simulasi pembukuan

Download simulasi pembukuan

Post on 06-Jul-2018

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    1/27

    Pengelolaan Keuangan Desa: Sistem dan Prosedur

    Pelaksanaan Keuangan Desa

    Dibuat: Senin, 02 F ebruari 2015 1 2:36 Ditulis ol eh BDK Cimahi

    Pengelolaan Keuangan Desa: Sistem dan Prosedur Pelaksanaan Keuangan Desa

    Oleh : Puji Agus, SST, Ak., M.Ak, CA

    Widyaiswara Madya

    Abstrak:

    Desa m erupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang b erwenang

    untuk mengatur dan mengurus u rusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat

    berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan

    dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Keuangan Desa m erupakan sem ua hak dan kewajiban Desa yang d apat dinilai dengan uang

    serta segal a sesuat u berupa uan g dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak

    dan kewajiban Desa. Pengelolaan Keuangan Desa ad alah keseluruhan kegiatan yang m eliputi

    perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan

    desa. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) merupakan p enjabaran dari Rencana

    Pembangunan Jangka Menengah Desa un tuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan rencana keuangan tahunan

    Pemerintahan Desa. Diperlukan Peraturan Bupati/Walikota u ntuk m engatur m engenai

    Pengelolaan Keuangan Desa. Tulisan ini membahas sa lah satu siklus d ari pengelolaan

    Keuangan desa yaitu Pelaksanaan Keuangan Desa.

    Kata Kunci:

    Siklus Pengelolaan Keuangan Desa: Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan,

    dan Pertanggungjawaban, Rencana Anggaran Biaya, Buku Pembantu Kas, Surat Permintaan

    Pembayaran (SPP), Pernyataan Tanggungjawab Belanja, Bukti Transaksi, Surat Setoran Pajak (SSP).

    Pengelolaan Keuangan Desa: Sistem dan Prosedur Pelaksanaan Keuangan Desa

    1. Pendahuluan

    1.1. Desa

    Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa,

    adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur

    dan mengurus urusan pemerintahan, kepent ingan masyarakat set empat ber dasarkan prakarsa masyarakat, ha k asal usul, da n/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dal am sistem

    http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/147-artikel-anggaran-dan-perbendaharaan/20462-pengelolaan-keuangan-desa-sistem-dan-prosedur-pelaksanaan-keuangan-desa http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/147-artikel-anggaran-dan-perbendaharaan/20462-pengelolaan-keuangan-desa-sistem-dan-prosedur-pelaksanaan-keuangan-desa http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/147-artikel-anggaran-dan-perbendaharaan/20462-pengelolaan-keuangan-desa-sistem-dan-prosedur-pelaksanaan-keuangan-desa http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/147-artikel-anggaran-dan-perbendaharaan/20462-pengelolaan-keuangan-desa-sistem-dan-prosedur-pelaksanaan-keuangan-desa

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    2/27

    pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang se rta seg ala

    sesuatu berupa uang dan barang yang be rhubungan dengan pelaksanaan hak da n kewajiban Desa.

    Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,

    penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. R encana Kerja Pemerintah

    Desa (RKPDesa) merupakan penjabaran dari Rencana P embangunan Jangka M enengah Desa untuk

    jangka waktu 1 (satu) tahun.

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan rencana keuangan tahunan

    Pemerintahan Desa. Diperlukan Peraturan Bupati/Walikota untuk mengatur mengenai Pengelolaan

    Keuangan Desa.

    2. Pengelolaan Keuangan Desa

    Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa.

    Penyelenggaraan kewenangan Desa b erdasarkan h ak asal usul dan kewenangan lokal berskala Desa

    didanai oleh APBDesa. Penyelenggaraan kewenangan lokal berskala Desa selain didanai oleh APB

    Desa, juga dapat didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan

    dan belanja daerah.

    Penyelenggaraan kewenangan Desa yang ditugaskan oleh Pemerintah didanai oleh anggaran

    pendapatan dan belanja negara. Dana anggaran pendapatan dan belanja negara dialokasikan pada

    bagian anggaran kementerian/lembaga dan disalurkan melalui sat uan kerja perangkat d aerah

    kabupaten/kota. P enyelenggaraan kewenangan Desa yang ditugaskan oleh pemerintah daerah

    didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah.

