artikel oke

Download Artikel Oke

Post on 20-Oct-2015

12 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jn, b

TRANSCRIPT

DAMPAK ANGKUTAN SEDIMEN SEJAJAR PANTAI PADA PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SEKITAR KOTA SINGKIL

Oleh :

Hubbirra

NIM. 0809200060025

Komisi Pembimbing :

1. Dr. Eng. Syamsidik, ST, MSc.

2. Dr.Ir. Eldina Fatimah, MSc.,M.Eng.

ABSTRAK

Menanggapi kebutuhan perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk, infrastruktur dan pemukiman penduduk dibangun pada kawasan pantai. Bertolak belakang dengan hal tersebut, kasus abrasi pantai di Provinsi Aceh terus terjadi. Abrasi pantai merupakan dampak dari pergerakan sedimen terutama dalam arah sejajar pantai. Data analisis jangka pendek dan menengah mengenai perubahan garis pantai masih jarang. Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi dampak dari angkutan sedimen sejajar pantai pada perubahan garis pantai. Penelitian ini dilakukan di Pantai sekitar Kota Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Pantai Sekitar Kota Singkil merupakan daerah rentan terhadap abrasi dan akresi yang sering dilaporkan Aceh Disaster information and Data (DiBA). Pantai sekitar Kota Singkil memiliki tiga sumber sedimen aktif dan dominan, yaitu muara Sungai Singkil, Muara Sungai Ujung Bawang dan Muara Laguna Anak Laut. Dalam penelitian ini, komponen laju angkutan sedimen diinvestigasi dengan cara pengukuran data bathymetry, perbandingan garis pantai terkini dengan peta dasar, dan menghitung laju potensial angkutan sedimen berdasarkan kejadian alami. Hipotesis dari penelitian ini adalah terjadinya perubahan dalam waktu tertentu pada laju angkutan sedimen dan atau ada faktor lain yang menyebabkan perubahan garis pantai. Untuk peramalan tinggi gelombang, penelitian ini menggunakan data angin dari Badan Meteorologi dan Geofisika di Bandara Cut Nyak Dien Kabupaten Nagan Raya. Penelusuran garis pantai digunakan untuk mengukur situasi garis pantai terkini. Analisis sumber sedimen dasar di sekitar pantai dilakukan dengan mengambil sampel sedimen dasar pada enam lokasi yang berbeda. Pada empat lokasi, sedimen dominan berasal dari sedimen sungai. Sementara pada dua lokasi lain, relatif tidak ada pengaruh dari sedimen sungai. Program arcGIS digunakan dalam proses pemetaan perubahan garis pantai. Penelitian ini menunjukkan laju potensial angkutan sedimen sejajar pantai 127.717,20 m3/tahun menuju arah timur. Total luas erosi 231.256,21 m2 dan akresi 218.529,90 m2.

Kata Kunci: perubahan garis pantai, laju angkutan sedimen,erosi, akresi.

1

10

PENDAHULUAN

Perubahan garis pantai salah satunya merupakan dampak dari pergerakan sedimen terutama pergerakan sedimen sejajar pantai (longshore sediment transport). Pergerakan sedimen dipengaruhi oleh aktivitas gelombang, arus, pasang surut, dan angin. Pantai-pantai di Aceh rentan terhadap pergerakan sedimen yang memberi dampak pada mundurnya garis pantai (abrasi), majunya garis pantai (akresi) dan pendangkalan muara sungai. Pergerakan sedimen memberikan dampak terhadap perubahan geomorfologi, ketidakstabilan ekologi, kerusakan bangunan di sekitar pantai dan pendangkalan muara sungai.

Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi dampak dari angkutan sedimen sejajar pantai pada perubahan garis pantai. Dalam penelitian ini, komponen laju angkutan sedimen diinvestigasi. Hipotesisnya adalah terjadinya perubahan dalam waktu tertentu pada laju angkutan sedimen dan atau ada faktor penurunan tanah yang menyebabkan erosi atau akresi.

Untuk mengetahui perubahan garis pantai sampai dengan kondisi terkini dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data angin, peta topografi, peta bathymetry, data pasang surut, dan sampel sedimen dasar. Pengambilan data primer dilakukan dengan pengukuran lapangan berupa pengukuran bathymetry, penelusuran garis pantai menggunakan GPS, dan di beberapa titik lokasi diambil sampel sedimen. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan menganalisis data tersebut.

Dalam penelitian ini penulis membatasi peninjauan terhadap permasalahan pantai di sekitar Kota Singkil yang meliputi :

1. Perhitungan laju potensi angkutan sedimen sejajar pantai akibat dari aktivitas gelombang, terutama angin pembentuk gelombang (peramalan gelombang dari data angin, karena tidak adanya data gelombang);

2. Analisis perpindahan sedimen (sediment transport rates) dan perubahan elevasi kedalaman laut sekitar pantai Kota singkil dengan membandingkan peta bathymetry pengukuran tahun sebelumnya dengan pengukuran terkini pada lokasi tertentu;

3. Analisis perubahan garis pantai dengan membandingkan peta dasar terhadap penelusuran garis pantai, peta bathymetry dan topografi terkini yang dibantu dengan program ArcGIS;

4. Dan analisis sumber sedimen berdasarkan sampel sedimen dasar yang mempengaruhi geomorfologi pantai.

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Perubahan garis pantai lebih diakibatkan oleh erosi pantai dan efek dari hempasan gelombang di bibir pantai dibandingkan akibat arus. Kombinasi hempasan gelombang dan arus pada bibir pantai mempengaruhi pergerakan sedimen yang mengubah garis pantai. Pada proses jangka panjang akan terjadi perubahan morfologi pantai, dimana terjadi pergerakan dan perpindahan material oleh gelombang dan arus pada daerah pantai. Pasokan pasir yang berada di sepanjang pantai berpotensi lebih, seimbang, atau kurang tergantung dari imbangan pasokan pasir. Pasokan pasir akan seimbang untuk daerah tertentu jika jumlah pasir yang berpindah dari lokasi tersebut sama dengan jumlah pasir yang datang (Ali 2007).

