akhlak dan tasawuf

Click here to load reader

Post on 01-Feb-2016

58 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS MAKALAHMATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAMAKHLAK DAN TASAWUF DALAM ISLAM

Disusun Oleh:1. GURMEET KAUR(1125151977)2. UMI SALAMAH(1125153764)KELAS C 2015PROGRAM STUDI PSIKOLOGIFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

KATA PENGANTARAssalamualaikum wr. wb. Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat karunia-Nya kepada kami, sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul Akhlak dan Tasawuf Dalam Islam . Makalah ini berisikan tentang pengertian akhlak dan tasawuf dalam Islam dan pembagian-pembagiannya. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karna itu, kritik dan saran dari dosen dan teman-teman yang bersifat membangun, selalu kami harapkan demi lebih baiknya makalah ini. Penyusunan makalah ini didasarkan untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai mahasiswa dan memenuhi tuntutan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah pendidikan agama Islam.Terimahkasih kami ucapkan kepada dosen mata kuliah pendidikan agama Islam yang telah memberikan tugas ini sehingga mempermudah kami dalam memahami tentang akhlak dan tasawuf dalam islam.Akhirkata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah Swt. senantiasa meridhoi segala usaha kita, Aamiin.

Jakarta, 14 Oktober 2015

Penulis

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangIndonesia termasuk salah satu wilayah di belahan dunia yang memiliki beberapa kepercayaan dan agama yang dianut oleh warga negaranya salah satunya agama yang diyakini oleh mayoritas masyarakatnya ialah agama Islam. Diantara banyaknya ajaran-ajaran yang terdapat di dalam agama Islam antara lain membahas mengenai akhlak seperti Akhlak Tasawuf. Akhlak tasawuf juga termasuk khazanah intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan dan dibutuhkan. Secara historis dan teologis Akhlak Tasawuf tampil mengawal dan memandu perjalanan hidup umat agar selamat dunia dan akherat. Sebagaimana tujuan utama Rasulullah saw. diutus ke bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Itulah yang menjadi faktor keberhasilan Beliau dalam berdakwah menyebarkan agama Islam. Semua manusia ciptaan Allah hendaklah memiliki akhlak mulia seperti yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad saw. Adapun pada zaman modern layaknya sekarang, kita dihadapkan berbagai masalah terutama masalah akhlak dan moral yang cukup serius, yang apabila dibiarkan dan tak ada yang peduli maka akan menghancurkanmasa depan bangsa. Maraknya kejahatan dan perbuatan yang menyimpang dari aturan agama telah kita lihat, dengarkan dan juga dirasakan oleh semua orang, membuat pentingnya mengkaji dan mempelajari Akhlak Tasawuf pada kehidupan saat ini. Bukan hanya dengan uang, ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi harus dibarengi dengan penanganan di bidang akhlak mulia dan mental spritual.B. Rumusan Masalah 1.Apakah pengertian dari Akhlak dan Tasawuf? 2.Apa sajakah klasifikasi dan ruang lingkup dalam ajaran ilmu Akhlak dan Tasawuf? 3.Bagaimanakah manfaat mempelajari Akhlak Tasawuf dalam kehidupan sehari-hari?C. Tujuan Penulisan 1.Untuk mengetahui pengertian ilmu Akhlak dan Tasawuf. 2.Untuk mengetahui klasifikasi-klasifikasi dan ruang lingkup yang termasuk dalam ajaran ilmu Akhlak dan Tasawuf. 3.Untuk mengetahui manfaat mempelajari Akhlak Tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.

