ekspor cpo

Download Ekspor Cpo

Post on 25-Jul-2015

467 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ekspor cpo

TRANSCRIPT

DAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN DI SEKTOR INDUSTRI CPO TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR MINYAK GORENG SAWIT DALAM NEGERI

OLEH WIDA KUSUMA WARDANI H14104036

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN

WIDA KUSUMA WARDANI. Dampak Kebijakan Perdagangan di Sektor Industri CPO terhadap Keseimbangan Pasar Minyak Goreng Sawit dalam Negeri. (dibimbing oleh DEDI BUDIMAN HAKIM). Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam perekonomian Indonesia, karena CPO merupakan komoditi ekspor andalan Indonesia. Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor kelapa sawit kedua terbesar setelah Malaysia sampai dengan tahun 2005. Di tahun 2006 Indonesia berhasil menjadi negara produsen minyak sawit nomor satu di dunia. Eksportir CPO akan melakukan ekspor secara besar-besaran apabila harga CPO internasional sedang meningkat secara tajam tanpa memikirkan pasokan dalam negeri. Hal ini akan berdampak pada industri turunan CPO yang didominasi oleh industri minyak goreng. Industri ini akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, sehingga produksinya akan menurun. Menyadari dampak tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan perdagangan di sektor industri CPO yang berupa pajak ekspor guna membatasi para eksportir CPO untuk tidak mengekspor CPO dalam jumlah yang berlebihan dan lebih memikirkan pasokan dalam negeri. Adanya pajak ekspor CPO akan mempengaruhi volume ekspor CPO, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi keseimbangan pasar industri hilirnya, yaitu industri minyak goreng sawit yang akan dicerminkan melalui harga minyak goreng sawit di pasar dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor apakah yang mempengaruhi ekspor CPO dan keseimbangan pasar minyak goreng sawit di Indonesia dan menganalisis keterkaitan antar keduanya serta bagaimana dampak pajak ekspor di sektor industri CPO terhadap keseimbangan pasar dan harga minyak goreng sawit dalam negeri . Untuk tujuan tersebut, beberapa variabel yang diteliti adalah ekspor CPO, produksi CPO, luas areal kelapa sawit, harga ekspor CPO, harga CPO domestik, pendapatan nasional Indonesia, jumlah penduduk Indonesia, pajak ekspor CPO, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika, harga dan produksi minyak goreng sawit dalam negeri, permintaan minyak goreng sawit dalam negeri, upah tenaga kerja di sektor industri, dummy krisis ekonomi, harga minyak goreng kelapa, impor minyak goreng sawit serta harga impor minyak goreng sawit. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang menggunakan data statistik tahunan dari tahun 1990-2006. Sumber data berasal dari Laporan Tahunan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian dan Jurnal-jurnal Ekonomi serta instansi-instansi lain yang terkait dengan penelitian yang

