askeb anak

Download ASKEb ANAK

Post on 05-Aug-2015

84 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.Y CALON AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS NY SIH EDY SETYOWATI CEMENG BAKALAN SIDOARJO

Oleh : MUJIATI NIM : 2006 01 0248

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN JOMBANG 2007

LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan Kebidanan pada An.F Umur 18 bulan dengan Gastro Enteritis Akut (GEA) Dibuat sebagai laporan Praktek Klinik di BPS NY. Sih Edy Setyowati Cemeng Bakalan Sidoarjo oleh :

Mahasiswa : Mujiati NIM : 2006 01 0248

Telah diperiksa dan disetujui pada

Januari 2008

Mengetahui,

Pembimbimg Akademik

Pembimbing Praktek

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH SWT atas segala rahmat dan hidayah-NYA yang telah dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Sepeti kata pepatah Tiada gading yang tak retak penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna serta masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan mutu penulisan di waktu yang akan datang. Dalam penulisan ini penulis tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada : 1. Dr. Rudy Prasetyono, Selaku Kepala Perwakilan PT.Hardlent Medika Husada Sidoarjo yang telah memberi kesempatan penulis untuk mengikuti pendidikan STIKES Husada Jombang 2. Ny. Sih Edy Setyowati, Selaku Pembimbing Praktek Klinik.. 3. eny Fatmawati,S.ST, Selaku Penguji II Ujian UHAP III/Neonatus 2007 M, yang telah memberikan waktu, tenaga dan fikiran dalam penulisan laporan 4. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan Asuhan Kebidanan ini Demikian ucapan terima kasih ini penulis sampaikan seiring doa semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan.Amin. Sidoarjo, Januari 2008 Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan yang mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. dari pengertian ini salah satu faktor yang mendukung adalah kemampuan profesional yang dimiliki oleh bidan sebagai tenaga kesehatan didalam melaksanakan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab sehingga dapat mengantisipasi masalah masalah yang timbul pada individu, keluarga dan masyarakat. Hal tersebut diupayakan melalui usaha-usaha promotif, preventif, kuratif dan

rehabilitatif secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Mengingat permasalahan anak dan konteks perawatan keluarga saat ini masih menduduki prioritas utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat maka diperlukan usaha yang nyata untuk mewujudkan hal tersebut. Sebagai salah satu perwujudannya maka penulis berupaya menerapkannya melalui Asuhan Kebidanan pada An.F umur 18 bulan dengan GEA di BPS Ny. Sih Edy Setyowati Cemeng Bakalan Sidoarjo.

1.2

Tujuan Penulisan 1.2.1. Tujuan Umum Menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah kedalam proses asuhan kebidanan nyata serta mendapat pengalaman dalam pemecahan masalah dengan menggunakan Manajemen Hellen

Varney. 1.2.2. Tujuan Khusus Setelah melakukan asuhan kebidanan pada An.F umur 18 bulan dengan GEA , diharapkan mahasiswa mampu : a. Melakukan pengkajian data b. Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan c. Mengantisipasi masalah patensial d. Mengidentifikasi kebutuhan segera e. Merumuskan suatu tindakan yang komprehensif f. Melaksanakan suatu tindakan sesuai rencana g. Mengevaluasi pelaksanaan asuhan kebidanan.

1.3.

Manfaat penulisan 1.3.1. Bagi Penulis Mendapat pengalaman serta dapat menerapkan apa yang telah didapat dalam perkuliahan dengan kasus nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan. 1.3.2. Bagi Institusi Sebagai bahan kepustakaan bagi yang membutuhkan asuhan perbandingan pada penanganan kasus anak dengan GEA. 1.3.3. Bagi Klien. Agar mereka dapat mengetahui masalah-masalah anak dengan GEA apa saja yang bisa terjadi.

1.4.

Metode Penulisan

Laporan asuhan kebidanan ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif dalam studi kasus yaitu menggambarkan secara nyata tentang kondisi saat ini dengan perbandingan antara teori dengan kasus nyata dengan GEA. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data diantaranya : 1. Wawancara. Yaitu mengumpulkan data dengan tanya jawab langsung pada ibu atau keluarga maupun tim kesehatan yang terkait untuk mendapatkan data subyektif. 2. Observasi. Yaitu pengamatan langsung terhadap perubahan yang terjadi pada pasien. 3. Pemeriksaan Fisik. Yaitu pemeriksaan pada pasien yang meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, dan parkusi untuk mendapatkan data obyektif. 4. Studi Kepustakaan. Yaitu dengan mempelajari bukubuku dan makalah yang berhubungan dengan GEA pada anak dan masalah yang diutamakan. 5. Pemeriksaan Penunjang Yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa seperti pemeriksaan laboratorium / USG / Rontgen. 6. Dokumentasi. Yaitu suatu cara untuk memperoleh data dengan melihat data yang sudah ada status pasien, catatan medik dari hasil pemeriksaan penunjang lainya 1.5. Waktu Penulisan

Penulisan dilakukan saat Praktek Klinik Kebidanan di BPS Ny. Sih Edy Setyowati Cemeng Bakalan Sidoarjo. 1.6. Sistimatika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA BAB III : TINJAUAN KASUS BAB IV : PENUTUP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Gastroenteritis 2.1.1 Definisi Gastroenteritis adalah keadaan frekwensi BAB lebih dari 4x pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau dapat pula bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1995;143) Gastroenteritis adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekwensi 1x lebih BAB dengan bentuk tinja yang encer atau cair (suriadi,2001;88) Gastroenteritis adalah defekasi encer lebih 3x sehari tanpa darah lendir dalam tinja (Arif Mansjoer,2000;470).

