agregat pekerja (ohn)

47
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AGREGAT PEKERJA INDUSTRI RAMBUT PALSU Oleh FG 5 : Erna Sari Andayani Idham Muchlis Kartika Mawarsari Rutmauli Hutagaol Sri Melda Titik Sumekar

Upload: neng-ika

Post on 11-Feb-2015

364 views

Category:

Documents


11 download

TRANSCRIPT

Page 1: Agregat Pekerja (OHN)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AGREGAT PEKERJA INDUSTRI RAMBUT PALSU

Oleh FG 5 :

Erna Sari AndayaniIdham Muchlis

Kartika MawarsariRutmauli Hutagaol

Sri MeldaTitik Sumekar

Page 2: Agregat Pekerja (OHN)

OUTLINE

Pentingnya perhatian terhadap kesehatan agregat pekerja industri.

Masalah-masalah kesehatan di area pekerja industri.

Konsep OHN.Konsep K3.Asuhan

Keperawatan pada Pekerja Indutrsi Rambut Palsu.

Page 3: Agregat Pekerja (OHN)

PEKERJA SEBAGAI AGGREGAT

Individu yang bekerja berpotensi terkena bahaya kesehatan terkait, meskipun suatu saat pensiun atau berhenti bekerja, mereka akan terus menanggung risiko kesehatan dari paparan kerja masa lalu.

Jumlah individu yang terkena masalah kesehatan mungkin lebih besar, karena pekerjaan terkait penyakit ditemukan di antara pasangan, anak, dan tetangga dari pekerja yang terpapar.

Page 4: Agregat Pekerja (OHN)

MASALAH KESEHATAN DI AREA PEKERJA KATEGORI AGEN PENGARUH PADA KESEHATAN

Biologis

  

Zat kimia

 

 

 

 

 

 

 Mesin

 

 

 

 

 Fisik

 

 

Psikososial

Darah Atau Cairan Tubuh

 Pelarut

Lead

Asbes

Asam

Glikol Eter

Air Raksa

Arsenic

 Postur tubuh yang tetap atau tidak

sesuai

Penerangan

Shift kerja

Listrik

Slip Dan Jatuh

Disambar Atau resiko terjatuh

 Kebisingan

Radiasi

Getaran

Panas

 Stress

Keseimbangan Pekerjaan Rumah

Bakteri, Jamur, Dan

Virus Infetions (Misalnya Hepatitis B)

 Sakit Kepala Dan Disfungsi

Sistem Saraf Pusat

Asbestosis

Luka Bakar

Efek Reproduksi

Ataxia

Neuropati Perifer

 

Gangguan Muskuloskeletal

Sakit Kepala Dan Ketegangan Mata

Gangguan Tidur

Listrik

Kondisi Muskuloskeletal

Cedera

Gangguan Pendengaran

Efek Reproduksi Dan Kanker

Penyakit Raynaud

Panas Kelelahan Dan Stroke Panas

 Reaksi Kecemasan Dan

Berbagai Gejala Fisik

 

Page 5: Agregat Pekerja (OHN)

Fisika Kimia Biologi Mekanik dan

Ergonomik

Psikososial

Kebisingan,getaran, radiasi, temperatur, listrik, udara bertekanan

Cairan, debu, asap, serat, kabutgas, uap

Serangga, tungau, lumut, ragi, jamur, bakteri, virus

Sikap tubuh pergerakan, gerakan berulang, pencahaya-an dan penglihatan

Kebimbangan tekanan kerja, kebosanan, bekerja pada hari libur

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN PEKERJA

Page 6: Agregat Pekerja (OHN)

KONSEP OCCUPATIONAL HEALTH NURSING (OHN)

OHN: Cabang khusus dari keperawatan komunitas yang merupakan aplikasi konsep dan framework berbagai disiplin ilmu ( keperawatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu sosial, dan perilaku serta prinsip-prinsip manajemen).

OHN (Occupational Health Nursing) atau keperawatan kesehatan kerja didefinisikan sebagai praktek khusus yang berfokus pada promosi, pencegahan, dan pemulihan kesehatan dalam konteks lingkungan yang aman dan sehat, melibatkan pencegahan efek kesehatan yang merugikan dari bahaya kerja dan lingkungan. Konsep tersebut diadaptasi dari American Association of Occupational Health Nurses (AAOHN 2004).

