X. E M ENDAPAN TIMAH

Download X. E M ENDAPAN TIMAH

Post on 08-Nov-2015

16 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

endapan timah, mineral

TRANSCRIPT

<ul><li><p>ENDAPAN MINERALENDAPAN TIMAHSUPRAPTO </p></li><li><p>ENDAPAN TIMAH</p><p>Mineral pembawa timah pada umumnya adalah mineral Kasiterit (SnO2), mineral lain dalam jumlah relatif kecil adalah Stannit, teallite dan sulfida Sn.</p><p>SIFAT-SIFAT FISIK.1. Warna pada umumnya coklat, hitam kadang putih, kuning.2. B J 6 7 (termasuk mineral berat).3. Kristal Tetragonal dan kubik, tahan thd pelapukan.4. Secara petrografis transparant.5. Non magnet sampai magnetit lemah.</p></li><li><p> KASITERIT STANNIT</p><p>BUTIRAN TIMAH</p></li><li><p>Kasiterit</p></li><li><p>Muskovit : Kanan megaskopis, kiri mikroskopis</p></li><li><p>GREISSENKumpulan (Agregate) granoblastik (kristal yang berbentuk butiran butiran) dari Kuarsa dan Muskovit (Lepidolite) dengan sejumlah mineral assesories seperti Topaz, Tourmaline, dan Flourite yang dibentuk oleh ubahan Metasomatik Post Magmatik Granit. Kadang disertai oleh pembentukan Stockwork.Greissen Adalah tipe endapan penghasil Utama logam Timah dan Tungsten, umumnya salah satu unsur hadir lebih dominan.Mineralisasi umumnya sebagai tubuh besar yang tak beraturan atau sebagai lembaran di bawah kontak bagian atas dengan lebar sekitar 10-100 m, yang bergradasi melalui zona ubahan felspatik (albitisasi dan mikroklinisasi) ke arah granit segar (Pollard dkk., 1988 dalam Evans,1993). Mineral Bijih : Kasiterite : SnO2 Stannite: Cu2 Fe Sn S4 Wolframmite: (Fe2 Mn2) Wo4 Scheelite: Ca Wo4</p></li><li><p> KLASIFIKASI GRANIT PEMBAWA TIMAH.</p><p>1. CHAPPEL &amp; WHITE (1974).Berdasarkan perbandingan K2O dan Na2O, pada batuan granit dibagi menjadi Tipe I dan tipe S. Diperkirakan tipe S yang menghasilkan timah.</p><p>2. ISHIHARA, S (1975).Pada batuan granit dibagi menjadi 2 :- Seri Magnetit: pembawa mineralisasi kelompok logam dasar- Seri Ilmenit: bukan sebagai pembawa kelompok logam dasar.</p></li><li><p> 3. A. LEHMAN &amp; W. GOCHT (1986).Mengukur kadar timah dalam batuan granit :Granit pembawa timah apabila mempunyai kadar Sn lebih dari 10 ppm, dengan kadar silika tinggi.Hal ini dapat terjadi apabila granit mengalami proses differensiasi sempurna yang akan mengkonsentrasi logam Sn dan membentuk mineralisasi timah.</p><p>4. J. Cobbing.Dilihat secara fisik/tekstur, ada 2, yaitu granit pembawa timah timah dan granit bukan pembawa timah.Granit Pembawa Timah :Secara tekstur berhubungan dengan proses granitisasi.Secara fisik, seperti batuan sedimen breksi arkose termetakan atau mirip batuan granit dengan xenolit batuan granit yang lebih tua dengan batas pinggir termakan larutan sisa magma.</p><p>5. BERDASARKAN KANDUNGAN MINERAL MAFIK.Granit-biotit; Granit-biotit-hornblende, Granit-biotit-muscovit dsb.Granit pembawa timah, adalah granit yang mempunyai mineral mafik muscovit-biotit atau bi-mika.Hal ini terbentuk pada fase akhir differensiasi batuan granit dengan silika tinggi yang kaya unsur H2O akan membentuk </p></li><li><p>BERDASARKAN CARA TERJADINYA </p><p>Timah Primer.Timah Sekunder.Endapan timah primer terdapat pada batuan beku dan batuan sedimen malih, sedangkan endapan timah sekunder adalah endapan timah primer yang telah mengalami pelapukan dan tertransport menjadi batuan sedimen.</p></li><li><p>BERDASARKAN TEMPAT TERJADINYA - WERNER COCHT (1986)dibagi menjadi 3 tipe :+ Subvolcanic hydrothermal deposite+ Massive greissen deposite+ Replacement deposite</p><p>- HASKING (1974)Membagi cebakan timah menjadi :Disseminasi, pegmatit, skarn, greissen, penggantian assosiasi dengan volkanik, berhubungan dengan sulfida masif dan placer.</p><p>- BATEMAN (1981)Membagi cebakan timah menjadi :Endapan placer, stockworks, fissure veins dan penggantian tersebar.</p></li><li><p>PEMBENTUKAN TIMAH PRIMER 1. FASE PNEUMATOLITIK (gas pd T tinggi)Terjadi pada pinggir dan puncak kupola dalam granit, terbentuk greissen muscovit mengandung kasiterit yang tersebar merata dan berbutir halus, kadar timah agak rendah, badan greisen tidak teratur, juga terbentuk urat tourmalin dan kaolin mengandung kasiterit.</p><p>2. FASE KONTAK PNEUMATOLITIK HIDROTERMAL TINGGI.Larutan mengandung timah naik melalui celah dan masuk dalam batuan sedimen serta terubah secara metamorfosa sentuh, shg terbentuk hornfels (batutanduk) yang sering mengandung kasiterit.</p></li><li><p> 3. FASE TERAKHIR HIPOTERMAL MESOTERMAL.Fase ini paling penting dalam penambangan, sebab mempunyai arti paling ekonomis.Larutan mengandung timah dengan komponen utama silika (SiO2) mengisi pada jalur sesar, kekar dan bidang perlapisan, shg terbentuk urat kuarsa mengandung kasiterit.</p><p>4. PROSES ALBITISASI &amp; MINERALISASI DI DAERAH PROSPEK TIMAH.Hasil proses hidrotermal yang menghasilkan urat-urat kuarsa mengandung kasiterit dan terjadi ubahan yang menghasilkan albit yang mengandung kasiterit</p></li><li><p>TerimakasihObrigado</p><p>*Good afternoon Ladies and Gentlemen.Today, I am going to present a paper on The Discovery of the Wabu Ridge Gold Deposit, in the province of Irian Jaya, Indonesia.</p></li></ul>