biokim karbohidrat ii

Download Biokim karbohidrat ii

Post on 18-Jul-2015

569 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pendahuluan

Karbohidrat (sakarida) adalah polihidroksi aldehid (polihidroksi keton) atau senyawa yang dihidrolisis dari keduanya. Unsur utama penyusun karbohidrat adalah karbon, hidrogen dan oksigen. Karbohidrat memegang peranan penting di alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida yang berasal dari udara dan air dari tanah. Karbohidrat yang dihasilkan ialah karbohidrat sederhana yaitu glukosa, di samping itu dihasilkan oksigen yang lepas di udara (Hamid 2005).Karbohidrat sebagai suatu molekul polimer seperti asam nukleat dan protein, maka karbohidrat dapat juga digolongkan berdasarkan jumlah monomer penyusunnya. Ada tiga jenis karbohidrat berdasarkan penggolongan ini, yaitu: monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan senyawa karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis lagi. Beberapa molekul monosakarida mengandung unsur nitrogen dan sulfur. Monosakarida mempunyai rumus kimia (CH2O)n dimana n=3 atau lebih. Jika gugus karbonil pada ujung rantai monosakarida adalah turunan aldehida, maka monosakarida ini disebut aldosa, dan bila gugusnya merupakan turunan keton maka monosakarida tersebut dinamakan ketosa (Mulyono 2006).

Oligosakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua sampai sepuluh monosaka. Disakarida, trisakarida, dan seterusnya sesuai dengan jumlah satuan monosakaridanya termasuk oligosakarida. Disakarida sangat banyak terdapat di alam. Molekul ini terdiri atas dua satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Disakarida yang terkenal diantaranya ialah sukrosa, maltosa, laktosa, dan selobiosa. Keempat disakarida ini mempunyai rumus kimia sama (C12H22O11) tetapi struktur molekulnya berbeda (Hamid 2005).

Polisakarida mempunyai rumus kimia (C6H10O5)n. Molekul ini dapat digolongkan menjadi polisakarida struktural seperti selulosa, asam hialuronat, dan sebagainya. Polisakarida merupakan karbohidrat bentuk polimer dari satuan monosakarida yang sangat panjang. Poisakarida yang umum atau lazim ialah pati dan glikogen pada hewan. Contoh polisakarida zat spesifik ialah heparin yang berfungsi mencegah koagulasi darah. Jenis polisakarida yang penting dalam ilmu gizi ialah pati, dekstrin, glikogen, dan polisakarida nonpati (Hamid 2005).Tujuan

Praktikum bertujuan mengamati beberapa karbohidrat melalui sifat reaksinya dengan beberapa reagen uji.Alat dan Bahan

Alat alat yang digunakan ialah tabung reaksi, gelas piala, mortar dan alu, plat tetes, pipet volumetrik, pipet tetes, sudip, spatula, penangas air, pembakar bunsen, kaki tiga, dan kasa asbes.

Bahan bahan yang digunakan ialah glukosa 1%, fruktosa 1%, sukrosa 1%, laktosa 1%, maltosa 1%, pati 1%, pereaksi Selliwanoff, larutan iod encer, tepung pati, gum arab, arabinosa, tepung agar agar, dan akuades.Prosedur KerjaUji Selliwanoff, sebanyak 5 ml pereaksi Selliwanoff dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 5 tetes bahan percobaan. Campuran larutan dididihkan dalam penangas air yang mendidih. Warna yang dihasilkan diperhatikan dan dicatat. Uji ini dilakukan terhadap glukosa 1%, fruktosa 1%, sukrosa 1%, laktosa 1%, maltosa 1%, dan pati 1%.Uji Iod, bahan percobaan berupa tepung dimasukkan ke dalam papan uji atau plat tetes kemudian ditambahkan satu tetes larutan iod encer. Campuran tersebut dicampurkan secara merata. Warna yang dihasilkan diperhatikan dan dicatat. Uji ini dilakukan terhadap tepung pati, tepung gum arab, tepung agar agar, dan arabinosa.Data PengamatanTabel 1 Hasil Uji SelliwanofBahan UjiHasil Pengamatan Perubahan Warna Larutan Gambar

(+/-)

Glukosa

+

tidak berwarna menjadi

merah halus

Fruktosa ++++ tidak berwarna menjadi

merahSukrosa +++

tidak berwarna menjadi

merah pudarLaktosa

+

tidak berwarna menjadi

merah halus

Maltosa

-

tidak berwarna dan tetap

tidak berwarna

Pati

-

tidak berwarna dan tetap

tidak berwarnaKeterangan :

Penambahan bahan percobaan sebanyak 5 tetes

(+) = larutan berwarna merah, berarti mengandung ketosa

(-) = larutan tidak berwarna, berarti tidak mengandung ketosaTabel 2 Hasil Uji IodBahan UjiHasil Pengamatan Perubahan Warna Larutan Gambar

(+/-)

