askeb anak diare - reza d.f

Download Askeb Anak Diare - Reza D.F

If you can't read please download the document

Post on 25-Jun-2015

1.687 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Asuhan Kebidanan pada Anak dengan Gastroentritis (Diare)KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYAJURUSAN KEBIDANANPRODI DIII KEBIDANAN KAMPUS MAGETANMAGETAN2011

TRANSCRIPT

ASUHAN KEBIDANAN PADA An.A DENGAN GASTROENTHERITIS DI BPS Ny. PRISTI WAHYUNI, Amd.Keb BENDO, MAGETAN

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Pengalaman Belajar Praktek dan Praktek Klinik Kebidanan

Disusun Oleh : FAREZA DEVIANITA FIRMANDINI NIM. P27824208016

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN MAGETAN MAGETAN 2010

LEMBAR PERSETUJUAN

Asuhan Kebidanan pada Anak A dengan Gastroentheritis di BPS Ny. Pristi Wahyuni, Amd.Keb Bendo, Magetan

Disetujui tanggal,

Februari 2010

Mengetahui,

Pembimbing Pendidikan

Pembimbing Praktek Lapangan

SUPARJI, SST, M.Pd. NIP. 19681007 99003 1 001

PRISTI WAHYUNI, Amd.Keb. NIP. 19670904 198812 2 003

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun laporan Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin Normal di BPS Ny. Pristi Wahyuni, Amd.Keb. Dalam menyusun laporan ini penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran dari banyak pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih pada : 1. Ibu Nani Surtinah, SST, SSiT, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Kebidanan Magetan. 2. Bapak Suparji, SST, M.Pd, selaku Pembimbing Pendidikan Program Studi Kebidanan Magetan. 3. Ibu Pristi Wahyuni, Amd.Keb, selaku Pembimbing Praktek. 4. Serta semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengharap kritik dan saran dari pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Magetan,

Februari 2010

Penulis

3

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL................................................................................................... LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................................... DAFTAR ISI............................................................................................................ BAB I . LANDASAN TEORI A. PENGERTIAN.................................................................................... B. PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS.......................................... C. MACAM DEHIDRASI....................................................................... D. PENGKAJIAN....................................................................................

i ii iv 1 1 2 2

KATA PENGANTAR............................................................................................. iii

E. DIAGNOSA KEBIDANAN................................................................ 11 F. PERENCANAAN............................................................................... 12 G. PELAKSANAAN................................................................................ 13 H. EVALUASI......................................................................................... 13 BAB II .TINJAUAN KASUS I. PENGKAJIAN.................................................................................... 15 II. DIAGNOSA KEBIDANAN................................................................ 20 III. PERENCANAAN............................................................................... 20 IV. PELAKSANAAN................................................................................ 22 V. EVALUASI......................................................................................... 24 DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN 1. Anak adalah seorang yang belum mempunyai umur 21 tahun dan belum pernah kawin (Pusdiknakes, 1993 : 3). 2. Anak adalah bukan miniatur orang dewasa tetapi merupakan sosok individu yang unik yang mempunyai kebutuhan khusus. Sesuai dengan tahap perkembangan dan pertumbuhannya (Pusdiknakes, 1993 : 83) 3. Diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atas bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya (Staf FKUI, 1985 283). 4. Diare akut adalah buang air berak yang terjadi pada bayi dan atau anak yang sebelumnya nampak sehat dan frekuensi 3 kali atau lebih perhari, disertai perubahan tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir atau darah (Markum, 1996 : 448). B. PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS 1. Patofisiologis a. Sebagai akibat diare baik akut maupun kronis akan terjadi : b. Kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan, keseimbangan asam basa (asidosis metabolit, hipokalemia, dan sebagainya). c. Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan (masukan makanan kurang, pengeluaran bertambah.

5

d. Hypoglikemia e. Sirkulasi darah mengalami gangguan (Staf FKUI, 1985 : 285)

6

2. Patogenesis a. Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah : b. Gangguan osmotik : adanya makanan/zat yang tidak dapat diserpakan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat. c. Gangguan sekresi : akibat rangsangan tertentu (toksin) pada, dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektroli dalam rongga usus. d. Gangguan motilitas usus : hiperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk mendapatkan makanan (Staf FKUI, 1985 : 284). C. MACAM DEHIDRASI 1. Dehidrasi ringan/sedang, apabila : Terdapat 2 atau lebih tanda berikut : Gelisah/rewel Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya lambat 2. Dehidrasi berat apabila : Terdapat 2 atau lebih tanda, berikut Letargis atau tidak sadar Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat (Depkes RI, 1999) D. PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan karena merupakan kunci untuk menentukan status kesehatan anak 1. Data subyektif a. Identitas/biodata

7

1) Nama Ditanyakan nama anak dan orang tuanya agar tidak keliru bila ada kesamaan nama dengan penderita lain. (Cristina, 1971 : 84).

