ekotek & rab

Download Ekotek & Rab

Post on 02-Dec-2015

44 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teknik sipil

TRANSCRIPT

PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN

EKOTEK DAN ANGGARAN BIAYA (NTSI 640)Standar Kompetensi:Mampu memahami tentang prinsip dan wawasan ekonomi untuk bidang rekayasaMampu memahami tentang spesifikasi dan analisis estimasi anggaran dan biaya bangunan.Deskripsi KompetensiMampu menghitung volume pekerjaan dan organisiasinyaMampu menyusun RKS, harga satuan pekerjaan bangunan Mampu menyusun rencana anggaran biaya bangunan baik untuk pelaksanaan maupun untuk penawaran.Mampu memahami konsep ekonomi teknikMampu memahami konsep nilai uang

lanjutanMampu memahami konsep proyekMampu melakukan analisa produksiMampu melakukan analisa investasiMampu melakukan analisa sensitivitas dan resikoMampu merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi investasi skala menengah ke bawah, baik pada sektor privat maupun pada sektor public; Sajian meliputi: Sajian perkuliahan: Menghitung volume pekerjaan dan organisasinya, menyusun RKS, harga satuan pekerjaan bangunan, menyusun RAB untuk penawaran dan pelaksanaan, Konsep ekonomi teknik, konsep nilai uang, konsep proyek, analisa produksi, analisa investasi, analisa sensitivitas dan resiko; Merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi investasi skala menengah ke bawah, baik pada sektor privat maupun pada sektor publik. RENCANA ANGGARAN BIAYAPengertian : Rencana anggaran biaya adalah suatu perhitungan untuk mengetahui tentang perkiraan (taksiran) anggaran biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadan suatu bangunan beserta biaya-biaya lain yang muncul akibat adanya pekerjaan tersebut.

Menghitung rencana anggaran biaya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:Anggaran biaya sementara (kasar) Cara menghitung anggaran biaya yang hanya didasarkan atas luas lantai bangunan, kelas bangunan, jumlah lantai serta lokasi bangunan tersebut berada. Anggaran biaya teliti Cara menghitung anggaran biaya dengan menggunakan harga satuan pekerjaan yang dikalikan dengan volume pekerjaan.

Jenis- jenis Rencana Anggaran BiayaOwner Estimate (OE) Estimasi anggaran biaya yang disusun oleh pemilik proyek atau pihak yang ditugasi oleh pemilik proyek untuk menaksir tentang jumlah biaya yang diperlukan untuk pengadaan bangunan beserta biaya lain yang timbul akibat dari kegiatan tersebut. Engineer Estimate (EE) Estimasi anggaran biaya yang disusun oleh perencana yang ditugasi oleh pemilik proyek. Estimasi ini digunakan untuk memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut dapat digunakan untuk pengadaan bagunan sesuai dengan yang dokumen perencanaan, baik ditinjau dari kuantitas maupun kualitasnya.

lanjutanBiding Estimate (RAB Penawaran) Estimasi anggaran biaya yang disusun oleh kontraktor untuk mengikuti lelang pengadaan jasa pelaksana konstruksi (kontraktor)Construction Estimate (RAP) Estimasi anggaran biaya yang disusun oleh kontraktor untuk menaksir biaya yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi yang dimenangkan dalam lelang (tender)

Syarat Penyusunan RABMampu membaca gambar teknis (perancangan)Memahami RKS khususnya spesifikasi teknisMemiliki ketelitian dan logika yang baikFamiliar dengan aplikasi program komputer khususnya program exel

Anggaran Biaya Sebenarnya (Real Cost)Anggaran biaya yang disusun oleh kontraktor untuk mengetahui jumlah biaya yang telah dikeluarkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi (setelah pekerjaan dilaksanakan). Prosedur menghitung rencana anggaran biayaMempelajari gambar perancangan dan perubahannyaMempelajari RKS dan perubahannyaMelakukan peninjauan lapangan Mempelajari teknologi pelaksanaan yang digunakan Survei harga bahan dan upah kerja Menyusun item pekerjaaan yang akan dilaksanakanMenghitung volume setiap item pekerjaan Menyusun analisa harga satuan setiap item pekerjaan Mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan Menyusun rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya

Untuk memperoleh harga penawaran yang realistis, estimator harus mengetahui:Rencana anggaran pelaksanaanSistem pembayaran yang dilakukan oleh ownerKomponen biaya yang harus ditanggung oleh kontraktor Target keuntungan yang yang ingin diperoleh kontraktor

PenjelasanAd 1. Perkiraan komponen biaya yang secara nyata digunakan untuk menyelesaikan pekerjaanAd 2.Sistem pembayaran yang biasa dilakukan oleh bouwheer (owner) dalam pelaksanaan proyek adalah sbb:Pembayaran menurut prosentase kemajuan fisik pekerjaanPembayaran menurut kemajuan fisik bulananPembayaran menurut tahap konstruksiPembayaran secara pendanaan penuh (full financiering)

lanjutanAD 3.Komponen biaya yang harus ditanggung kontraktor pada umumnya meliputi:Biaya pelaksanaan (real cost)Biaya kantor pusat (operasional kantor dan gaji tetap karyawan)Biaya servis relasi (entertain cost)Pajak penghasilan (corporate tax)

lanjutanAd 4. Dalam menentukan keuntungan yang ingin diperoleh biasanya kontraktor menetapkan minimal sebesar bunga Bank dari modal kerja yang digunakan untuk menyelesaikan proyekUntuk kontraktor besar biasanya selain menetapkan keuntungan bersih yang ingin diperoleh, juga memperhitungkan nilai inflasi untuk menjamin bahwa perusahaan masih mempunyai kapasitas yang sama untuk tahun-tahun yang akan datang