Page 7: Agregat Pekerja (OHN)

OHN MERUPAKAN APLIKASI DARI BEBERAPA ILMU PENGETAHUAN, DIANTARANYA ADALAH:

NURSING SCIENCEMEDICAL SCIENCEPUBLIC HEALTH SCIENCETOXICOLOGYSAFETY

INDUSTRIAL

HYGIENEERGONOMICSOCIAL SCIENCEMANAGEMENT,ECONOMICS

Konsep Occupational Health Nursing (OHN)

Page 8: Agregat Pekerja (OHN)

PERAN DAN PROFESIONALISME DALAM OHN (AAOHN) Mempromosikan kesehatan dan keselamatan

pekerja Menetapkan ruang lingkup praktek dan standar

praktek keperawatan kesehatan kerja Mengembangkan kode etik untuk perawat

kesehatan kerja dengan pernyataan yang interpretatif

Mempromosikan dan memberikan pendidikan berkelanjutan dalam keahlian khusus

Memajukan profesi melalui penelitian yang mendukung

Merespon dan mempengaruhi isu kebijakan publik yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja

Page 9: Agregat Pekerja (OHN)

Tujuan dari OHN adalah :Meningkatkan dan memelihara status kesehatan pekerja serta melindungi pekerja dari kecelakaan kerja dan faktor resiko bahaya di tempat kerja (health hazards) dalam konteks lingkungan kerja yang sehat dan aman (AAOHN, 2004)

Konsep Occupational Health Nursing (OHN)

Page 10: Agregat Pekerja (OHN)

OHN ada di dalam sistem kesehatan masing -masing institusi kerja/ perusahaan, pabrik, rumah sakit,institusi pemerintah,universitas, dll

Pemberi pelayanan kesehatan kerja professional dalam OHN disebut OHPs (occupational health profesionals).

OHN yang telah terdaftar dan memiliki sertifikasi keahlian khusus atau training kesehatan kerja.

10 pekerjaan yang berperan dalam OHN: dokter, manajer kasus, koordinator, manajer, perawat, direktur perusahaan, spesialis promosi kesehatan, pendidik, konsultan dan Peneliti.

Konsep Occupational Health Nursing (OHN)

Page 11: Agregat Pekerja (OHN)

Pengamatan & penilaianInterpretasi & evaluasi

riw.medis

Penilaian lingkungan kerja

Interpretasi diagnosa medis

Kegiatan Khusus OHN (OSHA,2004)

Identifikasi kelainan

Pengelolaan penyakit/cedera kerja/non kerja

Dokumentasi

Deskripsi respon pekerja

Page 12: Agregat Pekerja (OHN)

Standar I: Pengkajian

Standar II: Diagnosis

Standar III: Identifikasi

Hasil

Standar IV: Perencanaan

Standar V: Implementasi

Standar VI: Evaluasi

Standar VII: : Pengelolaan sumber daya

Standar VIII: pengembanga

nProfesional

Standar IX: Kolaborasi

Standar X: Penelitian

Standar XI: Etika

Standar AAOHN tentang praktik kesehatan kerja dan lingkungan keperawatan menurut

AAOHN, 2004 (Nies & McEwen, 2001).

Page 13: Agregat Pekerja (OHN)

STANDAR AAOHN TENTANG PRAKTIK KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KEPERAWATAN MENURUT AAOHN, 2004 (NIES & MCEWEN, 2001).

Standar 1: Pengkajianmenilai status kesehatan klien individu atau populasi dan lingkungan

Standar II: DiagnosisMenganalisis data pengkajian untuk merumuskan diagnosa

Standar III: Identifikasi hasil

Mengidentifikasi kriteria hasil pada pasien

Standar IV:PerencanaanMengembangkan rencana tujuan yang komprehensif dan merumuskan intervensi untuk mencapai hasil yang diharapkan

Page 14: Agregat Pekerja (OHN)

STANDAR AAOHN TENTANG PRAKTIK KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KEPERAWATAN MENURUT AAOHN, 2004 (NIES & MCEWEN, 2001).

Standar V: ImplementasiMenerapkan intervensi untuk mencapai hasil yang diinginkan yang diidentifikasi dalam perencanaan.

Standar VI:EvaluasiSecara sistematis dan berkesinambungan mengevaluasi respon terhadap intervensi dan kemajuan ke arah pencapaian hasil yang diinginkan

Standar VII: Pengelolaan sumberdaya

Mengamankan dan mengelola sumber daya yang mendukung kesehatan pekerja dan program keselamatan.

