perhitungan oke

Download Perhitungan Oke

Post on 18-Jan-2016

62 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dfgrer

TRANSCRIPT

PerhitunganPerencanaan Struktur Rangka BajaPerencanaan struktur rangka baja ini direncanakan untuk bangunan yang bentangannya lebih panjang, misalnya ;untuk Worshop Bengkel, Kantor Bupati, Kantor DPRD dan lain sbagainya. Dimana prencanaan ini direncanakanuntuk Worshop Bengkal yang bentangannya (jarak antara kuda-kuda) adalah sebesar 4 m dan bentangannya adalah= 21 m.333333321mGambar.1. Rencana Rangka Kuda - Kuda BajaDimana diketahui :Spesifikasi Gording ( Baja Profil ( C ) Kanal Berkait )Asumsi berat gording=8.31Kg/m'Jarak Antara Gording=0.80MBeban Hujan (RAIN LOAD)=25Kg/m2Beban Hidup (LIVE LOAD)=200Kg/m2Beban Angin (WING LOAD)=75Kg/m2Berat Atap Seng. BJLS.Gelombang 11=10Kg/m2Solusi1.Cek Struktur RangkaDimana;M=2 . J-327=30-327=27Oke Termasuk Statis TertentuKet :M=Jumlah Member (batang)J=Joint (titik penghubung)2.Menentukan Nilai SudutNilai sudut dapat ditentukan dengan cara sebagau berikut ;1=Tan( Tegak / Datar )2=Tan( Tegak / Datar )=Tan4.5=Tan110.59=Degrees0.4048917863=Degrees0.1106572212=23.20=6.343.Standar Kombinasi Pembebanan SNI 03 - 1729 - 2002Berdasarkan beban-beban tersebut di atas maka struktur baja harus mampu memikul semua kombinasipembebanan di bawah ini:1,4D(6.2-1)1,2D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)(6.2-2)1,2D + 1,6 (La atau H) + ( L L atau 0,8W)(6.2-3)1,2D + 1,3 W + L L + 0,5 (La atau H)(6.2-4)1,2D 1,0E + L L(6.2-5)0,9D (1,3W atau 1,0E)(6.2-6)Keterangan:(D) adalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen, termasuk dinding, lantai, atap, plafon,partisi tetap, tangga, dan peralatan layan tetap.(L) adalah beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung, termasuk kejut, tetapi tidak termasuk bebanlingkungan seperti angin, hujan, dan lain-lain.(La) adalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja, peralatan, dan material, atauselama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak.(H) adalah beban hujan, tidak termasuk yang diakibatkan genangan air.(W) adalah beban angin(E) adalah beban gempa, yang ditentukan menurut SNI 0317261989, atau penggantinya.dengan; L = 0,5 bila L< 5 kPa, dan L = 1 bila L 5 kPa.Kekecualian: Faktor beban untuk L di dalam kombinasi pembebanan pada persamaan 6.2-3, 6.2-4, dan 6.2-5harus sama dengan 1,0 untuk garasi parkir, daerah yang digunakan untuk pertemuan umum, dan semua daerahdi mana beban hidup lebih besar daripada 5 kPa.4.Rencana Jarak GordingPerencanaan jarak koroding yang direncanakan adalah antara 2 titikyaitu G - I dengan panjang =3.264meter dibagi 3 maka jarak gording =1.088meterGambar.2. Detail Jarak GordingGambar.3. Tambak AtasGambar.4. Area Beban Gording5.Perhitungan Beban Pada Gording5.1.Beban Mati ( BM )4mRAVRBVqatap=10Kg/m2x0.8m=8Kg/m'qBS=8.31Kg/m1=8.31Kg/m'+qBM=16.31Kg/m'Untuk beban terfaktor, beban mati dikali dengan nilai koefisiennya yaitu 1,2 qBM maka ;qBMxKoefisien Pengali=1.2x16.3Kg/m'=19.57Kg/m'qBM=19.57Kg/m'4mRAVRBVR=q . L=19.572x4=78.288TRAV=RBV=R=78.288=39.14T22MMAX X=q . Cos . L28=19.57xCos23.20x428=19.57x0.91914503x168=35.979Kg mDalam sumbu Y dipakai penggantung gording, Maka Jarak (D) dibagi 2 (dua);MMAX Y=q . Sin . (L/2)28=19.572xSin23.1985905136x228=19.572x0.3939192986x48=3.855Kg