laporan diskusi ara a revisi

Download Laporan Diskusi Ara a Revisi

Post on 13-Jul-2015

194 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN DISKUSI DASAR MANAJEMEN: PERENCANAAN PROGRAM GIZI

Oleh, Kelompok 3 A Cahya Ayu Agustin (0906633975) Dewi Lestari Eka Setyani (0906634006) (0806340555)

Mison Maryanto R. (0906492915) Mutia Anggun S. Tiyani Rahmawati Yasashi I Evelyn (0906634233) (0906634422) (0906634441)

Tutor: Trini Sudiarti. Ir, M.Si Penanggung Jawab: Asih Setiarini, Ir, MSc

PROGRAM STUDI GIZI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Dalam makalah ini kami membahas skenario mengenai kabupaten Ara pada masalah status gizi penduduk pada kabupaten tersebut. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman Dasar Manajemen yang lebih difokuskan pada Perencanaan Program Gizi dan meningkatkan kemampuan dalam menangani masalah gizi yang ada di masyarakat. Dalam proses pendalaman materi Dasar Manajemen (Perencanaan Program Gizi) ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran. Oleh karena itu, rasa terima kasih kami sampaikan kepada: y Ir. Asih Setiarini M.Sc, selaku dosen pengajar/penanggung jawab modul Dasar Manajemen (Perencanaan Program Gizi); y Ir. Trini Sudiarti, M.Si, selaku dosen pembimbing tutorial Dasar Manajemen (Perencanaan Program Gizi); y Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini. y Orang tua kami atas dukungan materi dan moril yang diberikan kepada kami serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Depok, 22 September 2011

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengatar .................................................................................................. Daftar Isi ......................................................................................................... 1. Tujuan Pembelajaran .............................................................................. 2. Skenario ................................................................................................. 3. Identifikasi Masalah ............................................................................... 3.1. Data Subjektif .............................................................................. 3.2. Data Objektif ................................................................................ 3.3. Penentuan masalah ....................................................................... 4. Prioritas Masalah ................................................................................... 4.1. Metode Delbecg ........................................................................... 4.2. Metode Hanlon ............................................................................. 5. Pohon Masalah....................................................................................... 6. Tujuan Dan Seleksi Model Intervensi ..................................................... 6.1. Pohon Tujuan ............................................................................... 6.2. Penentuan Tujuan ......................................................................... 6.3. Alternatif Intervensi ..................................................................... 6.4. Seleksi Intervensi ......................................................................... 7. Project Planning Matrix (PPM)/Logical Framework (Logframe) ............ Daftar Pustaka .................................................................................................

1. Tujuan Pembelajaran 2. Skenario Kabupaten Ara Kabupaten Ara terdiri dari 15 kecamatan dan 196 desa, dengan lokasi wilayah memanjang dari utara ke selatan 180 km dan barat ke timur 90 km. Jalan utama adalah aspal dan jalan menuju desa-desa sebagian besar kerikil. Jumlah penduduk sekitar 185.000 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga 35.000 dan 15% jumlah penduduk adalah balita. Pengadaan pangan Keadaan geografi kabupaten terdiri dari daerah pegunungan dan pantai. Keadaan tanah sebagian tidak subur, sehingga banyak keluarga yang memenuhi kebutuhan pangannya dengan membeli. Tanaman yang tumbuh adalah padi, singkong, dan jagung. Beberapa buah seperti jambu monyet dan jeruk juga tumbuh tetapi untuk dijual ke luar daerah. Ikan dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang sangat sedikit terutama di daerah pegunungan. Mencari ikan adalah kegiatan penting selama musim hujan dan kemarau. Daging, telur, dan susu sangat jarang tersedia. Kacang-kacangan dan sayuran seringkali sulit untuk didapatkan, terutama pada musim kemarau. Pisang tersedia sepanjang tahun, padi merupakan makanan pokok yang sangat populer, tetapi pada musim kemarau harganya cenderung mahal dan kemudian diganti dengan jagung dan singkong. Iklim Musim hujan sangat pendek dan jumlah hari hujan dalam satu tahun kirakira hanya 90 hari, curah hujan per tahun sekitar 500-1500 mm per tahun. Sumber air Pada umumnya masyarakat memperoleh air dari sumur, yang biasanya melakukan pekerjaan ini adalah perempuan. Sanitasi Di daerah pantai, sampah biasanya dibuang di laut dan juga mereka punya kebiasaan buang air besar di laut. Menurut mereka air laut terlalu asin untuk mandi, sehingga mereka mandi dan mencuci menggunakan air dari sumur. Sementara itu di daerah pegunungan, mereka mendapatkan air dari mata air atau sungai dan buang air besar juga di sungai.