Standar VIII: Pengembangan ProfesionalBertanggung jawab terhadap pengembangan profesional untuk meningkatkan perkembangan dan menjaga kompetensi

Page 15: Agregat Pekerja (OHN)

STANDAR AAOHN TENTANG PRAKTIK KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KEPERAWATAN MENURUT AAOHN, 2004 (NIES & MCEWEN, 2001).

Standar IX: KolaborasiBekerja sama dengan karyawan, manajemen, penyedia perawatan kesehatan, profesional, dan perwakilan masyarakat

Standar XI: EtikaMenggunakan kerangka etika sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan dalam praktik

Standar X: PenelitianMenggunakan hasil penelitian dalam praktik dan memberikan kontribusi berbasis ilmiah dalam kerja dan lingkungan keperawatan kesehatan untuk meningkatkan praktik dan memajukan profesi

Page 16: Agregat Pekerja (OHN)

KONSEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Keselamatan kesehatan adalah membuat kondisi kerja yang aman dengan dilengkapi alat-alat pengaman, penerangan yang baik, menjaga lantai dan tangga bebas dari air, minyak, nyamuk dan memelihara fasilitas air yang baik (Tulus Agus, 1989). Menurut Malthis dan Jackson (2002), keselamatan kerja meunjuk pada perlindungan kesejahteraan fisik dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera terkait dengan pekerjaan.

Page 17: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

Host

EnvironmentAgent

Epidemiologic triad (Campos-Outcalt, 1994 dalam Stanhope & Lancaster, 2004)

Page 18: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

Host Setiap pekerja merupakan host dalam kelompok populasi pekerja. Faktor host meliputi: usia, jenis kelamin, status kesehatan, pekerjaan, etnik dan gaya hidup (Rogers, 2003 dalam Stanhope & Lancaster, 2004).

Page 19: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

AgenKategori Work-related Hazard/Agena. Agen biologis & infeksius Bakteri, virus, jamur, parasit yang dapat

ditransmisikan melalui kontak dengan pasien

terinfeksi atau terkontaminasi sekresi tubuh

atau cairan dari individu lain.b. Agen Kimia Obat-obatan, larutan, gas, uap, aerosol dan

partikel yang berpotensi racun atau mengiritasi sistem tubuh.

Page 20: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

AgenKategori Work-related Hazard/Agenc. Agen Lingkungan

Faktor yang dihadapi dalam lingkungan kerja yang menyebabkan atau mempotensiasi kecelakaan, cedera, ketegangan, atau ketidaknyamanan (ex: peralatan yang tidak aman / tidak memadai atau mengangkat perangkat, lantai licin, kekurangan workstation)

d. Agen Fisik Radiasi, listrik, suhu tinggi, kebisingan, yang

dapat menyebabkan trauma.

Page 21: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

AgenKategori Work-related Hazard/Agene. Agen Psikososial

Faktor dan situasi ditemui atau berhubungan dengan pekerjaan atau lingkungan kerja yang membuat atau mempotensiasi stres, ketegangan emosional, atau masalah interpersonal.

Page 22: Agregat Pekerja (OHN)

PENERAPAN MODEL EPIDEMIOLOGI

Lingkungan (environment)Struktur geologis dan atmosfir, air, suhu, dan radiasi yang dapat menjadi stresor negatif atau positif. Misalnya: panas, bau, ventilasi.

Page 23: Agregat Pekerja (OHN)

PENYEBAB KECELAKAAN KERJAKecelakaan yang disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak melakukan tindakan penyelamatan. Contohnya, pakaian kerja, penggunaan peralatan pelindung diri, falsafah perusahaan, dan lain-lain.

Kecelakaan yang disebabkan oleh keadaan lingkungan kerja yang tidak aman. Contohnya, penerangan, sirkulasi udara, temperature, kebisingan, getaran, penggunaan indicator warna, tanda peringatan, sistem upah, jadwal kerja, dan lain-lain. (Rika Ampuh Hadiguna, 2009).

