bahan sidkab persiapan lebaran

Download Bahan Sidkab Persiapan Lebaran

Post on 11-Jul-2015

164 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Kementerian PPN/ Bappenas

BAHAN SIDANG KABINETPERSIAPAN LEBARAN IDUL FITRI 1432 H1. ANGKUTAN LEBARAN 2. KESIAPAN PENYERIAAN LISTRIK DAN BAHAN BAKAR MINYAK

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Jakarta, 22 Agustus 2011

Diprediksi pada periode ramadhan dan libur lebaran terjadi pergeseran permintaan BBM dan listrik di kotakota besar ke sepanjang jalur mudik lebaran. Oleh karena itu, Pemerintah harus mampu mengantisipasi kebutuhan dan menjamin pasokan BBM dan listrik di daerah daerah tujuan mudik, agar dapat dihindari terjadinya antrian panjang pada SPBU dan tidak terjadi pemadaman listrik. Terjadinya penumpukan orang pada H7 sampai H+7 di outletoutlet bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal perlu diantisipasi dengan menyediakan armada yang siap d ope as a se ta dioperasikan serta petugas kesehatan dan keamanan yang ese ata da ea a a ya g memadai untuk mengantisipasi terjadinya kejadian tindak kejahatan dan penanganan orang yang jatuh sakit sehingga kelancaran keberangkatan dan kedatangan kendaraan tetap dapat dijaga. p j g Dalam rangka implementasi Decade Aksi Keselamatan Jalan 20112020 dan Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan 20112035 yang telah dicanangkan oleh Bapak Wapres, melalui momentum operasi angkutan lebaran telah lebaran, dilakukan, antara lain: 1. Melakukan pemasangan rambu dan marka jalan pada jalanjalan nasional (minimal centerline di sepanjang Pantura)

2.

Penyediaan Posko Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan faktor risiko kecelakaan lalu lintas pengemudi AKAP di 16 titik j l utama mudik l b i ik jalur dik lebaran. Memasang banner dan spanduk yang memuat himbauan dan informasiinformasi tentang keselamatan jalan pada lokasilokasi rawan kecelakaan. j p

3.

Untuk titiktitik lokasi yang sering terjadi kemacetan dan kecelakaan, agar disediakan petugas baik dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan yang memadai untuk mempercepat penanganan Dalam rangka Marka penanganan. RUNK wapres Untuk mengurangi meningkatnya pemudik dengan menggunakan moda Sepeda Motor, maka perlu dilanjutkan suatu l dil j k layanan b ik k baik kereta api d atau k l i dan kapal yang mengangkut sepeda motor pemudik. Percepatan perbaikan dan pelapisan jalan agar dapat diselesaikan sebelum pada H7, sehingga perjalanan arus p gg p j mudik dapat dilakukan dengan lancar dan aman.

2

KelancaranArusBarangdanOrang

3

PREDIKSI JUMLAH PENUMPANG LEBARAN 2011Moda ANGKUTAN DARAT a. Angkutan Jalan b. Angkutan SDP ANGKUTAN KERETA API ANGKUTAN LAUT ANGKUTAN UDARA Jumlah JUMLAH PENUMPANG 2009 (1430 H) ( ) 8.640.209 5.383.629 3.256.580 3.131.968 1.106.289 1.713.714 14.592.180 2010 (1431 H) ( ) 8.629.030 5.464,134 3.164.896 3.081.532 991.246 2.156.979 14.858.787 2011 (1432 H) ( ) 9.030.098 5.665.497 3.364.601 2.917.598 1.050.721 2.480.526 15.478.943 % Growth Prediksi (dev + 2-5%) 4,64% 3,69% 6,31% -5,32% 6,00% 15,00% 4,17%

Kementerian Perhubungan 2011 n

a. Jumlah sepeda motor yang melakukan perjal anan pada masa angkutan lebaran 2011 dipre p g p diksi meningkat 7,42% dari 2,30 jt (Th. 20 10) menjadi 2,47 jt (Th. 2011). b. Sedangkan j g jumlah mobil p pribadi diprediksi m p eningkat 6,08% dari 1,54 jt (Th. 2010) me njadi 1,63 jt (Th. 2011).

