menyelaraskan strategi diklat aparatur ... (haris faozan, 2004)

Download Menyelaraskan Strategi Diklat Aparatur ... (Haris Faozan, 2004)

If you can't read please download the document

Post on 17-Nov-2014

2.904 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Menyelaraskan Strategi Diklat AparaturTerhadap Rencana Stratejik Organisasi1Oleh. Haris FaozanLatar Belakang Dalam sebuah makalahnya yang berjudul Reformasi Birokrasi Dalam Mengefektifkan Kinerja Pegawai Pemerintahan, yang disampaikan dalam Workshop Gerakan Pemberantasan Korupsi, 5 Agustus 2003 di Jakarta, Kwik Kian Gie menunjukkan bahwa dari keseluruhan pegawai negeri yang berjumlah 3.932.766 orang, pegawai negeri dengan jenjang pendidikan SLTA ke bawah mencapai 2.854.099 orang. Selanjutnya menurut Kwik Kian Gie dengan komposisi pegawai negeri seperti itu, mereka belum bisa diharapkan untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Sama-sama kita sadari bahwa membangun kapasitas profesionalisme aparatur pemerintah merupakan pekerjaan berat, sama beratnya dengan mewujudkan kinerja tinggi birokrasi pemerintahan. Tetapi bagaimanapun beratnya tantangan tersebut, upaya untuk mewujudkan profesionalisme aparatur pemerintah ke depan merupakan tugas yang harus dilaksanakan. Salah satu strategi yang seringkali ditempuh dalam meningkatkan kapasitas profesionalisme aparatur pemerintah adalah melalui diklat aparatur.Dalam konteks profesionalisme, sesunguhnya pernyataan Kwik Kian Gie di atas dapat diberlakukan juga kepada para aparat birokrasi pemerintah dengan jenjang pendidikan perguruan tinggi, sekalipun dengan jenjang pendidikan S2 dan bahkan S3. Tidak ada jaminan bahwa aparat birokrasi pemerintah dengan pendidikan tinggi tersebut mampu melakukan kreasi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena yang menjadi esensi permasalahan utama adalah bukan pada masalah perbandingan jenjang pendidikan yang tersebar di birokrasi pemerintahan, tetapi lebih beresensi pada sistem pelatihan dan pengembangan aparatur yang belum dikembangkan secara memadai.Paper ini mengangkat pokok permasalahan berkaitan dengan upaya membangun kapasitas aparatur pemerintah di Indonesia dengan menekankan pada strategi pengembangan diklat aparatur instansional birokrasi pemerintah. Pembahasan akan diawali dengan pentingnya profesionalisme aparatur pemerintah dewasa ini. Kemudian pembahasan akan dilanjutkan dengan menyelaraskan strategi diklat aparatur dalam rencana stratejik organisasi untuk meningkatkan kinerja birokrasi pemerintah. Paper1 Tulisan ini dimuat dalam buku bunga rampai Administrasi Publik beberapa Catatan: Mengemban Misi Reformasi Birokrai dan Administrasi Negara Pada Pemerintahan Baru Pasca pemilu 2004, Idup Suhady dan Sugiyanto (Editors). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara. 2004. Judul dan isi tulisan ini telah dilakukan modifikasi. 1