Page 24: Agregat Pekerja (OHN)

ELEMEN-ELEMEN PROGRAM K3

Jaminan keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja

Alat Pelindung Diri

Beban Kerja

Jam Kerja

Page 25: Agregat Pekerja (OHN)

Asuhan Keperawatan pada Pekerja Indutrsi Rambut Palsu

Ners R, baru bekerja selama satu bulan sebagai perawat OHN di salah satu perusahaan penghasil rambut palsu/ wig, yaitu PT. DFK, Perusahaan ini memiliki 950 orang tenaga kerja yang sebagian besar adalah wanita. Kegiatan utama pekerja adalah memotong dan menggunting rambut, membentuk rambut, mewarnai serta melakukan packing. Aktivitas tersebut sebagian besar dilakukan pekerja dengan posisi duduk. Pada saat observasi ke tempat kerja, ners R mendapatkan data bahwa tidak ada satupun pekerja yang menggunakan masker sebagai alat pelindung diri (APD) pada saat melakukan pengecatan rambut palsu. Terlihat juga beberapa pekerja melakukan aktifitas kerja dengan posisi yang salah (duduk dengan membungkuk). Sebagian besar pekerja mengatakan sering kerja lembur lebih dari 10 jam per hari terutama jika banyak order dari luar negeri. Ketika ners R mengingatkan pekerja untuk memakai alat pelindung diri dan duduk dengan posisi yang benar, beberapa pekerja mengatakan sudah terbiasa dengan cara tersebut sehingga tidak merasakannya sebagai masalah. Ners R mengambil inisiatif untuk melaporkan temuannya kepada pihak manajemen perusahaan, namun dirinya menjadi sangat kecewa karena tidak ada tanggapan yang positif dari pihak manajemen, namun pihak sumber daya manusia (HRD) menjanjikan untuk bertemu dengan ners R untuk mendiskusikan temuannya.

Page 26: Agregat Pekerja (OHN)

Lingkungan perusahaan: bagaimanan kebersihan dan sanitasi perusahaan

Pemeriksaan kesehatan awal berkala bagi karyawan perusahaan

Jaminan kesehatan.Proses kerjaKeluhan pekerjaKecelakaan yang

terjadi di perusahaan

Pertolongan pertama pada kecelakaan.

Waktu jam kerja.Beban kerja, beban

kerja yang terlalu berat baik mental maupun fisik dapat mengakibatkan seorang pekarja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja.

Pengkajian

Page 27: Agregat Pekerja (OHN)

Analisis Data

Kecelakaan kerja yang sering terjadi

Perilaku yang tidak sehatLingkungan yang tidak sehat.Penyakit akibat kerja.Pengetahuan yang kurangKurangnya fasilitas pendukung

Page 28: Agregat Pekerja (OHN)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko terjadi back injury

pada populasi

pekerja PT DFX b.d

sikap tubuh yang tidak ergonomis

Risiko terjadi peningkatan

penyakit paru

(bronkitis, asma) pada

populasi pekerja PT

DFX b.d inhalasi debu dan partikel

cat

Risiko terjadi peningkatan stres pada populasi

pekerja PT DFX b.d tuntutan

kerja yang tinggi

Risiko terjadi peningkatan kecelakaan kerja pada populasi

pekerja PT DFX b.d

kelelahan, penggunaan

APD yang berstandar

Page 29: Agregat Pekerja (OHN)

FOKUS INTERVENSI KEPERAWATAN

DK 1Edukasi tentang posisi tubuh yang ergonomis saat bekerja

DK 2Memberikan penkes mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD)

Page 30: Agregat Pekerja (OHN)

ERGONOMIC EXERCISE

Page 31: Agregat Pekerja (OHN)

ERGONOMI

Ilmu yang mempelajari tentang kesesuaian pekerjaan, alat kerja dan atau tempat/lingkungan kerja dengan pekerjanya. Sasaran dari ilmu ergonomi adalah meningkatkan prestasi kerja yang tinggi dalam kondisi aman, sehat, nyaman dan tenteram.

Page 32: Agregat Pekerja (OHN)

Ilmu ergonomi mempelajari beberapa hal yang meliputi:

1. Lingkungan kerja, meliputi kebersihan, tata letak, suhu, pencahayaan, sirkulasi udara, desain peralatan dan lainnya.

2. Persyaratan fisik dan psikologis pekerja untuk melakukan sebuah pekerjaan: pendidikan, postur badan, pengalaman kerja, umur dan lainnya.

3. Bahan-bahan dan peralatan kerja yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja: pisau, palu, barang pecah belah, zat kimia dan lainnya.

4. Interaksi antara pekerja dengan peralatan kerja: kenyamanan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, kesesuaian ukuran alat kerja dengan pekerja, standar operasional prosedur dan lainnya.

