transmisi pada-traktor

Download transmisi pada-traktor

If you can't read please download the document

Post on 14-Jan-2017

190 views

Category:

Engineering

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

VI

PAGE Transmisi Traktot - 18

TRANMISI TRAKTOR

1. Penerusan daya dari mesin ke roda belakang

Berikut ini akan diuraikan kopeling, bak pelambat (bak persneling), diferensial, reduksi akhir dan poros cabang.

Penerusan roda gila (fly wheel) ke roda belakang

Pada traktor roda dijumpai kopling kering tunggal untuk meneruskan hubungan mesin dengan bak persneling.

Tipe kopeling yang sama juga dipakai untuk memisahkan dari poros cabang untuk waktu singkat.

Dalam hal ini terdapat dua buah pelat (keping) kering pada traktor yang seringkali berbentuk satu unit.

Untuk pemisahan yang lama dari pto dari pemblokiran diferensial sering dimanfaatkan kopeling cengkeram.

Kopeling plat berganda (biasanya basah) dipakai pada kopeling mesin dan kemudi dari traktor berban ulat.

2. Kopeling

Pada kebanyakan pelat kopeling kering tunggal, pelat tekan ditekan pada roda gila melalui pegaspegas.

Antara pelat tekan roda gila, pelat kopeling itu dikelem (akibat tekanan pegas).

Untuk melepaskan hubungan dipakai suatu batang ungkit yang menekan ring tekan (berbentuk kollager atau cicin arang) ke arah roda gila pada mana pelat tekan digerakkan terhadap pegas tekan sehingga pelat kopeling dapat bebas bergerak.

Gaya yang arahnya sepanjang poros engkol hanya boleh sebentar saja diadakan karena bantalan aksial yang kurang cukup kuat dan kemungkinan pembebanan yang rendah saja pada ujung batang ungkit (lidah).

Material gesekan pada pelat kopeling disebut Ferodo, terdiri dari campuran serat asbes dan kawat tembaga merah yang diikat oleh bahan pengikat.

Pelat Ferodo yang terhadap baja mempunyai koefitien gesekan ( 0, 3 dilekatkan memakai paku keling aluminium.

Kopeling traktor diperhitungkan pada (1,75 2,00) x momen putar mesin. Persamaan yang dipakai:

Mk = 2/3 (R3 r3) p ( (n + 1) kg.cm

dimana:Mk = momen kopeling dalam kg.cm

R = ( luar dalam cm

r = ( dalam cm. r = 0,65 R

( =koefisien gesekan (( 0,3)

p =takanan bidang dalam kg/cm2 1 a 2 kg/cm2

N =jumlah keping kopeling (2 bidang gesekan, jadi n + 1).

Kopeling ganda

Cara pemakaian peralatan yang digandengkan pada traktor pertanian mengharuskan pertamatama peralatannya yang bergerak dulu baru mulai kendaraannya.

Sebaliknya, pemberhentian dulu baru peralatannya dihentikan.

Penyelesaiannya adalah penggunaan kopeling ganda yang dikendalikan oleh pedal kaki.

Kopeling yang dalam waktu lama tetap harus terpisah perlu dilengkapi dengan alat "overcenter".

Dengan demikian dapat dihindari tekanan oleh gaya aksial secara terus menerus pada poros engkol dan cincin tekan.

Kopeling yang sering dipergunakan atau dalam jangka lama dalam keadaan tersambung sebagian (selip) 1ebih baik mempergunakan kopeling berpelat ganda atau bila terendam minyak sebagai pelat kopeling basah berpelat ganda.

Permukaan yang luas, gesekan yang kurang dan penadinginan oleh minyak menghindarkan terbakarnya kopeling pada keadaan pemakaian yang ekstrim. Jenis kopeling ini digunakan dalam kopeling kemudi dan traktor roda ulat.

Kopeling cairan, menggunakan penambahan putaran mesin untuk menggabungkan mesin dengan roda. Pada putaran mesin stasioner (idle), poros yang menuju ke bak persneling tidak bergerak. Permulaan kopeling (penggandengan) berjalan tanpa sentakan dan karenanya penterapan pada traktortraktor besar menarik.

Masih selalu timbul kerugian kecil (2 a 3%). Juga putaran poros pembawa selalu lebih tinggi dari pada poros yang dibawa.

3. Bak persnelingPersamaan daya berbunyi:

apabila Pe diperlakuan sebagai konstanta

Untuk mesin tertentu berlaku dimana C adalah konstanta.

Kopel mesin ini adalah hasil kali gaya K pada lengan L (kopel = L x K kg.m). Kopel ini pada n putaran/menit menghasilkan daya Ne.

(disini konstanta C' = 716,2) Pada anggapan yang disederhanakan, Ne harusnya garis lurus yang melalui titik awal (N = 0 dan n = 0). Tetapi kenyataanya terjadi penyimpangan.

Dengan memperhitungkan tidak liniernya hubungan antara N dengan n dapat dikatakan bahwa bentuk lengkung kopel adalah sama.

Untuk mesin traktor agak menarik bahwa dalam batas-batas daya yang tersedia, setiap kecepatan dapat digunakan selama selip roda (maksimum P) dan kecepatan maks. Yang diperkenankan dijalan (maksimum V) masih membolehkan.

kalau Ne daya dalam p.k.,

P gaya dalam kg,

V kecepatan dalam kg/jam

Dilihat dari segi efisiensi, P1, P2, dan K adalah besaranbesaran yang bernilai-sama. Pengganti garis lurus harusnya Pe atau lengkung kopel digambarkan dalam skala.

