isi askeb kom ispa

Post on 29-Oct-2015

334 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asuhan kebidanan ispa

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangISPA merupakan singkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut mulai diperkenalkan pada tahun 1984 setelah dibahas dalam Lokakarya Nasional ISPA di Cipanas. Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan satu atau lebih gejala-gejala yaitu batuk, serak /anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara, pilek, dan panas atau demam. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita yaitu status gizi, umur, kelengkapan imunisasi, jenis kelamin, pemberian ASI eksklusif, pemberian vitamin A dan faktor lingkungan (kepadatan hunian, ventilasi, jenis lantai, kepemilikan lubang asap, keberadaan anggota keluarga yang merokok, keberadaan anggota keluarga yang menderita ISPA).Di Desa Kebocoran RW 4 terdiri dari 6 RT. Jumlah KK RW 4 adalah 157 kepala keluarga. Di desa Kebocoran RW 4 kebanyakan jenis lantai sudah keramik ataupun tehel namun sebagian warga masih ada yang berlantai tanah, 60% masih memasak menggunakan tungku, tidak ada lubang asap, kandang di dekat rumah, dan anggota keluarga masih banyak yang merokok di dalam rumah. Dengan demikian, maka Desa Kebocoran RW 4 mempunyai factor resiko terjadinya ISPA.Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis tertarik mengambil kasus ISPA yaitu Asuhan Kebidanan Komunitas pada Keluarga Tn. Ah dengan Fokus Asuhan Pada Balita An.R Umur 4,5 tahun dengan Faktor Resiko ISPA di Desa Kebocoran RT3 RW 4, Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.

B. Tujuan1. Tujuan umumMengetahui factor resiko terjadinya ISPA2. Tujuan khususa. Menemukan masalah-masalah kesehatan yang ada di Desa Kebocoran melalui Survei Mawas Diri (SMD)b. Mengetahui hasil analisis kasus berdasarkan hasil survey.c. Menerapkan managemen kebidanan baik individu, keluarga, kelompok, masyarakat, dengan memeperhatikan aspek keselamatan pasien di Desa Kebocorand. Melakukan tindakan atau pemecahan masalah individu, keluarga, kelompok masyarakat, dengan menerapkan manajemen kebidanan kmunitas

BAB IITINJAUAN TEORI

A. PengertianIstilah ISPA yang merupakan singkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut mulai diperkenalkan pada tahun 1984 setelah dibahas dalam Lokakarya Nasional ISPA di Cipanas. Istilah ini merupakan padanan istilah Inggris yaitu Accute Respiratory Infections disingkat ARI. Dalam Lokakarya ISPA I tersebut ada dua pendapat, pendapat pertama memilih istilah ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ) dan pendapat kedua memilih istilah ISNA ( Infeksi Saluran Napas Akut ). Pada akhir lokakarya diputuskan untuk memilih ISPA dan istilah ini pula yang dipakai hingga sekarang (Depkes RI, 2001).Istilah ISPA mengandung tiga unsur, yaitu infeksi, saluran pernapasan, akut. Pengertian atau batasan masing-masing unsur adalah sebagai berikut :1. Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit. 2. Saluran pernapasan adalah organ yang mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Dengan demikian ISPA secara otomatis mencakup saluran pernapasan bagian bawah ( termasuk jaringan paru-paru ) dan organ adneksa saluran pernapasan. Dengan batasan ini maka jaringan paru-paru termasuk dalam saluran pernapasan ( respiratory tract ).3. Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari ini diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan ISPA proses ini dapat berlangsung 14 hari ( Depkes RI, 1999 ).Penyakit ISPA mencakup penyakit saluran pernapasan atas (ISPaA) dan saluran napas bagian bawah ( ISPaB) beserta adneksanya. Infeksi saluran pernapasan atas adalah infeksi-infeksi yang mengenai struktur-struktur saluran pernapasan hidung, sinus, rongga hidung posterior dan faring (Catzer, 1998). Sedangkan menurut Behrman (1999) infeksi saluran pernapasan atas adalah infeksi yang terutama mengenai struktur saluran pernapasan di atas faring. Adapun menurut Wikipedia (2009) Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau URI (Upper Respiratory Infections) adalah penyakit infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus atau faring. Meadow (2003) menambahkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPaA) digunakan untuk mendeskripsikan flu. Gejalanya adalah batuk, pilek, demam kadang anoreksia. Infeksi saluran pernapasan bawah atau pneumonia adalah proses akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia adalah suatu proses peradangan dimana terdapat konsolidasi yang disebabkan pengisian rongga alveoli oleh eksudat (Somantri, 2008 ). Sedangkan menurut Ngastiyah (2005) pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur, dan benda asing. Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkus. B. EtiologiEtiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri penyebab ISPA antara lain dari genus Streptococcus, Staphilococcus, Pnemococcus, Hemofilus, Bordetelia dan Korinebakterium. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenovirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain.C. KlasifikasiKlasifikasi penyakit ISPA dibedakan untuk golongan umur di bawah 2 bulan dan untuk golongan umur 2 bulan-5 tahun.1. Golongan umur kurang dari 2 bulana. Pneumonia BeratBila disertai tanda tarikan kuat di dinding dada pada bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur kurang 2 bulan yaitu terdapat kenaikan 6x per menit atau lebih.b. Bukan Pnemonia ( batuk pilek )Bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat.Tanda bahaya untuk golongan umur kurang dari 2 bulan, yaitu 1) Kurang bisa minum ( kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari volume yang biasa diminum )2) Kejang3) Kesadaran menurun4) Stridor5) Wheezing6) Demam/dingin.2. Golongan umur 2 bulan-5 tahuna. Pneumonia beratBila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan di dinding dada bagian bawah ke dalam pada waktu anak menarik napas ( pada saat diperiksa anak harus dalam keadaan tenang, tidak menangis atau meronta ).b. Pneumonia sedangBila disertai napas cepat, batas, batas napas cepat ialah (1) Untuk usia 2 bulan-12 bulan= 50 kali per menit atau lebih(2) Untuk usia 1-4 tahun= 40 kali per menit atau lebihc. Bukan pneumoniaBila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat (batuk pilek biasa).Tanda bahaya untuk golongan umur 2 bulan-5 tahun yaitu:(1) Tidak bisa minum(2) Kejang(3) Kesadaran menurun(4) Stridor(5) Gizi buruk (Depkes RI, 2001)