5

PENGATURAN LALU LINTASPengaturan lalu lintas mulai H-7 pukul 00.00 WIB s.d H+7 pukul 24.00 WIB. Pengaturan lalu lintas dilakukan bila terjadi kemacetan lalu lintas pada jalur utama di P. Jawa (Jalur Pantura dan Jalur Selatan) dengan pengalihan lalu lintas secara dinamis dan situasional Selatan), terhadap kendaraan angkutan penumpang tidak umum dan angkutan barang ke jalur utama lainnya atau jalur alternatif. Alternatif pengalihan arus lalu lintas melalui ruas jalan : a. Cileunyi Sumedang Kadipaten Palimanan; b. Tegal Slawi Prupuk Bumiayu Ajibarang Wangon; c. Semarang Ungaran Bawen Secang Magelang Purworejo. d. d Sadang Subang Cijelag Kadipaten Majalengka Cikijing Kuningan Ciledug Ketanggungan Slawi. e. Untuk menghindari luapan lumpur panas di daerah Porong (Kabupaten Sidoarjo), lalu lintas yang menggunakan Jalur Pantura dialihkan melalui Jalur Selatan atau Jalur alternatif Mojokerto Mojosari Gempol. Perlu dilakukan pemasangan rambu petunjuk, larangan dan/atau perintah di lokasi pengalihan lalu lintas. Pelaksanaan pengaturan arus lalu lintas oleh : a. Kepolisian RI; b. Dinas Provinsi; c. Dinas Kabupaten / Kota; d. Pengelola Jalan Tol.5

ANTISIPASI PERMASALAHAN1. Terdapat 88 Pasar Tumpah di ruas jalan utama pada di Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur utama Pantura antara lain: Psr Ciasem (Kab. Subang); Psr. Jatibarang (Kab. Indramayu); Psr. (Kab Psr (Kab Psr. Gebang (Kab. Cirebon); Psr. Losari (perbatasan Jabar /Jateng). Penggunaan sepeda motor yang diperkirakan mengalami peningkatan + 7,42% dibanding tahun lalu. Penyelesaian pembangunan jembatan di Dryport Kawasan Industri Cikarang, Subang (Patok Beusi), Brebes, Pait (Pekalongan), Kendal. Perlintasan sebidang dengan Rel KA yang berpotensi menimbulkan antrian panjang kendaraan antara lain lain: a) Pejagan, Kab. Brebes b) Cicalengka, Kab. Bandung c) Sumpiuh, Kab. Banyumas ) S i h K b B d) Karanganyar, Kab. Kebumen e) Prupuk, Kab. Tegal 5. 5 6. Titik lokasi sumbangan pembangunan tempat ibadah yang menggunakan badan jalan d l k i b b t t ib d h k b d j l dapat menghambat t h b t laju kendaraan. Kondisi Jalan di jalur Pantura antara lain: perbaikan di Lingkar Nagrek, pelebaran di lingkar luar Pemalang, ruas jalan Bumiayu-Prupuk yang ditutup akibat lingsor. g p g p g

2. 3. 4.

6

KESIAPAN SARANA2010 Moda ANGKUTAN DARAT a.Angkutan Jalan *) b.Angkutan SDP ANGKUTAN KERETAAPI **) ANGKUTANLAUT ANGKUTANUDARA Jumlah J l h Sarana Angkutan SDPNo Lintas Jumlah Tersedia T di 38 1 29 20 9 7 13 6 123 Kapasitas rataPnp R2 R4 P 605 167 93 159 228 109 32 260 63 22 330 44 22 141 45 16 293 32 16 268 28 4 2.284 488 205

2011 Kap. (juta) 16,55 10,67 3,08 3 08 3,07 3,49 36 86 36,86 SARSAR UNITUDARA

Jumlah 34.358bus 119kpl 226KA 226 KA 719kpl 246pswt

Jumlah 34.690bus 123kpl 215KA 215 KA 733kpl 332pswt

Kap. (juta) 16,60 11,23 2,92 2 92 3,19 4,17 38 11 38.11

Prosentase Jumlah Kpsts (%) (%) 0,09 3,36 4,87 4 87 1,94 34,95 0.30 5,24 5,19 5 19 3,90 19,39 3.39 3 39

*) Meliputi busAKAP, AKDP,angkutan charter dan Pariwisata **)Terdiri dari 198KA reguler ,dan 17KA Lebaran.