Untuk membuat estimasi anggaran biaya penawaran dapat dirumuskan sbb: Penawaran =Rencana anggaran pelaksanaan + pengeluaran tambahan (overhead) + keuntungan + biaya untuk menutup nilai inflasi + PPN (untuk proyek milik pemerintah)

Dimana:Biaya pelaksanaan meliputi harga bahan + upah kerja + gaji pihak manajemen di lapangan + sewa alat/alat bantu + biaya tak terdugaPengeluaran tambahan meliputi biaya operasional dan gaji tetap karyawan kantor pusat + pajak penghasilan perusahaan + biaya servis relasi (entertain cost) dsb.Keuntungan adalah selisih bersih antara pengeluaran dengan pendapatanNilai inflasi adalah perkiraan besaran inflasi pada saat proyek berjalan dikalikan modal kerja Pajak meliputi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% ditambahkan dalam penawaran pada proyek-proyek milik pemerintah dan PPh ps 22 sebesar 2% dari nilai kontrak dikurangi PPN

PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAANPembersihan lokasi Satuan = m2 Perhitungan Volume:Panjang x lebar lokasi yang dibersihkan 2. Pagar pengaman Satuan = m1 Perhitungan Volume:2 ( panjang + lebar) lokasi yang dipasang pagar

I. PEKERJAAN PERSIAPAN3. Uitzet & pasang bouwplank Satuan = m1 Perhitungan Volume:2 {( panjang + lebar bangunan) + (4 x 1,50 m)} Catatan: untuk sisi bangunan yang berimpit dengan batas lahan tidak ditambah 1,50 m 4. Direksi keet & gudang Satuan = m2 Perhitungan Volume:panjang x lebar bangunan direksi keet & gudang

II. PEKERJAAN TANAHPengeprasan (cuting) Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas bidang yang digali x tinggi pengeprasan Catatan: untuk memperoleh perhitungan volume yang teliti, luas bidang sebaiknya dipotong menjadi bagian yang kecil-kecil, kemudian volume masing-masing bagian dijumlahkan Urugan (file) Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas bidang yang digali x tinggi urugan Catatan: cara menghitung seperti cuting

3. Galian pondasi setempatSatuan = m3 Perhitungan Volume:Panjang x lebar x tinggi x jumlah pondasi yang sejenis Catatan: setiap tipe galian pondasi dihitung sendiri-sendiri kemudian volume dijumlahkan

4. Galian pondasi menerus Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas penamang galian x panjang galian Catatan: setiap tipe galian pondasi dihitung sendiri-sendiri kemudian volume dijumlahkan

5. Urugan pasir bwh pondasi Satuan = m3 Perhitungan Volume:Tebal urugan x luas dasar galian 6. Urugan tanah pondasi Satuan = m3 Perhitungan Volume:Volume galian - (volume urugan pasir + aanstampeng + pondasi) Urugan pasir bwh lantai Satuan = m3 Perhitungan Volume:Tebal urugan x luas lantai

III. PEK. PAS & PLESTERAN Anstampeng Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas penampang anstampeng x panjang pondasi Pondasi batu kali Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas penampang pondasi x panjang pondasi Trasraam kaki tembok Satuan = m2 Perhitungan Volume:Tinggi trasraam x (panjang pondasi - total lebar pintu)

Trasraam KM/WC Satuan = m2 Perhitungan Volume:Tinggi trasraam bersih x panjang tembok KM/WC

5.Tembok dinding Satuan = m2 Perhitungan Volume:Luas bruto = tinggi tembok x panjang tembokLuas netto = luas bruto - ( luas trasraam + luas lubang dinding untuk pintu, jendela & BV dll) Catatan : untuk mengganti volume menjadi m3, luas tembok dibagi 8 6.Plesteran trasraam Satuan = m2 Perhitungan Volume: 2 x luas tembok trasraam - dinding KM/WC yang dipasang keramik 7.Plesteran tembok dinding Satuan = m2 Perhitungan Volume: 2 x luas tembok dinding Benangan Satuan = m1 Perhitungan Volume:Jumlah panjang sudut luar tembok,kolom dan kali air untuk pintu, jendela & BV Kol plint Satuan = m1 Perhitungan Volume:Panjang pondasi - total lebar pintu

IV. PEKERJAAN BETON Pondasi setempat Satuan = m3 Perhitungan Volume:Panjang x lebar x tebal x jumlah pondasi Balok/sloof/latei/ringbalk Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas penampang x panjang Kolom Satuan = m3 Perhitungan Volume:Luas penampang x tinggi x jumlah kolom

Pelat lantaiSatuan = m3 Perhitungan Volume:Luas netto lantai x tebal lantai Tangga Satuan = m3 Perhitungan Volume:a. Pelat tangga = panjang x lebar x tebal b. Anak tangga = (O x A x lbr tangga x jumlah anak tangga) : 2 Total = volume pelat + volume anak tangga Lisplank Satuan = m3 Perhitungan Volume:Tebal x tinggi x panjang lisplank V. PEKERJAAN PINTU, JENDELA, BV Kosen Pintu Satuan = m3 Perhitungan Volume:Panjang x luas penampang kosen Kosen Jendela Satuan = m3 Perhitungan Volume:Panjang x luas penampang kosen

Kosen BV Satuan = m3 Perhitungan Volume:Panjang x luas penampang kosen Catatan: setiap kosen dihitung menurut jenisnya kemudian dijumlahkan untuk memperoleh total volume yang diinginkan Daun pintu & jendelaSatuan = m2 Perhitungan Volume:Lebar x tinggi bersih kosen pintu/jendelaCatatan: setiap daun pintu & jendela dihitung menurut