ptk jufen2

Download Ptk Jufen2

Post on 05-Nov-2015

4 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PTK IPS

TRANSCRIPT

PAGE

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penyelenggaraan Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Masing-masing memiliki peran yang sangat besar dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan merupakan keberhasilan bersama. Tidak bisa salah satu pihak menyatakan dirinya sebagai yang paling berhasil dalam penyelenggaraan Pendidikan.

Kesadaran orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Pendidikan sangat diperlukan. Setiap orang tua harus mampu memberikan motivasi yang besar kepada anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Sedangkan warga masyarakat juga harus dapat menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif sehingga setiap anak selalu berusaha untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan aman dan nyaman.Dalam pelajaran IPS, dengan materi pelajaran yang cukup padat dan sering berganti materi karena mengikuti perkembangan Kurikulum, juga menjadi beban yang cukup berat bagi siswa untuk dapat berprestasi secara maksimal. Siswa kurang berminat dalam mengikuti pelajaran IPS, hasil yang diperoleh selalu kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Mata Pelajaran IPS bertujuan untuk mengenal konsep-konsep dan kehidupan masyarakat dan lingkungannya serta memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis dalam memecahkan masalah yang terjadi dimasyarakat.Melihat kondisi riil di sekolah dan memahami tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran IPS, perlu dilakukan upaya secara serius dan terus menerus agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Sehingga aktifitas belajar semakin meningkat dan prestasi belajar siswa juga semakin sesuai dengan yang diharapkan semua pihak.

Tetapi melihat kenyataan dewasa ini apa yang menjadi harapan guru terhadap proses pembelajaran dikelas masih sangat jauh dari yang diharapkan. Berbagi metode dan strategi telah dilakukan namun partisipasi atau aktifitas siswa sangat kurang sehingga apa yang menjadi sasaran atau tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai.

Kondisi tersebut juga terjadi pada siswa kelas IX A SMP Negeri 2 Kartasura pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009. Dimana dalam pengamatan awal penulis melihat bahwa hanya sekitar 57 % siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan usaha dari guru untuk dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa kearah yang lebih menyenangkan dengan jalan memilih metode atau strategi pembelajaran yang tepat.

Untuk dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan mendorong siswa selalu aktif dan kreatif dalam belajar, maka perlu strategi yang tepat. Strategi yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan strategi Romusha.Strategi Romusha merupakan strategi pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memberikan terapi atas kemalasan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Tehnik ini diberikan dengan jalan memberikan tugas-tugas tambahan yang harus dilakukan oleh siswa apabila dalam proses belajar mengajar ada siswa yang malas atau kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Tugas-tugas ini diharapkan dapat memberikan kejutan kepada siswa yang malas, sehingga berusaha dengan cepat untuk dapat menyesuaikan diri dengan teman-temannya yang lain. Dampak strategi Romusha ini adalah siswa akan selalu berusaha untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pendekatan strategi ini merupakan pengembangan teori pengajaran bersumber dari bidang kemiliteran dan latihan-latihan industri pada tahun 1950-an. Dengan demikian lahirnya pendekatan startegi ini tidak bisa dipisahkan dari sumbangan psikologi kemiliteran dan masalah-masalah latihan (training).

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas, penulis ingin menindaklanjuti dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN STRATEGI ROMUSHA PADA SISWA KELAS IX.A SMPN 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2008/2009.B. Rumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini dirumuskan sebagai berikut: "Apakah penerapan strategi Romusha dapat meningkatkan aktifitas belajar IPS pada siswa kelas IX A SMPN 2 Kartasura? C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan utama dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi Romusha dapat meningkatkan aktifitas belajar IPS pada siswa kelas IX A SMPN 2 Kartasura. D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan uraian di atas, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara positif dalam kegiatan pembelajaran IPS. Kontribusi tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

a. Manfaat Teoritis/Akademis

1. Penelitian ini secara umum diharapkan dapat memberikan sumbangan

pada pembelajaran IPS yang inovatif untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

2. Secara khusus penelitian ini dapat memberikan konstribusi pada strategii pembelajaran IPS dari pembelajaran yang konvensional menuju ke pembelajaran yang inovatif.

