tpk197 oke

Download Tpk197 Oke

Post on 15-Oct-2015

57 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hok

TRANSCRIPT

  • e-mail: kardiovk@yahoo.co.id / tabloidkardiovaskular@gmail.com; kardiovk; @kardio_vaskuler; tpkindonesia.blogspot.com

    ISSN

    : 085

    3-83

    44Perangko Berlangganan No.11/PRKB/JKP/DIVRE IV/2013

    Harga eceran Rp.9.000,-

    197/Thn. XIX/Juli-Agustus 2013

    (Bersambung ke hal.6)

    Exercise capacity is frequently impaired inpeople with diabetes due to the high prevalence ofobesity, sedentary lifestyle, periphe-ral neuropa-thy (both sensory and motor) and vascular dis-ease.

    Perhatian terutama untuk perempuan,agar mewaspadai bahwa pasien denganDiabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan tipe 2memiliki risiko tinggi untuk mendapatkanpenyakit jantung koroner (PJK) pada usiadini. Sebagian besar tidak merasakan ge-

    jala sebelum terjadinya kematianatau infark miokard (MI) akut yang

    selamat. Hal ini menjadi pentinguntuk memilah diantara pasien-pasien

    yang telah memiliki PJK berat sebelumterjadinya sindroma koroner akut (SKA).Pada individu dengan risiko tinggi PJK (ber-dasarkan umur, gender, deskripsi sakit dada,riwayat MI sebelumnya, electrocardiogram(ECG) istirahat yang abnormal dan keber-adaan beberapa faktor risiko), maka strestesting akan bermanfaat untuk menilai di-agnosis.

    Perlu dicatat pada pasien dengan DMmemiliki kapasitas latihan yang berkurangdisebabkan tingginya prevalensi obesitas,hidup santai-kurang olahraga, neuropatiperifer, dan penyakit vaskular. Bagi yangtidak mampu melakukan tes treadmill, tesfungsionil imejing seperti tes imejingfarmakologik maupun krdiologi nuklirmenjadi sangat penting. Pada individu yangmemiliki risiko PJK, tes treadmill berman-faat untuk menilai progno-sisnya. Sebagi-

    an besar teknik imejing terlihat manfaat-nya dalam studi prospektif untuk identifi-kasi pasien dengan risiko tinggi. Sejauh inibelum ada studi adu kekuatan masing-ma-sing cara mana yang terbaik dengan hargayang memadai. Tujuan skrining tidak lainuntuk memperbaiki usia kehidupan dankualitas hidupnya dengan mencegah terja-dinya MI dan gagal jantung melalui deteksidini PJK.

    Pasien DM sebagian besar (65%-80%)akan meninggal karena penyakit jantung.Prevalensi yang tinggi iskemi miokard padapenderita DM, dan mendekati sepertiganyatanpa diketahui atau bergejala khas (silentMI). Oleh karena perlu dilakukan skriningdengan ECG istirahat pada pasien-pasienDM. Stress testing untuk pasien-pasien de-ngan gejala PJK atau adanya faktor risikolainnya. Ketika terdeteksi iskemi pada stres-tes sebaiknya dikirim ke spesialis jantungdan pembuluh darah.

    Dalam mengobservasi PJK dalam wa-wasan klinis yang terpenting adalah ada-

    nya riwayat sakit atau rasa tidak enak didada. Pada pasien DM tercatat 20-50% tanpakeluhan. Penemuan klinis seperti sesak nafaspada kegiatan, kelainan pada ECG istirahatatau terda-patnya faktor risiko bergandauntuk aterosklerosis memprediksi keber-adaan PJK. Menemukan PJK pada tahap awalsangat penting pada penderita DM meng-ingat kejadian serangan jantung menjadisangat buruk akibatnya bagi penderita DM.Oleh karena itu, skrining awal dan inter-vensi pada penderita DM dengan iskemiatersembunyi sangat menguntungkan danmungkin memperbaiki angka keselamatandikemudian hari.

