askeb anak retinoblastoma.docx

Download ASKEB anak retinoblastoma.docx

Post on 25-Oct-2015

66 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Asuhan Kebidanan pada anak dengan Retinoblastoma

TRANSCRIPT

ASUHAN KEBIDANAN IBU PRIMAGRAVIDA TRIMESTER III

LAPORAN ILMIAH

ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAKPADA AN. RP UMUR 4 TAHUN 2 BULAN DENGAN RETINOBLASTOMADI POLI ANAK RSUP Dr. KARIADI

Disusun Dalam Rangka Memenuhi TugasPengalaman Belajar Praktek dan Praktek Klinik Rumah Sakit

Oleh :NOVA YUNITA SARIP17424111028

PRODI DIII KEBIDANAN SEMARANGPOLITEKNIK KEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG 2013/2014

LEMBAR PERSETUJUAN

Asuhan Kebidanan Pada AnakPada An. RP Umur 4 Tahun 2 Bulan Dengan Retinoblastomadi Poli Anak RSUP Dr. Kariadi

Disetujui Tanggal :.......................2013

Pembimbing Praktek

SUKORININIP.....................................

Praktikan

NOVA YUNITA SARINIM. P17424111028

MengetahuiPembimbing Akademik

AGUSTIN SETYANINGSIH, SSiT NIP. 197908202002122003

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun laporan Asuhan Kebidanan Pada Anak Pada An. RP Umur 4 Tahun 2 Bulan dengan Retinoblastoma di Poli Anak RSUP Dr. Kariadi.Dalam menyusun laporan ini penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran dari pembimbing praktek maupun akademik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :1. Ibu Agustin Setyaningsih, S.SiT selaku Pembimbing Akademik Prodi DIII kebidanan Semarang Poltekkes Semarang.2. Ibu Sukorini selaku pembimbing praktek3. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan iniPenulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Semarang, Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULiLEMBAR PERSETUJUANiiKATA PENGANTARiiiDAFTAR ISIivBAB I : PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang11.2 Tujuan Penulisan1 1.3 Metodelogi Penulisan21.4 Sistematika Penulisan2BAB II: TTINJAUAN TEORI2.1 Anatomi dan Fisiologi Retina42.2 Pengertian42.3 Etiologi52.4 Patofisiologi52.5 Tanda dan Gejala62.6 Klasifikasi72.7 Pemeriksaan Diagnostik82.8 Penatalaksanaan82.9 Prognosis112.10 Komplikasi11BAB III: TINJAUAN KASUS13

BAB IV: PEMBAHASAN17BAB V: PENUTUP5.1 Simpulan195.2 Saran19DAFTAR PUSTAKA20

15

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangRetinoblastoma merupakan tumor ganas intraokular yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia dibawah lima tahun. Penyebabnya adalah tidak terdapatnya gen penekan tumor, yang sifatnya cenderung diturunkan. Sekitar 10% penderita retinoblastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua. Gejala yang ditimbulkan retinoblastoma adalah timbulnya bercak putih di bagian tengah mata atau retina, membuat mata seolah-olah bersinar bila terkena cahaya. Kemudian kelopak mata menurun dan pupil melebar, penglihatan terganggu atau mata kelihatan juling. Di negara berkembang, upaya pencegahan dan deteksi dini belum banyak dilakukan oleh para orang tua. Salah satu sebabnya adalah pengetahuan yang masih minim mengenai penyakit kanker tersebut.Dalam penelitian menyebutkan bahwa 5-10% anak usia prasekolah dan 10% anak usia sekolah memiliki masalah penglihatan. Namun seringkali anak-anak sulit menceritakan masalah penglihatan yang mereka alami. Karena itu, skrining mata pada anak sangat diperlukan untuk mendeteksi masalah penglihatan sedini mungkin. Skrining dan pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan pada saat baru lahir, usia 6 bulan, usia 3-4 tahun, dan dilanjutkan pemeriksaan rutin pada usia 5 tahun ke atas. Setidaknya anak diperiksakan ke dokter mata setiap 2 tahun dan harus lebih sering apabila telah ditemukan masalah spesifik atau terdapat faktor risiko.Oleh karena itu, maka penulis tertarik menyusun kanker vulva sebagai Laporan Kasus di RSUP. Dr. Kariadi Semarang.

1.2 Tujuan1. Tujuan UmumMenerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah serta dapat mengimplimentasikan antara teori yang di dapat dengan kasus yang ada dalam memberikan asuhan kebidanan pada anak sakit dengan retinoblastoma.2. Tujuan Khususa. Mengetahui pengertian dari penyakit retino blastoma.b. Mengetahui etiologi dari penyakit retino blastoma.c. Mengetahui manifestasi klinis dari penyakit retina blastoma.d. Mengetahui patofisiologi dari penyakit retino blastoma.e. Mengetahui penatalaksanaan terhadap pasien retino blastoma.f. Mengetahui asuhan kebidanan yang tepat pada anak sakit dengan retinoblastoma.

1.3 Metodologi Penulisan Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah : 1. Wawancara Yaitu mengadakan tanya jawab dengan klien / keluarga dalam rangka mengumpulkan data. 2. Pemeriksaan Fisik Meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mengumpulkan data. 3. Observasi Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap klien. 4. Dokumentasi Yaitu mempelajari catatan resmi kesehatan pasien. 5. Studi Kepustakaan Yaitu mengumpulkan data dari teori dan buku sumber di perpustakaan maupun di internet.

