bab ii (i)

Download BAB II (I)

Post on 06-Dec-2015

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

budidaya orang utan

TRANSCRIPT

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1Visitor Center dan Arboretum 2.1.1 Pengertian Visitor Center dan Arboretum a) Pengertian Visitor Center Visitor Center adalah sebuah fasilitas pendidikan atau edukasi publik, dapat juga diartikan ruang yang didedikasikan dalam sebuah bangunan gedung untuk pertunjukan, program dan layanan serta sebagai tempat informasi. Interpretasi dari visitor center itu sendiri adalah kombinasi dari aktivitas edukasi untuk arti nyata dan dalam hubungannya dengan presentasi, objek asli, setra ilustrasi grafik, atau media desain untuk membantu orang-orang mengerti, mengapresiasi, dan menjaga alam dan lingkungan budaya (Bureau of Reclamation,2007). Visitor Center memilki definisi terluas, karena didalamnya ia dapat menggabungkan aspek-aspek dari pusat warisan serta museum. Visitor Center dapat memegang beberapa artefak tetapi fungsi utamanya adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang situasi yang ada sekarang, latar belakang sejarah dan rencana akan datang (Michael.G.Beech, 2009). Berlabel publik merupakan label untuk Visitor Center, pelayanan personil didalamnya yang memberikan informasi bebas biaya kepada wisatawan. Visitor Center memerlukan kunjungan dari manusia, sehingga harus tersedia outlet informasi bahkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih canggih dan interaktif tanpa dipungut biaya, namun ada kalanya juga fasilitas yang tersedia mungkin memiliki komponen komersial yang bertujuan untuk kegiatan sosial masyarakat atau pengunjungnya (I Gusti Bagus, 2012). Tujuannya agar tempat ini menjadi tolak ukur pertama sebelum melakukan eksplorasi sebenarnya pada atraksi tersebut. Visitor Center tidak dapat dberikan pengertian yang sama dengan Museum, tetapi tujuan antara Visitor Center lebih mengutamakan atraksi, sedangkan museum lebih kepada melestarikan artefak untuk kebaikan umum, karena sebuah organisasi dapat menyimpan arsip tetapi mereka belum tentu benda-benda tersebut adalah benda museum, sedang untuk tempat yang berpredikat pusat /center akan selalu dituntun untuk memiliki staf yang baik, informasi yang jelas, mempunyai area penjualan sesuai dengan lokasi wisata dimana pusat pengunjung ini berada, fasilitas toilet dan mungkin juga minuman. Fungsi pusat pengunjung secara umum adalah (Biro Reclamation of Berau 2007 ; Dumas, 2009 ) Tempat mengkomunikasikan dan informasi kepada pengunjung tentang informasi dari tempatnya berada, serta sebagai tempat aktivitas yang beragam. Visitor Center juga bertindak sebagai fasilitas masyarakat untuk berbagai kegiatan budaya dan sosial lokal, memiliki fasilitas yang bersifat fleksibel. Meningkatkan kualitas wisata rekreasi dan pariwisata, dengan mampu memberikan pengalaman yang berkualitas. Menjelaskan peluang dan fasilitas yang tersedia didalam suatu kawasan wisata. Sebagai wadah untuk memahami kondisi wisata tempatnya berdiri, dalam pusat pengunjung diberikan pengetahuan mengenai tempat yang mereka kunjungi, walaupun bukan pembelajaran yang mendalam dan hanya bertaraf pengetahuan umum. Sebagai tempat menyediakan keamanan pengunjung dan kepuasan bagi pengunjung. b) Pengertian Arboretum Kebun botani termasuk merupakan tempat konservasi ex-situ atau diluar habitat aslinya, sebagai suatu kawasan atau tempat yang memberikan informasi dan pendidikan, wahana bertemunya masyarakat dengan ilmu pengetahuan alam untuk melihat dan mempelajari fenomena-fenomena kehidupan makhluk hidup. Arboretum merupakan termasuk dalam kategori kebun botani yang mengkoleksi pepohonan dengan luasan tertentu berisi berbagai jenis pohon yang ditanam sedapat mungkin mengikuti habitat aslinya dan dimaksudkan sebagai areal pelestarian keanekaragaman hayati dan sedikitnya dapat memperbaiki/menjaga kondisi iklim di sekitarnya. Di dalam Arboretum sendiri memiliki keanekaragaman pohon sehingga ia juga dapat difungsikan sebagai kebun pohon-pohon hutan. Selain itu, keberadaan arboretum dapat berperan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan pengembangan. Pembangunan Arboretum juga ditujukan sebagai bentuk lain dari konservasi sumberdaya hayati ex-situ yang aman dan efisien dalam pelestarian sumberdaya genetik. Keberadaan arboretum saat ini dianggap penting baik bagi negara dan masyarakat secara umum, terutama bagi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan secara umum, mengingat semakin berkurangnya tempat penelitian dan pengkajian ekosistem hutan bagi pelajar, mahasiswa dan peneliti. Selain itu, keberadaan arboretum dapat dijadikan sumber pendapatan dengan turut dibudidayakannya tanaman buah-buahan atau penanaman tanaman, selain bernilai ekonomi tinggi atau pemeliharaan ternak ditambah juga dengan fungsinya menjadi tempat rekreasi alam (A.Rauf, 2008; Shera 2013).

