jurnal skripsi

Download JURNAL SKRIPSI

Post on 30-Nov-2015

42 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Perbandingan Kinerja Remote Dekstop Team Viewer dengan Xtralogic RDP

    Client pada Warnet Ferrykom Cybernet

    Ferry Wisnuargo1

    Prihandoko2

    Universitas Gunadarma

    Jl. Margonda Raya No. 100 Depok 16424

    ferrywisnuargo@gmail.com1

    pri.staff.gunadarma.ac.id 2

    ABSTRAKSI

    Setiap perusahaan baik itu usaha mikro ataupun perusahaan besar memerlukan suatu

    sistem yang berfungsi untuk pengawasan jalannya dari usaha. Hal ini untuk

    menanggulangi tindak pembobolan sistem oleh karyawan yang tidak bertanggungjawab.

    Untuk sistem pengawasan tersebut diharuskan berjalan secara real dan dapat diakses

    dari manapun. Selain itu untuk diperlukan suatu perawatan sistem dari perusahaan

    tersebut agar usaha dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.Tujuan dari penulisan

    ini adalah untuk membuat suatu sistem pengawasan di usaha mikro warnet untuk

    memantau kinerja dari karyawan ataupun jalannya usaha. Selain itu dapat membuat

    suatu sistem yang memungkinkan bagi pengelola sistem untuk melakukan perawatan

    sistem dari manapun.

    Secara umum pendekatan yang dipakai penulis ialah pengumpulan data, analisis serta

    merancang sistem berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.

    Hasil perancangan ini dapat diperolehnya sistem informasi dapat memberikan akses bagi

    pemilik usaha untuk mengawasi kinerja karyawan dan proses berjalannya usaha dari

    jarak jauh. Selain itu memungkinkan untuk perawatan sistem dilakukan dari jarak jauh

    bila terhubung dengan jaringan internet.

  • 1. Pendahuluan

    1.1 Latar Belakang

    Ferrykom Cybernet adalah sebuah

    warnet kecil yang saya bangun untuk

    mengimplementasikan ilmu jaringan yang

    sudah dipelajari, selain itu juga sebagai wadah

    mencari pengalaman mendirikan usaha secara

    mandiri. Untuk karyawan pada warnet ini

    belum ada karena saya pribadi belum berani

    melangkah untuk merekrut karyawan dalam

    usaha ini. Untuk maintenace diatasi oleh saya

    sendiri. Namun seperti yang disebutkan

    sebelumnya, karena tenaga ahli yang

    dipercaya untuk mengurus usaha ini hanya

    saya sendiri sehingga usaha ini tidak bisa saya

    tinggalkan terlalu lama. Sedangkan saya

    adalah seorang mahasiswa yang sedang

    menjalani smester akhir dan sedang menyusun

    skripsi dan sebentar lagi akan menempuh

    dunia kerja. Waktu saya masih banyak tersita

    untuk kuliah. Seringkali terpaksa saya tidak

    bisa masuk kuliah karena ada beberapa

    maintenace yang harus dilakukan di warnet.

    Saya juga merencanakan untuk

    membayar seorang karyawan untuk menjadi

    operator. Namun banyak kejadian operator-

    operator nakal yang melakukan tindak

    kecurangan di warnet. Oleh karena itu

    diharuskan pada sebuah warnet untuk

    membuat suatu sistem pengawasan dari jarak

    jauh. Sehingga walaupun pemilik berada di

    tempat yang memiliki jarak cukup jauh,

    pemilik dapat mengetahui berapa client yang

    aktif dan mengetahui pendapatan yang di

    dapat oleh warnet pada hari tersebut.

    1.2 Batasan Masalah

    Masalah yang akan dibahas

    mengenai analisis aplikasi team viewer yang

    digunakan sebagai remote dekstop pada

    sistem jaringan warnet ferrykom. Akan

    dijelaskan cara kerja dari team viewer

    dan fitur-fitur yang disediakan untuk

    mensupport dalam pengawasan jalannya

    usaha warnet. 1.3 Tujuan Penulisan

    Tujuan dari skripsi ini adalah

    merancang suatu sistem komputer server dapat di akses dari jarak jauh. Hal ini juga akan ditinjau dari keamanan dan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk implementasinya. Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut : Membuat warnet dengan sistem keamanan yang tidak mudah ditembus dan suatu sistem yang berfungsi untuk mengawasi aktifitas client. Membuat warnet yang menggunakan suatu sistem yang dapat digunakan sebagai remote dekstop komputer server via mobile dengan sitem operasi android. Membuat warnet yang memungkinkan pemilik usaha untuk menginstal aplikasi yang diinginkan dari jarak jauh. Memilih aplikasi remote dekstop yang tepat untuk mengawasi proses usaha warnet. 2 Metodologi

    2.1 SDLC (Systems Development

    Life Cycle)

    SDLC atau Software Development

    Life Cycle adalah proses

    mengembangkan atau mengubah

    suatu sistem perangkat lunak

    dengan menggunakan model-

    model dan metodologi yang

    digunakan orang untuk

    mengembangkan sistem perangkat

    lunak sebelumnya (berdasarkan

    best pratice atau cara yang sudah

    teruji baik)

