ce ste 11-15

Click here to load reader

Post on 08-Oct-2015

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rere fwfw

TRANSCRIPT

SLIDE 11 OCCUPATIONAL HEALTHKESEHATAN KERJADefinisi : Kesehatan fisik maupun psikis pekerja sehubungan dgn pekerjaannya yang mungkin dapat meyebabkan kecelakaan, penyakit ataupun perubahan kesehatan pekerja.Fokus dari kesehatan kerja: Pemeliharaan dan promosi Perbaikan lingkungan kerja dan pekerjaan yang mendukung kesehatan dan keselamatan Pengembangan organisasi kerja dan budaya kerja kearah yang mendukung kesehatan dan keselamatan di tempat kerja serta lingkungan social yang kondusif yang berdampak pada meningkatnya produktivitas organisasiOccupational Diseases Have long latent period Most cannot be treated Can be preventedRoute of Exposure Inhalation : gas, vapor, aerosol, dust Ingestion : eating Skin absorption : allergy, systemic toxicity, primary irritants4 Types of occupational diseasae Only occupational in origin (pneumoconiasis) Occupation as one of the causal factors (bronchogenic ca) Occupation as a contributory factor (chronic bronchitis) Occupation aggrevating pre-existing condition (asthma)Tujuan K-3 : Pekerja sehat, selamat, sejahtera, produktifSasaran kesehatan kerja Pekerja : fisik, mental, social Lingkungan kerja : faktorfisik, kimia, biologi, ergoomi, psykososial Bahan baku Mesin/alat Bantu kerja dan proses kerjaFaktor fisik Contoh: bising, getaran, suhu, panas, radiasi Bahaya: tuli permanen, heat stress, raynauds syndrome, leukemi, mata lelah kurang penerangan, kecelakaan (jatuh,ledakan) Faktor Kimia Contoh: obat (antibiotik, narkotika), antiseptik, formaldehid Bahaya: keracunan, ledakan/kebakaran karena zat kimia, mercuri, debu zat kimia, uap anastesi.Faktor Biologis Bakteri, virus, jamur, protozoa Bahaya: infeksi nosokomial, tertular oleh pasien, filter AC kotor, sampah infeksius yang tidak ditangani dengan baik, tertular sampah pasien, lingkungan kotorFaktor Ergonomi Sebagian besar pekerja wanita, pekerjaan dilakukan dengan posisi yang tidak ergonomis Bahaya: keluhan musculoskeletal karena duduk lama, sakit leher, sakit pergelangan tangan (operator komputer), varices, sakit punggug, cepat capai karena peralatan tak sesuaiFaktor Psikososial Beban kerja lebih (shift, lembur), hub antar rekan kerja tidak baik, kurang sabar menghadapi pasien, bekerja larut malam, tidak ada jaminan keamanan.Apabila tidak terkendali : Pekerja : celaka, PAK (Penyakit Akibat Kerja) Perusahaan : kerugian (citra)Upaya pencegahan PAK/PHAK/KAKK3 di SARKES ditujukan 3 hal utama : Sumber Daya Manusia Lingkungan kerja Membuat organisasi K3 dengan menggalakan kinerja P2K3 (Panitia Pembina Komite K3) di SARKESLingkungan Keja: Walk thru Survey Identifikasi, evaluasi, kendalikan hazard Dilakukan berkala agar ada Peningkatan Mutu Lingkungan Kerja

Legislative control : peraturan perundangan, persyaratan teknisAdministrative control : seleksi pekerja, pengaturan jam kerjaEngineering control : substitusi/isolasi/perbaikan system dllMedical control

Pelayanan kesehatan kerja adalah program pelayanan paripurna terdiri dari:1. Pelayanan promotif2. Pelayanan preventif3. Pelayanan kuratif4. Pelayanan rehabilitatifPelayanan Promotif Pendidikan dan penyuluhan ttg kesehatan kerja Pemeliharaan berat badan ideal (gizi, menu seimbang, makan sehat, aman, kebersihan kantin) Lingkungan kerja yang sehat (bersih) Kegiatan fisik (olahraga) Konseling : berhenti merokokPelayanan Preventif Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus Imunisasi Kesehatan lingkungan kerja Perlindungan diri thd bahaya-bahaya pekerjaan Penyerasian pekerja dengan mesin alat kerja Pengendalian bahaya lingkungna kerja (fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial) Suplemen gizi Surveillance kesehatan kerjaPelayanan Kuratif Pelayanan diberikan pada pekerja yang mengalami gangguan kesehatan Pengobatan diberikan pada penyakit umum (batuk, flu), ataupun PAK Terapi PAK dengan terapi utama dan terapi simtomatisPelayanan Rehabilitatif Penempatan kembali pekerja yang cacat selektif sesuai kemampuannya Latihan kepada pekerja agar dapat menggunakan kemampuannya yang masih ada secara maksimalUpaya K3 di SARKES Promotif : kebugaran, kepuasan kerja, gizi kerja Preventif : Primer (imunisasi, alat pelindung, limbah dan ergonomi); Sekunder (pemeriksaan kesehatan awal berkala) Kuratif : cuti, obat-obatan, operasi, psikoterapi Rehabilitatif : pemulihan, penyesuaian.