b. Manfaat Praktis

1. Bagi siswa, penggunaan strategi Romusha dalam kegiatan pembelajaran dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep bahan ajar IPS, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

2. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih metode dan mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi tertentu yang dialami oleh siswa, sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 3. Bagi Sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk merumuskan kebijakan yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar siswa khususnya di lingkungan SMP Negeri 2 Kartasura Kabupaten Sukoharjo.BAB II

Tinjauan PustakaA. Kajian teori 1. Strategi Mengajar

Kegiatan belajar mengajar selalu ditandai adanya interaksi antara guru dengan siswa. Interaksi tersebut dapat terjadi secara searah maupun terjadi secara timbal balik dari guru kepada siswa atau sebaliknya. Guru memiliki peran yang besar dalam rangka menentukan model interaksi atau kegiatan yang akan dipilih. Peran guru dalam melakukan kegiatan untuk memilih dan menentukan model interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa disebut mengajar. Sedangkan kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan interaksi disebut belajar.

Mengajar merupakan aktifitas yang dilakukan oleh guru dalam melaku-kan interaksi dengan siswa. Aktifitas guru dilakukan secara bertahap, diawali dengan menyusun perencanaan secara menyeluruh tentang segala sesuatu yang akan dilakukan pada saat terjadi interaksi dengan siswa dan pemanfaatan sumber-sumber yang ada untuk mendukung selama kegiatan interaksi dengan siswa berlangsung. Pada tahap akhir guru masih harus melakukan berbagai kegiatan yaitu melakukan evaluasi, menganalisis, dan melakukan pencatatan-pencatatan terhadap sesuatu yang terjadi pada saat interaksi berlangsung.

Slameto (1991: 84) menyebutkan bahwa Mengajar adalah kegiatan mengorganisasi yang bertujuan untuk membantu dan menggairahkan siswa belajar. Mengajar dapat diartikan sebagai proses menyampaikan pengetahuan dan kecakapan tertentu kepada anak didik. Yang lain menyebutkan bahwa mengajar adalah mengorganisasi lingkungan secara kondusif sehingga dapat menciptakan bagi siswa untuk melakukan proses belajar secara efektif.

Pada saat terjadi interaksi dengan siswa, maka guru memilih dan mela-kukan dengan cara-cara tertentu agar kegiatan interaksi dengan siswa dapat berjalan dengan kondusif sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Cara-cara yang dilakukan oleh guru dalam melakukan interaksi dengan siswa ini disebut metode mengajar.

Metode mengajar memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Soetomo (1993: 144) menyebutkan Metode mengajar sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai, sehingga semakin baik penggunaan metode mengajar semakin berhasillah pencapaian tujuan, . Penggunaan metode mengajar secara tepat dapat menumbuhkan minat siswa untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, sehingga kreatifitas anak akan muncul dan berkembang dengan baik pula. Namun sebaliknya, jika penggunaan metode mengajar ini kurang tepat, maka akan menjadi tidak bermakna bahkan dapat mematikan kreatifitas siswa.

Pemilihan metode mengajar sangat tergantung pada situasi dan kondisi pada saat guru mengajar. Tidak semua metode mengajar selalu tepat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Metode mengajar sangat banyak ragamnya, antara lain: metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode pem-berian tugas, metode bermain peran, metode inkuiri, metode demontrasi, metode pemecahan masalah. Berbagai metode tersebut memiliki kelebihan dan keku-rangannya masing-masing.

Dalam kegiatan belajar mengajar, metode mengajar sering disebut sebagai strategi belajar mengajar. Bahkan makna strategi belajar mengajar lebih luas dibandingkan dengan makna metode mengajar. Slameto (1991: 90) menyebutkan, Strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi (pengajaran). Dengan demikian di dalam strategi sudah terkandung unsur metode belajar mengajar, teknik mengajar, serta penggunaan alat-alat bantu mengajar atau media pembelajaran.

Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan bahwa strategi belajar mengajar merupakan suatu keseluruhan perencanaan tentang kegiatan belajar mengajar yang mencakup pemanfaatan sumber-sumber pembelajaran secara maksimal guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Sumber-sumber belajar