m5.2.Beban Hidup ( BH )Beban Hidup (Orang) diambil adalah :=200KgUntuk beban terfaktor, beban hidup dikali dengan nilai koefisiennya yaitu 1,6 qBH maka ;BH=1.6x200Kg=320KgBH=320Kg4mRAVRBVRAV=RBV=BH=320=160Kg22MMAX X=P . Cos . L4=320xCos23.20x44=320x0.91914503x44=294.1264096058Kg mDalam sumbu Y dipakai penggantung gording, Maka Jarak (D) dibagi 2 (dua);MMAX Y=P . Sin . (L/2)=320x0.3939192986x244=320xSin23.20x2=63.03Kg m45.3.Beban Angin ( BA )Beban Angin ( BA ) diambil sebesar=73Kg/m2Dimana Koefisien pengali akibat angin tekan dan angin hisap adalah sebagai berikut ;Untuk bangunan tertutup.Maka Koefisien pengali untuk angin tekan dan angin hisap adalah ;Angin Tekan ( AI )Angin Hisap ( IB )AI=0.02-0.4IB=-0.40=0.02x23.1985905136-0.4=0.464-0.4=0.06Maka nilai tekanan yang diakibatkat angin tekan dan angin hisap adalah ;Beban angin pada AI akibat angin tekan dikali dengan koefisiennya yaitu 1,3 W, maka ;W1=1.3xAIxLxBeban Angin=1.3x0.064x0.8mx75Kg/m2=4.99Kg/m'Beban angin pada IB akibat angin hisapW2=1.3xAIxLxBeban Angin=1.3x-0.400x0.8mx75Kg/m2=-31.20Kg/m'Untuk perhitungan momen akibat tekan dan angin hisap diuraikan terhadap sumbu X dan sumbu Y.Sumbu XAkibat W1MMAX X=W1 . L28=4.99x42=79.837=9.98Kg m88Akibat W2MMAX X=W2 . L28=-31.20x42=-499.20=-62.40Kg m88Sumbu YMMAX Y=05.4.Kombinasi Pembebanan5.4.1.Beban Mati + Beban HidupMMAX X (BM)+MMAX X (BH)=35.98+294.13=330.11Kg mMMAX Y (BM)+MMAX Y (BH)=3.85+63.03=66.88Kg m+MMAX Total=396.99Kg m5.4.2.Beban Mati + Beban AnginMMAX X (BM) + MMAX X (BA (W1))=35.98+9.98=45.96Kg mMMAX X (BM) + MMAX X (BA (W2))=35.98+-62.40=-26.42Kg mMMAX Y (BM) + MMAX Y (BA)=3.85+0.00=3.85Kg m+MMAX Total=23.39Kg mMaka Nilai MMAX X dan MMAX Y dibandingkan dan diambil nilai yang terbesar dari kombinasi pemb-ebanan adalah sebagai berikut ;MMAX X=330.11Kg mMMAX Y=66.88Kg m6.Perhitungan Dimensi Gording6.1.Tinjau Terhadap Syarat kekuatanDalam daftar baja untuk baja profil kanan tanpa kait perbandingan antara Wy dan Wx 1Banding4dengan tegangan izin BJ.37 (FE. 360) = 1600 Kg/cm2.MX+MYWXWYWY=1Maka ;WY=WXWX44MX+MYMX+MYMX+4 MYWXWYWXWX/4WXWXMaka ;WX=4 MY + MX1600WX=4x6688.1982028562+33010.5=35.81Cm31600Dipakai Baja kanel tanpa kait dimensi 150 x 65 x 20 mm yang mempunyai WX = 44,3 Cm3 dan berat sendiri= 7,51 Kg/cm2 dan tegangan yang diizinkan untuk BJ. 37 (FE. 360) adalah 1600 Kg/cm2.WX=4 MY + MX1600WX=4x6688.1982028562+33010.5422660805=35.81Cm344.30Cm31600Kontrol terhadap tegangan IzinMX+MYWXWY1600Kg/cm233010.5422660805Kg cm+6688.1982028562Kg cm44.30Cm312.20Cm31600Kg/cm21293.3719350788Kg/cm2tidak6.2.Cek Kekakuan(Kontrol lendutan )Menurut PPBBI '83, untuk balok-balok miring pedoman batas lendutan berlaku untuk tegak lurus sumbu kuat( sumbu X ) kecuali ada ketentuan lain, untuk lendutan yang diizankan adalah sebesar 1,667 cm dan modulus elastisitas sama dengan 2.1 x 106 kg/cm2Kontrol Untuk Beban Hidup + Beban Mati adalah;fX=5xq . Cos . Lx4 . P4384E . IxfX=5x0.1631xCos23.20x44x20043842.1x106x329fX=5x0.1631x0.91914503x256x1600000000384690900000fX=0.0130208333x88.8756437698fX=1.157Cm1.667CmJadi lendutan yang terjadi akibat beban mati + beban hidup adalah sebasar = 1,157 cm.7.Pembebanan Pada Rangka Akibat Beban Tetap ( BT )Dihitung dengan metode Of Joint (titik buhul)333333321mV = 0RAV=RBV=8P=4P2Dimana Nilai Sudutnya adalah ;1=23.203=11.665=40.077=55.892=6.344=46.766=59.518=66.80Joint