kemitraan perkebunan kelapa sawit rakyat pola s ??produksi cpo 0,7 juta ton...

Download KEMITRAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT POLA s ??Produksi CPO 0,7 juta ton •Ekspor CPO 0,5 jt ton

Post on 08-Mar-2019

222 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KEMITRAAN PERKEBUNAN

KELAPA SAWIT RAKYAT

POLA SWADAYA

Andy Mulyana Dosen Fakultas Pertanian/Program Pascasarjana

Universitas Sriwijaya

Disampaikan pada

Seminar Nasional Lahan Sub Optimal

2018

PENDAHULUAN

Luas 0,30 juta ha

Produksi CPO 0,7 juta ton

Ekspor CPO 0,5 jt ton (US$ 0,26 milyar)

1980

Luas 14,03 juta ha

Produksi CPO 37,8 juta ton

Ekspor CPO 31,05 jt ton (US$ 22,97 milyar)

2017

Perkembangan Kelapa Sawit Nasional

POLA PENGUSAHAAN KEBUN SAWIT

Pola Pengusahaan Luas (juta ha)

Perusahaan Besar Swasta (PBS) 8.25

Persahaa Besar Negara (PBN) 0.78

Perkebunan Rakyat (PR) 5.00

Total Seluruh Pola 14,03

SEJARAH PERKEMBANGAN KEMITRAAN USAHA

PERKEBUNAN

Periode Nama Program dan Pelaksana

Pelita II: 1977 Pola NES BUMN oleh Pemerintah dan Bank Dunia (karet di Sumut dan Sumsel) Pelita III : 1978 1983 Lanjutan Pola NES di daerah baru PIR Transmigrasi (1986) Pelita IV : 1983 1988 Lanjutan Pola NES di daerah baru Pelita V : 1988 1993 Lanjutan PIR Transmigrasi 1999 (SK Menhutbun No.107/Kpts- II/1999) PIR Kemitraan (dana KKPA) Lima Pola Pengembangan Perkebunan: Pola I : Koperasi Usaha Perkebunan (100% saham koperasi) Pola II : Patungan Koperasi dan Investor (65 % saham koperasi) Pola III : Patungan Investor dan Koperasi (20% saham koperasi) Pola IV : BOT (Build, Operation, Transfer) Pola V : BTN (Bank Tabungan Negara) Reformasi :2016 - . Pola Peremajaan BPDPKS, Kementan, perusahaan inti, petani

Sumber Informasi : Fajar (2006), BPDPKS (2017)

5 10/16/2018 Andy Mulyana

6 10/16/2018 Andy Mulyana

MODEL KEMITRAAN INTI-PLASMA

Hubungan kemitraan yang saat ini berlangsung antara pekebun kelapa sawit plasma dengan perusahaan inti pengolah CPO dimana perusahaan inti membangun kebun inti dan plasma (atau pekebun membangun sendiri plasmanya secara swadaya),

Pekebun plasma melalui kelompok menjual TBS hasil

produksinya ke perusahaan inti. Sebagian dari penerimaan penjualan TBS dipotong untuk membayar kredit pembangunan kebun

7 SUB-KELOMPOK PETANI SWADAYA

Petani kecil setempat, luas lahan antara 0,1 ha - 3 ha

Petani menengah setempat, luas lahan 3,1 ha - 15 ha

Petani besar setempat dan migran, luas lahan minimal 15 ha

Petani kecil migran, dengan lahan antara 0,1 ha 3 ha

Petani menengah migran, luas lahan 3.1 ha - 15 ha

Petani kecil dan menengah yang berkebun di lahan gambut

Petani besar di lahan gambut (Suwastoyo, 2018)

MENGAPA PEKEBUN SWADAYA PERLU

BERMITRA ? a. Untuk mendapatkan harga jual TBS yang lebih layak dengan

menaikkan posisi tawar dan menjual TBS via kelembagaan.

b. Perlindungan harga hanya untuk pola kemitraan

c. Fokus perhatian dan pembinaan oleh pemerintah terhadap

petani plasma

d. Tata cara budiddaya dan panen tidak sesuai ketentuan

e. Mendukung ketersediaan pasokan dan kualitas buah sawit

milik petani

f. Meminimalkan perbedaan harga TBS plasma dan swadaya

KENDALA POLA KEMITRAAN SWADAYA

1. Lahan belum tersertifikasi hak milik

2. Legalitas lahan di kawasan hutan

3. Sebagian bibit yang digunakan tidak bersertifikat atau bersertifikat palsu

4. Dalam satu hamparan/kawasan perkebunan swadaya umur tanaman tidak

seragam dan terdapat tanaman varitas Dura.

5. Teknik budidaya dan pemeliharaan kebun kurang intensif

6. Mayoritas pekebun kelapa sawit swadaya tidak bergabung dalam

kelembagaan pekebun

7. Harga TBS yang diterima pekebun lebih rendah dibandingkan yang diterima

pekebun pola kemitraan, karena dijual melalui perantara yang memliki DO,

tanpa pengujian rendemen maupun terkait poin 3, 4 dan 5

8. Hingga Permentan No 1 tahun 2018 tentang harga TBS pekebun pengaturan

penetapan harga dan mekanisme penjualan TBS pekebun swadaya ke

perusahaan/pabrik pengolahan kelapa sawit belum rinci.

SOLUSI PENERAPAN KEMITRAAN POLA SWADAYA

Jangka Pendek :

(1) Pekebun swadaya membentuk kelembagaan seperti kelompok atau

koperasi yang merupakan wakil pekebun yang bermitra dengan

perusahaan perkebunan pemilik PKS dalam bentuk Mitra Swadaya.

