budidaya tanaman cabai

Download BUDIDAYA TANAMAN CABAI

Post on 17-Jul-2015

94 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

MENANAM TANAMAN CABAI (Capsicum annuum)

Oleh: Junaina Tanjung Kelas: XII Jurusan: IPA

SMA NEGERI 1 KUALUH HULU, AEKKANOPAN LABUHANBATU UTARA 2012

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Menanam Tanaman Cabai (Capsicum annuum)

Oleh: Junaina Tanjung Kelas: XII Jurusan: IPA

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan praktik lapangan jurusan IPA SMA Negeri 1 Kualuh Hulu

Diketahui oleh: Wali Kelas Guru Pembimbing

NIP:

A r i f R i f a i, S.P. NIP: --

Disahkan oleh Kepala Sekolah

Drs. H. Tambunan Sibuea, M.Pd. NIP: 19590226 198403 1 001

SMA NEGERI 1 KUALUH HULU, AEKKANOPAN LABUHANBATU UTARA 2012

iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

: Junaina Tanjung

Tempat/Tanggal Lahir : Pulodogom / 12 Desember 1993 Agama Alamat Riwayat Pendidikan : Islam : Dusun Pulo Dogom Bawah, Desa Pulodogom : 1. SD Negeri 112296 Pulodogom (2000 2006) 2. SMP Yayasan Sultan Hasanuddin Aekkanopan (2006 2009) 3. SMA Negeri 1 Kualuhhulu (2009 Sekarang) Ayah Ibu Saudara : Julkarnaen Tanjung : Suryani : 1. Anwar Sani, S.T. 2. Azwar Jamri Tanjung, S.H. 3. Ahmed Mawardi

Cita-cita Kutipan Favorit

: Dokter : Jika ingin bahagia di dunia harus dengan ilmu, jika ingin bahagia di akhirat dengan ilmu, dan jika ingin bahagia di dunia dan akhirat harus dengan ilmu (Al-Hadist). Sukses itu 99% kerja keras, 1% inspirasi (Albert Enstein).

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan Hasil Praktikum ini dengan judul Menanam Tanaman Cabai (Capsicum annuum). Penulisan Laporan Hasil Praktikum ini adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan praktik lapangan jurusan IPA SMA Negeri 1 Kualuh Hulu. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Bapak Arif Rifai, S.P., yang telah meluangkan waktunya dan memberikan banyak masukan dalam penyusunan laporan ini sehingga penulis dapat menyelesiakan tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, baik isi maupun susunan bahasanya, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang dapat membangun kesempurnaan laporan ini. Semoga Laporan Hasil Praktikum ini bermanfaat. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Aekkanopan, Maret 2012 Penulis

Junaina Tanjung

v

DAFTAR ISI

Halaman Lembar Pengesahan ........................................................................................... Daftar Riwayat Hidup ........................................................................................ Kata Pengantar ................................................................................................... Daftar Isi ............................................................................................................. ii iii iv v

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ................................................................................... 1 1.2. Tujuan Praktik .................................................................................... 2 1.3. Manfaat Praktik .................................................................................. 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 3 2.1. Botani Tanaman ................................................................................. 2.1.1. Klasifikasi ............................................................................... 2.1.2. Akar ........................................................................................ 2.1.3. Batang ..................................................................................... 2.1.4. Daun ....................................................................................... 2.1.5. Bunga...................................................................................... 2.1.6. Buah........................................................................................ 3 3 3 3 3 4 4

2.2. Hama dan Penyakit............................................................................. 4 2.2.1. Hama ..................................................................................... 4 2.2.2. Penyakit .................................................................................. 6 BAB 3 DATA PENGAMATAN ......................................................................... 10 BAB 4 PEMBAHASAN ...................................................................................... 18 BAB 5 PENUTUP ............................................................................................... 21 5.1. Kesimpulan......................................................................................... 21 5.2. Saran ................................................................................................... 21 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 22

1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. Di Indonesia, umumnya cabai dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan, hanya kadang-kadang menjadi liar. Keanekaragaman jenis cabai cukup tinggi. Artinya, cabai memiliki beberapa varietas dan kultivar yang dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran, rasa pedas, dan warna buahnya. Cabai dapat diperbanyak dengan biji. Cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu komoditas sayuran dan bumbu masak yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. Di dalam cabai terdapat zat photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif dalam Capsicum (kelompok tumbuhan cabai), merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami alam dan memberi rasa senang. Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes. Dalam pengobatan tradisional misalnya, cabai setan di India digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, rematik, terkilir dan memar. Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai

2

penguat rasa makanan. Cabai termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai selain digunakan sebagai penyedap masakan, buah cabai juga dapat digunakan untuk keperluan industri bumbu masakan, industri makanan, dan obatobatan atau untuk jamu, cabai mengandung zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Kandungan gizi cabai merah besar per 100 gr bahan menurut Direktorat Gizi, Depkes RI (1981) memiliki kadar air 90,9%, kalori 31,0 kal, protein 1,0 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 7,3 g, fosfor 24,0 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 470 SI, vitamin C 18,0 mg, vitamin B 0,05 mg dan berat yang dapat dimakan 85%. Tanaman cabai akan tumbuh baik jika tanah kaya akan humus, gembur, dan drainase serta aerase baik karena cabai tidak tahan genangan air. Cabai dapat tumbuh pada daerat dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian 1-2.000 meter diatas permukaan laut. Curah hujan ideal untuk bertanam cabai adalah 1.000 mm/tahun dengan kelembapan antara 70-80%. Tanaman cabai memerlukan suhu antara 19-30 0C dengan suhu optimum 250C.

1.2. Tujuan Praktik Untuk mengetahui tentang budidaya tanaman cabai meliputi klasifikasi tanaman cabai, struktur tumbuhan, dan hama dan penyakit pada tanaman cabai.

1.3. Manfaat Praktik a. Untuk menambah pengetahuan penulis tentang budidaya tanaman cabai. b. Sebagai bahan masukan bagi para pembaca tentang budidaya tanaman cabai. c. Sebagai sarana bagi peneliti untuk menumbuhkan sikap ilmiah dan melatih diri membuat karya tulis ilmiah.

3

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Botani Tanaman

2.1.1. Klasifikasi Dalam taksonomi tumbuhan, klasifikasi tanaman cabai adalah sebagai berikut: Regnum Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : : : : : : : Plantae Spermatofita Angiospermae Dikotiledonae Solanales Solanaceae Capsicum Capsicum annuum L

2.1.2. Akar Cabai merah memiliki sistem perakaran tunggang yang menyebar dan dangkal serta cabang akar banyak terdapat di permukaan tanah berwarna keputihputihan yang menyebar ke semua arah hingga kedalaman 30 40 cm.

2.1.3. Batang Tanaman cabai merah merupakan tanaman yang tumbuh dengan ketinggian 50-120 cm, berbentuk perdu dengan batang berkayu yang memiliki banyak cabang. Dari setiap cabang akan tumbuh bunga yang menjadi bakal buah cabai. Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi. Batang muda berambut halus berwarna hijau.

2.1.4. Daun

4

Cabai memiliki daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5 2,5 cm), letak tersebar. Helaian daun berbentuk bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 1,5 12 cm, lebar 1 5 cm. Cabai memiliki warna daun yang umumnya hija

Recommended

View more >