2.1.2 Kriteria Visitor CenterVisitor Center lebih memungkinkan untuk muncul kedalam hal yang lebih modern dan berkembang mengikuti perkembangan jaman, begitu juga dengan museum, ia dapat mengembangkan fitur-fitur baru yang lebih modern tetapi tetap melaksanakan mandat dari fungsi museum tradisional. Oleh karena itu, perlunya kejelasan dari keduannya dan dijelaskan melalui tabel berikut :Spesifikasi Pusat Pengunjung (visitor centers)Museum

Konten Terpilih, mengalami penyempitan atau pengurangan (terspesifkasi), meneladani (mainly medially communicated).Komprehensif, bersifat mewakili, menkomunikasikan berdasarkan dokumen asli dan media.

CakupanMemberikan gambaran. Memberikan gambaran dan rincian.

LokasiBerada pada pusat utama pengunjung di tempat atraksi budaya atau alam.Ditetapkan oleh parameter-parameter tertentu.

Pengertian dan MisiVisitor Center adalah fasilitas umum dengan karakter menampilkan atau memamerkan sesuatu hal yang berhubungan langsung dengan tujuan budaya atau tujuan alam atau atraksi lokal, serta merupakan tempat pertama yang menampilkan gambaran dan titik kontak pertama untuk wisatawan dan masyarakat terhadap tujuan eksplorasi lebih dalam terhadap atraksi yang di jelaskan. Visitor Center biasanya langsung terhubung kepada situs-warisan budaya atau alam dengan pemberian informasi yang terintegrasi baik dalam bentuk analog, digital dan secara lisan. Museum adalah hal yang bersifat (non-profit) tidak mengambil keuntungan, merupakan institusi permanen dalam pelayanan masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, sifatnya melestarikan, penelitian, berkomunikasi dan memamerkan pameran warisan budaya (benda) untuk tujuan pendidikan.

Komunikasi Dirancang untuk memberi persepsi yang cepat, tekstual dan singkat, elemen interaktif dan inovatif, dan memungkinkan untuk tidak melakukan studi yang mendalam.Memungkinkan untuk terjadi pembelajaran yang mendalam.

Kelompok sasaran Wisatawan, warga, ahli publik serta kemlompok kepentingan khusus.Wisatawan, warga serta kelompok kepentingan khusus

(Cross-Linkage)Hubungan dengan lanskap budaya dan mungkin dengan aset budaya yang lainnya.Museum lainya dan aset, budaya.

Layanan Tambahan Umumnya layanan tambahan adalah informasi wisata, tempat yang menjual makanan atau minuman, menjual souvenir, menyimpan buku cetak ataupun elektronik pertunjukan secara teknologi.Kegiatan menjual barang khas, tempat makan.

Tabel 2.1 Tabel perbandingan antara Pusat Pengunjung dan Museum, (Dumas, Haler dan Ripp, Learnig and Having Fun : Visitor Centers) Motivasi utama kunjunganMemperoleh gambaran atau informasi tentang layanan, struktur dan sifat dari situs warisan budaya atau alam, pusat pengunjung sifatnya bukan tujuan utama dari perjalanan, tetapi lebih kepada pameran khusus. Dengan tujuan tertentu yang menarik, melihat dokumen asli serta mengetahui benda-benda sejarah.

Membangun Visitor Center adalah suatu aktivitas yang menuntut persyaratan berbeda dari pengembangan sebuah museum, dalam hasil penelitian yang dilakukan pada pusat pengunjung di World Heritage Regensburg (Dumas, 2009) ada beberapa parameter yang dapat diterima dengan oleh pengunjung sebagai tolak ukur dalam keberhasilan suatu pusat pengunjung : Lokasi, sebuah Visitor Center memiliki parameter mudah untuk diakses dan idealnya berada disepanjang rute wisata, karena ia sangat berhubungan dengan situs warisan budaya atau alam. Mempertimbangkan pengunjung, siapa yang akan berkunjung ke pusat pengunjung ini, apakah pengunjung akan memerlukan akses informasi atau fasilitas diluar jam, apakah fasilitas-fasilitas penunjang yang layak dan berguna untuk di tempatkan dalam pusat pengunjung ini. Kedua adalah staf, kebutuhan ruang apa saja yang diperlukan staf, seperti untuk persiapan, penyimpanan. Ketiga adalah masyarakat lokal, penggunaan fungsional dari Visitor Center, terhadap ruang-ruang yang bisa diapliksan untuk pengunjung juga bisa di pakai oleh masyarakat lokal. Tim pengembang pusat pengunjung , diperlukan pemikiran yang baik terutama dalam membangun sebuah pameran yang permanen yang bisa berintegrasi dengan baik. Memiliki orientasi fisik yang baik, fitur-fitur didalamnya benar-benar jelas sehingga pengunjung tidak memiliki kebingungan dan dapat memberi nilai yang positif bagi bangunan Metode komunikasi yang beragam, metode yang sama apabila diterapkan dalam jangka panjang akan menimbulkan kebosanan pengunjung, penting untuk mempertimbangkan penyampaian yang menarik seperti memanfaatkan teknik visual, gambar, video atau pemutaran film pendek yang bisa meningkatkan minat pegunjung untuk berkunjung. Lebih inovatif, menawarkan beragam kegiatan dan fasilitas, idealnya pusat pengunjung harus memperhatikan metode-metode komunikasi yang menjamin untuk terus aktif serta dengan menyediakan fasilitas lebih sehingga menunjang keaktifan kegiatan didalamnya. Mengembangkan isi pameran/melengkapi dengan pameran khusus, pameran sementara memberikan kesempatan baik untuk menjaga kepentingan tematik pengunjung dalam jangka panjang, dan untuk membidik target-target baru adalah dengan pengembangan tema dan kevariatifan tema yang disampaikan.2.1.3Kondisi Umum Arboretum di Nyaru Menteng Arboretum Nyaru Menteng merupakan kebun