D. Gejala Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut :1. Batuk2. Serak, yaitu anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara ( misal waktu berbicara atau menangis ).3. Pilek, yaitu mengeluarkan lendir atau ingus dari hidung.4. Panas atau demam, suhu badan lebih dari 37o C atau jika dahi anak diraba. Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai gejala dari ISPA ringan disertai satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut :1. Pernapasan lebih dari 50 kali per menit pada anak yang berumur kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali per menit pada anak yang berumur satu tahun atau lebih. Cara menghitung pernapasan ialah dengan menghitung jumlah tarikan napas dalam satu menit. Untuk menghitung dapat digunakan arloji.2. Suhu lebih dari 39oC (diukur dengan thermometer)3. Tenggorokan berwarna merah4. Timbul bercak-bercak merah pada kulit menyerupai bercak campak5. Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga6. Pernapasan berbunyi seperti mengorok (mendengkur)7. Pernapasan berbunyi menciut-ciutSeorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika dijumpai gejala-gejala ISPA ringan atau ISPA sedang disertai satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut:1. Bibir atau kulit membiru2. Lubang hidung kembang-kempis (dengan cukup lebar) pada waktu bernapas3. Anak tidak sadar atau kesadaran menurun4. Pernapasan berbunyi seperti orang mengorok dan anak tampak gelisah5. Sela iga tertarik ke dalam pada waktu bernapas6. Nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tidak teraba7. Tenggorokan berwarna merahE. PenularanKuman penyakit ISPA ditularkan dari penderita ke orang lain melalui udara pernapasan atau percikan ludah penderita. Pada prinsipnya kuman ISPA yang ada di udara terhisap oleh pejamu baru dan masuk ke seluruh saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan kuman menyebar ke seluruh tubuh apabila orang yang terinfeksi ini rentan, maka ia akan terkena ISPA (Depkes RI, 2001)Cara penularan kuman penyakit ISPA adalah melalui infeksi droplet dan melalui tangan serta barang-barang yang baru terkontaminasi, misalnya saputangan (Mandal, B.K.,dkk, 2004).1. LingkunganMenurut Wikipedia (2009) lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan tersebut.Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut lingkungan hidup. Menurut Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balitaa. Faktor Intrinsik1) Status GiziGizi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolism dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi (Supariasa, I Nyoman., dkk, 2001).Fungsi gizi anta