    Peranan stress testing sangat pentingpada risiko tinggi PJK karena mengukurprognosis dan mengidentifikasi individuyang mungkin akan mendapatkan manfaatsekiranya dilakukan revaskularisasi arterikoronernya untuk memperbaiki hidup jang-ka panjang. Keberadaan faktor-faktor risi-ko PJK lainnya dan adanya kelainan ECG

    Resusitasi Jantung Paru yang BerkualitasANGKA kematian akibat penyakit kardio-vaskular di dunia mencapai > 135 jutaorang setiap tahun sedangkan insiden hentijantung di luar rumah sakit mencapai 20-140 kejadian setiap 100.000 orang denganangka ketahanan hidup 2-11%. Di negaramaju seperti Amerika Serikat, henti jantungmasih menjadi masalah masyarakat palingutama.

    Kualitas resusitasi jantung paru (RJP)memberi pengaruh sangat besar terhadapangka ketahanan hidup, perlu dicatatbahwa RJP yang dilakukan mengikuti pe-doman hanya mampu menyediakan se-jumlah 10-30% dari aliran darah normal kejantung dan 30-40% ke otak, sehingga parapemberi resusitasi harus mampu memberi-kan RJP dengan kualitas terbaik dan sedinimungkin.

    Aliran darah yang cukup guna meng-hantarkan oksigen dan substrat ke organvital merupakan target utama RJP selamaperiode henti jantung. Hal ini dapat dicapaidengan kompresi dada yang efektif. Kem-balinya sirkulasi spontan sangat tergantunghantaran oksigen dan aliran darah ke mio-kardium selama RJP. Tekanan perfusi ko-roner (perbedaan tekanan diastolik aortadengan tekanan diastolik atrium kanan padafase relaksasi kompresi dada) adalah penen-tu utama aliran darah miokardium selamaRJP dan merupakan target utama resusitasisecara fisiologis.

    Lima komponen utama RJP berkualitasadalah sebagai berikut: Fraksi kompresidada, laju kompresi dada, kedalaman kom-presi dada, rekoil dada, dan ventilasi.

    Fraksi kompresi dada (proporsi durasikompresi dada yang dilakukan selama pe-riode henti jantung) yang ideal > 80%. Padahenti jantung yang tidak disebabkan olehasfiksia (misal aritmia), tebukti bahwakompresi dada tanpa ventilasi pada tahapawal sudah menjamin sirkulasi darah ter-oksigenasi yang adekuat ke seluruh tubuh.Fraksi kompresi dada yang ideal dapat

    dicapai dengan: minimalisasi interupsikompresi dada (dianjurkan tidak terjadiinterupsi oleh karena tindakan intubasiyang mudah-pemasangan akses intravena-pemasangan pad defibrilator), hindaritindakan evaluasi nadi yang tidak perlu, danminimalisasi jeda waktu sekitar kejutjantung dengan defibrilator.

    Laju kompresi dadayang dianjurkan 100-120kali per menit dengan keda-laman > 5 cm pada orang de-wasa atau 1/3 dimensi an-terior-posterior pada bayidan anak-anak. Tingkat ke-dalaman ini dapat dicapaidengan melakukan tindak-an resusitasi di atas alasyang kokoh dan rotasi idealanggota tim resusitasi yangmelakukan kompresi.

    Rekoil dada sempurnadidapat dengan menghin-dari bersandar pada dadayang sedang dikompresi.Bersandar pada dada pasienmenghambat ekspansi pe-nuh dada, sehingga dapatmenurunkan aliran venasistemik dan curah jantung.Rekoil dada sempurna di-harapkan pada setiap kom-presi dada yang dilakukan.

    Laju ventilasi yang dian-jurkan < 12 kali per menitdengan kenaikan dindingdada yang minimal (volumetidal rendah) oleh karenaventilasi dengan tekananpositif dapat menurunkancurah jantung baik dalamresusitasi maupun sirkulasispontan dan menyebabkanaspirasi lambung pada tin-dakan resusitasi yang be-lum terintubasi.

    Beberapa parameter keberhasilan tin-dakan resusitasi adalah sebagai berikut: Te-kanan perfusi koroner melalui monitor in-vasif > 20 mmHg, tekanan diastolik arteri> 25 mmHg, ETCO2 (konsentrasi karbondioksida akhir tidal dengan kapnografi)> 20 mmHg.