2. akan diakhiri dengan kesimpulan. Meskipun fokus paper ini dibatasi pada lingkup instansional birokrasi pemerintah dan tidak mencakup strategi pengembangan diklat aparatur skala regional maupun nasional tetapi apabila dilaksanakan secara bersama- sama (kolektif) akan memberi dampak positif pada skala yang lebih luas. Pentingnya Profesionalisme Aparatur Pemerintah Dewasa Ini Hambatan dan keterbatasan untuk melakukan reformasi bidang SDM aparatur di Indonesia tampaknya cukup serius. Hal itu tertuang di dalam materi paparan sektor aparatur negara dalam RAKORBANGPUS tahun 2003, yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 23-24 Juni 2003. Sebagian besar program yang dicanangkan pada tahun 2004 belum banyak tersentuh. Sementara itu di sisi lain, profesionalisme aparatur birokrasi pemerintah dituntut untuk dapat diwujudkan segera. berpikir, bersikap dan bertindak secara profesional bagi aparatur pemerintah merupakan tuntutan yang hampir tidak bisa ditawar. Profesionalisme aparatur birokrasi pemerintah yang dibutuhkan bukanlah pada tataran konsep tertulis tetapi lebih ditekankan pada tataran implementasi di tempat kerja. Kwik Kian Gie (2003) mengatakan: Namun berbagai aturan tersebut hanya menjadi dokumen saja tanpa ada keseriusan untuk menjalankan.Fakta menunjukkan bahwa ketidakmampuan mewujudkan profesionalisme aparatur birokrasi pemerintah telah meningkatkan ketidakpercayaan masyarakat warga negara kepada instansi pemerintahan. Dan tentunya hal tersebut merupakan ancaman serius bagi eksistensi instansi pemerintahan itu sendiri. Tuntutan terhadap profesionalisme aparatur pemerintah tersebut mengemuka sejalan dengan pesatnya perubahan lingkungan, baik eksternal maupun internal yang kesemuanya merupakan rangkaian sebab akibat (cause and effect chain). Harapan masyarakat (customers expectation) terhadap pelayanan publik akan berkembang dari sekedar berharap murah dan cepatnya pelayanan, tetapi juga pelayanan yang nyaman, emphatic dan/atau bahkan pelayanan- pelayanan publik lain yang dibutuhkan masyarakat yang tidak pernah diduga sebelumnya. Artinya bahwa aparatur birokrasi pemerintah dihadapkan pada munculnya sistem baru pelayanan publik.Dalam konteks tersebut Pemerintah Afrika Selatan (2002) menyinggung bahwa karakteristik sistem baru pelayanan publik tersebut is strategically linked to the broader process of transformation and institution building; is demand-driven and needs-based; delivers efficient and effective services; ensure equal access to the public service. Karakteristik pelayanan-pelayanan semacam itu jelas-jelas membutuhkan profesionalisme (kreativitas dan inovasi) para aparatur pemerintah penyelenggara jasa pelayanan. Hal demikian juga menjadi perhatian pemerintah Canada (2001), sebagaimana dinyatakan bahwa :The knowledge intensity of their work will continue to increase, they will be called upon to create an environment that attracts, retain and gets the best out of highly skilled and highly mobile workers, they will need to master and exploit the full potential of modern technologies.Dengan berkembangnya harapan masyarakat terhadap pelayanan public tersebut, maka instansi pemerintah penyelenggara jasa pelayanan dituntut melakukan perubahan-2 3. perubahan secara signifikan. Perubahan-perubahan itu meliputi sifat pekerjaan (nature of work) dan tempat kerja (workplace) instansi pemerintah penyelenggara pelayanan. Kesemuanya itu memerlukan pengembangan profesinalisme aparatur pemerintah agar mampu menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan publik yang tengah berkembang. Menyelaraskan Strategi Diklat Dalam Rencana Stratejik Organisasi Paul (1983) menyatakan bahwa efektivitas diklat tergantung pada lima faktor, yaitu training policies and institutions, the education system, the existing stock of educated manpower, the personnel policies and system, and the administrative culture. Efektivitas diklat aparatur di Indonesia pada umumnya masih menunjukkan wajah abstrak. Bagi kalangan umum dan bahkan aparatur birokrasi pemerintah sendiri, baik level terendah maupun level tertinggi akan kesulitan untuk menemukan dokumen- dokumen hasil evaluasi pasca diklat aparatur. Kelangkaan dokumen-dokumem tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa hal berikut mungkin dapat dijadikan asumsi terhadap langkanya dokumen-dokumen evaluasi pasca diklat: 1. Menguatnyaresistensi instansibirokrasi pemerintah untukmenginformasikan kinerja aparatur pemerintahnya secara meluas kepadamasyarakat selaku stakeholder utama. 2. Belum memadainya kemampuan instansi birokrasi pemerintah untukmerancang dan melaksanakan evaluasi pasca diklat aparatur secara valid danreliable, karena dipicu oleh kelangkaan atau bahkan ketiadaan sumber dayamanusia aparatur yang memiliki kompetensi atau kapabilitas untukmelakukan evaluasi pasca diklat aparatur. 3. Belum memadainya intensitas badan-badan diklat atau lembaga-lembagapenyelenggara diklat aparatur dalam mensosialisasikan perlu dan pentingnyaevaluasi pasca diklat aparatur dalam rangka mengukur efektivitas diklataparatur yang dilaksanakan. 4. Belum memadainya keinginan instansi birokrasi pemerintah untukmenginformasikan secara meluas kepada masyarakat perihal signifikansidiklat aparatur yang dilaksanakan dengan perilaku aparaturnya di tempatkerja (behavior on the job) maupun kinerja aparatur (apparatusperformance). 5. Tingginya pesimistis dan apatisme para pejabat atau pimpinan instansipemerintah terhadap efektivitas diklat aparatur yang diselenggarakan, baikterhadap diklat kepemimpinan, teknis, ataupun fungsional.Tanpa melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme aparatur birokrasi pemerintah maka untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas aparatur pemerintah maupun mewujudkan kinerja tinggi sebuah instansi pemerintah, merupakan sebuah kemustahilan. Sehubungan dengan itu, dalam rangka menghasilkan SDM aparatur atau Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kompetensi jabatan, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 3 4. Di dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut secara jelas ditegaskan bahwa diklat bertujuan untuk:a. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapatmelaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadiandan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi;b. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekatpersatuan dan kesatuan bangsa;c. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi padapelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat;d. Menciptakan kesamaan visi, dan dinamika pola pikir dalam melaksanakantugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnyakepemerintahan yang baik.Selanjutnya di dalam pasal 3 disebutkan bahwa sasaran diklat adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing.Dikatakan oleh Schiavo-Campo & Sundaram (2000) bahwa diklat yang dirancang dengan baik dapat mencapai beberapa atau semua tujuan berikut: improve efficiency (reduce unit cost); help make labor more mobile, and government personnel more flexible and adaptable; motive staff; lead to better and more responsive public service; equip government agencies with the skills and expertise they need to achieve th