makalah banjir

Download MAKALAH BANJIR

Post on 27-Sep-2015

13 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tugas Kesehatan Masyarakat

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARPuji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena alhamdulillah dengan limpahan karunia dan nikmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini saya buat untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah. Dan semoga, selain memenuhi tugas tersebut, makalah ini dapat bermanfaat bagi khalayak pembaca pada umumnya dan kami khususnya.Dalam penyusunan makalah ini banyak skali tantangan yang kami dapatkan namun atas bimbingan serta motifasi yang tiada henti-hentinya dan disertai harapan yang optimis sehingga penyusun dapat menyalesaikan semua itu, makalah ini kami ambil dari materi yang sudah di berikan oleh dosen mata kuliah MANAJEMEN BENCANA yang dikemas dengan cara praktis, sehingga dapat dipelajari dengan mudah. Kami menyadari, makalah ini jauh dari sempurna. Masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun, sangat diharapkan.Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan kami khususnya dan selanjutnya kami lebih meningkatkan kompetensi sehingga dapat menjadi perawat profesional sebagaimana yang diharapkan oleh bangsa dan negara.

Kendari, 3 Mei 2015

Penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB 1 PENDAHULUANA. Latar BelakangB. Rumusan MasalahC. Tujuan PenulisanBAB II PEMBAHASANA. Tinjauan Umum Bencana Banjir1. Defenisi Banjir2. Penyebab Banjir3. Dampak Yang Ditimbulkan4. Pengendalian BanjirB. Tinjauan Umum Penyakit Pasca Bencana Banjir1. Pengertian Penyakit Demam Berdarah2. Etiologi Penyakit Demam Berdarah3. Determinan Penyakit Demam Berdarah

BAB III PEMBAHASANA. Analisis Risiko Bencana BanjirB. Rencana Mitigasi Bencana BanjirC. Rencana Kontijensi Bencana Banjir

BAB IV PENUTUPA. KesimpulanB. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangHampir seluruh negara di dunia mengalami masalah banjir, tidak terkecuali di negara-negara yang telah maju sekalipun. Masalah tersebut mulai muncul sejak manusia bermukim dan melakukan berbagai kegiatan di kawasan yang berupa dataran banjir (flood plain) suatu sungai. Kondisi lahan di kawasan ini pada umumnya subur serta menyimpan berbagai potensi dan kemudahan sehingga mempunyai daya tarik yang tinggi untuk dibudidayakan. Oleh karena itu, kota-kota besar serta pusat-pusat perdagangan dan kegiatan-kegiatan penting lainnya seperti kawasan industri, pariwisata, prasarana perhubungan dan sebagainya sebagian besar tumbuh dan berkembang di kawasan ini. Sebagai contoh, di Jepang sebanyak 49% jumlah penduduk dan 75% properti terletak di dataran banjir yang luasnya 10% luas daratan; sedangkan sisanya 51% jumlah penduduk dan hanya 25% properti yang berada di luar dataran banjir yang luasnya 90% luas daratan. Hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia juga berada di dataran banjir.Selain memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, dataran banjir juga mengandung potensi yang merugikan sehubungan dengan terdapatnya ancaman berupa genangan banjir yang dapat menimbulkan kerusakan dan bencana. Seiring dengan laju pertumbuhan pembangunan di dataran banjir maka potensi terjadinya kerusakan dan bencana tersebut mengalami peningkatan pula dari waktu ke waktu. Indikasi terjadinya peningkatan masalah yang disebabkan oleh banjir di Indonesia dapat diketahui dari peningkatan luas kawasan yang mengalami masalah banjir sejak Pelita I sampai sekarang.B. Rumusan Masalah1. Apa definisi banjir ?2. Apa penyebab banjir ?3. Apa dampak yang ditimbulkan ?4. Bagaimana cara pengendalian banjir ?5. Apa definisi penyakit demam berdarah ?6. Apa etiologi penyakit demam berdarah ?7. Apa determinan penyakit demam berdarah ?8. Bagaimana analisis risiko bencana banjir ?9. Bagaimana mitigasi bencana banjir ?10. Bagaimana rencana kontijensi bencana banjir ?

C. Tujuan PenulisanMakalah yang kami susun dengan judul Bencana Banjir bertujuan untuk mengetahui tentang :1. Definisi banjir ?2. Penyebab banjir ?3. Dampak yang ditimbulkan ?4. Cara pengendalian banjir ?5. Definisi penyakit demam berdarah ?6. Etiologi penyakit demam berdarah ?7. Determinan penyakit demam berdarah ?8. Analisis risiko bencana banjir ?9. Mitigasi bencana banjir ?10. Rencana kontijensi bencana banjir ?

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Bencana Banjir1. Definisi BanjirBanjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air disuatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.Dalam cakupan pembicaraan yang luas, kita bisa melihat banjir sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.Aliran Permukaan =Curah Hujan (Resapan ke dalam tanah + Penguapan ke udara)Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu, tengah dan hilir.1. Daerah hulu:terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf V. Di dalamalur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.2. Daerah tengah:umumnya merupakandaerah kaki pegunungan, kaki gunung atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf U. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.3. Daerah hilir:umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf S yang dikenal sebagai meander. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai dataran banjir. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.

Dari karakter segmen-segmen aliran sungai itu, maka dapat dikatakan bahwa :1. Banjir merupakan bagian proses pembentukan daratan oleh aliran sungai. Dengan banjir, sedimen diendapkan di atas daratan. Bila muatan sedimen sangat banyak, maka pembentukan daratan juga terjadi di laut di depan muara sungai yang dikenal sebagai delta sungai.2. Banjir yang meluas hanya terjadi di daerah hilir dari suatu aliran dan melanda dataran di kiri dan kanan aliran sungai. Di daerah tengah, banjir hanya terjadi di dalam alur sungai.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai.

2. Penyebab BanjirSecara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut :a. Penebangan hutansecaraliartanpa disertaireboisasi.b. Pendangkalan sungai.c. Pembuangan sampah yang sembarangan, baik kealiransungai mapupungotong royongd. Pembuatansaluran airyang tidak memenuhisyarate. Pembuatantanggulyang kurang baik.f. Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

3. Dampak yang ditimbulkan BanjirA. Primer Kerusakan fisik- Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistemselokan bawah tanah,jalan raya, dan kanal.B. Sekunder Persediaan airKontaminasi air.Air minumbersih mulai langka. Penyakit- Kondisi tidak higienis. Penyebaranpenyakit bawaan air. Pertanian dan persediaan makanan- Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat. Pepohonan- Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas. Transportasi- Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.C. Dampak tersier/jangka panjang Ekonomi- Kesulitan ekonomi karena kerusakan pemukiman yang terjadi akibat banjir; dalam sector pariwisata, menurunnya minat wiasatawan; biaya pembangunan kembali; kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, ternyata banjir (banjir air skala kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran. Banjir menambahkan banyak nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi).

4. Pengendalian BanjirPengendalian banjir dimaksudkan untuk memperkecil dampak negatif dari bencana banjir, antara lain: korban jiwa, kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan, dan terganggunya kegiatan