jurnal penelitian skripsi anisa

Download Jurnal Penelitian Skripsi Anisa

Post on 01-Jan-2016

141 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1 Anisa Pebiansyah

    STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

    SINTESIS

    SENYAWA 3-(4-METILBENZOIL)-1-FENILTIOUREA

    SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER

    ( Studi Interaksi dan Toksisitas Secara In Silico )

    Anisa Pebiansyah, Ruswanto, E. Muharam Priatna

    Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

    ABSTRAK

    Sintesis senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea telah dibuat dari reaksi asilasi

    antara 1-feniltiourea dengan 4-metilbenzoil klorida di dalam pelarut tetrahidrofuran

    menggunakan refluks selama 7 jam. Persentase perolehan kembali hasil sintesis adalah

    46,23%. Kemurnian dari hasil sintesis telah diuji dengan uji jarak lebur dan Kromatografi

    Lapis Tipis (KLT) menggunakan beberapa eluen menunjukan jarak lebur dengan rentang

    yang kecil dan noda tunggal. Identifikasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan

    menggunakan spektrofotometri Ultraviolet, spektrofotometri Infra merah, spektrometri 1H-

    NMR, spektrometri 13

    C-NMR dan spektrometri Massa menandakan bahwa senyawa hasil

    sintesis merupakan senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea sesuai dengan perkiraan. Studi

    interaksi secara in silico telah dilakukan dengan software AutoDock Vina dan divisualisasi

    dengan MMV menunjukan senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea berinteraksi lebih baik

    dengan reseptor kanker payudara (2IOK) daripada dengan reseptor kanker lainnya dengan

    Binding Affinity -7,0 Kkal/mol. Uji toksisitas menggunakan sofware Toxtree dengan beberapa

    parameter menunjukan senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea masih dalam batas aman

    tetapi berpotensi toksik.

    Kata kunci : Sintesis, 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea, in silico, toksisitas.

    ABSTRACT

    Synthesis of 3-(4-methylbenzoyl)-1-phenylthiourea has been made by reacting between

    1-phenylthiourea and 4-methylbenzoyl chloride in Tetrahydrofuran as solvent modification

    from Schotten Baumann method with using reflux for 7 hours based on acylation. The

    percentage of yield was 46,23%. The purity of synthesis result was tested by melting point

    test and Thin Layer Chromatography (TLC) using differents eluent show narrow range of

    melting point and the single spot on the TLC. The structure of identification shyntesis result

    carried out by Ultraviolet spectrophotometry, Infra red spectrophotometry, mass

    spectrometry, 1H-NMR spectrometry

    and

    13C-NMR spectrometry show result of synthesis

    product is 3-(4-methylbenzoyl)-1-phenylthiourea was appropriate to the prediction. In silico

    studies with software Autodock Vina and visualizated with MMV show that 3-(4-

    methylbenzoyl)-1-phenylthiourea has the better interaction with breast cancer receptor

    (2IOK) than other cancer receptor with binding affinty -7.0 Kcal/mol. Toxicity test use

    software toxtree with differents toxicity parameter show that 3-(4-methylbenzoyl)-1-

    phenylthiourea still in safety limit but has toxic potential.

    Key words : Synthesis, 3-(4-methylbenzoyl)-1-phenylthiourea, in silico, toxicity

  • 2 Anisa Pebiansyah

    STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

    PENDAHULUAN

    Seiring dengan perkembangan ilmu

    pengetahuan semakin pesat, didapatkan

    bahwa struktur kimia obat ternyata dapat

    menjelaskan sifat-sifat obat dan terlihat

    bahwa gugus-gugus molekul obat

    berkaitan dengan aktivitas biologisnya.

    Modifikasi molekul merupakan metode

    yang digunakan untuk mengembangkan

    obat baru dengan aktivitas yang

    dikehendaki, antara lain meningkatkan

    aktivitas obat, menurunkan efek samping

    atau toksisitas, meningkatkan selektivitas

    obat, memperpanjang masa kerja obat dan

    meningkatkan kenyamanan penggunaan

    obat. Modifikasi molekul pada umumnya

    dapat dilakukan dengan cara seleksi atau

    sintesis obat dan modifikasi obat yang

    telah diketahui aktivitas biologisnya

    (Siswandono, 2000).

    Salah satu penyakit yang masih

    dikembangkan pengobatannya adalah

    penyakit kanker. Kanker merupakan

    masalah kesehatan utama dalam

    masyarakat. Di negara-negara Industri,

    sekitar satu dari lima orang meninggal

    karena kanker. Saat ini kanker merupakan

    salah satu penyebab kematian yang paling

    sering terjadi dan kasus penderita kanker

    senantiasa bertambah. Kanker ini terutama

    terjadi pada usia lanjut (Mutschler, 1991).

    Penyakit keganasan kanker dapat diatasi

    dengan pembedahan, penyinaran atau

    kemoterapi. Kemoterapi dilakukan dengan

    menggunakan obat-obat kanker yang

    disebut Sitostatika. Umumnya kerja

    antikanker kurang spesifik sehingga pada

    saat yang sama akan menimbulkan

    kerusakan parah pada sel sehat dan efek

    toksik yang berat (Tjay, 2010).

    Pengembangan senyawa baru

    antikanker dengan modifikasi molekul

    telah banyak dilakukan sampai sekarang.

