bab i ii (timbulan) bab i ii iii fix print.docx

Download BAB I II (timbulan) bab I II III FIX PRINT.docx

Post on 09-Feb-2016

194 views

Category:

Documents

36 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perhitungan timbulan sampah

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar BelakangSampah kota secara sedehrahan diartikan sebagai sampah organik maupun sampah anorganik yang dibunag oleh masyarakat dari berbagai lokasi di kota Blitar. Menurut kajian dari berbagai sumber, sampah adalah bahan buangan pada atau semi padat yang dihasilkan dari aktifitas manusia atau hewan yang dibuang karena tidak diinginkan atau digunakan lagi (Tchobanoglous, 1993). Berdasarkan UU no.18 tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sumber sampah umumnya berasal dari perumahan dan pasar.Saat ini perkembangan dan pertumbuhan penduduk sangat pesat terutama di daerah perkotaan. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang pesat, jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk juga bertambah banyak. Karena semakin banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan, manusia membutuhkan adanya pengelolaan sampah yang baik.Sampah menjadi masalah penting untuk kota padat penduduknya. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kondisi geografis suatu wilayah sehingga mempengaruhi sitem pengelolaan yang berbeda-beda. Volume sampah sangat besar melebihi kapasitas daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), lahan TPA yang sempit karena tergeser tujuan penggunaan lahan lain. Teknologi pengolahan sampah yang tidak optimal sehingga sampah lambat membusuk yang menyebabkan percepatan peningkatan volume sampah, ampah yang sudah matang menjadi kompos tidak habis terjual dari TPA. Selain itu, kurangnya kebijakan dari pemerintah dalam memanfaatkan produk samping dari sampah. Faktro yang paling penting di luar faktor teknis adalah faktor sosial, yang mana masyarakat sangat memegang peranan penting dalam pengelolaan sampah kota.Dalam data terakhir dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan bahwa volume sampah yang dihasilkan di Indonesia sekitar 1 juta meter kubik setiap hari, namun baru 42% di antaranya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi, sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 348.000 meter kubik atau sekitar 300.000 ton. Sedangkan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh National Urban Development Strategy menunjukan bahwa rata rata buangan sampah kota adalah 0,5 kg/kapita/hari. Dengan mengalikan data tersebut dengan jumlah penduduk di beberapa kota di Indonesia tahun 2003 maka dapat diketahui perkiraan potensi sampah kota di Indonesia sekitar 100.000 ton/hari (Sudradjat, 2009).Maka dari permasalahan pengelolaan sampah di kota tersebut harus segera ditangani. Penanganan pengelolaan sampah tidak hanya dalam proses pengelolaannya, namun juga harus dari awal sebelum pengelolaan yaitu hal perencanaan. Dalam tugas besar ini, kami ingin memberikan perencanaan yang paling efektif terkait solusi dalam pengelolaan sampah kota.1.2 TujuanPerencanaan pengelolaan sampah di Kota Blitar ini adalah sebagai masterplan dalam mengelola sampah di Kota Blitar secara bertahap hingga tahun 2029. Sehingga pada dasarnya Perencanaan Pengelolaan Sampah Kota Blitar bertujuan untuk :1. Untuk menghitung jumlah timbulan sampah rumah tangga maupun sejenis rumah tangga di Kota Blitar dari tahun perencanaan 2014 sampai 2029.2. Menentukan tingkat pelayanan sampah di Kota Blitar.3. Mengetahui jumlah sampah yang direduksi di sumber maupun dengan recovery factor.4. Merencanakan pewadahan sampah rumah tangga maupun sampah sejenis rumah tangga Kota5. Untuk merencanakan proses pengangkutan sampah menuju TPS,TPST maupun TPA.6. Untuk merencanakan rute pengangkutan sampah yang paling efisien.7. Untuk merencanakan lokasi MRF (Material Recovery Facilities) dan Tempat Pembuangan Akhir.1.3 Gambaran Umum Daerah Perencanaan1.3.1UmumPerencanaan sistem pengelolaan sampah merupakan manajemen sistem pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan, pewadahan, pengangkutan dan pengolahan Kota Blitar. Perencanaan ini dibuat untuk 15 tahun ke depan. Adapun wilayah perencanaan yang akan dilayani terdiri dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sukorejo yang terdiri dari 7 desa atau kelurahan, Kecamatan Kepanjen Kidul yang terdiri dari 7 desa atau kelurahan, dan Kecamatan Sanan Wetan yang terdiri dari 7 desa atau kelurahan.Kota Blitar merupakan wilayah terkecil kedua di Propinsi Jawa Timur. Kota Blitar juga menjadi pusat administrasi pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan rekreasi.1.3.2Aspek FisikPerkembangan suatu daerah harus memperhatikan aspek fisik sebagai bahan pertimbangan pertama. Analisis fisik akan dipergunakan untuk memenuhi sejauh mana wilayah akan mendukung dan menampung segala kegiatan yang berhubungan dengan fisik.1.3.4Luas Wilayah dan Batas AdministratifKota Blitar dengan luas wilayah sekitar 3.257,84 ha (32,5784 km2 ) terbagi menjadi 3 kecamatan, yaitu Sukorejo dengan luas 9,92465 km2, Kecamatan Kepanjenkidul 10,50234 km2, dan Kecamatan Sananwetan 12,15155 km2. Ketiga kecamatan tersebut terbagi lagi menjadi 21 kelurahan dengan rincian sebagai berikut :Tabel 1. 1 Luas Wilayah Kota Blitar berdasarkan KelurahannyaKECAMATANKELURAHANLuas Wilayah (Km2)