SLIDE 12 FAMILY PLANNING AND DEMOGRAPHYDemografi definisi :Studi ilmiah terhadap penduduk manusia mengenai jumlah, struktur dan perkembanganya atau,Studi matematik dan statistik terhadap Jumlah Komposisi Distribusi spasial dari penduduk manusia Perubahan perubahan dari aspek tersebut yang terjadi akibat 5 proses : fertilitas; mortalitas; perkawinan; migrasi; mobilitas social. Family Planning is determining the preferred number and spacing of children and choosing the appropriate means to accomplish itCara mengukur perkembangan penduduk :Pt = Po + B D + I EJumlah penduduk pada akhir periode = Jumlah penduduk awal periode + jumlah kelahiran yang terjadi pada periode t jumlah kematian yang terjadi dalam periode t + Jumlah imigran atau migran masuk jumlah emigran atau migran ke luar.Masalah kependudukan Pertambahan penduduk yang cepat dan tidak seimbang dengan naiknya produksi akan mengakibatkan tekanan berat terhadap penyediaan pangan, sandang, perumahan, lapangan kerja, fasilitas kesehatan, pendidikan pengangkutan, perhubungan dsb. Akibat kemajuan pembangunan, teknologi, kesehatan dan gizi, makan tingkat kematian akan menurun, bila tidak diikuti dengan penurunan tingkat kelahiran maka pertambahan penduduk akan terjadi dengan cepat.Ciri demografis penduduk Indonesia Jumlah penduduk besar Tingkat pertambahan penduduk cepat Struktur umur muda Angka ketergantungan tinggi Penyebaran penduduk tidak merata Meningkatnya kebutuhan pangan dan pendidikan Meningkatnya jumlah pasangan usia suburPemerintah berusaha untuk Menurunkan tingkat kelahiran Meratakan penyebaran penduduk Edukasi mengenai kependudukan dan KB Komposisi PendudukData umur dan jenis kelamin penting untuk Estimasi atas besarnya tingkat kelahiran dan penurunannya Tingkat kematian Perpindahan penduduk Tingkat ketergantunganStruktur penduduk dapat ditinjau menurutJenis Kelamin Rasio Jenis Kelamin (RJK) adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki terhadap perempuan Angka diatas 100 berarti laki-laki > perempuanUmur Anak anak (0-14 tahun); Usia remaja (15-19 tahun); Muda (20-39 tahun); Tua (55-64 tahun); Lansia (>65)Tipe-tipe Piramida Penduduk1. Piramida ekspansif, disebut juga piramida penduduk muda. Ciri-ciri: Angka kelahiran sangat tinggi Kelompok terbesar adalah penduduk usia muda Contoh : negara berkembang: Indonesia, Kenya, India

2. Piramida stasioner, disebut juga piramida penduduk dewasa. Ciri-ciri Angka kelahiran dan kematian relatif seimbang Jumlah penduduk usia tua dan muda seimbang Contoh : negara eropa barat : Inggris, Belanda, Perancis, Italia

3. Piramida konstruktif, disebut juga piramida penduduk tua. Ciri-ciri Angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan kematian Jumlah penduduk usia tua lebih banyak Contoh negara: negara maju : Jepang, Jerman, Swedia