dilakukan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SAS 6.12 sedangkan analisis data menggunakan metode Two-Stage Least Square (2SLS). Hasil analisis memberikan kesimpulan bahwa model keterkaitan ekspor CPO dan pengaruh pajak ekspor CPO terhadap keseimbangan pasar minyak goreng sawit dalam negeri menghasilkan lima persamaan struktural dan tiga persamaan identitas. Penawaran ekspor CPO Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh harga riil ekspor CPO, nilai tukar riil, pajak ekspor CPO, produksi CPO domestik dan populasi Indonesia. Sedangkan lag ekspor CPO Indonesia tidak berpengaruh nyata terhadap ekspor CPO Indonesia. Penawaran minyak goreng sawit Indonesia berasal dari minyak goreng sawit yang diimpor dan minyak goreng sawit produksi Indonesia. Impor minyak goreng sawit Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh harga riil impor minyak goreng sawit, permintaan minyak goreng domestik dan pendapatan nasional Indonesia, sedangkan nilai tukar riil dan lag impor minyak goreng tidak berpengaruh nyata. Produksi minyak goreng sawit Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh luas areal kelapa sawit, produksi CPO domestik, dummy krisis ekonomi Indonesia dan lag produksi minyak goreng sawit. Sedangkan harga riil minyak goreng sawit domestik dan upah riil tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi minyak goreng sawit Indonesia. Permintaan minyak goreng sawit Indonesia merupakan agregasi dari jumlah konsumsi minyak goreng sawit secara langsung dan konsumsi minyak goreng oleh industri pengguna minyak goreng sawit. Permintaan minyak goreng sawit Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh harga riil minyak goreng sawit, harga riil minyak goreng kelapa, pendapatan per kapita dan lag permintaan minyak goreng sawit. Variabel-variabel yang mempengaruhi secara nyata harga minyak goreng sawit domestik adalah harga riil CPO domestik, harga riil minyak goreng kelapa dan dummy krisis ekonomi Indonesia. Validasi model dengan menggunakan kriteria statistics of fit, menunjukkan model layak untuk digunakan sebagai peramalan. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan sepuluh persen pajak ekspor CPO akan mengakibatkan penurunan permintaan minyak goreng sawit, impor minyak goreng sawit dan volume ekspor CPO masing-masing sebesar 0,0017 persen, 0,0013 persen dan 0,9226 persen, serta diduga akan meningkatkan harga minyak goreng sawit sebesar 2,1470 persen dan produksi minyak goreng sawit sebesar 0,1433 persen. Berdasarkan hasil yang diperoleh, upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah perlu suatu adanya kebijakan alternatif selain pajak ekspor sebagai komplemen untuk mengatasi kelemahan dari penerapan pajak ekspor. Perlu juga adanya perhatian khusus dari pemerintah dalam hal senjang pengambilan keputusan pada penetapan pajak ekspor agar penyesuaiannya mengikuti pola perubahan harga CPO dunia yang fluktuatif. Penerapan operasi pasar yang selama ini dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasar minyak goreng dapat efektif jika infrastrukturnya dipersiapkan secara baik dengan koordinasi yang baik dari pemerintah pusat dan daerah untuk menjangkau kalangan yang benar-benar kurang mampu.

DAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN DI SEKTOR INDUSTRI CPO TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR MINYAK GORENG SAWIT DALAM NEGERI

Oleh WIDA KUSUMA WARDANI H14104036

Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh, Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul : Wida Kusuma Wardani : H14104036 : Ilmu Ekonomi : Dampak Kebijakan Perdagangan di Sektor Industri CPO terhadap Keseimbangan Pasar Minyak Goreng Sawit dalam Negeri dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Menyetujui, Dosen Pembimbing,

Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec NIP. 131 846 871

Mengetahui, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi,

Rina Oktaviani, Ph.D NIP. 131 846 872 Tanggal kelulusan :

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Bogor, Juli 2008

Wida Kusuma Wardani H14104036

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Wida Kusuma Wardani lahir pada tanggal 14 Agustus 1986 di Jakarta. Penulis merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan Soeroso dan Tasmiyati. Penulis menyelesaikan sekolah dasar di Sekolah Dasar Jati Mekar, kemudian melanjutkan ke SLTP Negeri 246 Jakarta. Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan menengah umum di SMU Negeri 113 Jakarta dan lulus pada tahun 2004. Pada tahun 2004 penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HIPOTESA), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Komisi Pelayanan Khusus (Kopelkhu). Selain itu, penulis juga aktif dalam beberapa kepanitiaan.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan anugerah yang dilimpahkan-Nya sehingga penulis diberi kemudahan dan kekuatan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Dampak Kebijakan Perdagangan di Sektor Industri CPO terhadap Keseimbangan Pasar Minyak Goreng Sawit dalam Negeri. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, perhatian dan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Untuk itu, ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada : 1. Kedua orang tua penulis yaitu Bapak Soeroso dan Ibu Tasmiyati atas doa dan dukungannya. Serta mas Ambar dan mas Fajar atas semangat dan keceriaannya untuk penulis agar dapat menyelesaikan skripsi ini secepatnya. 2. Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan sabar dan penuh perhatian membimbing penulis dalam proses penyusunan skripsi ini sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 3. Dr. Ir. Sri Mulatsih, M.Sc. Agr selaku dosen penguji utama atas kesediaan serta arahan, saran, kritik dan perhatian yang diberikan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. 4. Jaenal Effendi, S.Ag ., MA selaku dosen penguji komisi pendidikan atas kesediaan serta arahan, saran, kritik dan perhatian yang diberikan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. 5. Sahabat penulis Deni, Liana, Tika, Rista, Ate, Rolas, Wike, Elsa, Epy dan Rima terima kasih atas doa, semangat dan dukungannya. 6. Teman-teman p