Selisih antara P1dan P2 perlu dijembatani dengan pemakaian roda gigi.

Makin banyak adanya kombinasi roda gigi makin besar daerah permukaan antara hyperbola dan silang poros yang dapat dicapai.

Batas-batasnya ditentukan berdasarkan pemikiran praktis (segi keuangan).

Ada traktor-traktor yang dibangun dengan 18 kombinasi penerusan roda gigi maju (3 kombinasi mundur).

Roda gigi atau cengkeram digeser oleh garpu yang terletak mencengkeram alur roda gigi. "Garpu' sendiri meluncur melalui apa yang disebut poros alurpeluncur (sliding sleeve).

Apabila dibelakang bak ini ditempatkan bak kedua dengan 2 kemungkinan kombinasi roda gigi (dengan 3 kemungkinan kombinasi roda gigi) maka berganda (lipat tiga) jumlah kemungkinannya.

Penghematan waktu yang besar diperoleh dengan jalan pemakaian lambang dalam menggambarkan dan menjelaskan.

Pemindahan gigi dengan beban

Bakbak persaeling yang sampai kini dibahas hanya mungkin dipindahkan gigignya dalam keadaan diam (dengan menggunakan kopling hidraulik dapat dipindahkan gigi meskipun terbatas).

Karenanya diperlukan perbandingan penerusan gaya yang sekali telah dipilih, apabila traktor itu bergerak dengan kecepatan awal karena bebannya akan nyata berkurang atau bertambah.

Dengan mengganti satu atau lebih kombinasi roda gigi dengan satuan planeter dapat direalisasi penyelesaian yang sangat bermanfaat.

Suatu satuan planeter mempunyai tiga kemungkinan perbandingan penerusan (satu diantaranya mundur).

Yang menarik adalah bahwa pemilihan perbandingan penerusan dengan menghentikan tromol rem (ban rem) atau melepaskannya.

Dengan demikian dimungkinkan memindah gigi tanpa menimbulkan sentakan yang berarti.

Apabila dipakai lebih banyak satuan planeter, maka dapat disambungkan beberapa (mungkin semua) perlambatan dengan pembebanan.

Bak perlambat (persneling) yang hingga kini dibahas dapat dengan pemindahan gigi secara bertahap.

Sesuatu yang ideal adalah apabila dapat terjadi tanpa tahapan. Cara perlambatan ini berbentuk suatu pengenaan setiap titik antara hyperbola dengan poros dari silang poros.

Perkembangan pemindahan secara hidraulis dibedakan antara hydrokinetis dan hydrostatis.

Untuk jenis persneling hydrokinetis seringkali dinamakan torque converter.

Torque Converter

Praktis seperti pada pembatasan atas suatu cairan dimungkinkan pelaksanaan perbandingan persneling dengan perantaraan alran minyak secara otomatis. Kopelnya dapat diperbesar kira-kira 4,5 kali.

Pada Torque Converter dimungkinkan kerjanya sebagai kopling cairan.

Keberatan-keberatan yang dapat terjadi juga sama seperti pada kopling cairan. N.I berendemen buruk di luar daerah kerja dan selip.

Cara penerusan (persneling) ini banyak dipakai pada mesinmesin pemindah tanah.

Kerjanya yang tanpa sentakan dan penyesuaian otomatis pada keadaan pekerjaan sekitarnya menyebabkan efisiensi yang burukpun masih bisa diterima dalam bidang penerapan ini.

Penerusan gaya secara hydrostatis makin banyak digunakan pada traktortraktor pertanian yang besar-besar.

Meskipun efisiensi persneling bada seluruh bidang beban tidak begiti menguntungkan dibanding persneling roda gigi tetapi lebih baik dari penerusan gaya hidrokinetis.

Diharapkan efisiensi akan makin tinggi mengingat penggunaan secara hidrostatis makin meluas.

Usaha terkenal di masa lalu adalah realisai persneling hidrostatis oleh N.I.A.E. Disini digunakan pompa plunger ganda aksial yang dapat membengkok dan padanya ditempatkan motor minyak berbentuk bintang yang kemudian menggerakan roda.

Bak roda gigi disini sudah tidak diperlukan demikian pula bak diferensial.

Meskipun berdasarkan pertimbangan hidraulik-minyak mungkin penterapannya lebih didahulukan, tetapi telah jelas sekarang bahwa perkembangan sekarang tertuju kepada penerusan gaya melalui pompa dan motor yang mengambil alih pekerjaan bak persneling (Diferensial masih tetap diperlukan).

Perkembangan ini terutama ditunjang oleh pertimbangan tekis produksi. Pabrik-pabrik traktor dalam hal ini harus bekerja sama dengan pabrik penerusan gaya hidraulis, misalnya IHC dengan Sundstrand; Eicher dengan Dowty ("Taurodyne"); Guldner, Lucas.

Dalam pemberian bentuk masih diinginkan adanya sebuah bak persneling (biasanya berbandingan 2 gigi).

Pada waktu membuat tikungan, jarijari guling dari roda dalam akan lebih kecil daripada roda luar. Oleh karenanya putaran roda dalamnyapun akan lebih sedikit dari pada roda luar.

Diferensial memungkinkan untuk meneruskan gayapada kedua roda tanpa pelepasan dan pula secara otomatis mengatur selisih kecepatan antara roda luar dan dalam.

Gaya keliling yang diteruskan sama dengan dua kali gaya keliling roda yang berpijak paling kecil.

Apabila salah satu roda selip maka gaya keliling total 2 x 0 = 0. Untuk dalam situasi yang sulit ini masih dapat berjalan terus maka pad