ppic asep.pptx

Download PPIC Asep.pptx

Post on 01-Jan-2016

30 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Rangkuman Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Asep Dadang MaulanaTM 121013 perhatikan1Kata manufacturing diartikan lebih luas.

Manufacturing adalah proses konversi suatu desain menjadi produk akhir.

Production adalah aktivitas fisik untuk mengubah suatu bentuk material menjadi bentuk lain yang lebih bernilai.

Definisi Manufaktur

Sistem manufaktur adalah sistem yang melakukan proses transformasi/konversi keinginan (needs) konsumen menjadi produk jadi yang berkualitas tinggi.

Keinginan konsumen diketahui dari studi pasar, yang kemudian keinginan ini diterjemahkan menjadi desain produk, dan kemudian menjadi desain proses.

Komitmen terhadap kualitas produk harus dimiliki oleh setiap level dalam perusahaan pada setiap tahap proses produksi.

Dalam proses transfomasi ini terjadi pertambahan nilai.

LanjutanTipe produksiMake to Stock (MTS) Assemble to Order (ATO) Make to Order (MTO) Engineering to Order (ETO)

Klasifikasi Sistem Manufaktur (1)Karakteristik Berbagai Sistem Manufaktur

KarakteristikMTSATOMTOETOProdukStandardKeluarga produk tertentuTidak punya keluarga produk, customizedCustomized totalKebutuhan produkDapat diramalkanTidak dapat diramalkanKapasitasDapat direncanakanTidak dapat direncanakanWaktu produksiTidak penting bagi pelangganPentingPentingSangat pentingKunci persainganLogistikPerakitan akhirFabrikasi, perakitan akhirSeluruh prosesKompleksitas OperasiDistribusiPerakitanManufaktur komponenEngineeringKetidakjelasan OperasiTerendahTertinggiFokus manajemen puncakMarketing/distribusiInovasiKapasitasKontrak order pelangganFokus manajemen menengahKontrol stockMPS dan order pelangganShop floor control, pelangganManajemen proyekVolume produksiProduksi massaProduksi batchProduksi job shop

Klasifikasi Sistem Manufaktur (2)Aliran produksiFixed Site (Project)Job Shop (Jumbled Flow)Flow Shop

Klasifikasi Sistem Manufaktur (3)Karakteristik Proses Job ShopBatch FlowSmall-Batch Line Flow Large-Batch (Repetitive)ContinuousKelebihanKualitas tinggiKualitas tinggiKualitas tinggiBiaya bersaingBiaya rendahVariasiFleksibilitas tinggiFleksibilitas sedangFleksibilitas sedangFleksibilitas rendahStandardImplikasiBiaya tinggiBiaya tinggiBiaya sedangOtomasiOtomasiPermesinanBerfungsi umumBerfungsi umumBerfungsi umumBerfungsi khususBerfungsi khususStrategiMake to OrderAssemble to OrderAssemble to OrderMake to StockMake to StockTata letak (lay out) Fixed position layoutProcess layoutProduct flow layout

Klasifikasi Sistem Manufaktur (4)Sekarang telah berkembang disain proses manufaktur baru, yaitu:1. Flexible Manufacturing System(FMS) adalah disain proses manufaktur yang bersifat fleksibel dan dikontrol dengan menggunakan komputer.2. Agile Manufacturing System(AMS) AMS merupakan perusahaan yang akan mencapai keuntungan yang dicapai FMS tetapi tanpa otomasi intensif. AMS lebih merupakan sebuah filosofis dibanding sekumpulanhardware. Dalam satu industri, AMS biasa akan menggunakan JIT (Just in Time), pada shop floor pada saat eksekusi, sebab teknologinya dapat dipakai dengan biaya yang efektif (cost efective). Secara umum, AMS merupakan sistem manufaktur yang mempunyai kapabilitas yang lengkap dalam merespon permintaan konsumen.

Proses Manufaktur BaruBeberapa bagian dalam sistem manufaktur masa depan antara lain :1. EDI (Electronic Data Interchane) adalah sistem informasi dengan menggunakan komputer yang dihubungkan dengan telepon atau alat komunikasi yang lain.2. CAD (Computer Aided Design) adalah pembuatan disain produk dengan menggunakan bantuan komputer.3. CAM (Computer Aided Manufacturing) adalah penggunaan komputer untuk merencanakan, mengatur, dan mengontrol kerja mesin, alat-alat, dan arus produk dalam proses produksi.4. CAPP (Computer Aided Process Planning) adalah penggunaan komputer untuk proses perencanaan yang berhubungan dengan pembuatan suatu produk.5. CAI (Computer Aided Inspection) adalah penggunaan komputer untuk melakukan pemeriksaan produk jadi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

LanjutanDefinisiPerencanaan dan pengendalian produksi yaitu merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.