BAB IIPEMBAHASANA. Akhlak dalam Islam1. Pengertian AkhlakKata akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu jama dari kata khuluqun yang secara etimologis bermaksa tabiat, budi pekerti, adat, dan kebiasaan. Sedangkan pendekatan lain bisa dari kata kholaqo sangat erat kaitannya dengan kata kholiq yang menciptakan dan makhluk yang diciptakan. Dari sini ada korelasi hubungan yang baik antara kholiq (Tuhan) dengan makhluk (manusia). Dengan demikian, manusia sebagai makhluk harus mempunyai akhlak terhadap kholiq (Tuhan), akhlak terhadap sesama manusia dan terhadap alam semesta supaya tercipta kehidupan yang harmonis.Adapun definis akhlak yang diutarakan oleh Akhmad Amin yaitu akhlak adalah kehendak yang dibiasakan. Maksudnya, jika kehendak tersebut membiasakan sesuatu, maka kebiasaan tersebut disebut akhlak. Ada dua syarat agar sesuatu bisa dikatakan sebagai kebiasaan, yakni:a. Adanya kecenderungan hati kepadanya atau ada kehendak/iradah untuk melakukannya.b. Adanya pengulangan yang cukup banyak, sehingga mudah mengerjakan tanpa memerlukan pemikiran lagi.Adapun yang dimaksud kehendak(iradah) adalah kemenangan dari keinginan setelah mengalami kebimbangan. Proses terjadinya iradah adalah:a. Timbulnya keinginan setelah adanya stimulus melalui indera.b. Timbulnya kebimbangan, antara mana yang harus dipilih atau didahulukan diantara sekian banyak pilihan.c. Mengambil keputusan atau menentukan keinginan yang dipilih.Dari uraian diatas dapat disimpulkan, akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian. Jika keadaan tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji (sesuai syariat Islam) disebut akhlak mahmudah (akhlak terpuji) sedangkan jika [erbuatan-perbuatan yang timbul itu tidak baik dinamakan akhlak mazmumah (akhlak tercela).Adapun model akhlak yang harus kita contoh dan teladani adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Qalm, 68:4:Artinya: Sesungguhnya, engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (khuluqin) yang luhur.Karena itu Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat manusia dalam mewujudkan akhlak mahmudah, akhlak yang islami. Hal ini dipertegas dalam Q.S Al-Ahzab 33:21: Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.Persamaaan antara etika, moral dan akhlak adalah sama-sama membicarakan tabiat manusia. Sedangkan perbedaan yang substansial karena konsep akhlak berasal dari pandangan agama terhadap tingkah laku manusia, sedangkan etika adalah pandangan tentang tingkah laku manusia dalam perspektif filsafat dan moral lebih cenderung dilihat dalam perspektif sosial normatif dan ideologis. 2. Pembagian Akhlaka. Akhlak kepada Allah Akhlak terhadap Allah dalam bentuk realita, diwujudkan dalam kegiatan yang dikenal dengan rukun islam yang lima, tetapi intinya berfungsi untuk pelaksanaannya sendiri. Dibawah ini merupakan Allah kepada Allah yang paling urgen: 1) TauhidTauhid artinya mengesakan Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Allah berfirman dalam Q.S Al-Ikhlas, 112:1:Artinya: Katakanlah (Muhammad) Allah itu esa.Menyekutukan Allah dengan lainnya adalah syirik dan orangnya disebut musyrik. Dosa syirik kepada Allah adalah dosa besar, bahkan dosa yang tidak terampuni, artinya bila seseorang melakukan perbuatan syirik dan mati bersama dosa itu tanpa pernah bertaubat sebelumnya maka dosa itu tidak bisa ditebus atau diampuni di akhirat. Dan yang bersangkutan akan mendapatkan siksa yang nyata dan pedih. 2) TakwaTakwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Diri harus dipelihara dari yang ditakuti, dan yang paling ditakuti adalah siksa Allah S.W.T. Oleh sebab itu, orang yang berakhlak kepada Allah adalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Dan orang yang bertakwalah yang paling mulia di sisi-Nya. Muttaqin adalah orang-orang yang memelihara diri mereka dari azab dan kemarahan Allah dengan cara berhenti di garis batas yang telah ditentukan, melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

3) TawakkalTawakkal adalah membebaskan hari dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatu kepada-Nya. Tawakkal harus diawali dengan kerja keras dan usaha maksimal (ikhtiar). Allah S.W.T memerintahkan umat Islam untuk tetap selalu waspada dan tidak lalai. Manfaat sikap tawakkal adalah untuk mendapatkan ketenangan batin.

4) TaqarrubTaqarrub adalah cara mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan melaksanakan ibadah yang wajib dan sunnah. Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah 2:185

Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."5) TaubatTaubat berasal dari kata taaba yang berarti kembali. Orang yang bertaubat kepada Allah S.W.T adalaj orang yang kembali dari sesuatu (yang buruk) menuju sesuatu (yang baik). Allah berfirman dalam Q.S An-Nur, 24:31

Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.b. Akhlak kepada Makhluk 1. Akhlak pada Diri SendiriManusia sebagai makhluk Allah mempunyai kewajiban terhadap dirinya sendiri. Namun bukan berarti kewajiban ini lebih penting daripada kewajiban kepada Allah. Dikarenakan kewajiban yang pertama dan utama bagi manusia adalah mempercayai dengan keyakinan yang

View more