laporan kpm

Download LAPORAN KPM

Post on 27-Jun-2015

452 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman selalu menghasilkan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang, baik ekonomi, hukum, teknik, sosial, maupun bidang seni budaya. Perkembangan dalam suatu bidang akan selalu mempengaruhi bidang lainnya sehingga satu sama lainnya saling berpengaruh dan saling menunjang. Dewasa ini perkembangan bidang teknik dan ekonomi sudah saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perusahaan atau perindustrian tidak dapat melakukan kegiatan produksinya tanpa bantuan alat-alat atau teknologi. Seiring dengan meningkatnya perkembangan usaha dan semakin ketatnya persaingan usaha, para pengusaha dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Situasi tersebut akan mendorong para pelaku bisnis bekerja ekstra keras, hati-hati, efektif, dan efisien agar kualitas produk atau jasa yang dihasilkan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Kurangnya modal menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelaku bisnis di dalam meningkatkan usahanya. Untuk itu, pemerintah memberikan fasilitas kredit modal kerja yang disalurkan melalui bank maupun lembaga perkreditan lainnya. Pengalaman bank-bank karena adanya kredit macet telah memacu kalangan perbankan untuk lebih berhati-hati dalam mengatur alokasi dana kredit. Rencana 1

2

kredit disusun lebih matang, analisis atas permohonan kredit lebih terarah dan pengamanan kredit lebih digalakkan di samping peningkatan sistem pembinaan nasabah. Lemahnya pengalaman, keterampilan, modal usaha, dan agunan yang seringkali dihadapi oleh pengusaha kecil menyebabkan bank dan lembaga perkreditan lainnya menolak memberikan fasilitas kredit karena kurang memenuhi persyaratan teknis perbankan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi segala resiko yang dihadapi oleh pihak bank dan pengusaha kecil, asuransi merupakan metode yang utama dalam pengelolaan resiko. Peranan industri asuransi sebagai lembaga keuangan tidak saja memberikan proteksi kepada masyarakat dan dunia usaha akan tetapi juga sebagai sumber dana atau investasi pada sektor industri lainnya. PT. Asuransi Kredit Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkedudukan di Jalan Raya Puputan No. 9 Niti Mandala Renon Denpasar. PT. Asuransi Kredit Indonesia memberikan beberapa pelayanan dalam asuransi kredit, dimana salah satunya berupa Asuransi Kredit yaitu suatu jasa/layanan yang memberikan perlindungan kepada perbankan ataupun lembaga keuangan non bank lainnya atas resiko kerugian akibat kredit macet, khususnya kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil. Apabila pengusaha kecil (debitur) yang dipertanggungkan ke PT. Asuransi Kredit Indonesia tidak dapat/gagal

mengembalikan kreditnya kepada pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya (tertanggung) maka pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya dapat mengajukan klaim kepada PT. Asuransi Kredit Indonesia (penanggung).

3

Berdasarkan

latar

belakang

di

atas,

maka

yang

menjadi

pokok

permasalahannya adalah Bagaimana prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar ? 1.2 Tujuan dan Kegunaan Laporan 1.2.1 Tujuan laporan Sesuai dengan pokok permasalahan yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. 1.2.2 Kegunaan laporan Laporan ini diharapkan mampu bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu: a. Bagi khasanah ilmu pengetahuan Dengan penulisan laporan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan asuransi kredit. b. Bagi perusahaan Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan bagi pihak PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dalam pengambilan keputusan terutama dalam masalah penyelesaian klaim Asuransi Kredit.

4

c. Bagi mahasiswa Melalui Laporan Kerja Profesi Mahasiswa (KPM) ini diharapkan agar mahasiswa dapat memperluas dan menambah pengetahuan serta mengaplikasikan ilmu dan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan membandingkan kenyataan yang terjadi di lapangan. 1.3 Metode Penelitian 1.3.1 Lokasi penelitian Lokasi dari penelitian ini adalah pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar yang beralamat di Jalan Raya Puputan No. 9 Denpasar. 1.3.2 Jenis data dan sumber data 1. Data Menurut Sifatnya Data kualitatif adalah data yang dikumpulkan tidak berbentuk angka-angka dan tidak dapat dihitung (Sugiono, 1999:14). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah berdirinya perusahaan atau gambaran umumnya, struktur organisasi dan keanggotaannya, serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit. Niti Mandala Renon,

5

2.

