memo iai 2016

Download Memo IAI 2016

Post on 30-Jan-2017

235 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Hari Ini dan Perubahan yang Segera

    2016

  • halaman 1

  • halaman 3halaman 2

    DAFTAR ISI

    SUARA MUDA

    JakartaHari Ini

    LINTAS ILMU

    JEJAK HARI INI

    Asmat, Je dan Arsitektur Indonesia - Paskalis Krisno A.

    Efek Transportasi Umum Berbasis Digital

    Terhadap Ruang Publik Jakarta - Vera Poernomo

    Mencari Wajah Jakarta Melalui Kampung Kota - Resha Kambali

    Jakarta, Sampah, dan Warganya - Laura Rosenthal

    Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Kota Tua -Einstein

    Kode Etik Arsitek Sebuah Refleksi Tata Laku - Einstein

    Tantangan Arsitektur Partisipatori

    Toponimi Kawasan

    Kota Tua Ruang Kita

    24

    28

    31

    34

    37

    41

    81

    88

    92

    Ary Sulistyo

    Adalah pengajar lepas arsitektur di beberapa universitas di Jakarta dan aktif di konsultan lingkungan. Ary juga merupakan penulis dan peneliti yang aktif di IPLBI (Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia). Saat ini Ary merupakan bagian dari UPK (Unit Pengelola Kawasan) Kota Tua Jakarta.

    Martin Suryajaya

    Adalah lulusan Filsafat STF Driyarkara yang banyak menulis tentang filsafat, politik, ekonomi, dan Marxisme. Martin merupakan penulis di beberapa media beraliran kiri, seperti Indoprogress dan Problem Filsafat. Martin juga banyak menelurkan buku-buku filsafat seperti Sejarah Estetika dan novel Kiat Sukses Hancur Lebur. Saat ini Martin bekerja sebagai Staf Ahli bidang Kebudayaan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

    Ria Febrianti

    Sangat dikenal dikalangan arsitek dan komunitas pecinta cagar budaya di Indonesia. Ria merupakan direktur program dari PDA (Pusat Dokumentasi Arsitektur) dan menjadi salah satu kontributor buku Tegang Bentang. Saat ini dia banyak terlibat pada proyek-proyek revitalisasi Kota Tua dan kampanye tentang cagar budaya ke masyarakat awam.

    Bakti dan Cinta Tiga Nama15

    New Urban Agenda: Narasi Lama, Perspektif Baru14

    Reporting From The Front: Motif dan Politik Etis Arsitek18

    KONTRIBUTOR

    92

  • halaman 5halaman 4

    Errik IrwanAdalah arsitek muda yang juga menjadi ilustrator komik Gump n

    Hell. Errik juga menjadi salah satu motor Komunitas Arsitektur

    Semarang (KAS) yang banyak bergerak dalam pendokumentasian

    juga produksi-produksi wacana arsitektur bagi komunitas

    Semarang. Komik Gump n Hell sendiri pernah menjadi salah satu

    pemberitaan dalam The Guardian Cities edisi Jakarta Week.

    Astrid Sri HaryatiAdalah arsitek perempuan yang menjadi founder dan CEO dari Terra

    Lumen. Karirnya telah malang melintang di manca negara dengan

    menjadi direktur penghijauan bagi Kota San Fransisco. Saat ini

    menjabat Kordinator Bidang Penghargaan IAI Jakarta dan fokus di

    bidang Urban Strategies and Sustainable Property Development.

    Hans HanAdalah mahasiswa di Wellesley College, Boston. Pertengahan 2016

    lalu Hans bekerja sama dengan UPC menyelenggarakan pameran foto

    Harta Kota yang dihelat di Kampung Tongkol Jakarta Utara. Hans

    berlatar belakang studi tentang ekonomi dan antropologi. Karya foto

    Hans bisa kita nikmati pada Memo edisi kali ini di bagian Gallery.

    Cepi SabreAdalah arsitek yang juga dikenal sebagai penulis. Dia lebih senang

    menganggap dirinya sebagai arsitek partikelir yang kadang-kadang

    menulis untuk mempertahankan eksistensi. Cepi tinggal di Malang,

    karya-karya tulisanya meliputi artikel di portal-portal populer hingga

    Buku Kumpulan Cerpen, Kotak Hitam.

    Gump N Hell46

    Essay FotoHans Han Centrum

    74

    Topik Utama:

    People: Publik dan Masa Depan ArsitekturMendistribusikan Kuasa: Kompleksitas Kebutuhan akan Urbanisme PartisipatorisMembaca Tanah JakartaTatap Muka: Astrid Sri HaryatiTatap Muka: Martinus IzaakHantu Pruitt - Igoe

    52 55

    60626670

    KONTRIBUTOR

  • halaman 7halaman 6

    Jakarta adalah kata lain dari Indonesia. Definisi yang ambisius ini tak lepas dari sejarah panjang dan lapis-lapis dalam ruang Kota Jakarta yang memang merangkum Indonesia dalam skala yang

    lebih kecil. Kesadaran akan kompleksitas dan signifikansi Jakarta telah mendorong banyak pihak, termasuk arsitek, untuk terus

    membicarakan dan melakukan perubahan di dalam ruang kota.

    Arsitek, dengan segala keunikan ilmunya, sebenarnya menawarkan sebuah posisi strategis yang memungkinkannya menjadi hub dan katalis dari sebuah perubahan. Arsitektur

    adalah sebuah kerangka berfikir strategis, dimana kearsitekturan sebenarnya tidak didefinisikan melalui kehadiran bangunan

    semata, namun pada kehadiran fungsi. Sebagai profesi, sayangnya, arsitek mempunyai batasan-batasan yang masih coba dicarikan solusinya. Kita tidak hanya berbicara tentang perangkat regulasi

    yang belum lengkap yang membuat kolaborasi lintas ilmu menjadi tidak efektif, namun juga ego-ego sektoral yang harus ditaklukkan jika ingin masalah kota menjadi masalah bersama

    dengan sense of urgency yang padu pula.