  • 3 Perbandingan Kinerja Remote

    Dekstop Team Viewer dengan

    Xtralogic RDP Client pada Warnet

    Ferrykom Cybernet

    3.1 Gambaran Umum Remote Dekstop

    Remote Desktop Protocol (sering

    disingkat menjadi RDP) adalah sebuah

    protokol jaringan yang digunakan oleh

    Microsoft Windows Terminal Services dan

    Remote Desktop. RDP dibuat berdasarkan

    protokol T.120 yang spesifikasinya

    diumumkan oleh International

    Telecommunication Union (ITU), yang juga

    merupakan protokol yang digunakan di dalam

    perangkat lunak konferensi jarak jauh

    Microsoft NetMeeting. Klien-klien yang

    mendukungnya bervariasi, mulai dari

    sebagian besar sistem operasi Windows 32-bit

    (termasuk Windows CE dan PocketPC),

    hingga sistem operasi lainnya, seperti

    Linux,FreeBSD, UNIX Solaris, dan Apple

    Mac OS X. Secara default, server yang

    membuka protokol ini, akan membuka port

    TCP 3389.

    Dalam protokol jaringan TCP/IP,

    sebuah port adalah mekanisme yang

    mengizinkan sebuah komputer untuk

    mendukung beberapa sesi koneksi dengan

    komputer lainnya dan program di dalam

    jaringan. Port dapat mengidentifikasikan

    aplikasi dan layanan yang menggunakan

    koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga,

    port juga mengidentifikasikan sebuah proses

    tertentu di mana sebuah server dapat

    memberikan sebuah layanan kepada klien

    atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses

    sebuah layanan yang ada dalam server. Port

    dapat dikenali dengan angka 16-bit (dua byte)

    yang disebut dengan Port Number dan

    diklasifikasikan dengan jenis protokol

    transport apa yang digunakan, ke dalam Port

    TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka

    16-bit, maka total maksimum jumlah port

    untuk setiap protokol transport yang

    digunakan adalah 65536 buah. Dilihat

    dari penomorannya, port UDP dan TCP

    dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai

    berikut:

    Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga

    255 tapi kemudian diperlebar

    untuk mendukung antara 0 hingga

    1023. Port number yang termasuk

    ke dalam well-known port, selalu

    merepresentasikan layanan

    jaringan yang sama, dan

    ditetapkan oleh Internet Assigned

    Number Authority (IANA).

    Beberapa di antara port-port yang

    berada di dalam range Well-

    known port masih belum

    ditetapkan dan direservasikan

    untuk digunakan oleh layanan

    yang akan ada pada masa depan.

    Well-known port didefinisikan

    dalam RFC 1060.

    Registered Port: port-port yang digunakan oleh vendor-vendor

    komputer atau jaringan yang

    berbeda untuk mendukung

    aplikasi dan sistem operasi yang

    mereka buat. Registered port juga

    diketahui dan didaftarkan oleh

    IANA tapi tidak dialokasikan

    secara permanen, sehingga vendor

    lainnya dapat menggunakan port

    number yang sama. Range

    registered port berkisar dari 1024

    hingga 49151 dan beberapa port

    di antaranya adalah Dynamically

    Assigned Port.

    Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang

    ditetapkan oleh sistem operasi

    atau aplikasi yang digunakan

    untuk melayani request dari

    pengguna sesuai dengan

    kebutuhan. Dynamically Assigned

    Port berkisar dari 1024 hingga

  • 65536 dan dapat digunakan atau

    dilepaskan sesuai kebutuhan.

    3.2 Konsep Dasar TCP

    TCP ( Transmission Control Protocol )

    merupakan protocol transport yang andal (

    reliable ), hal ini dikarenakan protokol TCP

    mempunyai mekanisme yang memastikan

    packet dapat diterima oleh client. Pada saat

    TCP mengirimkan data ke penerima, TCP akan

    memberikan state acknowledgement. Apabila

    state acknowledgement tidak diterima, maka

    TCP akan secara otomatis mengirim ulang data

    dan menunggu dengan selang waktu tertentu

    namun apabila dalam selang waktu tertentu

    TCP gagal mengirimkan data, maka koneksi

    akan dihentikan.

    TCP client dapat membangun koneksi

    yang disediakan oleh server, saling menukar

    data melalui koneksi yang dibangun dan

    kemudian menghentikan koneksi. Sebagai

    protokol jaringan yang andal, protokol ini

    bekerja berkelanjutan untuk menjamin

    pengiriman semua data, dan sesuai dengan

    urutan pengirimannya. Sehingga kita tahu

    bahwa client menerima tepat seperti yang kita

    kirim. Karena inilah aplikasi yang perlu

    mempertukarkan data dalam volume besar

    biasanya menggunakan TCP.

    Sebagai catatan, TCP tidak menjamin

    data akan diterima oleh si penerima apabila

    koneksi tidak dimungkinkan terbangun ( misal:

    server sedang down, salah konfigurasi IP, kabel

    tidak dibuat dengan baik, salah melakukan

    netmasking dll ), sebaliknya TCP dapat

    menjamin pengiriman data ke si