Tepung pati +

warna putih menjadi

biru tuaTepung gum arab - warna kuning tetap

kuningTepung agar-agar +

warna putih menjadi

biru tuaArabinosa

-

warna putih menjadi

kuningKeterangan :(+) mengandung karbohidrat

(-) tidak mengandung karbohidrat

PembahasanPeranan utama karbohidrat di dalam tubuh ialah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh, yang kemudian diubah menjadi energi. Glukosa memegang peranan sentral dalam metabolisme karbohidrat. Jaringan tertentu hanya memperoleh energi dari karbohidrat seperti sel darah merah serta sebagian besar otak dan sistem saraf (Suyono 2001).Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama dalam suasan basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu2+ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu (Hamid 2005). Karbohidrat selain itu dijadikan uji suatu sampel yang digunakan untuk membuktikan apakah dalam sampel tersebut terdapat kandungan karbohidrat atau tidak. Uji tersebut termasuk uji kualitatif yang terdiri dari uji Selliwanof dan uji Iod.Pereaksi Selliwanof berdasarkan atas pembentukan 4-hidroksi metil furfural yang terdapat kandungan didalamnya berupa resorsinol atau 1,3-dihidroksi benzena dan asam sulfat pekat. Asam sulfat pekat fungsinya untuk mengeliminasi -molekul air sehingga membentuk furfural. Resorsinol dan asam sulfat pekat menghasilkan furfural dan asam levulinat. Asam levulinat adalah asam beta-asetil propanoat CH3COCH2CH2COOH, hablur tanpa warna, zat antara bahan farmasi dan lain-lain senyawa organik (Pudjaatmaka 2002). Pembentukan 4-hidroksimetil furfural ini terjadi pada reaksi antara fruktosa dan sukrosa yang mendasari uji Selliwanof. Fruktosa merupakan ketosa dan sukrosa terbentuk atas glukosa dan fruktosa, sehingga reaksi dengan pereaksi Selliwanof menghasilkan senyawa berwarna merah (Puji 2009). Reaksi positif apabila terbentuk warna merah. Asam sulfat akan mengubah heksosa menjadi hidroksi metal furfural yang kemudian akan bereaksi dengan resorsinol membentuk kompleks yang berwarna merah. Kereaktifan aldosa dan ketosa sangatlah berbeda. Aldosa untuk terhidrolisis membutuhkan asam pekat sedangkan ketosa membutuhkan asam encer sehingga hidroksi metal furfural dari aldosa sedikit, sedangkan untuk ketosa hidroksi metal furfural yang terbentuk banyak, karena itulah reaksi ini spesifik untuk fruktosa dan sukrosa yang termasuk ketoheksosa (Puji 2009).Jenis karbohidrat pada percobaan menunjukkan hasil positif (+) jika larutan berwarna merah dan itu berarti larutan tersebut mengndung ketosa, sedangkan jika hasil negatif (-) berarti larutan tersebut tidak mengandung ketosa dan tidak mengalami perubahan warna. Karbohidrat jenis glukosa, fruktosa, sukrosa, dan laktosa berdasarkan hasil percobaan menghasilkan hasil positif (+). Fruktosa lebih menghasilkan warna merah yang jelas dibandingkan dengan glukosa dan laktosa yang warna merahnya tidak jelas atau halus dan sukrosa yang warna merahnya pudar. Karbohidrat jenis maltosa dan pati menghasilkan hasil negatif (-) yang berarti tidak mengandung ketosa.Glukosa yang menghasilkan hasil positif (+) sebenarnya menurut teori hasilnya negatif (-) karena glukosa tidak memiliki gugus keton tetapi memiliki gugus aldoheksosa sehingga tidak memberikan reaksi terhadap pereaksi Seliwanoff. Reaksi ini seharusnya tidak terjadi pula pada laktosa, maltosa, dan pati, karena pati tersusun dari unit-unit glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4-a-glikosida, sedangkan laktosa tersusun darigalaktosa dan glukosa yang keduanya merupakan aldosa. Maltosa menunjukkan hasil yang negatif (-) karena maltosa merupakan disakarida yang diperoleh lewat hidrolisis parsial dari pati. Hidrolisis lanjutan dari maltosa hanya menghasilkan D-glukosa. Jadi, maltosa terdiri atas dua unit glukosa yang bertautan yang menyebabkan maltosa tidak mempunyai gugus keton (Hart 1983).Uji Iod bertujuan untuk mengidentifikasi adanya polisakarida. Iodin akan menghasilkan kompleks warna biru. Reagen yang digunakan adalah larutan iodin yang merupakan I2 terlarut dalam potassium iodida. Reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida. Polisakarida umumnya membentuk rantai heliks (melingkar), sehingga dapat berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat berantai pendek seperti disakarida dan monosakaraida tidak membentuk struktur heliks sehingga tidak dapat berikatan dengan iodin (Wahyudi 2010).Bahan uji yang digunakan untuk uji iod ialah tepung pati, tepung gum arab, tepung agar agar, dan arabinosa. Berdasarkan hasil percobaan yang menghasilkan hasil positif (+) ialah tepung pati dan tepung agar agar. Pati menghasilkan kompleks warna biru. Pati merupakan polisakarida yang terdiri atas rantai amilosa (1,4--glikosidik) dan amilopektin (-1,4 dan -1,6-glikosidik) (Hart 1983). Pati yang berikatan dengan iodin (I2) akan menghasilkan warna biru. Hal ini disebabkan oleh struktur molekul pati yang berbentuk spiral, sehingga akan mengikat molekul iodin dan terbentuklah warna biru. Bila pati dipanaskan, spi