analgetik

3
Untuk mengetahui efektivitas obat analgetik non- narkotik, maka dititung % proteksi dan % efektivitas analgetik yang diberikan kedua obat yang digunakan sebagai obat uji, yaitu asam mevenamat dan parasetamol. Perhitungan % proteksi yang diberikan obat uji adalah dengan rumus sebagai berikut. % proteksi=1( jumlah ratarata geliat kelompok uji jumlahratarata kelompok kontrol ) x 100 % Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah % proteksi yang diberikan oleh obat uji dan obat standar terhadap rangsangan rasa nyeri yang diberikan kepada hewan uji (mencit). Selanjutnya adalah perhitungan % efektivitas analgetik yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut. % efektivitas analgetik= % proteksizat uji % proteksiasamasetilsalisilat x 100 % Hasil yang diperoleh dari perhitungan di atas adalah % efektivitas analgetik yang diberikan obat uji terhadap asam asetil salisilat dalam memproteksi rasa nyeri yang ditimbulkan akibat penambahan asam asetat pada hewan uji. Dari percobaan didapatkan % proteksi aspirin terhadap induksi nyeri yang diberikan pada hewan percobaan adalah sebesar 64.52%, % proteksi asam mefenamat terhadap induksi nyeri yang diberikan pada hewan percobaan adalah sebesar 100%, dan % proteksi

Upload: hamidah-nuruljanah

Post on 17-Feb-2015

66 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: analgetik

Untuk mengetahui efektivitas obat analgetik non-narkotik, maka dititung

% proteksi dan % efektivitas analgetik yang diberikan kedua obat yang digunakan

sebagai obat uji, yaitu asam mevenamat dan parasetamol. Perhitungan % proteksi

yang diberikan obat uji adalah dengan rumus sebagai berikut.

% proteksi=1−( jumlahrata−rata geliat kelompok ujijumlah rata−rata kelompok kontrol )x 100 %

Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah % proteksi yang diberikan

oleh obat uji dan obat standar terhadap rangsangan rasa nyeri yang diberikan

kepada hewan uji (mencit). Selanjutnya adalah perhitungan % efektivitas

analgetik yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

% efektivitas analgetik=% proteksi zat uji% proteksi asamasetil salisilat

x100 %

Hasil yang diperoleh dari perhitungan di atas adalah % efektivitas analgetik yang

diberikan obat uji terhadap asam asetil salisilat dalam memproteksi rasa nyeri

yang ditimbulkan akibat penambahan asam asetat pada hewan uji.

Dari percobaan didapatkan % proteksi aspirin terhadap induksi nyeri yang

diberikan pada hewan percobaan adalah sebesar 64.52%, % proteksi asam

mefenamat terhadap induksi nyeri yang diberikan pada hewan percobaan adalah

sebesar 100%, dan % proteksi parasetamol terhadap induksi nyeri yang diberikan

pada hewan percobaan adalah sebesar 5.9997%.

Dari percobaan kali ini juga didapatkan % efektivitas asam mefenamat

terhadap induksi nyeri yang diberikan pada hewan percobaan adalah sebesar

154.98%, asam mefenamat adalah derivat-antranilat dengan khasiat analgetis,

antipiretis, dan antiradang yang cukup baik. Penggunaan asam mefenamat sebagai

obat antinyeri terbatas karena sering menimbulkan gangguan lambung-usus,

terutama dyspepsi dan diare hebat. % efektivitas parasetamol terhadap induksi

nyeri yang diberikan pada hewan percobaan adalah sebesar 9.798%. Dimana

Parasetamol yang merupakan derivat-asetanilida adalah metabolit dari fenasetin.

Parasetamol berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik. Umumnya parasetamol

dianggap sebagai zat anti nyeri yang paling aman, juga untuk swamedikasi

(pengobatan mandiri).

Page 2: analgetik

Namun, hasil yang diperoleh dari percobaan ini khususnya untuk obat uji

asam mefenamat dapat dikatakan tidak valid karena pada pemberian asam

mefenamat hanya menggunakan dua hewan percobaan pada perlakuan pemberian

asam mefenamat, sehingga dapat mempengaruhi data dan hasil yang didapatkan.

Penggunaan dua data dari tiga mencit tersebut dikarenakan satu mencit pada

kelompok uji asam mefenamat yang diberikan secara peroral mati akibat

kesalahan pemberian asam mefenamat secara peroral, sonde yang digunakan

masuk ke saluran pernapasan mencit sehingga paru-paru mencit penuh dengan

cairan obat dan menyebabkan mencit kasulitan untuk bernapas dan akhirnya

menimbulkan kematian.

Sedangkan suatu data dikatakan valid apabila percobaan yang dilakukan

pada masing-masing mencit pada setiap kelompok percobaan mandapatkan

perlakuan yang sama. Artinya setiap kelompok harus terdiri dari tiga mencit

karena pengamatan juga akan mempengaruhi data dan hasil yang didapatkan.dari

percobaan.

Selanjutnya kesalahan data dan hasil yang diperoleh dapat dikarenakan

pemberian perkaluan yang berbeda, misalnya saat penyondean obat yang

diberikan tidak masuk seluruhnya karena kesulitan dan reksi penolakan dari

mencit tersebut. Selain itu hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat stress mencit

sehingga dapat mempengeruhi fisiologis tubuh mencit. Pengaruh penggunaan

mencit yang berulang juga dapat mempengaruhi keadaan fisik dan mental dari

mencit yang akan berdampak pada pemgamatan perilaku mencit,