kerangka acuan kerja pendukungan penyelenggaraan ?· 4 kerangka acuan kerja pendukungan...

Download KERANGKA ACUAN KERJA Pendukungan Penyelenggaraan ?· 4 Kerangka Acuan Kerja Pendukungan Penyelenggaraan…

Post on 19-Mar-2019

231 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KERANGKA ACUAN KERJA

PendukunganPenyelenggaraan Kegiatan

K e r a n g k a A c u a n K e r j a P e n d u k u n g a n P e n y e l e n g g a r a a n K e g i a t a n2

LATAR BELAKANG

Pemajuan KebudayaanBersama Indonesiana

Dengan disahkannya UU No. 5 Tahun 2017 muncul kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang sebuah inisiatif baru, yaitu kegiatan pengembangan platform INDONESIANA, yaitu sebuah struktur hubungan terpola antar penyelenggara kegiatan budaya daerah di Indonesia, yang dibangun secara gotong royong.

Inisiatif ini dirumuskan dengan memperhatikan gejala fragmen-tasi kegiatan budaya dan ketiadaan standar penyelenggaraan kegiatan budaya. Gejala tersebut mencakup antara lain: tidak jelasnya dampak kegiatan budaya dalam kehidu-pan masyarakat, penyelenggaraan kegiatan budaya yang minim investasi dan boros biaya, serta kondisi keber-lanjutan kegiatan budaya yang memprihatikan. Gotong royong,

meskipun nyata dalam penyelengga-raan kegiatan budaya, seringkali tidak diperhitungkan.

Rumusan awal INDONESIANA kemudian dielaborasi dengan memperhatikan kecenderungan di hampir semua daerah untuk men-gadakan festival. Akan tetapi, gejala tersebut di atas pun terlihat dalam penyelenggaraan festival selama ini. Tujuannya beraneka ragam. Besaran-nya bermacam-macam. Bentuknya pun berbeda-beda. Ada yang tumbuh dalam gerakan sosial. Ada yang mengikuti struktur industrialisasi. Ada juga yang berada di tengah-tengah, melibatkan orang-orang pergerakan namun hendak menggunakan standar yang berlaku di industri (dan sering-kali dengan orientasi luar negeri).

Padahal, festival berpotensi men-jadi ajang untuk menguatkan karakter budaya Bangsa. Festival juga dapat menjadi wahana untuk menumbuh-kembangkan identitas budaya yang memperlihatkan bukan hanya keuni-kan melainkan juga ketersambungan

w w w . i n d o n e s i a n a . o r . i d 3

daerah. Lebih jauh, festival dapat meningkatkan kesejahteraan secara holistik, mulai dari kebahagiaan di tingkat individu, aspirasi yang ter-penuhi di tingkat komunitas, kohesi sosial di tingkat dan pemerataan kes-empatan memperoleh pendapatan di tingkat masyarakat, serta perkem-bangan kebudayaan yang seimbang antara pelestarian dan pemajuan.

Pengalaman berbagai negara yang memiliki ratusan festival yang telah mewujudkan potensi tersebut di atas menunjukkan pentingnya:

1. Sistem penyelenggaraan dengan standar yang tidak ser-ta-merta mengadopsi standar internasional yang didorong oleh pemilik modal uang dan teknologi;

2. Kemampuan untuk menjadi tuan rumah di area budaya sendiri, yang dicapai dengan mengutamakan sumberdaya lokal; dan

3. Keterbukaan dan kecenderun-

gan untuk membina hubungan lintas wilayah di tingkat nasional maupun internasional, guna mengembangkan kapasi-tas lokal.

Penelitian yang lebih men-dalam memperlihatkan tingginya pengetahuan dan network spillover effect dari kegiatan budaya dengan ciri-ciri festival sukses seperti terse-but di atas. Studi event menegaskan kegiatan budaya memberikan lahan yang subur bagi tumbuh dan berkem-bangnya sinergi antar pemangku kepentingannya, sehingga mendor-ong efisiensi penyelenggaraannya. Itulah sebabnya, dalam menjalankan mandat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memu-satkan perhatian kepada kegiatan budaya, diawali dengan penyeleng-garaan festival.

Dengan latar belakang inilah, platform INDONESIANA dirumuskan. Pihak-pihak yang bergotong royong diharapkan akan membentuk dan

K e r a n g k a A c u a n K e r j a P e n d u k u n g a n P e n y e l e n g g a r a a n K e g i a t a n4

memperoleh cara serta fasilitas untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan budaya. Pelaku budaya akan membentuk dan memperoleh jalan untuk memantapkan pengem-bangan kegiatan budayanya. Lebih jauh, kebudayaan akan mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan posisinya sebagai haluan pembangu-nan nasional seperti yang diamanatkan oleh UU No. 5 Tahun 2017.

PeningkatanKapasitas DaerahDengan KonsepGotong Royong

Permasalahan dalam tata kelola kebudayaan nasional adalah perluasan akses dan peningkatan mutu akses publik dalam kegiatan dan ekspresi budaya. Hal ini akan terwujud apabila setiap unit kerja pemerintah di bidang kebudayaan mengupayakan pembangunan jaringan kerja kebudayaan secara lintas Kementerian/Lembaga dengan melibatkan komunitas-komunitas. Konsolidasi jaringan komunitas secara sistimatis ke dalam satu jejaring besar yang lebih permanen akan memberikan kemungkinan kerjasama secara gotong royong untuk

memperluas akses dan peningkatan jumlah pelaku bidang kebudayaan.