    Dengan berkembangnya ilmu resusis-

    tasi jantung paru (RJP), kita mendapatkesempatan besar dalam rangka mening-katkan performa RJP selama tindakanresusitasi baik di dalam maupun di luarrumah sakit. Peningkatan performa RJPmelalui RJP yang berkualitas akan mem-perbaiki angka ketahanan hidup pada hentijantung. (Circulation 2013; 128) EM

    (Canadian Diabetes Association Clinical Practice Guidelines)

  • 197/Thn. XIX/Juli-Agustus 2013 2

    Tabloid ProfesiKARDIOVASKULER

    STT no. 2143/SK/Ditjen PPG/STT/1995tanggal 30 Oktober 1995

    ISSN : 0853-8344

    SUSUNAN REDAKSI

    Ketua Pengarah:Prof.DR.Dr. Budhi Setianto, SpJP(K), FIHA

    Pemimpin Redaksi:Dr. Sony Hilal Wicaksono, SpJP

    Redaksi Konsulen:Dr. Anna Ulfah Rahajoe, SpJP(K)

    Prof.DR. Haris Hasan, SpPD, SpJP(K)Dr. Budi Bhakti Yasa, SpJP(K)

    Dr. Fauzi Yahya, SpJP(K)Dr. Antonia A. Lukito, SpJP(K)

    Tim Redaksi:Bidang Cardiology Prevention & Rehabilitation

    Dr. Basuni Radi, SpJP(K)Dr. Dyana Sarvasti, SpJP

    Bidang Pediatric Cardiology

    Dr. Indriwanto, SpJP(K)Dr. Radityo Prakoso, SpJP

    Bidang Cardiovascular Emergency

    Dr. Noel Oepangat, SpJP(K)Dr. Isman Firdaus, SpJP

    Bidang Clinical Cardiology

    Dr. Sari Mumpuni, SpJP(K)Dr. Rarsari Soerarso, SpJP

    Bidang Interventional Cardiology

    Dr. Doni Firman, SpJP(K)Dr. Isfanudin, SpJP(K)

    Bidang Echocardiography

    Dr. Erwan Martanto, SpPD, SpJP(K)Dr. BRM. Ario Soeryo K., SpJP

    Bidang Cardiovascular Intensive Care

    Dr. Sodiqur Rifqi, SpJP(K)Dr. Siska Suridanda, SpJP

    Bidang Cardiovascular Imaging

    Dr. Manoefris Kasim, SpJP(K)Dr. Saskia D. Handari, SpJP

    Bidang Cardiac Surgery & Post-op Care

    Dr. Bono Aji, SpBTKVDr. Pribadi Boesroh, SpBTKV

    Dr. Rita Zahara, SpJPBidang Vascular Medicine

    Dr. Iwan Dakota, SpJP(K)Dr. Suko Ardiarto, PhD, SpJP

    Tim Editor:Dr. Sidhi Laksono Purwowiyoto

    Fotografer:Dr. M. Barri Fahmi Harmani

    Sekretaris/Keuangan:Endah Muharini

    Bagian Iklan:Bimo Sukandar

    Bagian Perwajahan:Asep Suhendar

    Alamat Redaksi dan Tata Usaha:Wisma Harapan Kita Bidakara, Lt.2,

    RS Jantung Harapan Kita,Jln. S Parman Kav. 87, Jakarta 11420,

    Telp: 02170211013 atau Telp/Fax.: 5602475atau 5684085-93 pes. 5011

    e-mail : kardiovk@yahoo.co.id atautabloidkardiovaskular@gmail.com

    Penerbit:H&B

    Heart & Beyond PERKI(Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia)

    Manajemen:Yayasan PERKI

    Pencetak:

    PT. Oscar Karya Mandiri, Jakarta

    Diedarkan terbatas khusus untuk dokter Indonesia.Infak ongkos cetak/kirim Rp150.000/tahun,

    transfer melalui Bank Mandiri acc:Tabloid Profesi Kardiovaskuler,

    RK no. 116-0095028024, Sandi Kliring: 008-1304KK. Harapan Kita, Cab. S. Parman, Jakarta.

    Tabloid Profesi KARDIOVASKULER diterbitkan

    oleh Perhimpunan Dokter Spesialis

    Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Tabloid unik

    ini memang bereda dengan media kedokteran

    lainnya. Tata letaknya sedikit konservatif

    tapi enak dipandang. Bukan med