8

2) Umur Umur yang paling rawan adalah balita, oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. Disamping itu masa balita merupakan pembentukan kepribadian anak sehingga diperlukan perhatian khusus (Soetjiningsih, 1995 : 6). 3) Jumlah saudara Jumlah anak banyak sosial ekonomi cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan kasih sayang diterima anak, lebih-lebih kalau jarak anak terlalu dekat. Pada keluarga sosial ekomomi kurang, jumlah banyak mengelambatkan selain kasih sayang, perhatian kurang juga kebutuhan primer tidak terpenuhi (Soetjiningsih, 1995 : 10). 4) Jenis kelamin Anak laki-laki lebih sering sakit disbanding anak perempuan, tetapi belum diketahui secara fisik mengapa demikian (Soetjiningsih, 1995 : 6). 5) Agama Pengajaran agama harus sudah ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin karena dengan memahami agama akan menuntut umatnya untuk berbuat kebaikan dan kebajikan (Soetjiningsih, 1995 : 11) 6) Ras/suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. Bangsa kulit putih/ras eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia (Soetjiningsih 1995 : 10). 7) Pendidikan ayah dan ibu Pendidikan orang tua merupaka salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang anak karena dengan pendidikan yang baik maka orang tua dapat menerima informasi tentang cara pengasuhan ana yang baik, bagaimana menjaga kesehatan anaknya dan pendidikannya (Soetjiningsih, 1995 : 10). 8) Pekerjaan/pendapatan keluarga Pendapatan keluarga yang memadai akan menunjang tumbuh kembang anak karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik

9

yang primer maupun sekunder (Soetjiningsih, 1995 : 10).

10

b. Keluhan utama Berisi alasan datang ke tenaga kesehatan dan keluhan yang dirasakan. c. Riwayat kesehatan 1) Riwayat kesehatan sekarang. 2) Riwayat kesehatan yang lalu. Riwayat kehamilan ibu Gizi ibu yang jelek, sebelum terjadi kehamilan maupun waktu hamil lebih sering melahirkan BBLR, lahir mati, hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada BBL, mudah terkena infeksi, abortus, dan lain-lain (Soetjiningsih, 1995 : 3). Riwayat kelahiran Trauma dari cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi. Demikian posisi janin dalam uterus dapat mengalihkan tali pusat, dislokasi panggul, torlikalia congenital, palsifasialis atau kroniotaber (Soetjiningsih, 1995 : 3). 3) Riwayat perkembangan Pada umur 4 tahun atau disebut balita. Pertambahan berat badan dan tinggi badan sesuai badan kg/tahun. umur anak. Berat 2-3 badan bertambah Tinggi pertumbuhan dan

bertambah 2 tahun- dewasa (Pusdiknakes, 1993 : 6). Pada umur 8 bulan anak sudah berikut : Duduk. Belajar berdiri,kedua kakinya menyangga sebagian berat badan Merangkak atau mendekati seseorang. dapat mencaai sebagai perkembangan

11

-

Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainya. Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup. Bersuara tanpa arti. Mencari mainan atau benda yang dijatuhkan. Bermain tepuk tangan atau ciluk baaa. Bergembira dengan melempar benda. Makan kue sendiri ( Depkes RI,2005:10 ) 4) Riwayat imunisasi

Imunisasi adalah suatu usaha, memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu Dalam pemberian imunisasi untuk mencegah anak dari penyakitpenyakit infeksi terhenti dapat dilakukan sebagai berikut : Pada umur 0-1 bulan polio1, diberikan hepatitis B1 Pada umur 2 bulan DPT1, polio2, hepatitis B2 Pada umur 3 bulan DPT2 dan polio3 Pada umur 4 bulan DPT3 dan polio4 Pada umur 9 bulan diberikan imunisasi campak, hepatitis B3 (Pusdiknakes, 1993 : 46-47) d. Riwayat kesehatan keluarga Cacat bawaan sering terjadi pada ibu DM yang hamil dan tidak mendapat BCG,

12

pengobatan pada trimester I kehamilan. Umur ibu kurang dari 18 tahun atau lebih dari 35 tahun, deffisiensi lodium waktu hamil (Soetjiningsih, 1995) e. Kebutuhan sehari-hari 1) Nutrisi Pemberian nutrisi pada anak harus cukup baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya seperti p