    Memo IAI Jakarta dengan tema Jakarta Hari Ini adalah salah satu respon IAI Jakarta dalam mewadahi, mengelaborasi, dan menjembatani, para profesional arsitek dengan awam, dalam

    membaca dan memahami permasalahan bersama tentang Kota Jakarta saat ini. Sebagai arsitek, kita harus selalu memegang etik,

    bahwa pengabdian kita adalah sebesar-besarnya untuk masyarakat, tanpa melupakan bahwa kita hanyalah sebagian kecil dari semesta

    kehidupan yang kompleks. Perubahan ke arah yang baik hanya bisa terjadi ketika kita menyadari bagian kita, melakukan yang terbaik di sana, dan membuka diri untuk dialog dan kerja sama

    lintas batas.

    HARI INI DAN PERUBAHAN YANG SEGERA

    Kepengurusan IAI Jakarta (2015-2018)

    Ketua : Stevanus J Manahampi, IAIWakil Ketua : I. Ariko Andikabina II. ArdiansyahSekretaris : I. Astrid Susanti II.Dinar Ari WijayantiBendahara : I. Theresia Asri W. Purnomo II. Erick Budhi Yulianto, IAI

    Bidang Keprofesian dan Regulasi : Martinus R. Izaak, IAIPengabdian Profesi : Ario DanarPendidikan, Pengkajian dan Riset :Priscilla Epifania, IAIPenghargaan : Astrid Sri HaryatiSayembara : Rachmad Widodo, IAIPelestarian, Revitalisasi dan Perkotaan : Slamet Nugroho, IAIMedia dan Publikasi : Taufik HidayatEvent : Rendy Dharmawan

    Tim Redaksi Memo 2016:Editor : Sylvania HutagalungTim : Taufik Hidayat Emanuela Esti Hapsari Errik Irwan Cuang Benny Bima Nurin

    MEMO 2016IAI JAKARTA

    EDITORIAL

  • halaman 9halaman 8

    Gambar yang ramai dan campur baur berbagai dinamika di dalamnya menunjukkan kepadatan dengan segala konsekuensinya.

    Beberapa isu besar Jakarta tahun ini ikut disinggung lewat gambaran aktivitas anak-anak.

    Kampung padat dan tata ruang yang tidak beraturan menyajikan visual Jakarta berupa mozaik jika dilihat dari atas. Kampung-kampung dan tata ruang ini membentuk struktur sosial yang

    terlihat besar namun sesungguhnya rapuh. Ini digambarkan dalam bentuk segitiga yang adalah huruf A dari Jakarta. Dan Jakarta

    adalah medan pertarungan merebut puncak piramida kekuasaan nasional.

    ILUSTRASI JAKARTA

    Dunia anak-anak merefleksikan kondisi terkini Jakarta (anak-anak yg gemar berimajinasi

    sekaligus meniru dunia orang dewasa). Anak-anak adalah simbol masa depan. Meskipun nakal sering

    berbuat salah namun pada anak-anak masih terbentang harapan lebih besar untuk belajar dan

    berubah, dibanding orang dewasa yang sudah terlanjur terbentuk. Segala ketegangan yang

    tercipta dalam aktivitas bermain merupakan hal wajar bagian dari proses belajar sehingga anak-

    anak akan punya cukup modal pengalaman guna membentuk Jakarta yang lebih baik.

    3 kata untuk menggambarkan Jakarta Hari Ini: kepadatan, struktur (kelas) sosial, mozaik ruang-ruang.

  • halaman 11halaman 10

    jeja

    k 20

    16

  • halaman 13halaman 12

    Tahun 2016 mungkin akan menjadi tahun yang sulit dilupakan bagi dunia arsitektur Indonesia. Di tahun ini, arsitektur Indonesia kehilangan 3 arsitek terbaiknya, yaitu Achmad Noeman, Sandi Siregar, dan yang terakhir Han Awal. Ketiga tokoh ini sangat lekat dengan dunia keprofesian arsitek di Indonesia dan, dengan kapasitas dan karakternya masing-masing, telah menjagai Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sejak awal didirikan. Bagi arsitek generasi muda, tiga nama ini adalah legenda yang menjadi referensi dan teladan dalam masa-masa awal berpraktek arsitektur. Kehilangan ketiganya sekaligus, tak pelak, menjadi duka mendalam bagi banyak arsitek dari segala lapis usia.

    BAKTI DAN CINTA TIGA NAMA

    With the loss of Han Awal, we lost a great man, a friend and a distinguished architect. Our thoughts are with his wife Ibu Daisy, children and grandchildren. For me the message that he suddenly passed away caused confusion and sadness. It is difficult to express myself. My friend and fellow architect Han Awal left this world. I am filled with gratitude that I knew him and worked with him, may Pak Han rest in Gods grace in peace.

    For decades Pak Han and I were friends who understood each other with a few words, I have learned a lot from him and will remember him with warmth in my heart, the memory of a great and wise man. As an architect, he was among the greatest of his generation; his skill was undisputed. Like no other he saw the opportunity to use the knowledge of the past to build up the future.

    Cor Passchier - ArchitectFormer vice-President of the Royal Society of Dutch architects BNA and honoured member of the Ikatan Arsitek Indonesia IAI for Han Awal

    Redaksi

    Ilustrasi : Bobby Irandita IAI Jakarta, dalam sebuah makan siang bersama, mendapat sebuah kesempatan luar biasa karena bisa duduk dan bertukar cerita dengan Ketua IAI Nasional