Konsep perhitungan perubahan garis pantai bahwa pantai akan mempertahankan bentuk rata-rata yang menjadi ciri khas tertentu, bahagian dari perubahan garis pantai yang ekstrim disebabkan oleh badai. Sebagai contoh, garis lengkung pantai akan tetap landai dalam jangka panjang, pantai curam tetap akan curam dalam jangka panjang. Terjadinya perubahan musim gelombang yang menyebabkan posisi dari garis pantai berpindah ke arah pantai dan ke arah laut selalu dalam suatu siklus, dengan perubahan kelandaian dan kelandaian rata-rata dari profil, penyimpangan rata-rata kemiringan profil pantai yang aktif relatif kecil (Reeve et al. 2008 : 220).

Kombinasi gelombang pecah di laut dangkal dengan arus dari arah vertikal dan horizontal menyebabkan pindahnya sedimen. Perpindahan sedimen menyebabkan perubahan morfologi pantai berupa perubahan kedalaman dan garis pantai. Dalam jangka waktu tertentu terjadi perpindahan sedimen sejajar pantai sebanyak ratusan sampai dengan ribuan meter kubik pasir di sepanjang pantai. Perpindahan sedimen ini sangat penting dalam perubahan morfologi pantai, dan dapat dihitung berapa besar volume sedimen yang tergerus, tersedimentasi atau masih tetap. Dengan mengetahui laju angkutan sedimen sejajar pantai sangat penting dalam perencanaan bangunan pantai (Rosati et al. 2002 : III-2-1).

Untuk menghitung sedimen yang hilang, laju potensial angkutan sedimen sepanjang pantai pada studi ini menggunakan Metode Komar & Inman (Aagard 2004) :

(2.1)

(2.2)

Hubungan Il dengan Pl dihitung berdasarkan root-mean-square (rms)tinggi gelombang saat pecah (Hb,rms). Koefisien K didefenisikan berdasarkan penggunaan rms gelombang pecah Hb,rms. The Shore Protection Manual (1984) memberikan koefesien KSPM sig = 0,39 berdasarkan perhitungan yang menggunakan tinggi gelombang signifikan. Nilai koefisien SPM untuk tinggi gelombang rms Hb rms adalah KSPM rms = 0,92. Pada awalnya nilai koefisien K rms adalah dengan menggunakan koefisien K Komar dan Inman (1970); Kk&i rms = 0,778. Nilai K inilah yang sering dipakai dalam laju potensial angkutan sedimen sejajar pantai dengan asumsi bahwa:

hb = Hb,rms/0.28 (2.3)

dimana:

hb= Kedalaman laut pada posisi gelombang pecah (m);

Sehingga volume angkutan sedimen permukaan air dangkal menjadi :

Ql = 0,602 Hb,rms5/2 sin ( 2 ) ( m3/dt) (2.4)

Catatan data gelombang tidak tersedia di sekitar lokasi penelitian. Konsekuensinya, tinggi gelombang di atas permukan dihitung dengan menggunakan SMB shallow water wave prediction model US Army Corps of Engineers (Agaard 2004) dan data angin. Menghitung volume potensial sedimen transpor dan refraksi gelombang dengan menggunakan teori gelombang linier, persamaan (2.4) menjadi :

Ql = 0,106Hs5/2 sin cos ( m3/dt) (2.5)

dimana:

Hs= Tinggi gelombang signifikan (m);

= Sudut kejadian gelombang laut dalam.

= Sudut gelombang pecah.

Ql= Angkutan sedimen sepanjang pantai

(m3/dt);

= Massa jenis sedimen (=2.650 kg/m3) ;

n= in-place porosity (=0,4)

Pl = Komponen fluks energi gelombang

sepanjang pantai pada saat pecah

(Nm/d/m);

Angin yang berhembus di atas permukaan air akan memindahkan energinya ke air. Kecepatan angin akan menimbulkan tegangan pada permukaan laut, sehingga permukaan air yang semula tenang akan terganggu dan timbul riak gelombang kecil di atas permukaan air. Apabila kecepatan angin bertambah, riak tersebut menjadi semakin besar, dan apabila angin berhembus terus akhirnya akan terbentuk gelombang. Semakin lama dan semakin kuat angin berhembus, semakin besar gelombang yang terbentuk (Triatmodjo 1999 : 149).

Peramalan tinggi gelombang menggunakan persamaan US Army Corps of Engineers, (Agaard 2004) :

(2.6)

dimana:

UA= Kecepatan angin (m/dt);

h= Kedalaman air (m);

F= Jarak seret gelombang /fetch (m).

Jumlah data angin diolah dan disajikan dalam bentuk ringkasan atau diagram yang disebut mawar angin (wind rose). Penyajian data tersebut dapat diberikan dalam bentuk bulanan, tahunan atau untuk beberapa tahun pencatatan. Dengan mawar angin tersebut maka karakteristik angin dapat dibaca dengan cepat. Dengan menghitung energi dan arah angin dominan pada mawar ang