    Salah satu diantaranya yaitu senyawa

    turunan tiourea. Tiourea adalah senyawa

    yang mempunyai gugus fungsional yaitu

    amin dan thiol. (WHO, 2003). Pada

    berbagai penelitian yang telah dilakukan,

    senyawa turunan tiourea diketahui

    memiliki efek farmakologi yang luas

    seperti penekan sistem syaraf pusat

    (Kesuma, 2009), tuberkulostika, hipnotik-

    sedatif, antivirus,antifungi dan antitiroid

    (Roma, 2007) dan Antikanker (Jian

    Li,2006; Prajanata, 2009; Nakisah, 2011).

    Salah satu pengembangan senyawa

    turunan tiourea sebagai antikanker

    diantaranya, Jian Li et all (2006) telah

    mendesain, mensintesis dan mengevaluasi

    senyawa baru dari derivat tiourea N-(2-

    oxo-1,2-dihydroquinolin-3-yl-methyl)-

    thiourea sebagai antikanker dengan

    penghambatan protein tirosin kinase.

    Idenifikasi senyawa dilakukan dengan

    screening virtual dengan molecular

    docking. Dari 40 senyawa baru yang

    didesain, disintesis diperoleh 6 senyawa

    yang menunjukan aktivitas menghambat

    sel kanker tapi hanya satu senyawa yang

    aktivitas penghambatannya meningkat

    sekitar 10 kali lebih baik daripada senyawa

    awalnya. Perbedaan aktivitas

    penghambatan sel kanker ini dipengaruhi

    oleh gugus samping pada senyawa N-(2-

    oxo-1,2-dihydroquinolin-3-yl-methyl)

    thiourea .

    I Gde Mahendra 2009, telah

    melakukan uji aktivitas sitotoksik 3,4diklorobenzoiltiourea dengan metode Brine

    Shrimp Lethality Test. Berdasarkan hasil

    penelitian diketahui bahwa senyawa 3,4 diklorobenzoiltiourea mempunyai LC50 rata-rata sebesar 69 ppm kurang dari 200

    ppm sehingga senyawa tersebut

    mempunyai aktivitas sitotoksik.

    Berdasarkan latar belakang diatas

    telah dilakukan sintesis senyawa turunan

    tiourea lainnya yaitu 3-(4-metilbenzoil)-1-

    feniltiourea dari senyawa 1-feniltiourea

    dengan 4-metil benzoil klorida. Dipilihnya

    1-feniltiourea karena 1-feniltiourea

    merupakan senyawa turunan tiourea yang

    diperkirakan sama mempunyai aktivitas

    antikanker. 1-feniltiourea direaksikan

    dengan 4-metilbenzoil klorida berdasarkan

    reaksi asilasi dimana 4-metilbenzoil

    klorida merupakan senyawa asil yang

  • 3 Anisa Pebiansyah

    STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

    mempunyai gugus Cl yang mudah lepas

    sehingga menghasilkan turunan tiourea

    lainnya yaitu senyawa 3-(4-metilbenzoil)-

    1-feniltiourea. Selain itu, penulis juga

    secara in silico telah mempelajari interaksi

    antara senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-

    feniltiourea dengan beberapa reseptor

    kanker dan mempelajari toksisitasnya.

    METODOLOGI PENELITIAN

    Alat

    Peralatan yang digunakan pada

    penelitian ini terdiri dari peralatan untuk

    penelitian di laboratorium dan uji in sillico.

    Peralatan untuk sintesis di laboratorium

    diantaranya alat-alat gelas yang digunakan

    di laboratorium, magnetic stirrer, hot plate,

    rotary evaporator, corong buchner, lampu

    UV 254 nm, chamber, oven, kertas saring,

    timbangan analitik, Electrothermal Melting

    Point 9100, Spektrofotometer UV-Vis,

    Spektrofotometer Massa, Spektrofotometer

    Infra merah, spektrofotometer 1H-NMR

    dan spektrofotometer 13

    C-NMR. Sedangkan

    peralatan yang digunakan untuk uji in silico

    diantaranya komputer dengan processor

    Intel(R) Core (TM) i3-2328M 2,2 GHz

    dengan kapasitas memori 2,00 GB dan

    software yang dignakan adalah Marvin

    Sketch 5.2, Autodock Tools, Autodock Vina

    1.0, MMV (Molegro Molecular Viewer)

    dan ToxTree.

    Bahan

    Bahan-bahan yang digunakan pada

    penelitian ini terdiri dari bahan-bahan

    untuk penelitian di laboratorium dan uji in

    sillico. Bahan-bahan yang digunakan untuk

    penelitian di laboratorium diantaranya 1-

    feniltiourea p.a, 4-metilbenzoil klorida p.a,

    tetrahidrofuran p.a, trietilamin p.a, etanol

    p.a, Natrium Bikarbonat p.a, metanol p.a,

    aquabidestillata, kloroform p.a, etil asetat

    p.a, Silika gel 60 GF254. Sedangkan bahan-

    bahan yang digunakan untuk uji in silico

    diantaranya beberapa reseptor kanker yang

    didownload dari Protein Data Bank (PDB)

    yang dikeluarkan oleh Research

    Collaboratory for Structural Bioinformatics

    (RSCB) dengan alamat web

    http://www.rscb.org/pdb/ dan struktur

    senyawa 3-(4-metilbenzoil)-1-feniltiourea.

    PROSEDUR PENELITIAN

    Sintesis Senyawa 3-(4-Metilbenzoil)-1-

    Feniltiourea Senyawa 1-fenil