Page 33: Agregat Pekerja (OHN)

PRINSIP1. Sebagai upaya proaktif untuk pencegahan

terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan2. Pelaksanaannya didasarkan pada hasil ilmu

pengetahuan dan hasil penelitian yang terbaik3. Bekerjasama dengan pekerja dan departemen

terkait4. Fleksibel dan hindari satu ukuran untuk semua5. Program yang dilaksanakan harus terjangkau

dan sesuai kekuatan sumberdaya yang dimiliki6. Program yang dilaksanakan harus jelas, singkat

dan sederhana7. (OSHA, 2004)

Page 34: Agregat Pekerja (OHN)

Langkah awal untuk membangun program ergonomi di tempat kerja dapat dilakukan dengan tahapan berikut:

1. Membangun komitmen dari manajemen. Hal ini sangat diperlukan dalam setiap penerapan program, karena sistem yang baik harus ditunjang oleh dukungan dari pihak manajemen.

2. Mengadakan pelatihan ergonomi untuk mendorong adanya partisipasi dari seluruh karyawan untuk memeberikan pengetahuan kepada pekerja akan pentingnya penerapan ergonomi demi meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

3. Membentuk working group yang bertanggung jawab untuk penerapan program ini.

4. Pendekatan yang dapat dilakukan ketika dalam proses perancangan program

Page 35: Agregat Pekerja (OHN)

Pendekatan yang dapat dilakukan ketika dalam proses perancangan program ergonomi dapat dilakukan dengan dua pendekatan :

Pendekatan reaktif, yaitu perancangan program dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja yang sudah ada agar lebih ergonomis, sehat dan aman.

Pendekatan pro-aktif, yaitu perancangan program dilakukan untuk membuat kondisi lingkungan kerja yang baru agar lebih ergonomis, sehat dan aman.

Page 36: Agregat Pekerja (OHN)

ERGONOMIC EXERCISE Latihan yang digunakan pada saat jam istirahat di tempat kerja,

yang gunanya untuk membantu mengurangi rasa kurang nyaman pada seseorang karyawan, misalnya mengurangi sakit kepala, nyeri leher, nyeri punggung dan pinggang, nyeri bahu dan pergelangan tangan.

Tujuan : “pain-free movement” melalui pembebasan iritasi saraf dan perbaikan fleksibilitas saraf, mencegah pembebanan statis, normalisasi mikrosirkulasi saraf, koreksi postural serta mobilisasi sendi dan jaringan lunak.

Prinsip: Contraction-Hold-Relax, yaitu proses penyesuian terhadap karakteristik neurofisiologis dari jaringan konraktil, seperti the muscle spindle (organ sensoris utama dari otot dan tersusun dari serabut intrafusal dan serabut ekstrafusal dan the golgi tendo organ (GTO) (merupakan organ yang sensitif terhadap tonus otot, dimana saat tonus otot berhasil ditimbulkan secara kuat, maka GTO akan menstimulasi rileksasi otot). Perlu diingat, bahwa latihan ini tidak boleh menimbulkan rasa nyeri dan rasa kurang nyaman.

Page 37: Agregat Pekerja (OHN)

PETUNJUK LATIHAN ERGONOMIC EXERCISES: Kontraksi otot dengan kuat dan rasakan

kontraksi tersebut Tahan kontraksi otot tersebut selama 5-10

detik Lemaskan otot tersebut sampai terasa rileks Ulangi latihan tersebut sekali lagi

Page 38: Agregat Pekerja (OHN)

PROSEDUR

Page 39: Agregat Pekerja (OHN)

A. TANGAN DAN PERGELANGAN TANGAN Latihan 1:Ekstensi tangan kemudian buatlah genggaman

pada tangan. Latihan 2: Bengkokkan tangan pada sendi

metacarpophalangeal, kemudian pertahankan agar jari-jari tersebut tetap lurus lalu ekstensikan.

Latihan 3: Saling genggamkan kedua tangan, putar tangan hingga telapak tangan menghadap ke atas lalu pertahankan posisi tersebut. Lanjutkan dengan memutar hingga telapak tangan menghadap ke bawah.