1 Merak - Bakauheni (kapal Ro-Ro) Merak - Bakauheni (kapal cepat) 2 Ketapang - Gilimanuk 3 Lembar - Padangbai 4 Bajoe - Kolaka 5 Palembang - Muntok 6 Kayangan - Pototano 7 Ujung - Kamal Jumlah Kapal

5UNIT HELIKOP TER BO 105 30UNITRESCUE BOAT24UNITSEA RIDER24UNIT RESCUE TRUCK 72 UNIT RESCUE CAR

Lanud ATSBogor, g , Juanda,Tj.PinangJakarta,Tg.Pinang,Denpasar, Banjarmasin,Pontianak, Kendari,Makasar,Sorong, Manado,Palembang,Medan, Manado Palembang Medan Ambon

SAR UNITLAUT

Palembang,Balikpapan, Denpasar,Manado,Ambon, Kendari,Kupang,Sorong, Merauke

SAR UNITDARAT

Jakarta,Surabaya, Denpasar

7

KEBIJAKANPENANGANANANGKUTANLEBARAN KEBIJAKAN PENANGANAN ANGKUTAN LEBARANANGKUTAN JALAN/DARAT1. Pengaturan lalu lintas dan pengaturan angkutan barang :

a. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas pada ruas tertentu (Situasional dan Kondisional) oleh aparat kewilayahan: b. Pelarangan operasi kendaraan pengangkut bahan bangunan dan kendaraan truk bersumbu lebih dari 2 truk tempelan truk gandengan dan kontainer mulai tanggal 26 Agustus 2011 2, tempelan, (H-4) s/d tanggal 30 Agustus 2011 (H1) kecuali kendaraan angkutan BBM / BBG ternak, bahan pokok dan barang antaran pos. c. Penutupan Jembatan Timbang dan pemanfaatan sebagai rest area (H-7 s/d H+7). 2. Pengaturan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas Ekonomi di jalan dengan mobil bus umum. 3. Pelarangan terhadap segala bentuk kegiatan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu Pe a a ga te adap sega a be tuk keg ata ya g e g a bat ke a ca a a us a u lintas. 4. Pelarangan penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang 5. Pengaturan waktu sandar dan keberangkatan kapal penyeberangan untuk menambah kapasitas angkut penumpang penumpang. 6. Mendorong perusahaan yang menyelenggarakan mudik gratis untuk mengakomodir pengangkutan sepeda motor dengan Truk Khusus, KA Khusus dan Kapal laut.

8

PENANGANAN INFRASTRUKTUR JALANMengatur rambu-rambu dan arah lalu lintas pada lokasi kegiatan pembangunan jalan dan menghentikan pekerjaan pada H 10 s/d H + 10 Lebaran. Melakukan pelebaran di persimpangan untuk jangka pendek dan merencanakan pembangunan FO Mengupayakan pelebaran Akses Jalan Tol serta memperbaiki persimpangannya dengan jalan Nasional. Mengupayakan agar pengaruh Penyempitan lajur (Bottle Neck) dapat ditekan sekecil mungkin dengan mengatur arus lalu lintas.

9

RENCANA PENGATURAN ARUS LALU LINTAS PADA MASA LEBARAN TAHUN 2011

LINGKAR NAGREG

Perlintasan KA Km.Bdg 38+000

LOKASI PERBAIKAN GRADE (+ 400 M) KONSTRUKSI SELESAI OKTOBER 2011 AWAL AGUSTUS 2011 FUNGSIONAL10

PETA PAKET KEGIATAN TAHUN 2011 PELAKSANAAN JALAN PEMALANG-PEKALONGAN-BATANG-PLELEN PAKET : REHABILITASI JEMBATAN SIPAIT, CS SIPAIT

JEMBATAN SIPAIT A KM.SMG. 111+300

JEMBATAN PENING B KM.SMG. 42+000

JEMBATAN JENIS A KM.SMG. 50+600

Ruas Jalan Nasional Tegal-Slawi-Prupuk-AjibarangWangon LokasiLongsoran di TanjakanCiregol Tanjakan Ciregol

Muntilan Keprekan

Purworejo

Wuryantoro

12

KEBIJAKANPENANGANANANGKUTANLEBARAN KEBIJAKAN PENANGANAN ANGKUTAN LEBARANANGKUTAN KERETA API1. 1 2. 3. 4. 5. Penerapan Kebijakan Tarif selama masa Angkutan Lebaran Lebaran. Tiap Rangkaian KA Menyediakan 1 Kereta Khusus untuk lansia, ibu hamil, menyusui dan balita. Pengoperasian KA tambahan lebaran p