Pengobatan umum : Ciprofloxacin 2 x 500 mg Asam mefenamat 3 x 500 mg4. Instruksi post operasia. Rawatb. Apabila bising usus sudah terdengar dan flatus (+) pasien boleh makan dan minumc. Tidak boleh duduk sampai besok pagid. Imobilisasi (miring ka/ ki)

2.9 Follow UpH+1 (10 Desember 2014)1. Keadaan umum: Baik2. Kesadaran: Compos mentis3. Tekanan darah: 130/80 mmHg4. Nadi: 78 x/ menit5. Pernafasan: 21 x/menit6. Flatus: (+)

7. Status generalisa. Thorax: Cor/ PulmoDBNb. Abdomen: I :tidak tampak cembung, tampak luka diverbanP : Supel, nyeri tekan (-)P : TimpaniA : Bising usus (+) normalc. Ekstermitas : Akral biasa ++ ++

Edema--

--d. Status lokalis Luka operasi tertutup verband, tidak ada rembesan darah, nyeri pada luka bekas operasi (+).

2.10 Pengkajian Dipikirkan hernia karena dari anamnesis didapatkan keluhan adanya benjolan pada pangkal paha kanan yang muncul ketika penderita sedang berdiri atau beraktivitas berat, dimana pada keadaan tersebut yang mengakibatkan peningkatan tekananan intraabdomen akan membuat isi abdomen (ileum) masuk ke dalam kanalis inguinalis yang mengakibatkan timbulnya benjolan pada regio inguinalis. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan berbentuk bulat sebesar kelereng pada pangkal paha kanan, tidak ada warna kemerahan, nyeri tekan tidak ada. Benjolan menghilang ketika pasien berbaring dan muncul kembali ketika pasien mengejan atau berdiri. Dipikirkan hernia inguinalis medialis dextra dikarenakan pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan/massa berbentuk bulat pada pangkal paha kanan. Pada saat dilakukan finger test, teraba adanya massa yang menekan pada sisi jari. Termasuk dalam hernia ya