Perencanaan dan Pengendalian ProduksiPerencanaan produksi : aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan. Pengendalian produksi : aktivitas yang menetapkan kemampuan sumber-sumber yang digunakan dalam memenuhi rencana, kemampuan produksi berjalan sesuai rencana, melakukan perbaikan rencana. LanjutanTujuan utama :Memaksimumkan pelayanan bagi konsumenMeminimumkan investasi pada persediaanPerencanaan kapasitasPengesahan produksi dan pengendalian produksiPersediaan dan kapasitasPenyimpanan dan pergerakan materialPeralatan, routing dan proses planningdll.

Tingkatan Perencanaan dan Pengendalian Produksi (1) Perencanaan jangka panjang

Kegiatan peramalan usaha, perencanaan jumlah produk dan penjualan, perencanaan produksi, perencanaan kebutuhan bahan, dan perencanaan finansial.Perencanaan jangka menengah

Perencanaan kebutuhan kapasitas, perencanaan kebutuhan material, jadwal induk produksi, dan perencanaan kebutuhan distribusi.Tingkatan Perencanaan dan Pengendalian Produksi (2) Perencanaan jangka pendek

Kegiatan penjadwalan perakitan produk akhir, perencanaan dan pengendalian input-output, pengendalian kegiatan produksi, perencanaan dan pengendalian purchase, dan manajemen proyek .Kegiatan perencanaan dan pengendalian produksi Peramalan kuantitas permintaanPerencanaan pembelian/pengadaan: jenis, jumlah, dan waktuPerencanaan persediaan: jenis, jumlah, dan waktuPerencanaan kapasitas: tenaga kerja, mesin, fasilitasPenjadwalan produksi dan tenaga kerjaPenjaminan kualitasMonitoring aktivitas produksiPengendalian produksiPelaporan dan pendataan

1. Business Planning (Perencanaan Bisnis)2. Production Planning (Perencanaan produksi)3. Master Schedule planning/MPS (Jadwal Induk Produksi)4. Rough Cut Capacity Planning/RCCP5. Material Requirements Planning/MRP (Perencanaan Kebutuhan Material)6. Capacity Requirement Planning/CRP (Perencanaan kebutuhan kapasitas)7. Production Activity Control /PAC (Pengendalian Aktivitas Produksi)

Proses perencanaan produksi dan pengendalian produksi dapat dibagi menjadi beberapa1. Menetapkan unit pengukuran2. Menetapkan horison perencanaan3. Menentukan siklus pemeriksaan pelaksanaan perencanaan produksi4. Mendokumentasikan rencana sebagai prosedur yang formal5. Menetapkan pertanggungjawaban yang jelas untuk setiap bagian

Prosedur perencanaan produksi pada umumnya terdiri dari lima langkah1. Adanya kesulitan dalam mengkonversikan nilai yang ada kedalam unit produksi.2. Kegagalan manajemen dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam penyusunan rencana produksi.3. Kurangnya perhatian terhadap masalah persediaan, backlog, dan peramalan.

perencanaan produksi juga memiliki beberapa hambatan-hambatan.

1. Meramalkan permintaan produk, yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu.2. Memonitor permintaaan aktual, membandingkannya dengan ramalan permintaan sebelumnya, dan melakukan revisi atas peramalan tersebut jika diperlukan.3. Menetapkan ukuran pemesanan barang yang ekonomis atas bahan baku yang akan dibeli.4. Menetapkan kebutuhan produksi dan tingkat persediaan pada saat tertentu.5. Memonitor tingkat persediaan, membandingkannya dengan rencana persediaan, dan melakukan revisi rencana produksi pada saat yang ditentukan.6. Membuat jadwal produksi, penugasan serta pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci.

Beberapa fungsi dari pengendalian produksi, antara lain :

1. Computer Aided Design (CAD)Computer Aided Engineering (CAE)Penggunaan komputer untuk membantu rancangan produkMenggunakan perangkat lunak CADHasil rancangan disimpan dalam database rancanganComputer Aided Manufacturing (CAM) Penerapan komputer dalam proses produksiMesin produksi khusus dikendalikan komputer untuk menghasilkan produk sesuai spesifikasi dari database rancangan.Sebagian besar otomatisasi pabrik terdiri dari teknologi CAM Produksi lebih cepat dan presisi.3. RobotikMelibatkan robot industrial (IR), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam manufakturIR diperkenalkan pertama kali pada industri mobil tahun 1974Memungkinkan biaya yang lebih rendah, kualitas tinggi, melaksanakan tugas yang berbahaya

Sistem fisik perencanaan dan penegnbdalian produksiMaterial Resource Planning (MRP II)Definisi :MRP II merupakan perkembangan dari metode MRP pada tahun 1990 untuk lantai pabrik dan aktivitas manajemen distribusi .

Tujuan MRP IIMeminimalkan Biaya Persediaan ,Mengurangi resiko keterlambatan produksi atau pengiriman,Meningkatnya kepuasan dan kepercayaan konsumen.

Terimakasih Buat Semuanya

Recommended

View more >