Kesehatan Perempuan Masalah kesehatan umumnya adalah lemah, pusing, batuk kronik, dan infeksi. 55% perempuan hamil menderita anemia. Ditemukan di hampir setiap kecamatan ibu yang meninggal karena melahirkan dan nifas sebanyak 2 orang tiap tahun. Pada ibu hamil kenaikan berat badan selama kehamilan hanya 6-8 kg. Anak-anak Masalah kesehatan umumnya adalah infeksi kulit, batuk, dan diare. Survei terhadap status gizi anak balita menunjukkan hasil 36% gizi kurang dan 12% gizi buruk. Angka kematian juga relatif tinggi, pada saat lahir 27%, 8-28 hari 20%, 111 bulan 29% dan 1-5 tahun 19%. Xeropthalmia juga merupakan problem di daerah ini. Kebiasaan makan Menyusui dalam waktu yang sangat lama sangat umum. Sekitar 95% bayi yang berusia kurang dari 1 tahun menyusui. Kira-kira 60% dari kelompok umur 19-24 bulan masih menyusui. Makanan tambahan berupa nasi halus atau pisang diberikan pada bayi berumur 1 bulan. Dari umur 1 tahun balita sudah diberikan seperti makanan orang dewasa. Pada umumnya mereka makan 2 kali sehari. Pada pagi hari mereka biasa mengonsumsi makanan sisa kemarin atau singkong. 50% penduduk tidak sarapan. Ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui juga tidak banyak mengonsumsi makanan, rata-rata mereka mengonsumsi 1400-1700 kkal dan 45-50 gram protein. Ibu-ibu mempunyai pantangan makan ikan selama hamil atau menyusui. Pelayanan, organisasi sosial, dan tenaga kerja Di setiap desa tersedia sekolah dasar, namun demikian buta aksara masih tinggi, kira-kira 15% laki-laki dan 35% perempuan tidak pernah sekolah. Puskesmas tersedia di setiap kecamatan dan ada satu rumah sakit di ibukota kabupaten. Tidak semua desa mempunyai bidan di desa (BDD), hanya 50% desa yang memiliki BDD. Bagi desa yang tidak ada BDD akan dirangkap oleh bidan Puskesmas atau BDD terdekat. Posyandu tersedia di setiap desa, jumlah kader 3-5 orang/ posyandu. Dukun bayi masih terdapat di setiap desa dan umumnya mereka membantu persalinan. Masyarakat pada umumnya enggan

untuk berobat ke pelayanan kesehatan dan vaksinasi sebab mereka takut kalau panas. Sebagian besar aki-laki bekerja di sektor pertanian dan hampir semua dari mereka mempunyai tanah sendiri. Aktivitas lain yang penting adalah mencari ikan dan membuat garam pada musim kemarau. Beberapa pemuda pergi ke ibukota provinsi untuk mencari kerja. Sementara perempuan menyelesaikan tugasnya di rumah di samping itu mereka juga membantu di ladang untuk menanam, menyiangi, memanen, dan menggembala ternak.

3. Identifikasi Masalah 3.1. Data Subjektif y Kabupaten Ara terdiri dari 15 kecamatan dan 196 desa dengan lokasi wilayah yang memanjang dari utara ke selatan 210 km dan barat ke timur 89 km y Jalan utama berupa aspal dan jalan menuju desa-desa sebagian besar kerikil y y y y y Keadaan geografi pantai terdiri dari daerah pegunungan dan pantai Keadaan tanah sebagian tidak subur Banyak keluarga yang memenuhi kebutuhan pangan dengan membeli Produk lokal yang dijual ke luar daerah berupa jambu monyet dan jeruk Produk protein hewani sangat jarang tersedia dan kacang serta sayur sulit didapatkan, kecuali pisang yang tersedia setiap tahun y y Tanaman yang tumbuh adalah padi, jagung, singkong Padi harganya mahal pada musim kemarau sehingga diganti jagung dan singkong y Umumnya masyarakat mendapat air dari sumur yang biasanya dilakukan oleh wanita y y y y y Kebiasaan membuang air besar di laut dan sungai Kebiasaan membuang sampah di laut Masalah kesehatan umum pada anak adalah infeksi kulit, batuk, diare Menyusui dalam waktu lama Makanan tambahan berupa nasi halus atau pisang untuk bayi 1 bulan

y

Kebiasaan makanan 2 kali sehari, sarapan dengan makanan sisa kemarin atau singkong

y y y y y y y

Kebiasaan tidak sarapan 50% Konsumsi makanan ibu menyusui dan ibu hamil tidak adekuat Memiliki pantangan makan ikan selama hamil dan menyusui Dukun masih banyak dan membantu persalinan Masyarakat engggan berobat ke pelayanan kesehatan Masyarakat enggan vaksinasi karena takut panas Perempuan menyelesaikan tugas di rumah dan membantu di ladang untuk menanam, menyiangi, memanen dan menggembala ternak

3.2. Data Objektif y y y Dari 185.00 jiwa , 15% adalah balita Sebanyak 55% perempuan hamil menderita anemia Ibu yang meninggal karena melahirkan dan nifas sebanyak 2 orang per tahun y y y y y y y y y y