Data Menurut Sumbernya : a. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dan dicatat secara langsung dari sumbernya melalui wawancara (Sugiono, 1999:130), yaitu dengan karyawan PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. Dalam hal ini mengenai penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. b. Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang bukan dari pengumpulan dan pengolahan sendiri tapi dilakukan oleh pihak-pihak lain dalam perusahaan dimana penelitian dilakukan (Sugiono, 1999:130) yaitu berupa data-data yang terdapat pada dokumen atau pustaka-pustaka dan dari sumber lainnya.

1.3.3 Metode pengumpulan data Terdapat tiga metode pengumpulan data, yaitu melalui: a. Observasi Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek laporan, serta pencatatan secara sistematis mengenai perkembangan data yang dibutuhkan (Sugiono, 1999:138) antara lain data mengenai proses penyelesaian klaim Asuransi Kredit dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

6

b.

Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan pihak yang berkaitan (Sugiono, 1999:130), yaitu karyawan PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar tentang masalah yang akan dilaporkan. Misalnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit. c. Pustaka Teknik ini ditempuh dengan jalan mempelajari buku-buku yang diperlukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini. 1.3.4 Teknik analisis data Teknik analisis data yang digunakan dalam laporan ini adalah teknik analisis kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu suatu teknik analisis yang menggambarkan atau menjelaskan informasi mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar.

7

1.4 Sistematika Penyajian Untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai isi dan susunan laporan ini, maka berikut ini dikemukakan penjabaran masing-masing bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penyajian laporan. BAB II : TINJAUAN TEORITIS Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang relevan dengan judul laporan. BAB III : PEMBAHASAN Menguraikan tentang gambaran umum perusahaan, struktur

organisasi, deskripsi pekerjaan selama KPM, serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. BAB IV : PENUTUP Bab ini menguraikan simpulan-simpulan yang didapat dari hasil penelitian dan saran-saran yang didasarkan atas simpulan yang ada.

8

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian Sistem Akuntansi Pengertian Sistem Akuntansi menurut Mulyadi (2001:3) adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa, untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Menurut Yusuf (2000:14) Sistem Akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode, catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan

menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan. Sesuai dengan pengertian di atas, dapat kita ketahui bahwa elemen-elemen dari suatu Sistem Akuntansi adalah: a. Formulir b. Prosedur c. Catatan-catatan data d. Laporan Pembahasan tentang Sistem Akuntansi tidak bisa lepas dari sistem pengendalian intern, sebab sistem akuntansi yang ditetapkan dalam perusahaan harus dapat mencapai tingkat pengendalian intern itu sendiri.

8

9

2.2

Pengertian Prosedur Mulyadi (2001:5) memberikan definisi Prosedur sebagai suatu urutan kegiatan

klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen/lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Komaruddin (1994:27) mendefinisikan Prosedur sebagai suatu rangkaian tindakan yang ditetapkan lebih dahulu, yang harus dilalui untuk mengerjakan suatu tugas. Zaki Baridwan (2000:3) mendefinisikan Prosedur adalah suatu urutan-urutan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi. Dalam kaitannya dengan penulisan laporan ini, maka pembahasan yang dimaksud mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit adalah tata cara atau urutan kerja yang teratur yang harus dilakukan oleh PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar (penanggung) agar benar dan sesuai dengan ketentuan.

2.3

Pengertian Struktur Pengendalian Intern Pengertian Struktur Pengendalian Intern menurut Agoes (1999:16) adalah

kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik dapat dicapai.

10

Menurut Yusuf (2000:174), Struktur Pengendalian Intern perusahaan t