    Seluruh pendapatan Desa diterima dan disalurkan melalui rekening kas Desa dan penggunaannya

    ditetapkan dalam APB Desa. Pencairan dana dalam rekening kas Desa ditandatangani oleh kepala

    Desa dan Bendahara Desa. Pengelolaan keuangan Desa meliputi:

    a) perencanaan;

    b) pelaksanaan;

    c) penatausahaan;

    d) pelaporan; dan

    e) per tanggungjawaban.

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    3/27

    Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan Desa. Dalam melaksanakan

    kekuasaan pe ngelolaan keuangan Desa, kepala Desa m enguasakan seb agian kekuasaan nya kepada

    perangkat Desa.

    3. Pelaksanaan

    Aturan Umum Pelaksanaan:

    1. Semua penerimaan dan pengeluaran desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa

    dilaksanakan melalui rekening kas desa.

    2. Khusus b agi desa yan g belum memiliki pelayanan perbankan di wilayahnya m aka pengaturannya

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    4/27

    ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

    3. Semua penerimaan dan pengeluaran desa harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah.

    4. Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan desa selain yang ditetapkan

    dalam peraturan desa.

    5. Bendahara d apat menyimpan uang dalam Kas D esa pad a jumlah tertentu dalam rangka memenuhi

    kebutuhan operasional pemerintah desa.

    6. Pengaturan jumlah uang dalam kas desa ditetapkan dalam Peraturan Bupati/Walikota.

    7. Pengeluaran d esa yan g mengakibatkan b eban APBDesa t idak dap at dilakukan seb elum rancangan

    peraturan desa tentang APBDesa ditetapkan menjadi peraturan desa.

    8. Pengeluaran desa seb agaimana d imaksud pada no 7 tidak termasuk untuk belanja p egawai yang

    bersifat m engikat d an operasional pe rkantoran yang ditetapkan dalam peraturan kepala desa.

    9. P enggunaan biaya tak terduga terlebih dulu harus dibuat R incian Anggaran Biaya yang telah

    disahkan oleh Kepala Desa.

    10. Pe ngadaan barang dan/atau jasa di Desa diatur dengan peraturan bupati/walikota dengan

    berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

    11. Perubahan Peraturan Desa tentang dapat dilakukan apabila terjadi:

    1. keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran antar jenis belanja;

    2. keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran (SilPA) tahun sebelumnya harus

    digunakan dalam tahun berjalan;

    3. terjadi penambahan dan/atau pengurangan dalam pendapatan desa p ada tahun berjalan; dan/atau

    4. terjadi peristiwa khusus, sep erti bencana alam, krisis politik, kr isis ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan;

    5. perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

    12. Pe rubahan APBDesa hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran.

    13. Tata cara pengajuan perubahan APBDesa ad alah sama dengan tata cara penetapan APBDesa.

    14. Dalam hal Bantuan keuangan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota serta hibah dan

    bantuan pihak ke tiga yang tidak mengikat ke desa disalurkan setelah ditetapkannya Peraturan Desa

    tentang Perubahan APB Desa, perubahan diatur dengan Peraturan Kepala Desa tentang perubahan

    APBDesa.

    15. Perubahan APBDesa di informasikan kepada B PD.

    Formulir/Daftar yang dipergunakan:

    1. Rencana Anggaran Biaya.

    2. Buku Pembantu Kas.

    3. Surat Permintaan Pembayaran (SPP).

    4. Pernyataan Tanggungjawab Belanja.

    5. Bukti Transaksi

    6. Surat Setoran Pajak ( SSP)

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    5/27

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    6/27

    Formulir/Daftar:

    1. Rencana Anggaran Biaya.

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    7/27

    Cara pengisian :

    1. Bidang diisi dengan kode rekening berdasarkan klasikasi kelompok belanja desa.

    2. Kegiatan diisi dengan kode rekening sesuai dengan urutan kegiatan dalam APBDesa.

    3. kolom 1 diisi dengan nomor urut

    4. kolom 2 diisi dengan uraian berupa rincian kebutuhan dalam kegiatan.

    5. kolom 3 diisi dengan volume dapat berupa jumlah orang/barang.

    6. kolom 4 diisi dengan harga satuan yang merupakan besaran untuk membayar orang/barang

    7. kolom 5 d iisi dengan jumlah perkalian antara ko lom 3 d engan ko lom 4.

    2. Buku Pembantu Kas.

  • 8/17/2019 simulasi pembukuan

    8/27

    Cara pengisian:

    1. Bidang diisi berdasarkan klasikasi kelompok.

    2. Kegiatan diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBDesa.

    3. Kolom 1 diisi dengan nomor urut.

    4. Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi.

    5. Kolom 3 diisi dengan uraian transaksi.