1.4 Sistematika penulisanBAB I: PendahuluanBab ini terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.BAB II: Tinjauan Teori Pada bab ini membahas mengenai karsinoma vulvaBAB III: Tinjauan KhususMembahas kasus secara nyata yang dilakukan pada penderita kanker vulva dengan asuhan kebidanan.BAB IV: PembahasanBab ini berisi tentang pembandingan antara teori dengan praktik yang dilakukan bidanBAB V: Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saranDAFTAR PUSTAKA

BAB IITINJAUAN TEORI

2.1. Anatomi dan Fisiologi Retina Anatomi RetinaRetina adalah selembar tipis jaringan saraf yang semitransparan dan multilapis yang melapisi bagian dalam 2/3 posterior dinding bola mata. Retina membentang kedepan hamper sama jauhnya dengan corpus sillier, dan berakhir di tepi ora serrata. Retina mempunyai tebal 0,1 mm pada kutub posterior. Di tengah-tengah retina posterior.Fisiologi RetinaRetina adalah jaringan paling kompleks di mata. Untuk melihat, mata harus berfungsi sebagai suatu alat optis, sebagai suatu reseptor kompleks, dan sebagai suatu trasdunces yang efektif. Sel-sel batang dan kerucut dilapisan fotoreseptor mampu mengubah rangsangan cahaya memjadi suatu impuls saraf yang dihantarkan oleh lapisan, serta saraf retina melalui saraf optikus dan akhirnya ke korteks penglihatan.

2.2. PengertianRetinoblastoma merupakan tumor ganas intraokular yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia dibawah lima tahun. Tumor berasal dari jaringan retino embrional (Mansjoer, 2005).Retinoblastoma adalah Tumor ganas dalam bola mata pada anak dan bayi sampai 5 tahun ( Sidarta Ilyas, 2002 ).Retinoblastoma adalah tumor ganas dalam bola mata pada anak dan bayi sampai 5 tahun. (Sidarta Ilyas, 2009).Retinoblastoma adalah tumor endo-okular pada anak yang mengenai saraf embrionik retina. Kasus ini jarang terjadi, sehingga sulit untuk dideteksi secara awal. Rata rata usia klien saat diagnosis adalah 24 bulan pada kasus unilateral, 13 bulan pada kasus kasus bilateral. Beberapa kasus bilateral tampak sebagai kasus unilateral, dan tumor pada bagian mata yang lain terdeteksi pada saat pemeriksaan evaluasi. ini menunjukkan pentingnya untuk memeriksa klien dengan dengan anestesi pada anak anak dengan retinoblastoma unilateral, khususnya pada usia dibawah 1 tahun. (Ganong William F.1998).Jadi dari beberapa pengertian diatas disimpulakan bahwa retinoblastoma adalah penyakit tumor ganas dalam bola mata pada anak usia kurang dari 5 tahun.

2.3. EtiologiTerjadi karena kehilangan kedua kromosom dari satu pasang alel dominan protektif yang berada dalam pita kromosom, bisa karena mutasi atau diturunkan. Penyebabnya adalah tidak terdapatnya gen penekan tumor, yang sifatnya cenderung diturunkan. Sekitar 10% penderita retinoblastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua. Kanker bisa menyerang salah satu maupun kedua mata. Kanker bisa menyebar ke kantung mata dan ke otak (melalui saraf penglihatan / nervus optikus).

2.4. PatofisiologiTeori tentang histogenesis dari Retinoblastoma yang paling banyak dipakai umumnya berasal dari sel prekursor multipotensial (mutasi pada lengan panjang kromosom pita 13, yaitu 13q14 yang dapat berkembang pada beberapa sel retina dalam atau luar. Pada intraokular, tumor tersebut dapat memperlihatkan berbagai pola pertumbuhan yang akan dipaparkan di bawah ini.Pola Penyebaran Tumora. Pola pertumbuhanRetinoblastoma Intraokular dapat menampakkan sejumlah pola pertumbuhan, pada pola pertumbuhan endofitik, ini tampak sebagai gambaran massa putih sampai coklat muda yang menembus membran limitan interna. Retinoblastoma Endofitik kadang berhubungan dengan vitreus seeding. Sel-sel dari Retinoblastoma yang masih dapat hidup terlepas dalam vitreous dan ruang sub retina dan biasanya dapat menimbulkan perluasan tumor melalui mata. Vitreous seeding sebagian kecil meluas memberikan gambaran klinis mirip endopthalmitis,vitreous seeding mungkin juga memasuki bilik mata depan, yang dapat berkumpul di iris membentuk nodule atau menempati bagian inferior membentuk Pseudohypopyon Tumor Eksofitik biasanya kuning keputihan dan terjadi pada ruang subretinal, yang mengenai pembuluh darah retina dan sering kali terjadi peningkatan diameter pembuluh darah dengan warna lebih pekat. Retinoblastoma eksofitik, berasal dari lapisan luar retina dan meluas ke koroid menyebabkan solid RD, dapat meluas hingga ke sklera. Retinoblastoma eksofitik ini dapat pula menyebabkan retinal detachment.b. Invasi saraf optikusDengan penyebaran tumor sepanjang ruang sub arachnoid ke otak. Sel Retinoblastoma paling sering keluar dari mata dengan menginvasi saraf optikus dan meluas kedalam ruang sub arachnoid. c. Diffuse infiltration retinaPola yang ketiga adalah Retinoblastoma yang tumbuh menginfiltrasi luas yang biasanya unilateral, nonhe