2.1.2 Etiologi 1. Faktor Infeksi, menurut Ngastiyah hal 143 etiologi gastroenteritis dapat dibagi dalam beberapa faktor infeksi, yaitu : a. Infeksi Bakteri Vibrio, E.Colli, Salmonella, Shigella, Compylabanter, Yersinia, Aeromonas. b. Infeksi Virus Asto virus, echoviruses, Adenovirus, human retrovirus, pada agent, rota virus, entero virus (virus echo coxgacke,

poliomielitis) c. Infeksi Parasit Cacing (ascaris, trichiuris, strogiloides), protozoa ( entamce bahistoly HCA, giordia lambila tricomonas, hominis), jamur (candida albicans). 2. Faktor Malabsorsi a. Malabsorbsi karbohidrat Disakarida (intoleransi laktose, mailose, sukrose). Monosakarida (intoleransi glukosa, froktosa, galaktosa) pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa. b. Malabsorbsi lemak LCT ( Long Chain Trigliserida) atau diberikan trigliserida rantai menengah dapat terjadi pada keadaan : Lipase tidak ada atau berkurang Conjungtiva bila status, tidak ada atau berkurang Mukosa usus halus (vili) atrofi atau rusak Gangguan sistem limfe usus

c. Malabsorbsi protein Pada keadaan tubuh kekurangan protein, sangat mudah mendapatkan infeksi karena daya tahan tubuhnya rendah, sehingga terjadi adanyan atrofi vili usus yang menyebabkan penyerapan gastroenteritis. atau terganggu dapat mengakibatkan

3. Faktor Makanan a. Makanan basi b. Makanan beracun c. Alergi terhadap makanan (susu,protein) 4.. Faktor Psikologi a. Rasa takut b. Rasa cemas

2.1.3

Patofisiologi Berdasarkan patofisiologi maka penyebab diare dapat dibagi menjadi : 1. Diare sekresi Yang dapat disebabkan infeksi virus kuman patogen, hiperperilstatik usus halus, akibat bahan kimia atau makan, gangguan psikis, gangguan saraf, hawa dingin, alergi, defisiensi imun. 2. Diare Osmotik Yang dapat disebabkan oleh malabsorbsi makan berkurang kalori protein (KKP) BBLR (Mansjoer, A.2000; 470). Menurunnya pemasukan atau hilangnya cairan akibat : Pada dinding usus

Tekanan osmotik dalam usus meninggi

Hiperperistaltik

Hiperperistaltik

Peningkatan sekresi air dan elektrolit dalam rongga usus

Berkurangnya kesempatan usus mencerna makanan

Bakteri dalam usus tumbuh dan berlebihan

Sehingga timbul muntah, diare, demam dan hiperventilasi

Tiba-tiba dengan cepat cairan ekstra seluler hilang

Ketidakseimbangan elektrolit

Hilangnya cairan dalam intraseluler

Disfungsi seluler

Syok hipovolemik

Kematian

2.1.4

Komplikasi 1. Dehidrasi 2. Hipokalemia 3. Hipoglikemia 4. Syok hipovolemik 5. Kejang pada dehidrasi hipertonik

6. Malnutrisi energi protein

2.1.5

Batasan dan Klasifikasi Batasan : Tinja bentuk cair > 3x/hari Klasifikasi : 1. Diare akut (1-3 hari) 2. Diare berkepanjangan atau prolonged diarrea (> 7 hari ) 3. Diare kronik (> 14 hari)

2.1.6

Gejala Klinis 1. Sering BAB dengan konsistensi tinaj cair atau encer dan mungkin disertai lendir dan darah dengan frekwnsi pada neonatus lebih 4x sedangkan pada anak lebih 3x. 2. Pasien cengeng dan gelisah 3. Biasanya suhu tubuh meningkat 4. Mual, muntah, anoreksia 5. Kadang anus dan daerah sekitarnya timbullecet atau iritasi karena sering defekasi. 6. Keadaaan umun pasien lemah kadang disertai adanya tanda-tanda dehidrasi.

2.1.7

Derajat Dehidrasi 1. Dehidrasi Ringan Rasa haus

Oliguri

2. Dehidrasi Sedang Tanda dehidrasi ringan Mata cowong Ubun-ubun cekung Turgor turun

3. Dehidrasi Berat Tanda dehidrasi ringan SSP : Apatis, somnolen, sopor, koma Pulmo kardiovaskuler : kusmoul, syok. Gangguan elektrolit : hipo-Na, Hiper-Na, Hipo-K.

2.1.8

Penatalaksanaan Dehidrasi 1. Dehidrasi berat RL : 30 cc/ 1 jam Evaluasi derajat dehidrasi

2. Dehidarsi sedang KAEN 3B : 70 cc/ 3 jam Evaluasi derajat dehidrasi

3. Dehidrasi ringan KAEN 3B : 70 cc / 3 jam Evaluasi derajat dehidr