AFX = 030S1 . Cos 1+S2 . Cos 2=060S1 .0.919+S2 .0.994=00.8660.919S1+0.994S2=0............................. Pers 10.5000.8661.15470053842.5980762114FY = 0-0.5P+4P+S1 . Sin 1+S2 . Sin 23.5P+S1 .0.394+S2 .0.110=00.394S1+0.110S2=-3.5P............................. Pers 2Subtitusi Pers 1 dan 20.919S1+0.994S2=0P0.3940.362S1+0.392S2=0P0.394S1+0.110S2=-3.5P0.9190.362S1+0.101S2=-3.2P-0.290S2=3.2PS2=3.2P0.290Masukkan nilai S2 kedalam pers 1S2=11.092P( Tarik )0.919S1+0.994S2=0P0.919S1+0.99411.092P=0P0.919S1+11.024P=0P0.919S1=0P-11.024PS1=-11.0238711952P=-11.994P( Tekan )0.919Joint CFX = 0- S1 . Cos 1+ S3 . Cos 3+ S4 . Cos 1=011.994P0.919+ S3 .0.979+ S4 .0.919=011.024P+0.979S3+0.919S4=00.979S3+0.919S4=-11.024P...................... Pers 3FY = 0- P- S1 . Sin 1- S3 . Sin 3+ S4 . Sin 1=0- P+11.994P x0.394- S3 .0.202+ S4 .0.394=0- P+4.725P-0.202S3+0.394S4=0-0.202S3+0.394S4=-3.725P................ Pers 4Subtitusi Pers 3 dan 40.979S3+0.919S4=-11.024P0.2020.198S3+0.186S4=-2.2279642695P-0.202S3+0.394S4=-3.725P0.979-0.198S3+0.386S4=-3.648P +0.572S4=-5.876PS4=-5.876P0.572Masukkan nilai S4 kedalam pers 3S4=-10.280P( Tekan )0.979S3+0.919S4=-11.024P0.979S3+0.919-10.280P=-11.024P0.979S3-9.449P=-11.024P0.979S3=-11.024P+9.449PS3=-1.575P=-1.608P( Tekan )0.979Joint D=0FX = 0- S2 . Cos 2- S3 . Cos 3+ S5 . Cos 4+ S6 . Cos 2=0-11.092P0.994+1.608P0.979+ S5 .0.685+ S6 .0.994=0-11.0238711952P+1.575P+0.685S5+0.994S6=00.685S5+0.994S6=9.449P...................... Pers 5FY = 0- S2 . Sin 2+ S3 . Sin 3+ S5 . Sin 4+ S6 . Sin 2=0-11.092P0.110-1.608P0.202+ S5 .0.728+ S6 .0.110=0-1.225P-0.325P+0.728S5+0.110S6=00.728S5+0.110S6=1.550P................ Pers 6Subtitusi Pers 5 dan 60.685S5+0.994S6=9.449P0.7280.499S5+0.724S6=6.883P0.728S5+0.110S6=1.550P0.6850.499S5+0.076S6=1.062P -0.648S6=5.822PS6=5.822P0.648Masukkan nilai S6 kedalam pers 5S6=8.979P( Tarik )0.685S5+0.994S6=9.449P0.685S5+0.9948.979P=9.449P0.685S5+8.9239472309P=9.449P0.685S5=9.449P-8.924PS5=0.525P=0.766P( Tarik )0.685Joint EFX = 0- S4 . Cos 1- S5 . Cos 4+ S7 . Cos 5+ S8 . Cos 1=010.280P0.919-0.766P0.685+ S7 .0.765+ S8 .0.919=09.44897535P-0.525P+0.765S7+0.919S8=00.765S7+0.919S8=-8.924P................ Pers 7FY = 0- P- S4 . Sin 1- S5 . Sin 4- S7 . Sin 5+ S8 . Sin 1=0- P+10.280P0.394-0.766P0.728- S7 .0.644+ S8 .0.394=0- P+4.050P-0.558P-0.644S7+0.394S8=0-0.644S7+0.394S8=-2.492P................ Pers 8Subtitusi Pers 7 dan 80.765S7+0.919S8=-8.924P0.6440.493S7+0.592S8=-5.7445503473P-0.644S7+0.394S8=-2.492P0.765-0.493S7+0.301S8=-1.907P +0.893S8=-7.651PS8=-7.651P0.893Masukkan nilai S8 kedalam pers 7S8=-8.567P( Tekan )0.765S7+0.919S8=-8.924P0.765S7+0.919-8.567P=-8.924P0.765S7-7.874P=-8.924P0.765S7=-8.924P+7.874PS7=-1.050P=-1.372P( Tekan )0.765Joint FFX = 0- S6 . Cos 2- S7 . Cos 5+ S9 . Cos 6+ S10 . Cos 2=0-8.979P0.994+1.372P0.765+ S9 .0.507+ S10 .0.994=0-8.9239472309P+1.050P+0.507S9+0.994S10=00.507S9+0.994S10=7.874P................ Pers 9FY = 0- S6 . Sin 2+ S7 . Sin 5+ S9 . Sin 6+ S10 . Sin 2=0-8.979P0.110-1.372P0.644+ S9 .0.862+ S10 .0.110=0-0.992P-0.883P+0.862S9+0.110S10=00.862S9+0.110S10=1.875P...... Pers 10Subtitusi Pers 9 dan 100.507S9+0.994S10=7.874P0.8620.437S9+0.856S10=6.785109245P0.862S9+0.110S10=1.875P0.5070.437S9+0.056S10=0.951P -0.800S10=5.834PS10=5.834P0.800Masukkan nilai S10 kedalam pers 9S10=7.289P( Tarik )0.507S