(2) Sebelum dilakukan kemitraan, kebun calon mitra dievaluasi oleh dinas

yang membidangi perkebunan kabupaten/kota dan Tim Penetapan

Harga.

(3) Pekebun Mitra Inti Plasma dan Mitra Swadaya wajib menjual seluruh

TBS kepada perusahaan melalui kelembagaan pekebun untuk diolah

dan dipasarkan sesuai perjanjian kerjasama.

SOLUSI PENERAPAN KEMITRAAN POLA SWADAYA

(lanjutan) Jangka Pendek :

(4) Perjanjian Kerjasama Mitra Swadaya sebagaimana dimaksud pada

ayat (3) memuat antara lain :

a. umur tanaman Tenera pada setiap hamparan;

b. rendemen CPO dan PK untuk setiap hamparan sebagaimana

dimaksud pada huruf (a) ditetapkan berdasarkan hasil survey

perusahaan Mitra dengan Dinas yang membidangi perkebunan, dan

institusi independen yang ditunjuk oleh pemerintah;

c. penetapan rendemen dilakukan sesuai dengan mekanisme

penetapan rendemen plasma;

d. seluruh ketentuan mutu TBS yang berlaku adalah ketentuan mutu

yang berlaku untuk pekebun plasma, atau seseuai perjanjian

tertulis;

SOLUSI PENERAPAN KEMITRAAN POLA SWADAYA

Jangka Menengah - Panjang :

1. Sertifikasi hak milik

2. Proses kepastian status dan legalitas lahan

3. Pengawalan penggunaan bibit bersertifikat padasaat peremajaan

4. Peremajaan relatif serentak satu hamparan/kawasan perkebunan

swadaya untuk penyeragaman umur tanaman.

5. Pembinaan teknik budidaya dan pemeliharaan kebun kurang intensif

6. Mayoritas pekebun kelapa sawit swadaya tidak bergabung dalam

kelembagaan pekebun

7. Kerjasama pembangunan PKS oleh konsosium lembaga pekebun

swadaya

PRINSIP KEMITRAAN.

Saling menguntungkan

Saling menghargai

Saling bertanggungjawab

Saling memperkuat

Saling ketergantungan/membutuhkan.

POLA PENGEMBANGAN USAHA PABRIK CPO

1. Pekebun swadaya dalam suatu kawasan dengan radius tertentu bergabung hingga luasannya mencapai 5.000-6.000 ha membentuk kelembagaan usaha pabrik CPO dengan kapasitas 30 ton/jam

2. Apabila ingin lebih efisien dengan kapasitas pabrik CPO > 30 ton/jam yan memerlukan gabungan pekebun dengan total luas kebun > 6000 ha.

Pekebun sawit

swadaya Pabrik

CPO

Lembaga Pekebun Swadaya

POLA KONTRAK JUAL BELI TBS

DENGAN PERUSAHAAN/ PABRIK CPO

Pekebun sawit

swadaya

Perusahaan

Pgolahan

CPO

Fasilitator

Kontrak Jual Beli

1. Pekebun swadaya yang belum mampu membentuk Pabrik CPO

sendiri, melakukan kemitraan berupa kontrak jual beli TBS dengan perusahaan pengolahan CPO non kemitraan/non PIR sebagai off-taker.

2. Mekanisme ini dapat dilakukan tanpa atau dengan fasilitator (pemerintah, notaris, pihak lain)

16 10/16/2018 Andy Mulyana

Pola Kontrak Jual Beli (lanjutan)

Hubungan kerjasama antara kelompok pekebun sawit swadaya dengan perusahaan pengolah CPO dituangkan dalam suatu perjanjian kontrak jual beli secara tertulis untuk jangka waktu tertentu.

Kelompok pekebun merupakan wadah untuk mengkoordinasikan para anggotanya dalam pengaturan produksi, pengumpulan, dan penyortiran produksi TBS yang akan dibeli oleh perusahaan, melakukan peniriman TBS ke pabrik sesuai dengan permintaan perusahaan pembeli dan mewakili anggotanya dalam hubungannya dengan perusahaan pembeli.

17 10/16/2018 Andy Mulyana

POLA SUB KONTRAK

Pekebun Swadaya

Agen/ Pedagang

Pabrik Pengolah CPO

Agen/Pedagang melakukan pembelian dan pengumpulan

TBS di kebun

Agen/Pedagang menjual dan mengirim TBS ke pabrik pengolah CPO

18 10/16/2018 Andy Mulyana

Model Sub Kontrak

Hubungan kemitraan jual beli antara pekebun kelapa sawit swadaya dengan perusahaan pengolah CPO melalui agen/pedagang yang kredibel

Model kemitraan ini menyerupai pola kemitraan

kontak jual beli langsung tetapi pada pola ini kelompok tidak melakukan kontrak secara langsung dengan perusahaan pengolah CPO tetapi melalui agen atau pedagang.

POLA KONTRAK JUAL BELI TBS

DENGAN PERUSAHAAN INTI

Pekebun swadaya yang belum mampu membentuk Pabrik CPO sendiri, dan tidak melakukan kemitraan dengan perusahaan pengolahan CPO non kemitraan/non PI, dapat melakukan kemitraan dengan perusahaan inti yang sudah bermitra, dengan syarat pabrik CPO yang ada masih under capacity dan kemitraan itu diketahui dan atas persetujuan mitra pekebun plasma

Pekebun sawit

swadaya

Perusahaan

Inti

Kontrak Jual Beli

Pekebun sawit

Plasma

PENENTUAN HARGA TBS

Untuk kondisi sistem perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang

sebagian kebunnya dimiliki rakyat, masih diperlukan sistem penetapan

harga seperti saat ini

Terdapat perseps