Implikasi masalah kependudukan Perkembangan ekonomi Keselarasan lingkungan Kehidupan social Pembangunan KesehatanUpaya Pemerintah dalam Pengendalian KependudukanTujuan program nasional kependudukan dan keluarga berencana: Tujuan demografis : dapat dikendalikannya pertumbuhan penduduk Tujuan normatif: dapat dihayatinya NKKBS yang pada waktunyaKebijakan Program KB Menunda kawin dan hamil sampai usia 20 tahun Menjarangkan kelahiran dengan system catur warga Besarnya keluarga dicapai dalam usia reproduksi sehat Mengakhiri kesuburan 30-35 tahunProgram KB nasional diarahkan pada 2 sasaran Sasaran langsung : PUS agar menjadi peserta KB lestari sehingga terjadi penuruan fertilitas Tidak langsung : organisasi; lembaga kemasyarakatan; instansi pemerintah/instansi swasta; tokoh masyarakat; yg dapat mendukung upaya pelembagaan NKKBSTujuan umum KB : membentuk kel kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi dengan mengatur kelahiran anak, agar diperoleh suatu kel bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnyaKB bertujuan untuk mementingkan : orangtua; anak-anak; masyarakatKB:Upaya peningkatan kepedulian dna peran serta masyarakat melalui Pendewasaan usia perkawinan Pelaturan kelahiran Pembinaan ketahanan keluarga Peningkatan kesejahteraan kel untuk mewujudkan NKKBSNKKBS : suatu nilai yang sesuai dengan nilai agama dan social budaya yang membudaya diri pribadi, kel, dan masyarakat, yang berorientasi pada kehidupan sejahtera dengan anak yang ideal untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin

WEEK13 INTEGRATED FAMILY MEDICINEGP/Family Medicine Services Relieve the workload of hospitals by managing some patients outside the hospital: Minor illnesses, Post hospitalization and rehab care Terminal care Chronic problems (HTN, DM) Care of conditions that can be done jointly with the hospital (CVD, bone joint problemsHealth edu on nutrition, smoking, alcohol intake and other healthy habits can e done by the fam medicine servicesFam medicine has the role of integrating in the mind of every doctor the balance between specialization and generalist approach in the care of patients.How to integrate Health care delivery Good preventive care prevention is better than cure. Therefore we need to integrate preventive efforts in our curative work applies to specialist too Good acute care integrate knowledge, skill and experience to share it with one another on how to do things right the first time. Very important for elderly, we must act fast Good chronic disease managet reduce the burden of disease on the sufferers. Good step-down care important with the rising cost of acure hospital care and the increasing numbers of the elderly who take a longer time to recover from their medical illnesses. Good elderly care cannot be good without adopting the paradigm of integrating the efforts of carers for a coomon purpose. Good domiciliary care underserved area of care. Grow in importance as an area of need as more and more ppl live to ripe old age. Good palliative care include terminal care and those who cannot be cured. E.g. cancer, in cases where its needed to slow down the progression of end organ disease states (kidney failure, strokes)Integrative Medicine Practice of medicine that reaffirms the importance of the relationship between practicioner and patient > Focuses on the whole person > Informed by evidence > Makes use of all appropriate therapeutic approaches > To achieve optimal health and healing.Integrative Medicine Healing-oriented medicine that takes account of the whole person (body, mind, and spirit), including all aspects of lifestyle Emphasizes the therapeutic relationship and makes use of all appropriate therapies, both conventional and alternative.Sistem Rujukan bertujuan Meningkatnya kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan tingkat pertama Tertatanya alur pelayanan kesehatan perseorangan tingkat pertama, dua, dan tiga secara berkesinambungan Meningkatnya akses dan cakupan pelayanan kesehatan perseorangan secara merata dan menyeluruh Menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan perseorangan mencapai MDGs Kepastian hukum bagi Fayankes dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu

Lembaga yang terlibat dalam system rujukan Pemilik atau penyelenggara Fasyankes Dinas kesehatan prop dan kab/kota Kementrian kesehatan > direktorat jenderal BUK BPJS Organisasi profesi (lembaga pendidikan kedokteran, keperawatan, farmasi)Pemetaan Fasilitas Pelayanan memperhatikan Data geografis Sarana/prasarana transportasi Data fasyankes Teknologi informasi dan komunikasi

Alasan melakukan rujukan Fasyankes mengalami keterbatasan SD, kompetensi, dan wewenang untuk mengatasi suatu kondisi, baik sementara atau menetap Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik/sub spesialistik, termasuk diantaranya kasus dengan kondisi emergensi Pasien membutuhkan pelayanan rawat inap dan penatalaksanaan selanjutnya yang tidak tersedia di fasyankes bersangkutan Untuk pasien tertentu, dibutuhkan peralatan diagnostik atau terapetik, sementara di fasyankes bersangkutan tidak tersedia

Rujukan tingkat pertama - keduaKapan dilakukan rujukan medis Pasien membutuhkan pelayanan spesialistik dan sub spesialistik untuk penanganannya Pasien butuh penganganan dengan sarana/teknologi yang lebih canggih dan memadai Mendapat consent Keadaan pasien mendukung Jarak ke tempat rujuk tidak bahaya bagi pasien Faskes tidak mampu menyelenggarakan pelyanana kesehatan Fasilitas kurang