Latihan 4:Sendi siku dalam keadaan lurus, pegang tangan dengan tangan yang satu. Tekuk sendi pergelangan tangan sambil mempertahankan posisi tersebut beberapa saat. Pindahkan tangan ke sisi telapak tangan dan dorong ke atas ke arah ekstensi sendi pergelangan tangan dengan tetap mempertahankan posisi tersebut beberapa saat. Lakukan pada ke dua tangan

Page 40: Agregat Pekerja (OHN)
Page 41: Agregat Pekerja (OHN)

B. BAHU DAN LEHER Latihan 1: Dalam posisi duduk, angkat kedua siku ke atas dan

kedua tangan saling digenggamkan di belakang kepala. Tarik siku ke belakang hingga terasa penguluran, kemudian kembalikan posisi siku ke depan hingga keduanya saling bertemu.

Latihan 2: Duduk, posisikan kedua siku sejajar dengan level ketinggian bahu, bengkokkan kedua lengan hingga tangan menyentuh bahu. Kemudian luruskan kembali

Latihan 3: Dalam posisi duduk di atas kursi kerja. Pertemukan kedua tangan dalam keadaan ekstensi di atas kepala, kepala dalam keadaan rileks dan secara perlahan melakukan laterofleksi ke kanan dan kiri. Pertahankan agar posisi tubuh tetap dalam keadaan lurus.

Latihan 4: Dalam posisi duduk, rilekskan bahu kemudian angkat kedua bahu ke atas dan pendekkan leher.

Latihan 5: Duduk dengan kedua tangan pada bagian belakang badan. Satu tangan diletakkan di antara kedua scapula, tangan yang lain mendorong ke bawah dengan dorongan di sekitar siku. Ganti dengan sisi yang lainnya.

Latihan 6: Posisi berdiri atau duduk; palingkan kepala ke kanan dan ke kiri. Pertahankan agar kepala dan tulang belakang tetap lurus.  

Page 42: Agregat Pekerja (OHN)

C. ANGGOTA GERAK ATAS Latihan 1: Duduk, satu tangan menyilangi

dada sedangkan tangan yang lain menekan di siku. Palingkan kepala ke arah bahu dari tangan yang sedang diberikan tekanan. Ulangi untuk tangan yang sebelahnya.

Latihan 2: Duduk, kedua siku diangkat selevel ketinggian bahu, putar badan ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang perlahan

Latihan 3: Duduk, kedua siku diangkat sebatas level bahu dan tekuk kedua siku hingga tangan saling bertemu di depan dada. Luruskan legan ke samping dan belakang. Kembalikan kedua lengan ke depan.

Page 43: Agregat Pekerja (OHN)
Page 44: Agregat Pekerja (OHN)

PENGURANGAN KETEGANGAN Latihan 1: Posisi duduk di kursi, kedua kaki menapak di

atas lantai dan tangan di letakkan di kedua lutut. Ekstensikan kedua tungkai dan lengan hingga terulur sepenuhnya, jari-jari tangan dan jari-jari kaki ekstensi kemudian kembali ke keadaan semula lalu rileks.

Latihan 2: Duduk. Secara bergantian ibu jari kaki disentuh dengan tangan yang kontralateral. Sementara tangan yang ipsilateral ke arah atas kepala, sehingga terjadi penguluran secara nyaman pada area trunkus. Kepala harus berpaling melihat tangan yang diangkat

Latihan 3: Ambil waktu sejenak untuk berdiri sambil berjalan beberapa saat untuk membantu meluruskan badan serta melatih tungkai secara general. 

Latihan 4: Posisi duduk, kedua tangan disisi belakang badan, satu di sisi atas bahu dan satunya di sisi bawah bahu. Berusahalah untuk saling mempertemukan kedua tangan tersebut. Lakukan untuk tangan satunya dan ulangi latihan tersebut.

Page 45: Agregat Pekerja (OHN)

PELINDUNG KULIT DAN

TUBUH

Industrial Protective gloves footwear

Pelindung pernafasan

Masker

Protective clothing

Page 46: Agregat Pekerja (OHN)

REFERENSI

Maurer, F. A. & Smith, C. M. (2000). Community health nursing: Theory and practice. 2nd ed. Philadelphia: W. B. Saunders Company.

Nies, M. A. & Ewen, M. M. (2001). Community health nursing: Promoting the health of population. Washington: W. B. Saunders Company.

Stanhope, M. & Lancaster, J. (2004). Community and public health nursing. St. Louis: Mosby.

AAOHN. (2004). http://www.healio.com/journals/aaohn

Page 47: Agregat Pekerja (OHN)