agama , haris

Click here to load reader

Post on 04-Aug-2015

157 views

Category:

Education

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. TUGAS AGAMAOleh:Kharishul I.K2510041PENDIDIKAN TEKNIK MESINFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA2010 2. MANUSIAHakikat manusiaManusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT.Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas merekasebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah denganmempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsurkimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Qurantidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapatmembantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera,konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangatkeliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadipondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kitapara manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurnadan paling mulia.Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat didalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besarkarena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebabdari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karuniadari Allah SWT. {Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumisemuanya.}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13). {Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yangterus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.}(Q. S. Ibrahim:33). {Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakankepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yangtelah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengankeinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalamIslam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan 3. makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapatmempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu adaketerbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnyayang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan danberkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan danmembutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayangdan cinta, rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman,menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senangdan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu jugatelah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu danmemenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalamdirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengankebutuhannya, hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusiaberbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperolehbenda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannyatersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Allah ciptakanuntuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allahkaruniakan kepadanya.Dewasa ini manusia, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah.Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu darirahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum.Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akantetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang diperintahkanuntuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan konsekuensi terhadapmanusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan pikiran yang tidak pernah di milikioleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikankesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yaknisebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Status manusiasebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari kata 4. khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapatdiartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah.Namun kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yangbiasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat ,baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-Abbasiah. Akan tetapifungsi dari khalifah itu sendiri sesuai dengan yang telah diuraikan diatas sangatlah luas, yakniselain sebagai pemimpin manusia juga berfungsi sebagai penerus ajaran agama yang telahdilakukan oleh para pendahulunya,selain itu khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjagabumi ini dari kerusakan.Dari uraian diatas dapat kita ambil bahwa manusia diciptakan atau berasal dari tanahsebagaimana yang telah dilampirkan dalam Al-Qur`an dan selain itu manusia sesuai denganhakikatnya menurut islam adalah sebagai pengelola atau penjaga bumi,selain itu manusia jugamerupakan penerus ajaran agama yang telah turun temurun dilaksanakan oleh para ulamasebelum kita.Martabat ManusiaDan aku tidak ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku(Q.S. Adz-Dzariyaat : 56)Ayat diatas tersebut merupakan dalil yang berkenaan tentang keberadaan manusia didunia. Manusia di dunia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Bentuk pengabdiannya tersebutberupa pengakuan atas keberadaan Allah SWT, melaksanakan perintahNya serta menjauhilaranganNya. Sebagai bentuk mengakui keberadaan Allah adalah dengan mengikuti Rukun Imandan Rukun Islam. Rukun Iman terdiri dari enam perkara, yakni percaya kepada Allah SWT,Malaikat, Nabi-nabi Allah, Kitab-kitab Allah, percaya kepada Hari Kiamat dan percaya terhadapTakdir (Qadha dan Qadar) Allah SWT. Sebagai wujud keimanan terhadap Allah SWT, Allah SWTmenyatakan bahwa manusia tidak cukup hanya meyakini didalam hati dan diucapkan oleh mulut,tetapi manusia harus melaksanakannya dalam kehidupan sehari -hari.Sebagai bagian dari mengabdi kepada Allah SWT adalah menunaikan Rukun Islam, yaitumengucapkan dua kalimat syahadat sebagai karcis masuk Islam, melakukan shalat, membayar 5. zakat, melakukan puasa serta menunaikan ibadah haji. Dengan demikian dapat disimpulkankeberadaan manusia diciptakan Allah untuk menjadi manusia yang Islami (Islam yang benar).Menjadi Islam yang benar adalah dengan mengerti, memahami dan melaksanakan dalamkehidupan apa yang telah dilarangNya, dengan kata lain secara konsisten melaksanakan RukunIman dan Rukun Islam.Eksistensi manusia di dunia adalah sebagai tanda kekuasaan Allah SWT terhadap hamba-hambaNya,bahwa dialah yang menciptakan, menghidupkan dan menjaga kehidupan manusia.Dengan demikian, tujuan diciptakannya manusia dalam konteks hubungan manusia dengan AllahSWT adalah dengan mengimani Allah SWT dan memikirkan ciptaanNya untuk menambahkeimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sedangkan dalam konteks hubungan manusiadengan manusia serta manusia dengan alam adalah untuk berbuat amal, yaitu perbuatan baik dantidak melakukan kejahatan terhadap sesama manusia, serta tidak merusak alam. Terkait dengantujuan hidup manusia dengan manusia lain dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Tujuan Umum Adanya Manusia di DuniaDalam al-quran Q.S. Al-Anbiya ayat 107 yang artinya :Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk Rahmat bagi semesta alamAyat ini menerangkan tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT dan berada didunia iniadalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Arti kata rahmat adalah karunia, kasih sayangdan belas kasih. Jadi manusia sebagai rahmah adalah manusia diciptakan oleh Allah SWT untukmenebar dan memberikan kasih saying kepada alam semesta.2. Tujuan Khusus Adanya Manusia di DuniaTujuan khusus adanya manusia di dunia adalah sukses di dunia dan di akhirat dengan caramelaksanakan amal shaleh yang merupakan investasi pribadi manusia sebagai individu. Allahberfirman dalam Q.S. An-Nahl ayat 97 yang artinya : Barang siapa mengerjakan amal shaleh baiklaki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Allah SWT akanmemberikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan diberi balasan kepada mereka denganpahala yang lebih baik dengan apa yang telah mereka kerjakan.3. Tujuan Individu Dalam Keluarga 6. Manusia di dunia tidak hidup sendirian. Manusia merupakan makhluk sosial yangmempunyai ifat hidup berkelompok dan saling membutuhkan satu sama lain.. Hampir semuamanusia, pada awalnya merupkan bgian dari anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga.dalam Ilmu komunukasi dan sosiologi kelurga merupakan bagian dari klasifikasi kelompak sosialdan termasuk dalam small group atau kelompok terkecil di karnakan paling sedikit anggotanyaterdiri dari dua orang. Nanun keberadaan keluraga penting karena merupakan bentuk khususdalm kerangka sistem sosial secara keseluruhan. Small group seolah-olah merupakan miniaturmasyarakat yang juga memiliki pembagian kerja, kodo etik pemerintahan, prestige, ideologi dansebagainya. Dalam kaitannya dengan tujuan individu daln keluarga adalah agar indi