Gotong royong dikatakan terpola apabila telah menerapkan standar penyelenggaraan kegiatan budaya secara menyeluruh dan konsisten selama setidaknya tiga kali berturut-turut. Kapasitas penyelenggaraan kegiatan festival di daerah akan dikatakan efektif apabila mampu melakukan peningkatan dari nilai yang diberikan terhadap sebuah kegiatan budaya yang dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar.

Gotong Royong yang efisien apabila seluruh pemangku kepentingan dapat mengerahkan sumberdaya sesedikit mungkin untuk memenuhi fungsi yang dibutuhkan sehingga kegiatan berlangsung secara utuh. Gotong Royong di Indonesiana juga dapat diwujudkan dengan bentuk kerjasama jangka menengah yang mengutamakan pendayagunaan sumber daya lokal dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

w w w . i n d o n e s i a n a . o r . i d 5

Pentingnya Pendukungan Penyelenggaraan IndonesianaDalam Pengembangan KebudayaanNasional

Mendasarkan pada latar belakang Platform INDONESIANA serta tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam konteks regional dan nasional dalam pengembangan kebudayaan nasional, serta berbagai pemikiran strategis seperti yang dipaparkan diatas, maka suatu mekanisme terpadu yang yang terwujud dalam Platform INDONESIANA perlu diimplementasikan dengan pola kerjasama lintas Kementerian/Lembaga/Badan, Pemerintah Daerah, BUMN, Lembaga Nasional dan Internasional, Pusat Kebudayaan Internasional di Indonesia, Perguruan Tinggi, Swasta dan Masyarakat/Komuntias.

Fest iva l seni budaya merupakan puncak dari rangkaian kerja kebudayaan karena adanya pelibatan dari seluruh pemangku kepent ingan terka i t yang menghasilakn pembentukan jaringan antar komunitas budaya, pelatihan SDM kebudayaan, fasilitasi komunitas

budaya dan kegiatan pembinaan kebudayaan. Dengan dukungan seluruh stakeholder terhadap platform INDONESIANA berdasarkan asas gotong royong sehingga bersama-sama dapat mewujudkan pengembangan kebudayaan nasional yang terstruktur dan terorganisir dengan baik sehingga memberikan dampak secara langsung pada masyarakat/komunitas.

Dampak pelibatan seluruh stakeholder ini diharapkan dapat mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan pelestar ian dan pemajuan kebudayaan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan dibidang kebudayaan.

K e r a n g k a A c u a n K e r j a P e n d u k u n g a n P e n y e l e n g g a r a a n K e g i a t a n6

Tujuan pelaksanaan kegiatan Platform INDONESIANA:

1. Menghidupkan ekosistem obyek pemajuan kebudayaan secara merata dan berkelanjutan, serta menguatkan identitas budaya didaerah untuk mengimbangi penguatan identitas politik yang memanfaatkan kebudayaan.

2. Terpolanya gotong royong pemajuan kebudayaan dengan tingkat efektivitas, efisiensi dan keberlanjutan yang tinggi pada tahun 2020 yang diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan budaya berstandar internasional dalam platform Indonesiana.

3. Terwujudnya pengelolaan kebudayaan yang mendorong norma, standar, prosedur dan kriteria dibidang kurasi dan penyelenggaraan festival budaya untuk peningkatan mutu tata kelola kebudayaan yang efektif dan efisien.

4. Menghadirkan festival kebudayaan berskala internasional di daerah Indonesiana ikut meningkatkan pendapatan daerah, potensi pariwisata

dan persepsi publik atas daerah di tingkat nasional dan internasional.

5. Indonesiana menjadi wadah untuk berkolaborasi dengan program-program Kementerian/Lembagai yang hendak melakukan pemetaan pembangunan didaerah.

6. Membangun kerjasama strategis antar instansi pemerintah baik Pusat dan Daerah.

7. Terjadinya transfer of knowledge dan peningkatan Sumber Daya Manusia bidang kebudayaan di daerah.

8. Mendorong transaksi ekonomi didaerah dengan penyelenggaraan festival bertaraf internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

9. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tampil sebagai pelaku budaya.

TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN

w w w . i n d o n e s i a n a . o r . i d 7

K e r a n g k a A c u a n K e r j a P e n d u k u n g a n P e n y e l e n g g a r a a n K e g i a t a n8

PROFIL PENDUKUNGANINDONESIANA

Pendukungan INDONESIANA akan fokus pada penguatan budaya yang mencakup nilai pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Selain dari nilai-nilai yang diberikan dan diimplementasi dalam kegiatan ini, 10 obyek pemajuan kebudayaan seperti: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, Bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional menjadi menjadi fokus dalam pemilihan obyek budaya yang strategis.

Tahun 2018 menjadi tahun pertama Platform INDONESIANA diimplementasikan untuk menguatkan identitas budaya di daerah dengan fokus pada kegiatan festival yang mengangkat nilai-nilai pemajuan kebudayaan dan 10 obyek yang ada.

Setelah melalui tahap assesment dan pengkajian proposal-proposal yang masuk di tim INDONESIANA kuhusnya bidang Knowle