gerd blok 16

Click here to load reader

Post on 16-Dec-2015

226 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

GERD

TRANSCRIPT

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Bayi

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Bayi

Risya Malida102012098

Skenario 7Bayi perempuan usia 4 bulan tampak sehat dan hanya mendapatkan ASI eksklusif. Sejak 2 minggu yang lalu, ibu mulai mengeluh kalau bayinya sehabis minum susu sering keluar kembali melalui mulut, kurang lebih 1-2sendok makan dan ini terjadi setiap kali bayi tersebut menyusu. Keluhan ini terus berlanjut sampai saat ini sehingga ibunya memutuskan untuk membawa anaknya berobat. Tidak ada gejala penyerta berupa demam, muntah ataupun diare. Bayi masih aktif dan bagus dalam menyusu. Pada PF dan TTV, semua dalam batas normal.ANAMNESISIdentitasRiwayat kehamilanRiwayat persalinanRiwayat pertumbuhan dan perkembanganRiwayatimunisasiRiwayat makananRiwayat penyakit yang pernah diderita(demam, batuk,mencret, kejang,muntah, edem, sesak napas,ikhterus, perdarahan)Riwayat keluargaRiwayat sosial

ALLOANAMESISRiwayat Penyakit Sekarang:muntah lebih dari 2-3 sendok makan setiap kali bayi tersebut menyusu.Riwayat penyakit dahuluapakah bayi tersebut sudah pernah mengalami muntah seperti ini sebelumnya.Bayi 1-3 bulan perlu ASI 177-237 ml/kali (diberikan 4-8x/24 jam)Muntah (-)Diare (-)

Pemeriksaan FisikTTV: demam (-)BB

PEMERIKSAAN PENUNJANGEndoskopiBarium upper gastrointestinal series :paling akurat tapi invasif tidak invasif, sebagai pengganti endoskopi tapi sensitivitas & spesifisitas buruk.Monitor pH esophagus selama 24 jamKonvensional : intubasiBravo probe : wirelessWORKING DIAGNOSISGastroesophageal Reflux Disease (GERD)usia < 8-12 bulanusia 2 bulan biasanya memuntahkan kembali makanannyanutrisi adekuat terpenuhiBelum terbentuknya segmen esofagus intra abdominaltidak ada tanda komplikasi respirasi ataupun esofagitisPatologis GERDisi lambung bergerak ke esophagus akibat malfungsi sfingter esophagus bawah dan/atau sfingter esophagus bawah yang tidak kompeten.

ETIOLOGI diet makanan cairesophagus yang pendek dan kecilporsi makan yang sering dan banyakLES (lower esophageal sphincter) imaturdistensi lambungpeningkatan tekanan abdomen akibat batukpenyakit sistem saraf pusatpengosongan lambung lambathiatus herniapemasangan gastrotomi

EpidemiologiBayi dan anak-anak : 1-8%Dewasa : 7% menderita Heartburn setiap hari

PatofisiologiFaktor agresif GERD : -Asam lambung (pH 1-2) dan pepsin (fungsi proteolitik)-Asam empedu yang terkonjugasi dan tripsin (fungsi proteolitik)Dicegah dengan : kontraksi LES (Lower esophageal spinchter) , klirens esofagus dan pertahanan dan perbaikan epitel.Kerusakan mukosa esofagus karena : -Relaksasi LES yang singkat , Hipotensi LES , Klirens esofageal yang buruk, Hernia hiatal tipe I (sliding hernia)Sekresi asam lambung tidak meningkat.Kerusakan mukosa esofagus menyebabkan esofagitisGejala KlinisBayi : regurgitasiAnak yang lebih tua : biasanya ditelan kembaliheartburnbatukdisfagiawheezingpneumoniasuara serak failure to thriveotitis media rekurens /sinusitis

Differential diagnosisStenosis PilorusTerjadi karena hipertrofi dan hyperplasia otot sirkular yang mengelilingi pylorus dan antrum lambung. Menyebabkan obstruksi dan hiperperistaltik perut. Biasa pada bayi usia 2-8 minggu.

GEJALAMuntah awalnya tidak bisa diprediksiMuntah 5-10 menit setelah pemberian makanan, seperti sangat dipaksa, proyektil, tidak bersifat bolus.Bayi sangat laparAbdomen sangat membesarTerlihat gerakan peristaltikDiare Konstipasi bila dehidrasiHiperbilirubinemia Alkalosis metabolik hipokloremik

DIAGNOSISPalpasi -> ditemukan benjolan seperti buah zaitun yang sangat kerasKonfirmasi diagnosis dengan: USG -> pylorus besar+saluran panjang sempitPenatalaksanaan: 1.Resusitasi2.Pyloromyotomy

PenatalaksanaanMedikamentosa Gejala ringan dan intermintens :Antasida seperti Gaviscon mengurangi refluks pada posisi badan tegak (bertahan < 2 jam)Antagonis reseptor H2- Cimetidine 200 mg- Ranitidine dan Nizatidine 75 mg- Famotidine 10 mg

PenatalaksanaanGejala sedang :antagonis reseptor H2Ranitidine/nizatidine 150 mg Famotidine 20 mg Cimetidine 400-800 mgDikonsumsi 2x sehari selama 2 minggu.Bila gejala tidak hilang -> PPI oral (omeprazole/rabeprazole 20mg, lansoprazole 30mg, esomeprazole/pantoprazole 40 mg)Membaik -> dihentikan setelah 8-12 minggu.PenatalaksanaanBila relaps -> terapi terus-menerus atau terapi intermitens 2-4 minggu atau on-demand.Tergantung frekuensi gejala dan keinginan pasien.PenatalaksanaanGejala parah dan terdapat komplikasiDOC : PPI oral (omeprazole/rabeprazole 20mg, lansoprazole 30mg, pantoprazole/esomeprazole 40mg)1x sehari selama 2-4 minggu -> tidak responsif -> 2x sehari selama 2-4 minggu -> 1x sehariLama terapi : 8-12 mingguTidak responsif -> endoskopi lagiPenatalaksanaanNon-medikamentosa1. Operasi: fundoplicationIndikasi :pasien yang sehat tapi ada gejala ekstraesofageal.- refluks parah namun menolak untuk terapi PPI jangka panjang- pasien dengan hernia hiatal besar dan regurgitasi yang persisten meski sudah terapi PPI jangka panjang2. Endoskopi: teknik endoskopi dapat meredakan gejala dan mengurangi perlunya PPI.

Pencegahanhindari berbaring selama 3 jam setelah makanposisi kepala saat tidur diangkat lebih tinggi

PrognosisGERD dapat disembuhkan, tapi dapat terjadi relaps bila gaya hidup tidak diubah.Sebagian besar GERD pada bayi dan anak kecil ringan dan responsif terhadap penatalaksanaan non-medika mentosa.80% sembuh pada usia 18 bulan.KesimpulanBayi usia 4 bulan tersebut menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Terapi yang digunakan adalah antagonis reseptor H2dan atau PPI serta mencegah dengan menghindari posisi badan membungkuk dan berbaring setelah makan.