SukorejoTlumpu1.015

Karangsari0.882

Turi0.509

Blitar1.332

Sukorejo1.466

Pakunden2.262

Tanjungsari2.458

9.925

KepanjenkidulKepanjenkidul0.867

Kepanjenlor0.613

Kauman0.680

Bendo1.519

Tanggung2.230

Sentul2.683

Ngadirejo1.910

10.502

SananwetanRembang0.844

Klampok1.531

Plosokerep1.248

Karangtengah1.795

Sananwetan2.128

Bendogerit1.955

Gedog2.650

12.152

Total32.579

(sumber : Kota Blitar dalam Angka, 2011)Secara geografis Kota Blitar berada di lereng Gunung Kelud dan dikelilingi oleh Kabupaten Blitar dengan batas: Sebelah Utara: Kec. Ngelegok dan Kec. Garum, Kab. Blitar Sebelah Timur: Kec. Garum dan Kec. Kanigoro, Kab. Blitar Sebelah Selatan: Kec. Kanigoro dan Kec. Sanankulon, Kab. Blitar Sebelah Barat: Kec. Sanankulon dan Kec. Ngelegok, Kab. Blitar

TPAGambar 1. 1 Peta Kota Blitar

1.3.5Kondisi Geografi dan TopografiKota Blitar yang terletak pada koordinat 11214 11228 BT dan 82 - 88 LS. Rata-rata ketinggian Kota Blitar dari permukaan air laut adalah 156 meter. Ketinggian Kota Blitar di bagian Utara adalah sekitar 200 meter dengan tingkat kemiringan antara 2 - 15 , bagian Tengah sekitar 175 meter, dan bagian Selatan sekitar 150 meter dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan masing-masing 0 - 2. Perbedaan ketinggian antara bagian Utara, Tengah, dan Selatan yang berkisar antara 25 sampai 50 meter tersebut menunjukkan bahwa secara topografi, wilayah Kota Blitar termasuk kategori daerah datar (dataran rendah) dan tidak ada bagian wilayah yang berupa dataran tinggi. 1.3.6HidrologiSatu-satunya sungai yang mengalir di Kota Blitar adalah Sungai Lahar dengan panjang 7,84 km. Sungai tersebut mengalir dari arah Utara yang bermuara di Gunung Kelud menuju ke Selatan menyatu dengan sungai Brantas.1.3.7KlimatologiLokasi wilayah Kota Blitar berada di sebelah Selatan garis Khatulistiwa dan mempunyai tipe iklim C-3 dengan kisaran suhu antara 24o-34oC (suhu rata-rata 29oC).1.3.8GeologiKeadaan tanah diwilayah Kota Blitar berupa tanah Regusol dan tanah Litusol. Jenis tanah Regusol berasal dari pasir Gunung Kelud (Vulkan) serta batuan endapan berkapur, dimana tanah Regusol yang ada berasosiasi dengan tanah Litusol yang berasal dari batuan beku lapis yang terletak di daerah lereng bukit. Jenis tanah Litusol mempunyai konsistensi gembur, korositas tinggi, dan tahan terhadap erosi.1.3.9Lokasi Tempat Pemrosesan AkhirLokasi tempat pemrosesan akhir kota Blitar terletak di Kabupaten Blitar, yaitu terletak pada kecamatan Kademangan. Kecamatan Kademangan ini terletak di sebelah selatan Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.1.3.10DemografiJumlah penduduk di Kota Blitar 5 tahun selama 2006-2011 dinyatakan dalam table berikut.Tabel 1. 2 Data Jumlah Penduduk Kota Blitar Tahun 2006-2011KecamatanKelurahanTahun

200620072008200920102011

SukorejoTlumpu323233223380331533673408

Karangsari489448474810526553265375

Turi330133133318301130523056

Blitar375337343972425742814348

Sukorejo106111259612524140811410914241

Pakunden859987388881973497729957

Tanjungsari736375197720772478438072

KepanjenkidulKepanjenkidul764476237508814680278131

Kepanjenlor536353035305582857715821

Kauman531252795284600259776067

Bendo459746644745503051285271

Tanggung418642244277479348475056

Sentul697170367110711271267281

Ngadirejo305430673081308632063317

SananwetanRembang259626362702277127952883

Klampok369537463817406841444314

Plosokerep430543804435435444034495

Karangtengah772377767841712170967201

Sananwetan116451172111658135301366813784

Bendogerit104671057810722103581054110728

Gedog9679100051021698851009510412

Jumlah128990132107133306139471140574143218

(sumber: kota Blitar dalam Angka, 2011)1.3.11Tata Guna LahanGambaran umum megenai tata guna lahan pada Kotamadya Blitar adalah sebagai berikut.1.3.12Kawasan PerumahanSebagian besar kawasan perumahan terdapat pada pusat kota. Kawasan perumahan dengan kepadatan penduduk rendah mendominasi daerah pinggir kota khususnya bagian selatan. Perumahan dengan kepadatan penduduk tertinggi terdapat pada Kelurahan Kepanjen Lor, sedangkan yang terendah pada Kelurahan Ngadirejo.1.3.13Kawasan Fasilitas SosialKawasan fasilitas sosial terpusat pada pusat kota yang meliputi sarana pendidikan dan sarana kesehatan.1.4Ruang LingkupPerencanaan Pengelolaan sampah Kota Blitar dibatasi pada:1. Sistem Perhitungan Jumlah Timbulan sampah rumah tangga maupun sampah sejenis rumah tangga dan reduksi yang dapat dilakukan di sumber serta recovery factor oleh pemulung1. Sistem Pewadahan dan Pengangkutan sampah menggunakan metode HCS maupun SCS dan penentuan tipikal wadah sampah yang akan digunakan.1. Sistem rute pengangkutan sa